Hari Pertama Masuk Kerja setelah masa cuti bersama. Tentu saja jalanan jadi macet total, karena ada acara sidak mendadak di kantor-kantor. Wah hari ini tadinya saya udah gak berencana ke kantor, sebab yah ngeri sama macetnya itu lho. Cuma akhirnya jadi pergi juga, cuma siang sekitar jam 1500 baru sampai.
Gini cerita awalnya. Belum ada pembantu lho. Jadi saya bangun pagi-pagi pk 0530 untuk menyiapkan diri mengantar anak saya sekolah. Setelah mata nya byar-pret berkali-kali barulah pk 0630 saya bener-2 ready untuk mengantar anak sekolah. Gak papa..., deket. 5 menit juga sampai. Karena masih rada ngantuk maka saya mengantar dengan mobil. Pk 0700 sudah sampai rumah lagi. Saya pun beres-2 meja kerja. Dan menyiapkan bahan kerja, beres-2 rumah juga. Sampai Pk 0945 saya naik sepeda ke kantor pos untuk beli meterai. Wah, baru ingat tgl 22 ini sudah dekat dengan dateline bayar PAM. Tentu saja ramai. Sudah deh, saya mau jemput anak saya yang bubaran pk 1030, jadi saya buru-2 mengayuh sadel sepeda saya ke sekolah anak saya. Pk 1020 saya sudah sampai sekolah anak saya, dan 10 menit kemudian saya sudah membonceng anak saya ke tempat les nya. Pulang dari tempat les saya pun beres-2 lagi dan pk 1115 saya memutuskan mencoba untuk ke kantor pos lagi untuk membeli meterai karena tadi belum dapat. Sedangkan saya harus mendapatkan meterai hari ini juga sebab mau dipakai untuk dikirim ke Singapura. Tapi karena anak ke-2 sudah bangun jadi saya ajak naik mobil bersama mamanya. Tak lupa sekalian saya isi bensin mobil yang biasa dipakai istri antar-jemput anak sekolah. Setelah itu saya ke Titipan Kilat untuk mengirim surat ke Singapura.
Baru pulang jam 1205, saya buru-2 makan siang di rumah. Belum ada rencana untuk ke luar lagi menunggu anak saya selesai les. Sampai tiba-2 pk 1300 anak saya menelepon minta dijemput dari tempat les. Langsung saya ambil sepeda saya dan saya kayuh menuju tempat les. "Kring, Kring....." saya bel sepeda saya, dan anak saya yg sudah mengenal bunyi bel itu segera keluar tempat les dan melompat-lompat kegirangan.
Sudah beres semua urusan rumah, baru terasa pk 1330, saya rasa bisa nih ke Kantor. Segera saya packing barang-2 saya di Ransel. Pk 1400 saya sudah di luar pitu rumah dan saya mencari ojek langganan saya.
"Ke Stasiun Busway Pak..." Dengan ongkos 10 ribu saya langsung dibonceng ke stasiun Busway terdekat. Waktu menunjukkan Pk 1408 ketika saya selesai membayar tiket Busway dan menunggu bus Transjakarta yang datang.
Gak lama juga sih Pk 1410 yang ditunggu-tunggu sudah datang, segera saya naik. Mmm.. Ga dapet bangku sih, tapi saya berdiri cukup leluasa koq. Ada kursi pun saya sediakan untuk penumpang wanita yang masuk bersama saya tadi. Saya lebih suka berdiri di Bus, karena lebih bebas.
Pk 1435 Bus Transjakarta yang saya tumpangi sudah berhenti di Harmoni. Saya pun keluar untukm pindah bus menuju ke Halte Kota. Kali ini lumayan lama, sekitar 10 menitan. Terlihat ada orang yang sok sibuk menerobos antrean alias nyelak, tidak ada yang peduli. Saya juga gak ambil hati. Di Indonesia urusan gini mah biasa. Melanggar tidak akan dihukum, yang hukum nanti akhirat kali. Pk 1445 saya sudah naik Bus lagi menuju Halte Kota. Pk 1450 Saya sudah sampai halte kota. Terlihat sepanjang perjalanan saya kali in9i mulai dari depan Gajah Mada Plaza Bus sudah tidak melalui Busway lagi, tapi sudah berbaur dengan kendaraan lainnya. Jalanannya masih pada rusak. Bahkan cepatnya saya ke Halte Kota karena melompati 2 halte yaitu depan Mandala dan Olimo. Semua jalanan Busway sepanjang jalur itu luluh lantak, dan rasanya menurut saya perbaikannya sangat lamban, sebab saya sudah melihat perbaikan jalur Busway ini sejak beberapa bulan yang lalu.
Setelah Naik Bus TransJakarta, saya meneruskannya dari Beos ke Mangga Dua via Mikrolet, dan Pk 1505 saya sudah sampai di kantor saya dengan selamat. Memang kelihatannya ringkas, tapi kenyataannya perjalanan ini juga memakan waktu 1 jam. Ini sama saja dengan saya naik mobil dari rumah saya ke Kantor. Jadi apanya yang cepat ?? Bedanya saya menempuh perjalanan dengan biaya yang cukup murah : Rp 10.000 (ojek) + Rp 3.500 (Busway) + Rp 2.000 (Mikrolet) = Rp 15.500. Tapi ini sebenarnya sama dengan biaya bensin saya yaitu sekitar 3-4 liter.
Sayang yah, datang siang-2. Enggak juga. Saya kan perlu monitor kantor untuk kelancaran kerja saya. Saya juga langsung datang melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Setelah bekerja sedikit-sedikit Pk 1810 saya berkeputusan pulang tapi kali ini gak naik Transjakarta tapi naik taxi Bluebird. Capai lah naik Transjakarta terus. Apalagi malam, suasananya pasti ngeri kalau turun di daerah saya di Indosiar.
Sayang dengan taxi saya kembali bertemu dengan kemacetan. Akhirnya saya harus membuang lagi waktu 1 jam untuk pulang. Pk 1920 baru saya sampai ke rumah lagi dengan selamat. Kembali ke pekerjaan rumah saya.
Wow, capek yah hari ini, cuma rasanya seger-seger aja tuh, mungkin memang semangat saya lagi tinggi belakangan ini. Karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus saya lakukan.
Monday, October 22, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment