Sunday, November 18, 2007

18-11-2007 : Bad Service

Seperti kebanyakan hari Minggu lainnya, hari ini saya seperti biasa dibangunkan istri Pk 0730, wah masih berantakan kesadarannya, sebab beberapa jam yang lalu habis bersorak gembira karena Israel membabat Russia 2-1, yang dramatis adalah kemerangan itu baru dipastikan di menit ke 92, berarti pada masa-2 injury time. Benar-benar hebat Israel, eh jangan diseret-seret ke Politik atau masalah Zionisme yah, seba bagi saya permainan sepak bola nya bukan soal nasionalisme. Saya akui permainan Israel jauh lebih dinamis daripada Rusia yang cenderung kaku. Mungkin warisan dari masa komunis beberapa belas tahun yang lalu.

Yang senang tentu kesebelasan Inggris yang berarti nanti mereka cukup bermain seri di Wembley 21 November mendatang melawan Kroasia. Gak gampang sih tergantung Kroasia nya gimana maunya. Kalau Kroasia pintar sih atur seri lah, siapa tahu negaranya nanti bisa mendapat bantuan Finasial dari Pemerintah Inggris raya, hahaha. Cuma kalau Inggris kalah dan Rusia menang atas Andorra, maka siap-siap melupakan Putaran Final Piala Eropah 2008 nanti.

Saya sebetulnnya bukan pencinta Sepakbola Inggris, tapi tetap saja ketidakhadiran Inggris membuat Piala Eropah nanti menjadi kering dan kurang Gosip. Saya kesal Kesebelasan Iggris selalu membuat kesalahan yang itu-itu saja dalam setiap event internasional. Misalnya kalah adu penalty, atau pada masa krisis selalu ada pemain bintang (ingat khasus David Beckham dan Wayne Rooney) yang kena kartu merah. Makanya kalau sudah Event Internasional, saya gak pernah tebak Inggris akan menjadi juara. Atau pada pertandingan tertentu saya sudah bisa menebak hasilnya, misalnya pada kasus Inggris melawan Portugal pada Piala Dunia 2006. Begitu Wayne Rooney kena kartu merah, maka saya pikir Inggris bakal kalah adu penalty dan kenyataannya demikian.

Kembali ke PDA...
Bangun tidur yang ada di pikiran saya cuma 1, beresin kamar nih, udah hancur kayak abis di rudal. Barang berserakan dimana-mana di lantai. Setiap ada kerjaan penting maka kerjaan lalu yang sudah selesai saya taruh gitu aja di lantai, maklum, sudah kesulitan waktu untuk mencari tempat merapihkannya.

Oh ya, sejak sudah ada 2 anak saya tidur sendiri, kadang bersama anak perempuan saya. Istri tidur dengan anak-anak. Saya lebih suka tidur bersama kerjaan kantor dana toko saya, jadi di kamar hanya ada 1 ranjang, 1 meja 1/2 biro dengan perlengkapan Notebook, scanner, Laser Printer, 1 meja PC dengan PC 1 set, dan sebuah lampu baca. Di kamar ini saya biasa setiap hari bangun tidur dan langsung bekerja, sebelum tidur juga bekerja. Sepertinya saya gak pernah lepas dari kerja. Kadang saya bekerja hanya dengan PDA dan Keyboard PDA. Setelah itu baru ditransfer ke Notebook dan cetak via laser printer. Maklum, kantor kecil, toko kecil, gak perlu sekretaris, paling istri saya suka saya minta bantu untuk faksimil dokumen-2 ke toko. Atau minta bantu telepon seseorang.

Pekerjaan membersihkan kamar kiranya gampang, mungkin bagi sebagian orang artinya hanya menyapu dan mengepel. Beda lah dengan saya. Di lantai saya ada beberapa DVD bajakan, bon belanja yang belum dipisah, struk ATM yang harus di arsip dll. Biasa untuk pengarsipan saya menggunakan map bulanan dan sebagian dokumen di scan, dengan scanner kesayangan saya, UMAX 5600, mungkin saat ini sudah menjadi scanner sejuta umat. Kecepatannya OK banget, dan hasilnya gak jelek-2 amat. Saya harus memilah satu demi satu benda-2 yang berserakan di lantai, dan itu makan waktu 2 jam.

Sampai Pk 1300 baru deh istri dan anak-2 mulai sebut-sebut keluar rumah. Saya sih OK saja, toh sudah makan siang di rumah. Saya terpikir untuk menemui seseorang di Plaza Semanggi. Jadi kami pun berencana untuk ke sana. Maka saya Pk 1330 pun berangkat ke Plangi.

Sampai Pk 1400 kami sampai ke Plaza Semanggi, wah kacau, masak belum sampai saja sudah macet. Masuk Plaza Semanggi juga macet, masuk parkir ke atas, di LCD tertera kosong 97, tapi jujur saya saya merasa dibohongi dengan LCD tersebut, sebab kenyataannya begitu masuk, saya gak dapet parkir sama sekali, saya lihat hanya 3-4 mobil yang kebagian parkir, sisanya cuma putar-2 saja sama kayak saya. Akhirnya saya turun dan pulang, di Pagar ditagih Rp 2.000, wah gak heran yang punya Secure Parking cepat kaya. Gak kebagian parkir saja mesti bayar, This is Ridiculous....

Maka akhirnya daripada mikirin Plaza Semanggi mendingan saya banting setir ke Pasar Baru. Istri lagi mau makan Kuo Tie. Istilah kerennya sekarang Dumpling. Di Krekot ada sebuah rumah makan Kuo Tie yang sudah jadi legenda. Saya pun pergi kesana. Sambil menunggu pesanan datang, saya pun jalan kaki untuk makan Tauge Goreng Krekot yang juga sudah jadi legenda. Asal tahu saja. Di daerah sana ada 3 tempat yang jadi Legenda. Soto Pak Kumis di Kartini 2, dan 2 tempat tadi.

Tapi selesai makan kami sekali lagi dikecewakan si empunya tempat. Masak istri saya bayar pakai Uang 50 ribuan yang kemarin baru ambil dari ATM BCA berupa lembaran yang bukan biru, ditolak. Alasannya sudah gak berlaku. Apa pula ini ??? Kalau sudah tidak laku bagaimana masih bisa ditaruh di ATM ?? Salah siapa, BCA ?? Maka saya dan istri sepakat untuk tidak akan pernah kembali lagi ke tempat itu. Lagipula sambil makan, ada anjing seliweran kemana-mana 3 ekor. Bikin bau saja.

Selesai makan Pk 1600 kami ke toko untuk menengok kedaan. Setelah saya berberes-beres administrasi, maka kami pun pulang dengan senangnya anak-anak karena sudah diajak jalan-jalan.

No comments: