Saya pikir dengan adanya terowongan ini maka daerah sana tidak ada kata macet lagi. Ternyata perkiraan saya cukup salah. Nyata-nyatanya saya mash kena macet di terowongan ini kira-2 16 menit lamanya yaitu dari Pk 1522 sampai dengan Pk 1538.
Ketika keluar dari Tol di pintu Kemayoran, maka saya pikir akan mencoba daerah Angkasa yang dahulu nya lumayan bikin sakit kepala kalau lewat sana. Betul memang Jl. Angkasa nya sudah tidak terlalu macet, tapi begitu mobil masuk terowongan sudah terasa macet nya. Ada 2 mobil yang menyerah dan memutus kan keluar dari terowongan dengan cara mundur. Saya sendiri memilih meneruskan jalan ke terowongan dengan berpikir akan mencobanya semacet mana, mumpung tidak ada janji degan siapa-siapa kecuali dokter gigi saya pk 1730 nanti.
Ternyata begitu masuk saja sudah disambut dengan kemacetan. Saya perhatikan dengan seksama, ternyata sebetul nya terowongan ini belum jadi benar. Berbahaya sekali memasuki terowngan seperti ini, jalur masih ditutup setengah. Malah di persimpangan atas (yang di lewati kereta api), tamak benar masih disemen dan beberapa orang diatas saya sedang mengerjakan sesuat, sampa-sampai saya hanya bisa berdoa semoga tidak ada benda menjatuhi mobil yang saya kendarai, karena ini mobil pinjaman orang tua.
Lumayan juga kemacetan yang terjadi, untunglah saya masih bisa menikmati macet sambil menonton “Phantom Of The Opera” nya Joel Schumacer dari iPAQ yang saya tempelkan di mobil. Ternyata di ujung terowongan juga masih ada proyek yang masih dikerjakan, sehingga kalau lampu traffic menyala hijau maka kendaraan melaju tersendat. Gak heran masih macet.
Saya sih saranin, kalau masih ada pengerjaan terowongan, ada baiknya untuk menutup terowongan dulu sampai pengerjaan selesai, sebab khawatir dapat membahayakan kendaraan yang meliwati nya.
No comments:
Post a Comment