Friday, November 9, 2007

09-11-2007 : Tragedi di Senayan

Hari ini saya baca koran akan ada pertandingan Pra Piala Dunia South Africa 2007 di Senayan antara Indonesia melawan Syria. Wah, pasti rame yah, mungkin pertandingan berjalan dengan ketat berhubung kedua tim belum pernah berhadapan sebelumnya beberapa waktu belakangan ini.

Saya sih gak kepikir untuk ke Senayan, karena hari ini saja kerjaan saya cukup merepotkan sekali. Apalagi mesin fotocopy saya tiba-2 ke reset sehingga hasilnya hitam, jadilah saya harus memperbaiki nya sendiri.

Pulang ke rumah Pk 1615 saya langsung buka TV, karena saya gak tahu mainnya jam berapa itu pertandingan. Ternyata tiada satu pun saluran yang memberitakan sepak bola. Malah saya akhirna ketemu saluran TV baru seperti Da Ai TV di saluran 59 UHF dan Siaran percobaan TV El Shinta di 35 UHF. Wah hasilnya bagus-bagus dan jernih, malah stasiun TV lama masih kalah bagus dengan ke dua saluran TV ini.

Akhirnya Pk 1800 saya ketiduran karena capek banget, sampai-2 bangun tidur Pk 1930 saya makan malam dulu. Dan Pk 2000 iseng-iseng saya mencari saluran TV lagi dengan TV Tuner USB kesayangan saya, ternyata ketemu juga tuh di TPI ada dengan keadaan sudah 0-1 untuk Syria. Wah gawat juga Indonesia ketinggalan. Malah gak lama kemdian ketinggalan 0-2 sebelum akhirnya di susul dengan 1-2 setelah Indonesia mendapat kan hadiah penalty.

Yang menyesakkan adalah pada menjelang turun minum malah Indonesia kebobolan lagi berkat blunder dari Kiper Markus Horizon yang menangkap bola hasil tendangan bebas kurang sempurna sehingga molos meliwati selangkangannya. Kedudukan babak pertama 1-3. Wah kalau gini terus bisa-2 keadaan makin parah, sebab koq kayaknya pemain Indonesia kali ini kurang semangat, bahkan rada kesulitan menggempur pertahanan lawan. Apalagi dengan kelakuan para pemain Syria yang khas Arab, di senggol aja pura-2 sakit, jatuh dsb, dsb.

Masuk Babak ke-2 pertandingan masih gitu-gitu aja, saya menyempatkan diri pergi sembayang, karena hari sudah malam. Begitu kembali sembayang, ternyata pertandingan baru saja masuk masa bubaran dengan hasil yang mengecewakan, 1-4 untuk kekalahan Indonesia. Mmm memang bukan waktunya untuk Indonesia untuk berbicara di tingkat Internasional, di Asia Tenggara saja posisi Indonesia angin-anginan. Sudah waktunya memang PSSI berbenah diri jangan hanya mengurusi kepengurusannya saja dengan mempertahankan seorang narapidana menjadi ketua umum PSSI, lebih baik memikirkan bagaimana kesebelasan Indonesia bisa berbicara di arena internasional.

No comments: