Pada tanggal 27 Mei 2008, jam 10 malam, saya membaca berita di internet yang menyebutkan mahasiswa akan menerima juga paket BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp 500.000 per semester.
Saya ga tau siapa yg mengusulkan ide brilian ini (yg dengan maksud membungkam mahasiswa) cuma yang jelas ini adalah rencana yang cukup berbahaya secara jangka panjang, karena secara langsung mendidik mahasiswa untuk tidak hidup ulet. Apalagi kriteria personal yang memperolwh BLT tidak jelas, berprestasi atau tidak, malah jangan2 BLT itu dipakai hanya untuk hura-hura dan membungkam mahasiswa yg demo.
Saya pribadi lebih setuju uang Rp 200 milyar anggaran BLT mahasiswa dialokasikan untuk anak2 sekolah usia Sekolah Dasar yg dasarnya belum mampu mencari penghasilan untuk biaya sekolah. Kalaupun memang dipaksakan untuk mahasiswa lebih baik uang 500rb diberikan dalam bentuk sepeda, agar mereka kuliah bisa naik sepeda sehingga mengurangi konsumsi BBM dan mengurangi polusi, dan juga mulai sekarang belajar hidup sederhana.
Wednesday, May 28, 2008
Thursday, April 3, 2008
03-04-2008 : Nonton Three Kingdoms
Hari ini suasana sepi, baik di kantor, di toko maupun di tempat lainnya. Saya pun segera menyusun rencana untuk “sejenak” mengambil waktu untuk mampir ke bioskop menonton film yang baru mulai premiere hari ini yaitu “Three Kingdoms”.Kalau kita baca dari judul nya saja, sudah bisa kita tebak, pasti ceritanya diambil dari Kisah Roman 3 negara. Yang dimaksud roman disini bukannya kisah percintaan, tapi kisah drama peperangan dan adu taktik dari 3 negara yang waktu itu sempat benar-benar pernah ada, dimana setelah keruntuhan dinasti Han maka negara terbelah 3 bagian menjadi negara Wu, Chu, dan Shu.
Karena kebetulan kisah 3 negara ini menjadi buku favorit saya sejak dahulu. Apalagi buku ini menjadi buku utama yang banyak dibaca para pemimpin modern, misalnya Pemimpin besar Mao Ze Dong yang suka membawa buku ini kemana-mana, terutama pada waktu jaman revolusi. Juga salah satu tokoh di buku ini menjadi idola saya yaitu Sang Penasehat Kon Ming, alias Zhu Ge Liang. Maka saya juga bela-bela in mampir ke bioskop untuk menyaksikan film ini. Saya sengaja tidak mau membaca sinopsis nya dahulu supaya terasa seru waktu menonton. Tentu nya saya juga menebak-nebak jadi apa Andy Lau disini.
Ternyata sang bintang utama Andy Lau berperan sebagai zhao Zi Long. Mula-mula saya sempat lupa siapa sih Zhao Zi Long ? Rasanya sering denger deh. Ternyata setelah menonton film nya saya sadar juga. Kalau dibuku Zhao Zi Long ini lebih akrab dipanggil Zhao Yun. Salah satu dari 5 jendral macan Negara Shu. Aksi paling heroik yang tak terlupakan ketika dia menyelamatkan anak dari Liu Bei sewaktu di pengungsian, bertempur sendiri melawan ratusan tentara Zhao Cao. Saat itu (menurut Buku The Romance of Three Kingdoms – Luo Guan Zhong), istri Liu Bei (dan istri ke 2 nya) memilih terjun ke sumur bunuh diri dari pada di tangkap oleh Tentara Zhao Cao, dan menitipkan sang putera mahkota kepada Jendral Zhaao Yun untuk diselamatkan segera dengan pertimbangan Jendral Zhao Yun akan lebih leluasa menyelamatkan 1 putera mahkota kabanding menyelamatkan 1 putra mahkota + 2 permaisuri.
Ada 1 bagian yang rasanya hilang dari film ini, yaitu kebiasaan Zhao Xi Long menggunakan pakaian perang berwarna putih. Dia hanya terlihat memakai jubah putih waktu diberi titah oleh Liu Bei menjadi jendral besar ke 5. Mungkin pemakaian baju perang yang “tidak putih” ini sebagai pertanda bahwa sebagian film ini bukan berdasar fakta sejarah, dan memang benar adanya. Film ini hanya mengambil sejumput cerita dari Romance Three Kingdom dan mengembangkannya menjadi cerita yang berdiri sendiri. Juga ada yang aneh dengan penokohan cucu Zhao Cao yaitu Zhao Ying, seperti nya tidak pernah saya mendengar ada jendral wanita di cerita Romance of Three KIngdom.
Saya sempat kagum dengan come back nya bintang-2 Lawas film Hongkong di film ini. Ada si Master Ti Lung yang kebagian peran menjadi Guan Yun Chang (Kwan Kong), terus ada Yuen Piao yang sudah lama sekali tidak terlihat di belantara film Hongkong, berperan menjadi salah satu Jendral Zhao Cao (lupa namanya, baca buku dulu yah nanti). Juga ada Samo Hung, yang menjadi “teman virtual” Zhao Yun. Dan beberap bintang lawas lainnya termasuk ex-F4, Vaness Wu yang kebagian peran 10 menit menjadi Guan Ping, anak Guan Yun Chang.
Bagaimanapun keluarnya fim ini patut kita hargai untuk mengingat kan generasi mendatang pentingnya sejarah masa lalu, agar jangan terulang pada masa kini dan masa mendatang. Tidak penting bagus tidak nya, akurat tidak nya, setidak nya akan membawa perdebatan positif di kalangan generasi muda saat ini.
Friday, March 14, 2008
14-03-2008 : Foto Kuntilanak
.jpg)
Kemarin malam saya mendapat berita dari seorang teman yang menceritakan bahwa seorang rekannya ketika sedang mengambil foto dengan ponsel nya (handphone) di sebuah hotel di daerah Pecenongan, ternyata di fotonya terselip gambar Kuntilanak (Istiah Malay nya Pontianak) sedang lewat.
Foto ini diambil tanggal 14-02-2008, dan karena orang kantoran maka hebohnya di sekitar kantornya saja. Mungkin sang kuntilanak sedang pulang sehabis ikut pesta Valentine. Foto ini bukan ditakuti malah menjadi bahan olok-olok di kantor.
Jaman sekarang yang namanya setan sudah tidak bisa hidup tenang di Jakarta. Sudah diuber-2 liwat beberapa acara tayangan televisi, masih kehidupannya difilmkan terus. Sekarang sedang lewat saja kena foto.
Wednesday, March 12, 2008
12-03-2008 : Mega Bazaar Computer
Pada hari ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi pameran komputer terbesar di awal tahun 2008, yaitu Mega Bazaar Computer. Janjian dengan 2 teman, membuat saya mendisiplinkan diri dalam waktu. Pk 0900 saya menelepon Blue Bird Group untuk pesan taxi Pk 1100.
Setelah dari Pk 0700 saya mondar mandir menyetir mobil, maka untuk ke JHCC saya menyempatkan diri naik taxi. Sebab kepala saya sudah cuup penat untuk menyetir di kemacetan. Belum lagi sampai JHCC saya harus mencari parkir dan berjalan kaki cukup jauh, membuat saya mengambil taxi sebagai alternatif.
Hebat juga, begitu saya pulang Pk 1030, sebuah taxi sudah menunggu di depan rumah saya. Wah, 30 menit lebih pagi, manajemen Blue Bird Group ini lumayan juga, tapi karena saya memang janjinya pk 1100 maka saya belum sempat untuk membereskan tas pergi saya.
Pk 1055 baru saya sempat turun ke bawah untuk naik taxi. Saya hanya membawa sebuah ransel berisi pekerjaan kantor, kalau-kalau setelah pameran mungkin saya bisa mampir ke kantor, dan sebuah kantong plastik isi roti dan botol air mineral berjaga-jaga kalau di pameran saya kelaparan ataupun kehausan, tidak perlu keluar dari kompleks pameran.
Pk 1140 baru saya bisa mencapai JHCC. Turun dari taxi maka saya segera menelepon kawan-2 dan saya cukup terkejut, karena sekarang untuk nonton Mega Bazaar Computer harus bayar Rp 5000 / orang. JAdi mumpung sepi saya segera ke ticket booth untuk membeli tiket masuk.
Di dalam pameran perhatian saya pertama tertuju kepada stand HP yang memamerkan 2 produk terbarunya berupa iPAQ 112 dan 212. Keduanya bermuatan OS WindowsMobile 6.0, terbaru di kelasnya (konon Win 6.1 sudah muncul). iPAQ 112 ini berlayar 3,5” dengan resolusi 240x320 sedangkan type 212 walaupun lebih besar (LCD 4”) tapi beresolusi lebih tajam yaitu 480x640. Kelebihan 212 adalah tersedianya slot compact flash sedangkan untuk type 112 hanya miniSD. Kebetulan pameran yang kali ini disupport oleh http://www.tokopda.com/ ini saya bisa melakukan sedikit demo kedua PocketPC ini. Untuk Type 212 nya karena beresolusi tinggi tapi terlihat kecepatan graphic accelerator nya masih terasa kaku. Tapi ada semacam brightness sensor, dimana terang-gelapnya bisa diatur otomatis sesuai keadaan. Terlihat layar juga lebih soft, dan besar huruf nya bisa diatur. Tampilan keyboard juga lebih OK, tapi penggunaan Office Excel nya harus sedikit latihan, karena berbeda jauh sekali dengan WindowsMobile 2003 saya. Type 112 yang beresolusi lebih rendah tentu menghasilkan kecepatan di layar lebih baik dan lebih smooth. Kali ini setting memory tidak bisa dirubah antara memory system dan memory storage, sekali lagi berbeda dengan WM2003 saya (iPAQ hx4150). Tampaknya saya sudah jauh ketinggalan :-(
Dari sana, saya menyusuri areal depan pameran, tampak tidak ada yang benar-2 menarik, sampai di stand Triyaso, saya berkesempatan mencoba sebuah UMPC merk Wibrain dari Korea. Saya sudah sering dengar nama UMPC ini dari berbagai portal internet mengenai UMPC, juga sudah pernah lihat iklannya di koran awal Februari 2008 lalu. Tapi baru kali ini benar-2 memegang barangnya di depan mata saya.
Dengan resolusi 4,8” dan berkekuatan MS WIndowsXP Home UMPC ini terlihat menarik, karena dengan layar mode wide, mampu menampilkan resolusi 1024x600 dengan baik dan tajam. Diperkuat dengan prosesor VIA 1,2 Ghz dan memory 512 mb atau 1 GB, Wibrain sanggup untuk dihubungkan dengan internet via USB (modem), Bluetooth, maupun WiFi. Tentunya dengan sistem Operasi XP Home, aplikasi office model Outlook, Excel apalagi Word, bisa berjalan dengan baik. Mungkin kekurangannya yangbisa dicatat disini adalah tongkrongannya yang harus dipegang dengan tangan, jadi tak mudah untuk ditaruh begitu saja di meja, karena bagian bawahnya berupa speaker dan lubang untuk mengeluarkan panas. MEngetiknya dengan tombol QWERTY kecil-2 disisi kiri dan kanan layar. Saya salut dengan Wibrain, berani melakukan terobosan dengan design yang cukup baik, semoga sukses yah WIbrain.
Tak jauh dari sana ada stand Zyrex yang memajang Zyrex Anoa dan Zyrex Ubud. Karena saya sudah pernah membahas zyrex Anoa, maka kali ini saya membahas Zyrex Ubud. Saya sih tadinya memiliki kesan yang rada meremehkan Ubud, karena saya melihat hanya menyediakan keyboard saja. Ternyata tidak juga. Dengan HDD 30 GB, terrnyata Zyrex Ubud memiliki Touchpad dekat sebelah kanan LCD, anehnya klik touchpad nya ada disebelah kiri LCD, sehingga seorang bapak yang naksir dengan UMPC ini rada pangling. Walaupun menyatakan ketertarikannya dengan UMPC ini, beliau rada bingung karena tak terbiasa menggunakan touchpad di kanan dan mouse klik di kiri. Saya pun bercanda mengatakan bahwa untuk hal yang baru memang harus sedikit membiasakan diri. Dengan posisi LCD agak cenderung ke kiri, Zyrex Ubud tampil cukup garang dengan warna hitam. Sayang pihak penjual tampaknya tidak mau memberitahukan lebih detail apakah diberikan driver untuk XP dan Vista, sebab menurutnya asal diinstall dengan XP SP2 maka semua hardware akan terdeteksi dengan baik. Dengan OS MS Windows Vista Starter Edition dan dengan koneksi BT (Bluetooth) dan Wifi maka saya sangat apresiasi Zyrex Ubud ini. Kalau tidak karena merk maka dia bisa berfungsi sebagai EeePC Killer mengingat harganya yang Rp 4,99 juta, kita bandingkan dengan Asus EeePC yang ada di pameran yang ber SSD 4 GB dibandrol dengan harga Rp 4,4 juta.
Saya juga sempat mampir ke stan Kohjinsha, dimana mereka mengutamakan produk seri SH nya di pameran. Karena mereka juga mengageni Archos, maka produk Archos juga banyak di stan tersebut. Saya rada kecewa karena mereka memang memamerkan Koleksi Kohjinsha nya, dengan brosur yang sedemikian lengkap. Tapi sama sekali tidak memamerkan Aksesoris nya. Padahal saya pikir kalau ada batere high capacity nya saja yang 5200 mAH, mungkin saya mempertimbangkan membawa pulang 1 unit untuk menggantikan batere saya yang 2600 mAH ini. Mereka hanya merujuk Cutting Edge (http://www.cuttingedge-id.com/) sebagai tempat untuk membeli Aksesoris. Ini pameran yang bersifat nasional, sebetulnya semua aksesories harus dipajang juga selayaknya HP, Acer, Axioo dan lain-lain.
Kalau kita cermat membaca brosur dari Cryptonix, maka kita juga akan melihat bahwa mereka juga akan meluncurkan UMPC nya minggu depan, walaupun spek pastinya tidak detail, saya bisa melihat mereka akan mengeluarkan dengan layar 4” dan OS WindowsCE. Tidak dijelaskan secara detail WindowsCE apa yang dimaksud. Tapi tampaknya era UMPC memang akan benar-2 tiba di tahun 2008 ini.
Apa sih yang saya beli kali ini di pameran..?? Saya ga beli banyak koq, saya hanya beli PCMCIA untuk notebook Acer saya, yaitu untuk menambah USB port sebanyak 2 buah dan Firewire besar x1 kecil x1. Sebab takutnya sewaktu-2 saya membutuhkannya di kemudian hari. Saya juga membeli V-Gen SDHC 4 GB untuk menambah memory di Kohjinsha saya atau sewaktu-waktu bisa saya pakai untuk shooting handycam Panasonic saya, mengingat Handycam saya bisa menggunakan media SD Card sebagai alat rekamnya.
Untuk perangkat lain, saya lihat tidak ada perkembangan yang berarti, hanya saya mengamati, Axioo sedikit menurunkan harga di notebook type TVS nya, untuk warna tertentu harganya sudah dibawah 6 juta. Not bad untuk notebook dual core berlayar 12,1” WXGA dan 1 GB RAM. Tak lupa Fujitsu kali ini memamerkan juga UMPC nya yang bertype u810 dengan harga US$ 1.250. Layarnya 5,8” dengan berat 650gr dan keyboard yang sesuai dengan besar jari anda, kalau dilipat hanya sebesar dompet, sayang masih terasa tebal. Tapi layarnya memang benar-2 jernih. Maklum Fujitsu.
Tampaknya kali ini apa yang saya bayangkan bisa jadi kenyataan, dimana nanti dimana-mana orang membawa PC nya masing-2, yang besar, yang kecil, yang PocketPC, apapun modelnya. Masalahnya apakah masyarakat kita sudah bisa menerima begini ? Mengingat pada beberapa kalangan The Haves, mereka lebih suka membawa PSP (Playstation Portable) atau Nintendo DS kemana-mana kebanding sebuah PC mini. Yang tua lebih suka bermain games dengan HP nya kebanding mencari informasi di PC. Manusia Indonesia masih lebih suka mencari informasi lewat rumpi daripada mencari informasi akurat, maklum, informasi rumpi bisa dilebih-lebihkan dan bisa diselipi gosip.
Untuk perangkat lain, tampak USB Flash Memory sekarang sudah lebih beragam. Anda bisa menemukan USB Memory 1 GB Disney yang bisa berubah-rubah skinnya dengan karakter Mickey, Minnie, Donald, dan Goofy keluaran Ax dengan Rp 110.000. Maxtor dan Western Digital juga tak mau kalah memamerkan produk HDD External nya dengan penawaran harga yang sangat menarik. Harga mouse juga sudah mulai menurun diikuti dengan harga-2 Memory, baik DDR2, SO-DIMM, maupun SD Card, miniSD, dan microSD. Mengenai tehnologi printer saya tidak begitu memperhatikan, karena saya sedang tidak ada kebutuhan ke arah sana. XL, IM2 dan TelkomFlash juga ikut ajang menawarkan Internet 3G dan HDSPA dengan paket menarik. Herannya kali ini banyak media ikut pameran, seperti Femina Group yang memberika Reader’s Digest Gratis edisi Januari 2008, Harian Kompas yang bergabung dengan Kontan plus National Geographics, bahkan sampe Warta Kota pun ikut pameran. Rasanya padahal ini adalah pameran komputer, bukan pameran penerbit, rada aneh memang.
Pameran di Indonesia memang menjadi ajang belanja, bukan ajang pamer tehnologi bagi sebagian masyarakat kita.
Pk 1500 hari sudah mulai gelap karena mendung, saya sudah mulai khawatir mengingat saya tidak membawa kendaraan sendiri. Pk 1545 pun saya keluar dari pameran setelah berpisah dengan kawan-2 saya. Untung baru keluar gak sampai 2 menit sebuah Taxi Bluebird datang mengantar penumpang, saya langsung menghampiri taxi tersebut dan pulang tanpa ke kantor, karena cuaca sangat mengkhawatirkan. Demikian perjalanan saya menyaksikan Megabazaar Computer 2008.
NB : Saya tidak menyempatkan diri ke pameran FOCUS (Kamera) dan pameran alat musik, sebab saya sudah tidak ada waktu lagi, kalau besok-2 saya ada waktu dan ada yang ngajak lagi, mungkin saya akan mampir lagi kesana. Toh sampai tanggal 16 Maret 2008.
Setelah dari Pk 0700 saya mondar mandir menyetir mobil, maka untuk ke JHCC saya menyempatkan diri naik taxi. Sebab kepala saya sudah cuup penat untuk menyetir di kemacetan. Belum lagi sampai JHCC saya harus mencari parkir dan berjalan kaki cukup jauh, membuat saya mengambil taxi sebagai alternatif.
Hebat juga, begitu saya pulang Pk 1030, sebuah taxi sudah menunggu di depan rumah saya. Wah, 30 menit lebih pagi, manajemen Blue Bird Group ini lumayan juga, tapi karena saya memang janjinya pk 1100 maka saya belum sempat untuk membereskan tas pergi saya.
Pk 1055 baru saya sempat turun ke bawah untuk naik taxi. Saya hanya membawa sebuah ransel berisi pekerjaan kantor, kalau-kalau setelah pameran mungkin saya bisa mampir ke kantor, dan sebuah kantong plastik isi roti dan botol air mineral berjaga-jaga kalau di pameran saya kelaparan ataupun kehausan, tidak perlu keluar dari kompleks pameran.
Pk 1140 baru saya bisa mencapai JHCC. Turun dari taxi maka saya segera menelepon kawan-2 dan saya cukup terkejut, karena sekarang untuk nonton Mega Bazaar Computer harus bayar Rp 5000 / orang. JAdi mumpung sepi saya segera ke ticket booth untuk membeli tiket masuk.
Di dalam pameran perhatian saya pertama tertuju kepada stand HP yang memamerkan 2 produk terbarunya berupa iPAQ 112 dan 212. Keduanya bermuatan OS WindowsMobile 6.0, terbaru di kelasnya (konon Win 6.1 sudah muncul). iPAQ 112 ini berlayar 3,5” dengan resolusi 240x320 sedangkan type 212 walaupun lebih besar (LCD 4”) tapi beresolusi lebih tajam yaitu 480x640. Kelebihan 212 adalah tersedianya slot compact flash sedangkan untuk type 112 hanya miniSD. Kebetulan pameran yang kali ini disupport oleh http://www.tokopda.com/ ini saya bisa melakukan sedikit demo kedua PocketPC ini. Untuk Type 212 nya karena beresolusi tinggi tapi terlihat kecepatan graphic accelerator nya masih terasa kaku. Tapi ada semacam brightness sensor, dimana terang-gelapnya bisa diatur otomatis sesuai keadaan. Terlihat layar juga lebih soft, dan besar huruf nya bisa diatur. Tampilan keyboard juga lebih OK, tapi penggunaan Office Excel nya harus sedikit latihan, karena berbeda jauh sekali dengan WindowsMobile 2003 saya. Type 112 yang beresolusi lebih rendah tentu menghasilkan kecepatan di layar lebih baik dan lebih smooth. Kali ini setting memory tidak bisa dirubah antara memory system dan memory storage, sekali lagi berbeda dengan WM2003 saya (iPAQ hx4150). Tampaknya saya sudah jauh ketinggalan :-(
Dengan resolusi 4,8” dan berkekuatan MS WIndowsXP Home UMPC ini terlihat menarik, karena dengan layar mode wide, mampu menampilkan resolusi 1024x600 dengan baik dan tajam. Diperkuat dengan prosesor VIA 1,2 Ghz dan memory 512 mb atau 1 GB, Wibrain sanggup untuk dihubungkan dengan internet via USB (modem), Bluetooth, maupun WiFi. Tentunya dengan sistem Operasi XP Home, aplikasi office model Outlook, Excel apalagi Word, bisa berjalan dengan baik. Mungkin kekurangannya yangbisa dicatat disini adalah tongkrongannya yang harus dipegang dengan tangan, jadi tak mudah untuk ditaruh begitu saja di meja, karena bagian bawahnya berupa speaker dan lubang untuk mengeluarkan panas. MEngetiknya dengan tombol QWERTY kecil-2 disisi kiri dan kanan layar. Saya salut dengan Wibrain, berani melakukan terobosan dengan design yang cukup baik, semoga sukses yah WIbrain.
Saya juga sempat mampir ke stan Kohjinsha, dimana mereka mengutamakan produk seri SH nya di pameran. Karena mereka juga mengageni Archos, maka produk Archos juga banyak di stan tersebut. Saya rada kecewa karena mereka memang memamerkan Koleksi Kohjinsha nya, dengan brosur yang sedemikian lengkap. Tapi sama sekali tidak memamerkan Aksesoris nya. Padahal saya pikir kalau ada batere high capacity nya saja yang 5200 mAH, mungkin saya mempertimbangkan membawa pulang 1 unit untuk menggantikan batere saya yang 2600 mAH ini. Mereka hanya merujuk Cutting Edge (http://www.cuttingedge-id.com/) sebagai tempat untuk membeli Aksesoris. Ini pameran yang bersifat nasional, sebetulnya semua aksesories harus dipajang juga selayaknya HP, Acer, Axioo dan lain-lain.
Kalau kita cermat membaca brosur dari Cryptonix, maka kita juga akan melihat bahwa mereka juga akan meluncurkan UMPC nya minggu depan, walaupun spek pastinya tidak detail, saya bisa melihat mereka akan mengeluarkan dengan layar 4” dan OS WindowsCE. Tidak dijelaskan secara detail WindowsCE apa yang dimaksud. Tapi tampaknya era UMPC memang akan benar-2 tiba di tahun 2008 ini.
Untuk perangkat lain, saya lihat tidak ada perkembangan yang berarti, hanya saya mengamati, Axioo sedikit menurunkan harga di notebook type TVS nya, untuk warna tertentu harganya sudah dibawah 6 juta. Not bad untuk notebook dual core berlayar 12,1” WXGA dan 1 GB RAM. Tak lupa Fujitsu kali ini memamerkan juga UMPC nya yang bertype u810 dengan harga US$ 1.250. Layarnya 5,8” dengan berat 650gr dan keyboard yang sesuai dengan besar jari anda, kalau dilipat hanya sebesar dompet, sayang masih terasa tebal. Tapi layarnya memang benar-2 jernih. Maklum Fujitsu.Tampaknya kali ini apa yang saya bayangkan bisa jadi kenyataan, dimana nanti dimana-mana orang membawa PC nya masing-2, yang besar, yang kecil, yang PocketPC, apapun modelnya. Masalahnya apakah masyarakat kita sudah bisa menerima begini ? Mengingat pada beberapa kalangan The Haves, mereka lebih suka membawa PSP (Playstation Portable) atau Nintendo DS kemana-mana kebanding sebuah PC mini. Yang tua lebih suka bermain games dengan HP nya kebanding mencari informasi di PC. Manusia Indonesia masih lebih suka mencari informasi lewat rumpi daripada mencari informasi akurat, maklum, informasi rumpi bisa dilebih-lebihkan dan bisa diselipi gosip.
Pameran di Indonesia memang menjadi ajang belanja, bukan ajang pamer tehnologi bagi sebagian masyarakat kita.
Pk 1500 hari sudah mulai gelap karena mendung, saya sudah mulai khawatir mengingat saya tidak membawa kendaraan sendiri. Pk 1545 pun saya keluar dari pameran setelah berpisah dengan kawan-2 saya. Untung baru keluar gak sampai 2 menit sebuah Taxi Bluebird datang mengantar penumpang, saya langsung menghampiri taxi tersebut dan pulang tanpa ke kantor, karena cuaca sangat mengkhawatirkan. Demikian perjalanan saya menyaksikan Megabazaar Computer 2008.
NB : Saya tidak menyempatkan diri ke pameran FOCUS (Kamera) dan pameran alat musik, sebab saya sudah tidak ada waktu lagi, kalau besok-2 saya ada waktu dan ada yang ngajak lagi, mungkin saya akan mampir lagi kesana. Toh sampai tanggal 16 Maret 2008.
Sunday, March 2, 2008
02-03-2008 : Bukit Golf

Setelah berbenah dan berberesan rumah. Maka Pk 1330 barulah kami pergi berangkat ke daerah Pluit. Tampak jalan menuju kesana sudah rada rusak pasca banjir Bulan Februari 2008. Entah kapan diperbaiki, apalagi ada hal menarik, hampir semua lampu lalu lintas tidak menyala. Kalau tidak hari Minggu bisa dibayangkan macetnya seperti apa, maklum saya pernah kerja di daerah sana.
Meliwati Jalur Busway daerah Megamall Pluit, istri saya rada terperangah melihat beberapa tempat makan di daerah sana yang ttergolong baru. Misalnya Pandan Bistro, Suan Thai dll. Maklum, mungkin sudah sekitar 2 tahun saya sekeluarga tidak mampir ke daerah sana. Karena kesibukan pekerjaan dan mengurus anak-2. Kalau jalan-2 saya lebih suka ke daerah Sudirman – Thamrin atau ke pinggiran jakarta sekalian.
Lalu saya ada ide, bagaimana kalau kita jalan-2 ke daerah Bukit Golf. Saya ingat 4 tahun yang lalu saya datang kesana daerah itu elum dibangun dan masih berupa Lautan dan Hutan Bakau. Lumayan kaget juga saya begitu sampai sana, ternyata daerah itu sudah menjadi kawasan perumahan yang cukup apik dan luas sekali.
Alangkah kagetnya saya sedang jalan menuju gerbang keluar, di daerah tamannya ternyata ada beberapa ekor monyet, tampaknya ternyata monyet-monyet itu keluar dari kawasan konserasi mereka ke taman perumahan untuk mencari makan. Karena anak-2 gembira melihatnya (mengingatkan kepada Taman Safari), maka saya pun memberhentikan mobil di pinggir jalan, dan mengambil gambar sejenak.
Sekitar 20 menit kemudian kami dihampiri seorang Satpam, dan kami diberi tahu kan bahwa tidak boleh berhenti di jalan tersebut. Yah habis itu saya menjalankan mobil kembali pulang ke rumah. Saya mengambil beberapa gambar yang cukup cantik dengan SE K800i saya sebagai kenang-2an.
Saturday, February 23, 2008
23-02-2008 : Zyrex Anoa
Hari ini saya menyempatkan diri mampir ke Mall Taman Anggrek. Pk 1730 saya sudah sampai sana mengajak keluarga. Tujuan pertama saya dan istri mampir ke toko WOM (World Of Music), dimana biasa istri saya suka membeli lagu-2 mandarin. DIsana saya melihat DVD Original Film WARLORD yang dibintangi oleh 3 bintang gaek, Andy Lau, Jet Lee, dan Takeshi Kaneshiro. Cerita perangnya cukup seru walau saya gak begitu tau apakah mengandung sejarah atau tidak.Selesai dari WOM kami masih mampir-2 ke Sangaji dan Duta Suara. Di Duta Suara saya membeli kaset Grammy 2008, karena saya sesudah melihat 50th Annual Grammy Award jadi tertarik untuk membeli kasetnya setelah mendengar beberapa lagu di Grammy tersebut. Maklum, sudah tua dan punya anak, gak semua lagu baru bisa saya tahu langsung. Seperti misalnya Amy Winehouse, saya sempat dengar namanya saya tidak tahu top nya dengan lagu apa, belakangan dari Grammy saya tahu dia menyanyikan lagu Rehab. Tapi kalau Rihanna saya tahu sebab pertengahan tahun 2007 saya sering melihat Video Klip Umbrella nya di Channel[V] Parabola China.
Nanti dari kaset saya biasa merekamnya ke PC dan setelah saya edit maka akan saya convert menjadi MP3 untuk didengar via PocketPC atau Notebook. Saya gak gitu suka beli MP3 yang sudah jadi karena kadang2 bikinannya mengecewakan dan terkesan asal-2an. Kalau saya bikin MP3 pasti saya menuliskan ID3 Tag nya dan saya biasa simpan untuk koleksi pribadi, tidak untuk diperjual belikan.
Pk 1900 saya sedang berjalan ke hall tengah,ketika saya lihat banyak orang sedang mengantri, mengingatkan saya kepada antrian EeePC di Kelapa Gading beberapa waktu yang lalu. Maka dari lift pun saya mengabadikannya. Ternyata di sana sedang diadakan acara peluncuran perdana sub-notebook Zyrex Anoa. Maka iseng-2 saya mampir melihat. Bentuknya sih tidak sederhana seperti EeePC, saya lihat cenderung lebih childish, maklum, mini-notebook ini memang diperuntukkan untuk anak-2 kecil.
Menggunakan Intel Mobile Processor ULV 900 Mhz, tapi tidak memiliki L2 Cache, dan FSB 400 Mhz, tampaknya prosesor ini bakal mengalami kesulitan untuk menjalankan software-2 berkekuatan tinggi seperti Adobe family dan Corel. Kalau Autocad jangan dingomongin deh.
Kalau Chipset nya masih dengan Intel 915GMS + ICH6-M, lumayan lah, pasti menghasilkan kecepatan graphic yang cukup. Sayang, seperti EeePC resolusi layarnya masih berkisar di 800 x 600 pixel. Namanya juga laptop untuk anak kecil, mau kayak gimana lagi sih.
Kemampuan Wireless nya juga tanpa Bluetooth, hanya LAN Ethernet 10/100 dan WLAN 802.11 b/g, tapi kalau mau atau suka menggunakan fasilitas free hot spot cukup deh. Hahaha.
Justru saya kagum dari baterenya yaitu menggunakan batere 6 cells. Berarti kemungkinan Zyrex Anoa bisa berjalan lama dengan batere. Saya ingat Kohjinsha saya hanya mampu 2 jam dengan WLAN dan 2,45 jam tanpa WLAN. Itu juga dengan keadaan speaker di non-aktifkan.
Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada Zyrex yang berani memunculkan mini-notebook ke pasaran dimana pemain lain belum berani mencobanya. Semoga berhasil dan bisa berkembang. Kalau saya masih menunggu yang terbaik untuk anak saya, mumpung dia belum dirasa perlu untuk memiliki barang seperti ini.
Justru saya kagum dari baterenya yaitu menggunakan batere 6 cells. Berarti kemungkinan Zyrex Anoa bisa berjalan lama dengan batere. Saya ingat Kohjinsha saya hanya mampu 2 jam dengan WLAN dan 2,45 jam tanpa WLAN. Itu juga dengan keadaan speaker di non-aktifkan.
Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada Zyrex yang berani memunculkan mini-notebook ke pasaran dimana pemain lain belum berani mencobanya. Semoga berhasil dan bisa berkembang. Kalau saya masih menunggu yang terbaik untuk anak saya, mumpung dia belum dirasa perlu untuk memiliki barang seperti ini.
Wednesday, February 13, 2008
13-02-2008 : Day of Error
Sebetulnya saya gak percaya angka 13 itu bawa sial. Tapi tanggal 13 Februari ini saya bener-2 apes. Saya gak nyangka bisa sekacau itu, sampe-2 saya ga berani datang ke kantor takut di kantor nanti ada masalah.
Aroma apes nya itu sudah terasa dari pagi. Seperti biasa berhubung perut istri sudah makin membesar, maka saya ganti mengantar anak saya dari tempat les ke sekolah.
Saat-2 pertama berjalan dengan lancar. Sampai pada selesai dari sekolah saya mampir ke Hero untuk mengisi ulang pulsa XL saya yang tinggal Rp 25rb. Maka saya datang ke OkeShop.
Malang, begitu buka dompet, uang saya tinggal Rp 20rb, sisanya ketinggalan di rumah. Lha maka saya mampir ke ATM BCA di sebelahnya. Saya ambil Rp 200.000 (pecahan Rp 100.000). Sreet.. Sreet... Sreet, wah nggak keluar uang nya. Tapi dipotong saldo nya.
Waduh gawat. Saya kelabakan. saya segera menelpon via HP 68888 itu. Gawat, ternyata sudah CS nya sibuk melulu, setiap call saya kena potong Rp 5.000,-
Kwek ... Kwek ... Pulsa saya tinggal Rp 15rb -an. Waduh, gimana ini, akhirnya saya ke mobil dimana istri sedang berada di dalam bersama anak saya yang ke dua. saya pinjam darinya 100 ribu. Beruntung ia bawa dompet, padahal biasanya dia lebih parah dari saya, kadang antar anak sekolah hanya bawa Rp 1.000-an. Jadi saya ke Oke Shop lagi untuk isi pulsa.
Dreet... Dreet.... apes lagi, pulsanya gak masuk-2. Ditunggu setengah jam masih gak masuk. SA Okeshop menanggapinya dengan sigap. Nanti sore kalau belum masuk balik lagi aja pak, uangnya dikembalikan, katanya. Wah, kenapa gak sekarang saja, dalem hati mangkel. Sudah hilang 200 ribu di ATM, masih hilang 100 ribu di pulsa. Mana uangnya hutang lagi, malu-maluin.
Habis itu pusing, jadi saya liwat kan urusan ini dulu dan saya meneruskan ke Bank Permata, karena saya sudah titip Deposito Jatuh Tempo.
Nasib Sial pun masih belum menjauh dari saya, begitu masuk Bank Permata, CS nya semua sedang duduk-2 tanpa kerja apa-apa, dan titipan deposito saya belum dicairkan, konyol gak. Begitu saya datang, mereka baru kelabakan urusin deposito saya, sampai-2 begitu saya deposito kan kembali sang CS memasukkan bilyet nya dengan tangan gemetaran. Saya sebetulnya rada kesal juga tapi saya diam-2 saja. Pokoknya kalau belum beres saya gak mau bangun dari bangku si CS itu. Sudah beres, saya pun cek saldo di ATM (iseng), eh, sial lagi, uangnya gak ada di rekening. Apa-apa an ini ? Deposito Cair, di taruh di tabungan, sisanya saya deposito balik. Bilyet sudah di tangan tapi UANG nya GAK ADA !!!!
Maka kembali saya unjuk rasa, duduk di bangku CS gak mau bangun tunggu sampai uang itu ada di rekening saya dan saya lihat buktinya depan mata saya. Langsung sang CS kembali kelabakan, kali ini sampai kepala cabang turun tangan. Karena sang CS gak tau uangnya kemana (!?!?!?). Dulu saya pernah begini dengan BCA, nitip cair deposito lupa dicairkan dan dicairkan pada hari ke 3 jatuh tempo dengan tambahan bunga 3 hari. Yang bikin saya kesal, kejadian apes ini berlangsung bertubi-tubi selama 1 hari.
Akhirnya setelah uangnya nongol di depan mata saya (di layar LCD Komputer), baru saya beranjak dari kursi CS. Saya sih tetap saja masih diam-diam gak banyak kisah sama Personel di bank permata. Karena kebanyakan kekesalan itu bukan saya timpakan kepada mereka, tapi karena saya lagi mikir "gue ini koq kasihan banget hari ini".
Pulang ke rumah, (bayangin dari jam 10.30 sampai 12.30 baru semua kejadian ini selesai). Saya memutuskan ada baiknya tidak ke kantor, nanti kalau saya datang ke kantor , di kantor bisa ada kejadian macam-2 lagi. Saya pulang ke rumah malah urusan nongol di rumah. Nasi dan sayuran belum matang. Waduh, gak tau lagi deh mesti gimana. Mending saya pergi tidur.
Bangun pk 1330, baru hati saya bisa tenang. Maka saya baru mulai telepon HaloBCA lagi untuk meng-klaim uang saya yang tidak di keluarkan oleh ATM BCA itu. Eh, diterima dengan CS hanya sekali tunggu, mungkin karena sudah liwat jam makan. Jadi rada sepi. Saya diminta cek lagi rekening saya 2 minggu dari tanggal 13. Terus jam 1400 saya jemput anak saya pulang sekolah. Tentu saja anak saya girang dijemput papa nya pulang sekolah, sesuatu hal yang gak pernah sebelumnya. Dalam hati l usih girang, belum tahu deh gue hari ini gimana suasana nya hahaha.
Jemput sekolah, saya kembali datang ke Hero untuk ke OkeShop mengabari pulsa yang gak kunjung masuk. Uangnya pun akhirnya dikembalikan, hehehe. kayaknya kesialan saya sudah mulai menghilang seiring waktu.
Nah, akhirnya semua beres juga hari itu. Tapi saya korban gak datang ke kantor. Saya juga gak mau nanti jadi marah-2 dengan karyawan tanpa sebab. Apalagi yang satu lagi hamil juga seperti istri saya. Biarlah cukup saya yang menanggung kesialan hari ini. Yang penting selama dijalani dengan sabar dan arif, pasti nanti semuanya bisa beres, tinggal uang saya 200 ribu rupiah nih bisa dikembalikan gak sama BCA. Saya belum tau.
Aroma apes nya itu sudah terasa dari pagi. Seperti biasa berhubung perut istri sudah makin membesar, maka saya ganti mengantar anak saya dari tempat les ke sekolah.
Saat-2 pertama berjalan dengan lancar. Sampai pada selesai dari sekolah saya mampir ke Hero untuk mengisi ulang pulsa XL saya yang tinggal Rp 25rb. Maka saya datang ke OkeShop.
Malang, begitu buka dompet, uang saya tinggal Rp 20rb, sisanya ketinggalan di rumah. Lha maka saya mampir ke ATM BCA di sebelahnya. Saya ambil Rp 200.000 (pecahan Rp 100.000). Sreet.. Sreet... Sreet, wah nggak keluar uang nya. Tapi dipotong saldo nya.
Waduh gawat. Saya kelabakan. saya segera menelpon via HP 68888 itu. Gawat, ternyata sudah CS nya sibuk melulu, setiap call saya kena potong Rp 5.000,-
Kwek ... Kwek ... Pulsa saya tinggal Rp 15rb -an. Waduh, gimana ini, akhirnya saya ke mobil dimana istri sedang berada di dalam bersama anak saya yang ke dua. saya pinjam darinya 100 ribu. Beruntung ia bawa dompet, padahal biasanya dia lebih parah dari saya, kadang antar anak sekolah hanya bawa Rp 1.000-an. Jadi saya ke Oke Shop lagi untuk isi pulsa.
Dreet... Dreet.... apes lagi, pulsanya gak masuk-2. Ditunggu setengah jam masih gak masuk. SA Okeshop menanggapinya dengan sigap. Nanti sore kalau belum masuk balik lagi aja pak, uangnya dikembalikan, katanya. Wah, kenapa gak sekarang saja, dalem hati mangkel. Sudah hilang 200 ribu di ATM, masih hilang 100 ribu di pulsa. Mana uangnya hutang lagi, malu-maluin.
Habis itu pusing, jadi saya liwat kan urusan ini dulu dan saya meneruskan ke Bank Permata, karena saya sudah titip Deposito Jatuh Tempo.
Nasib Sial pun masih belum menjauh dari saya, begitu masuk Bank Permata, CS nya semua sedang duduk-2 tanpa kerja apa-apa, dan titipan deposito saya belum dicairkan, konyol gak. Begitu saya datang, mereka baru kelabakan urusin deposito saya, sampai-2 begitu saya deposito kan kembali sang CS memasukkan bilyet nya dengan tangan gemetaran. Saya sebetulnya rada kesal juga tapi saya diam-2 saja. Pokoknya kalau belum beres saya gak mau bangun dari bangku si CS itu. Sudah beres, saya pun cek saldo di ATM (iseng), eh, sial lagi, uangnya gak ada di rekening. Apa-apa an ini ? Deposito Cair, di taruh di tabungan, sisanya saya deposito balik. Bilyet sudah di tangan tapi UANG nya GAK ADA !!!!
Maka kembali saya unjuk rasa, duduk di bangku CS gak mau bangun tunggu sampai uang itu ada di rekening saya dan saya lihat buktinya depan mata saya. Langsung sang CS kembali kelabakan, kali ini sampai kepala cabang turun tangan. Karena sang CS gak tau uangnya kemana (!?!?!?). Dulu saya pernah begini dengan BCA, nitip cair deposito lupa dicairkan dan dicairkan pada hari ke 3 jatuh tempo dengan tambahan bunga 3 hari. Yang bikin saya kesal, kejadian apes ini berlangsung bertubi-tubi selama 1 hari.
Akhirnya setelah uangnya nongol di depan mata saya (di layar LCD Komputer), baru saya beranjak dari kursi CS. Saya sih tetap saja masih diam-diam gak banyak kisah sama Personel di bank permata. Karena kebanyakan kekesalan itu bukan saya timpakan kepada mereka, tapi karena saya lagi mikir "gue ini koq kasihan banget hari ini".
Pulang ke rumah, (bayangin dari jam 10.30 sampai 12.30 baru semua kejadian ini selesai). Saya memutuskan ada baiknya tidak ke kantor, nanti kalau saya datang ke kantor , di kantor bisa ada kejadian macam-2 lagi. Saya pulang ke rumah malah urusan nongol di rumah. Nasi dan sayuran belum matang. Waduh, gak tau lagi deh mesti gimana. Mending saya pergi tidur.
Bangun pk 1330, baru hati saya bisa tenang. Maka saya baru mulai telepon HaloBCA lagi untuk meng-klaim uang saya yang tidak di keluarkan oleh ATM BCA itu. Eh, diterima dengan CS hanya sekali tunggu, mungkin karena sudah liwat jam makan. Jadi rada sepi. Saya diminta cek lagi rekening saya 2 minggu dari tanggal 13. Terus jam 1400 saya jemput anak saya pulang sekolah. Tentu saja anak saya girang dijemput papa nya pulang sekolah, sesuatu hal yang gak pernah sebelumnya. Dalam hati l usih girang, belum tahu deh gue hari ini gimana suasana nya hahaha.
Jemput sekolah, saya kembali datang ke Hero untuk ke OkeShop mengabari pulsa yang gak kunjung masuk. Uangnya pun akhirnya dikembalikan, hehehe. kayaknya kesialan saya sudah mulai menghilang seiring waktu.
Nah, akhirnya semua beres juga hari itu. Tapi saya korban gak datang ke kantor. Saya juga gak mau nanti jadi marah-2 dengan karyawan tanpa sebab. Apalagi yang satu lagi hamil juga seperti istri saya. Biarlah cukup saya yang menanggung kesialan hari ini. Yang penting selama dijalani dengan sabar dan arif, pasti nanti semuanya bisa beres, tinggal uang saya 200 ribu rupiah nih bisa dikembalikan gak sama BCA. Saya belum tau.
Wednesday, February 6, 2008
05-02-2008 : Majalah Tempo
Konon gambar sampulnya membuat beberapa kalangan dari Agama Katholik protes keras dan membuat Majalah Tempo meminta maaf dan tidak menggunakan gambar cover ini untuk edisi Bahasa Inggris.
Bagi saya pribadi sih, gambar cover ini sangat menarik dan kaya ide alias kreatif. Tapi apa mau dikata kalau masih ada yang protes. Memang keadaan yang makin sulit dalam kehidupan ini membuat banyak pihak yang mudah tersinggung. Sampai-sampai urusan begini saja dimasukkan ke dalam hati.
Sunday, February 3, 2008
03-02-2008 : Bluetooth
Sejak Th 2007 ini saya banyak menggunakan tehnologi bluetooth. Sebelumnya saya tidak begitu interest dengan tehnologi ini mengingat saya pikir kecepatan wieless land lebih baik dari Bluetooth. Ternyata kegunaannya juga cukup berbeda. Tehnologi Bluetooth lebih mengedepankan hubungan antara 2 benda yang spesifik. Jadi misalnya kalau sebuah notebook biasa terhubung dengan HP menggunakan infrared atau kabel, sekarang bisa menggunakan bluetooth sebagai medianya. Keuntungannya isa memiliki jarak lebih jauh dan penempatan benda pasangannya fleksibel. Bisa di sebelah notebook, bisa juga dikantungi di celana, atau dipakai di bagian tubuh (jam tangan, headphone, dll).
Tapi setelah 1 tahun memakai tehnologi ini, maka saya merasakan bahwa ternyata kemampuan jangkauan Bluetooth tidak seindah yang digembar-gemborkan (ada yang 10m, ada juga yg katanya bisa 100m). Pada kenyataannya jarak paling efektif di rumah saya adalah 3-5 meter saja. Mungkin rata-2 terpengaruh oleh gelombang lain, atau halangan tembok. Cuma yah kenyataannya begitu.
Oh Ya, pada saat ini saya suka menghubungkan PDA saya dengan Nokia 2865i dengan koneksi CDMA StarOne untuk ber internet, misalnya surfing Internet Explorer, Inbox E-Mail, dan Chat dengan IM+ (MSN, Yahoo Messenger, dan ICQ), dan saya pikir koneksi ini cukup stabil, hanya sayang kemampuan HP CDMA yang sering mernguras batere menyebabkan kendala waktu dalam melakukan on line. Total waktu maksimal online dengan Nokia 2865 adalah 2 jam-an. Kalau untuk sekedar nge-chat kadang saya hanya menghaiskan Rp 300,- saja. Lumayan daripada on line di warnet, Rp 5.000 per jam plus berisiknya keterlaluan.
Biasa apabila koneksi CDMA StarOne ini tidak stabil, maka saya menggunakan koneksi GSM Pro-XL dengan SonyEricsson K800i saya. Koneksi ini relatif lebih stabil, batere lebih tahan lama (bisa beberapa jam). Tapi biaya lebih mahal. Pemakaian normal 1-2 jam bisa kena Rp 3.000-an. Tapi jangan lupa, kebanding SMS 1 jam-an mungkin bisa habis 30-50 ribuan.
Maka tidak heran saya sekarang sudah bisa lebih sering on line chat, bahkan di mobil. Tapi selama menyetir kendaraan saya tidak akan balas chat tersebut. Paling hanya menampung pesan saja. Anda bisa menghubungi saya di MSN : k200871@hotmail.com Yahoo Messenger : karman_ali@yahoo.com dan ICQ : 97349591.
Semoga ulasan ini berguna bagi anda yang ingin tau lebih banyak mengenai penggunaan Bluetooth. Sehingga dapat mengambil keputusan apakah ingin menggunakan tehnologi ini atau tidak.]
Tapi setelah 1 tahun memakai tehnologi ini, maka saya merasakan bahwa ternyata kemampuan jangkauan Bluetooth tidak seindah yang digembar-gemborkan (ada yang 10m, ada juga yg katanya bisa 100m). Pada kenyataannya jarak paling efektif di rumah saya adalah 3-5 meter saja. Mungkin rata-2 terpengaruh oleh gelombang lain, atau halangan tembok. Cuma yah kenyataannya begitu.
Oh Ya, pada saat ini saya suka menghubungkan PDA saya dengan Nokia 2865i dengan koneksi CDMA StarOne untuk ber internet, misalnya surfing Internet Explorer, Inbox E-Mail, dan Chat dengan IM+ (MSN, Yahoo Messenger, dan ICQ), dan saya pikir koneksi ini cukup stabil, hanya sayang kemampuan HP CDMA yang sering mernguras batere menyebabkan kendala waktu dalam melakukan on line. Total waktu maksimal online dengan Nokia 2865 adalah 2 jam-an. Kalau untuk sekedar nge-chat kadang saya hanya menghaiskan Rp 300,- saja. Lumayan daripada on line di warnet, Rp 5.000 per jam plus berisiknya keterlaluan.
Biasa apabila koneksi CDMA StarOne ini tidak stabil, maka saya menggunakan koneksi GSM Pro-XL dengan SonyEricsson K800i saya. Koneksi ini relatif lebih stabil, batere lebih tahan lama (bisa beberapa jam). Tapi biaya lebih mahal. Pemakaian normal 1-2 jam bisa kena Rp 3.000-an. Tapi jangan lupa, kebanding SMS 1 jam-an mungkin bisa habis 30-50 ribuan.
Maka tidak heran saya sekarang sudah bisa lebih sering on line chat, bahkan di mobil. Tapi selama menyetir kendaraan saya tidak akan balas chat tersebut. Paling hanya menampung pesan saja. Anda bisa menghubungi saya di MSN : k200871@hotmail.com Yahoo Messenger : karman_ali@yahoo.com dan ICQ : 97349591.
Semoga ulasan ini berguna bagi anda yang ingin tau lebih banyak mengenai penggunaan Bluetooth. Sehingga dapat mengambil keputusan apakah ingin menggunakan tehnologi ini atau tidak.]
03-02-2008 : Time to Recovery
Bagus..., bagus... setelah 2 hari diberi libur oleh Sang Dewa Banjir, bangun tidur Pk 0700 ketinggian air sudah cukup mengalami penurunan drastis, walau pun tidak bisa dibilang sudah pulih, tapi saya bisa menguras bak penampungan air bersih, dan mengisi nya dengan air bersih baru.
Pk 0825 saya mengerahkan generator untuk mengaktifkan pompa sedot. Masalah muncul dari pompanya yang kelihatannya ada masalah di kabel setrum. Untung saya ada pompa 200w Sanyo cadangan yang bisa dipakai untuk menyedot air juga. Setelah dipancing dengan air se-ember barulah pompa tersebut bisa dinyalakan.
Setiap 30 menit saya melihat perkembangan ketinggian air di dalam rumah, setiap kali pasti ada penurunan debit air. Berarti keadaan akan bisa pulih kemungkinan sore nanti.
Pk 0825 saya mengerahkan generator untuk mengaktifkan pompa sedot. Masalah muncul dari pompanya yang kelihatannya ada masalah di kabel setrum. Untung saya ada pompa 200w Sanyo cadangan yang bisa dipakai untuk menyedot air juga. Setelah dipancing dengan air se-ember barulah pompa tersebut bisa dinyalakan.
Setiap 30 menit saya melihat perkembangan ketinggian air di dalam rumah, setiap kali pasti ada penurunan debit air. Berarti keadaan akan bisa pulih kemungkinan sore nanti.
Saturday, February 2, 2008
02-02-2008 : Liputan Foto
Di tanggal yang bagus ini maka saya menyempatkan diri ke luar teras rumah untuk mengambil sedikit gambar.
Tidak seperti yang sudah-2, banjir kali ini pemandangannya lebih sepi daripada banjir tahun lalu, mungkin dikarenakan air naik mulai pk 0830 s/d 1100 berarti jam-jam segitu sudah banyak yang keluar untuk melakukan kegiatannya seperti bekerja maupun sekolah, jadi begitu dengar rumah nya banjir maka mereka sudah tidak pulang lagi ke rumahnya karena mau masuk pun tidak gampang. Misalnya orang tua saya yang pk 0700 sudah berangkat, akhirnya sekarang terpaksa menumpang di apartemen kakak saya karena mau kembali untuk ke rumah pun sudah tidak bisa karena banjir yang tinggi.
Gambar pertama adalah gambar klasik.dimana mungkin ingin buru-2 sebuah mobil langsung dijemput oleh mobil derek, tapi tampaknya sudah terlambat karena sudah terjebak banjir. Mobil dereknya jadi mogok sehingga baik mobil maupun dereknya sama-2 mogok.
Seorang bapak sedang kembali dari luar kompleks dengan menggunakan sepeda. Jangan kecele dengan rendahnya air banjir yang hanya setengah ban sepeda karena bapak ini sedang menggiring sepedanya diatas trotoar yang tingginya 30-40 cm dari jalanan.
Genangan air yang cukup tinggi bagi anak-anak tanggung tidak disia-siakan yaitu dengan dijadikan areal bermain, misalnya dengan lempar-2an bola, kalau tidak bisa menangkap, silahkan mencari bola nya di kolong banjiran.
Jasa ekspedisi banjir pun mulai bermunculan, bagi yang tidak mau berbasah-basahan di air banjir. Bisa menuumpang di gerobak yang sudah dimodifikasi ini. Entah sekarang tarifnya berapa. Tahun lalu sih pulang pergi Rp 100rb-an.
Genangan air yang setia menutup jalan raya komplek rumah. Hanya kendaraan jenis mobil boks, atau jip yang dimodifikasi yang bisa meliwati jalur sedalam ini.01-02-2008 : Come Again
Benar-benar mengherankan. Jakarta banjir lagi, rumah saya kebanjiran lagi, tepat satu tahun sesudah banjir besar tahun 2007. Kalau kita ingat-2 banjir besar tahun lalu juga dimulai pada tanggal 01 Februari 2007. Entah banjir kali ini masuk rumah atau tidak. Saya hanya bisa berharap mudah2an saja tidak.
Jam 7 pagi saya bangun, bermaksud memproses tagihan-2 bulan Januari 2008, ketika itu mulai turun hujan. Tapi saya anggap biasa saja sebab kemarin-2 juga hujan dan ok ok saja. Jam 8 saya antar anak saya pergi sekolah dalam keadaan hujan lebat. Tapi saya belum melihat indikasi akan adanya banjir. Saya sempat melongok parit dan hasil nya parit saya masih rendah air nya.
Sampai dirumah, barulah 30 menit kemudian terasa air mulai meninggi di jalanan. dan prosesnya sangat cepat sekali. Sayang disayang kali ini saya kelepasan momen untuk menambah debit air PAM saya di rumah, karena air banjir sudah keburu masuk ke dalam bak penampungan. Kali ini saya betul-2 kecolongan sebab proses naik nya air cepat sekali, sampai akhirnya pk 1130 saya memutuskan untuk menjemput anak saya tapi tidak dengan mobil, tapi berjalan kaki. karena banjir di depan rumah saya sudah parah dan banyak orang-2 terutama anak-2 kecil bermain-main di air banjir. Keputusan nyeleneh ini terpaksa saya ambil dalam keadaan hujan masih sangat lebat.
Dengan perlengkapan yang cukup, mantel hujan, payung besar dan kecil, dan jaket hujan anak saya, saya pun nekad berjalan di air banjir yang tinggi nya sudah sepaha. Ya Ampun.... air nya dingin sekali. Saya punye pengalaman nyemplung banjir, tapi paling sedengkul, kali ini sepaha dan kadang sepinggul. Ini gila, pikir saya, bangaimana dengan anak saya nanti ?? Tapi saya tetap berjalan. Saya pikir kalau anak saya takut paling tidak saya sudah datang menenangkan dan kita bisa menunggu hujan reda. Cuma saya punya feeling banjir akan makin parah dan hujan belum akan berhenti.
Sesampai di sekolah saya langsung masuk ke kelas anak saya. Ternyata kelas sudah bubaran. Saya segera bertemu dengan ibu guru nya dan meminta ijin untuk jalan pulang. Ibu Guru tampaknya juga sudah mulai pusing, tapi saya berpikir, pulang dalam keadaan begini bawa tas anak saya yang cukup besar, akan menjadi beban baru dan perhatian terpencar. Jadi saya mengusulkan kepada ibu guru supaya tas dititipkan tapi buku-2 nya saya bawa pulang karena ada PR. Saya memasukkan buku ke kantong plastik, demikian tidak akan kemasukan air. Sebelumnya saya bertanya kepada anak saya. “Kamu mau pulang sekarang dengan berjalan kaki, atau pulang nanti tunggu hujan berhenti dengan harapan banjir surut ?” Anak saya langsung bilang “berjalan kaki”. Nah, jadi saya langsung menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ia pulang berjalan kaki dalam keadaan banjir.
Perjalanan pun di mulai. Payung yang saya siapkan untuk anak saya tidak saya suruh pakai, melainkan di pakai untuk menjadi tongkat dalam perjalanan. Sebagaimana kita ketahui, tongkat itu praktis menjadi kaki ke tiga, dimana dapat dipakai sebagai pendeteksi jalanan sebelum kita melangkah, jadi kalau di depan ada lubang, walau tidak terlihat karena tertutup banjir, tapi kita sudah bisa merasakan lewat tongkat itu.
Saya juga baru bisa merasakan pentingnya trotoar di cat belang-belang. Pada keadaan banjir begini saya lebih memilih berjalan di trotoar tengah kebanding di depan rumah orang lain, sebab kalau rumah orang lain ketinggiannya berbeda-beda, sehingga saya akan mengalami kesulitan jika berjalan di tengah genangan air yang tidak kelihatan dasarnya. Sedangkan kalau di trotar tengah maka tingginya pasti merata dan bisa diduga. Nah cat belang-belang (zebra – hitam berselingan dengan putih) ini berguna untuk mendeteksi dan mengira-ngira mana jalanan untuk pejalan kaki dan mana jalanan untuk kendaraan. Untuk diketahui trotoar jalanan pun sudah terendam dengan air.
Untung anak saya memiliki sifat yang tahu kapan waktu bermain-main dan kapan waktu untuk serius. Dia selalu mengikuti instruksi saya pada keadaan genting seperti ini, misalnya jalan berpegangan tangan, jalan di depan lebih dahulu dan melangkah di tempat yang saya tunjuk. Perjalanan pulang malah lebih cepat dibanding dengan perjalanan pergi mengingat saya sudah mengenal medan yang saya lalui. Saya berani ambil langkah demikian sebab Desember lalu kami berdua baru saja berwisata ke Singapura dan sudah ada pengalaman berjalan kaki berdua dalam keadaan hujan, seperti misalnya saya tahu sebaiknya anak saya tidak membuka payungnya sebab kalau ia membuka payungnya sama saja menyusahkan saya untuk memegangi dia karena terhalang oleh payungnya itu.
Halangan terbesar menuju rumah justru berada di depan rumah, yang kedalaman banjirnya sudah mencapai sepaha orang dewasa, sama saja dengan sedada anak saya. Dengan keadaan air yang dingin dan kotor (untung tidak terlalu berbau) maka kami melakukan perjalanan terakhir, menyeberang dari trotoar utama ke depan gerbang rumah. untunglah pembantu sudah menunggu di depan pintu pagar, jadi kami bisa menunggu sampai pintu benar2 terbuka untuk bisa langsung dimasuki. Setelah berhasil masuk rumah kembali maka saya langsung masuk ke kamar mandi untuk membilas kaki saya dengan air bersih. Tidak lupa saya menyikat kaki saya dan anak dengan sabun dan antiseptik. Agar kembali bersih dan tidak gatal-2.
Sebuah pengalaman yang menarik bagi anak saya, dan bukan yang enak untuk saya. Tapi begitulah hidup, harus belajar dari pengalaman, dan pengalaman itu didapat dari keadaan.
Seusai pulang dari menjemput anak maka saya mengambil sesi makan siang, setelah itu pekerjaan ke dua adalah menguras bensin mobil untuk dipakai generator listrik saya kalau-kalau nanti malam listrik padam. Untuk tahap pertama saya menguras 1 jerigen 15 liter. Saya pikir sisanya bisa besok apabila banjir menyurut.
Berikutnya adalah mencopot accu mobil bagian minus nya saja dan membungkus knalpot dengan plastik agar air tidak masuk ke mesin melalui knalpot mobil. Kali ini saya malah tidak mendongkrak mobil seperti tahun lalu, sebab saya pikir hal itu hanya akan membuat mobil menjadi miring dan malah membuat gaya turun air menekan kuat dari lubang knalpot.
Selesai itu semua maka saya ambil sesi istirahat sejenak dengan tidur selama 1 jam, karena saya harus segera memulihkan diri kalau-kalau air semakin meninggi dan masuk ke rumah seperti tahun yang sudah. Berjalan ke sekolah itu tidak terlalu capai. Yang membuat capai adalah jalan sambil mengarungi air banjir. Berjalan di dalam air membuat kita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengangkat kaki, gaya air yang berat ditambah sepatu yang terendam air. Saya memilih tidak memakai sepatu boot saya, karena air sudah terlalu dalam, sehingga sudah tidak ada faedahnya, malah apabila air masuk ke dalam sepatu boot maka sepatu akan menjadi lebih berat. Pada situasi begini sebetulnya menggunakan sandal lebih enak, tapi memakai sepatu olah raga membuat kaki lebih lincah dan tidak seberat memakai yg lainnya.
Bangun tidur istirahat. Saya pun segera bersiap-siap lagi untuk membersihkan ruang bawah agar apabila banjir masuk ke rumah, saya setidak nya sudah sedikit2 mengangkat barang keatas. Heran sesudah itu saya merasa mengantuk lagi. Saya telepon kantor dahulu mendengar laporan karyawan. Setelah itu saya istirahat tidur lagi sebelumnya saya chat dengan beberapa teman yang mau tahu keadaan dan bisa memberi info keadaan. Tak lupa Pk 1700 saya membuka Televisi untuk menonton berita banjir.Pk 1900 saya terbangun. datang laporan bahwa air makin meninggi, 2 jengkal lagi masuk garasi, artinya ketinggian air tinggal 5-8 cm lagi (dua jengkal disini dalam keadaan miring landai).
Maka saya ambil sesi makan malam dulu setelah itu kembali mengatur agar barang-2 yang kira2 bisa terendam air dinaikkan ke atas. Pk 2000 akhirnya listrik padam, prediksi terjadi. Untunglah saya sudah siap dengan bensin saya dan generator yang sudah gampang di start karena sudah saya biasakan seminggu sekali saya start bareng 30 menit untuk pemanasan. Enak nya anak saya masih bisa nonton film dengan notebook saya, saya masih bisa bekerja dan berinternet dengan umpc saya.
Pk 23.40 saya mematikan generator untuk menambah bensinnya agar tidak kehabisan sampai malam. Setelah generator menyala kembali, maka saya kembali menemani anak laki saya yang belum mau tidur karena sedang menonton Barney dan Baby Einstein dari notebook saya. Setelah anak saya tertidur maka saya akan mematikan generator dan juga akan tidur, sebelumnya pasti saya akan memeriksa apakah ketinggian air bertambah atau berkurang, untuk antisipasi.
Jam 7 pagi saya bangun, bermaksud memproses tagihan-2 bulan Januari 2008, ketika itu mulai turun hujan. Tapi saya anggap biasa saja sebab kemarin-2 juga hujan dan ok ok saja. Jam 8 saya antar anak saya pergi sekolah dalam keadaan hujan lebat. Tapi saya belum melihat indikasi akan adanya banjir. Saya sempat melongok parit dan hasil nya parit saya masih rendah air nya.
Sampai dirumah, barulah 30 menit kemudian terasa air mulai meninggi di jalanan. dan prosesnya sangat cepat sekali. Sayang disayang kali ini saya kelepasan momen untuk menambah debit air PAM saya di rumah, karena air banjir sudah keburu masuk ke dalam bak penampungan. Kali ini saya betul-2 kecolongan sebab proses naik nya air cepat sekali, sampai akhirnya pk 1130 saya memutuskan untuk menjemput anak saya tapi tidak dengan mobil, tapi berjalan kaki. karena banjir di depan rumah saya sudah parah dan banyak orang-2 terutama anak-2 kecil bermain-main di air banjir. Keputusan nyeleneh ini terpaksa saya ambil dalam keadaan hujan masih sangat lebat.
Dengan perlengkapan yang cukup, mantel hujan, payung besar dan kecil, dan jaket hujan anak saya, saya pun nekad berjalan di air banjir yang tinggi nya sudah sepaha. Ya Ampun.... air nya dingin sekali. Saya punye pengalaman nyemplung banjir, tapi paling sedengkul, kali ini sepaha dan kadang sepinggul. Ini gila, pikir saya, bangaimana dengan anak saya nanti ?? Tapi saya tetap berjalan. Saya pikir kalau anak saya takut paling tidak saya sudah datang menenangkan dan kita bisa menunggu hujan reda. Cuma saya punya feeling banjir akan makin parah dan hujan belum akan berhenti.
Sesampai di sekolah saya langsung masuk ke kelas anak saya. Ternyata kelas sudah bubaran. Saya segera bertemu dengan ibu guru nya dan meminta ijin untuk jalan pulang. Ibu Guru tampaknya juga sudah mulai pusing, tapi saya berpikir, pulang dalam keadaan begini bawa tas anak saya yang cukup besar, akan menjadi beban baru dan perhatian terpencar. Jadi saya mengusulkan kepada ibu guru supaya tas dititipkan tapi buku-2 nya saya bawa pulang karena ada PR. Saya memasukkan buku ke kantong plastik, demikian tidak akan kemasukan air. Sebelumnya saya bertanya kepada anak saya. “Kamu mau pulang sekarang dengan berjalan kaki, atau pulang nanti tunggu hujan berhenti dengan harapan banjir surut ?” Anak saya langsung bilang “berjalan kaki”. Nah, jadi saya langsung menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ia pulang berjalan kaki dalam keadaan banjir.
Perjalanan pun di mulai. Payung yang saya siapkan untuk anak saya tidak saya suruh pakai, melainkan di pakai untuk menjadi tongkat dalam perjalanan. Sebagaimana kita ketahui, tongkat itu praktis menjadi kaki ke tiga, dimana dapat dipakai sebagai pendeteksi jalanan sebelum kita melangkah, jadi kalau di depan ada lubang, walau tidak terlihat karena tertutup banjir, tapi kita sudah bisa merasakan lewat tongkat itu.
Saya juga baru bisa merasakan pentingnya trotoar di cat belang-belang. Pada keadaan banjir begini saya lebih memilih berjalan di trotoar tengah kebanding di depan rumah orang lain, sebab kalau rumah orang lain ketinggiannya berbeda-beda, sehingga saya akan mengalami kesulitan jika berjalan di tengah genangan air yang tidak kelihatan dasarnya. Sedangkan kalau di trotar tengah maka tingginya pasti merata dan bisa diduga. Nah cat belang-belang (zebra – hitam berselingan dengan putih) ini berguna untuk mendeteksi dan mengira-ngira mana jalanan untuk pejalan kaki dan mana jalanan untuk kendaraan. Untuk diketahui trotoar jalanan pun sudah terendam dengan air.
Untung anak saya memiliki sifat yang tahu kapan waktu bermain-main dan kapan waktu untuk serius. Dia selalu mengikuti instruksi saya pada keadaan genting seperti ini, misalnya jalan berpegangan tangan, jalan di depan lebih dahulu dan melangkah di tempat yang saya tunjuk. Perjalanan pulang malah lebih cepat dibanding dengan perjalanan pergi mengingat saya sudah mengenal medan yang saya lalui. Saya berani ambil langkah demikian sebab Desember lalu kami berdua baru saja berwisata ke Singapura dan sudah ada pengalaman berjalan kaki berdua dalam keadaan hujan, seperti misalnya saya tahu sebaiknya anak saya tidak membuka payungnya sebab kalau ia membuka payungnya sama saja menyusahkan saya untuk memegangi dia karena terhalang oleh payungnya itu.
Halangan terbesar menuju rumah justru berada di depan rumah, yang kedalaman banjirnya sudah mencapai sepaha orang dewasa, sama saja dengan sedada anak saya. Dengan keadaan air yang dingin dan kotor (untung tidak terlalu berbau) maka kami melakukan perjalanan terakhir, menyeberang dari trotoar utama ke depan gerbang rumah. untunglah pembantu sudah menunggu di depan pintu pagar, jadi kami bisa menunggu sampai pintu benar2 terbuka untuk bisa langsung dimasuki. Setelah berhasil masuk rumah kembali maka saya langsung masuk ke kamar mandi untuk membilas kaki saya dengan air bersih. Tidak lupa saya menyikat kaki saya dan anak dengan sabun dan antiseptik. Agar kembali bersih dan tidak gatal-2.
Sebuah pengalaman yang menarik bagi anak saya, dan bukan yang enak untuk saya. Tapi begitulah hidup, harus belajar dari pengalaman, dan pengalaman itu didapat dari keadaan.
Seusai pulang dari menjemput anak maka saya mengambil sesi makan siang, setelah itu pekerjaan ke dua adalah menguras bensin mobil untuk dipakai generator listrik saya kalau-kalau nanti malam listrik padam. Untuk tahap pertama saya menguras 1 jerigen 15 liter. Saya pikir sisanya bisa besok apabila banjir menyurut.
Berikutnya adalah mencopot accu mobil bagian minus nya saja dan membungkus knalpot dengan plastik agar air tidak masuk ke mesin melalui knalpot mobil. Kali ini saya malah tidak mendongkrak mobil seperti tahun lalu, sebab saya pikir hal itu hanya akan membuat mobil menjadi miring dan malah membuat gaya turun air menekan kuat dari lubang knalpot.
Selesai itu semua maka saya ambil sesi istirahat sejenak dengan tidur selama 1 jam, karena saya harus segera memulihkan diri kalau-kalau air semakin meninggi dan masuk ke rumah seperti tahun yang sudah. Berjalan ke sekolah itu tidak terlalu capai. Yang membuat capai adalah jalan sambil mengarungi air banjir. Berjalan di dalam air membuat kita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengangkat kaki, gaya air yang berat ditambah sepatu yang terendam air. Saya memilih tidak memakai sepatu boot saya, karena air sudah terlalu dalam, sehingga sudah tidak ada faedahnya, malah apabila air masuk ke dalam sepatu boot maka sepatu akan menjadi lebih berat. Pada situasi begini sebetulnya menggunakan sandal lebih enak, tapi memakai sepatu olah raga membuat kaki lebih lincah dan tidak seberat memakai yg lainnya.
Bangun tidur istirahat. Saya pun segera bersiap-siap lagi untuk membersihkan ruang bawah agar apabila banjir masuk ke rumah, saya setidak nya sudah sedikit2 mengangkat barang keatas. Heran sesudah itu saya merasa mengantuk lagi. Saya telepon kantor dahulu mendengar laporan karyawan. Setelah itu saya istirahat tidur lagi sebelumnya saya chat dengan beberapa teman yang mau tahu keadaan dan bisa memberi info keadaan. Tak lupa Pk 1700 saya membuka Televisi untuk menonton berita banjir.Pk 1900 saya terbangun. datang laporan bahwa air makin meninggi, 2 jengkal lagi masuk garasi, artinya ketinggian air tinggal 5-8 cm lagi (dua jengkal disini dalam keadaan miring landai).
Maka saya ambil sesi makan malam dulu setelah itu kembali mengatur agar barang-2 yang kira2 bisa terendam air dinaikkan ke atas. Pk 2000 akhirnya listrik padam, prediksi terjadi. Untunglah saya sudah siap dengan bensin saya dan generator yang sudah gampang di start karena sudah saya biasakan seminggu sekali saya start bareng 30 menit untuk pemanasan. Enak nya anak saya masih bisa nonton film dengan notebook saya, saya masih bisa bekerja dan berinternet dengan umpc saya.
Pk 23.40 saya mematikan generator untuk menambah bensinnya agar tidak kehabisan sampai malam. Setelah generator menyala kembali, maka saya kembali menemani anak laki saya yang belum mau tidur karena sedang menonton Barney dan Baby Einstein dari notebook saya. Setelah anak saya tertidur maka saya akan mematikan generator dan juga akan tidur, sebelumnya pasti saya akan memeriksa apakah ketinggian air bertambah atau berkurang, untuk antisipasi.
Monday, January 28, 2008
28-01-2008 : Pak Harto dimakamkan
Pagi Pk 0730 – Tiba-tiba saya bangun, saya teringat saya ingin menyaksikan acara TV mengenai pelepasan jenazah Pak Harto. Untuk menghindari iklan maupun selingan tetek bengek lainnya maka saya memilih TVRI sebagai media. Tiba-tiba saya menjadi terenyuh dan mengingat masa lalu, ketika TVRI sebagai satu-satunya media televisi di Indonesia. Ketika itu seperti nya saya menjadikan TVRI sebagai satu-2 nya media hiburan visual di kediaman saya. Setiap hari jam 5 sore saya sudah menunggui sang TV dimana walau baru berupa gambar waktu yang biasa nya bundar-bundar itu. Lalu tepat jam 5 sore lagu kebangsaan Indonesia Raya mengumandang, diikuti jadwal acara TV dan setelah itu beberapa iklan (waktu masih ada th 70-an) seperti iklan Fanta yang ada gambar kartun anak-2 main perosotan, iklan Coca Cola yang menggambarkan Cliff Richard bernyanyi di atas gunung (sampai kakak saya membeli kaset nya), sampai iklan semen kujang dengan seorang kakek yang membawa sebilah keris dan berucap “untuk anak cucuku”, iklan Toyota Kijang dengna Koes Plus nya yang menyanyikan lagu Pelangi, Iklan kamera Sakura dengan kata-2 “Rancak Bana” yang sangat terngiang di kuping saya karena nyentrik kedengarannya, Fuji Color Film yang jingle nya sangat menarik (Fuji Color Film…, Indah…., Seindah Warna Aseli nya). Setelah itu yang saya tunggu-2 tiba, Flim Kum Kum, Scooby Doo, dan lain-lain.
Sekarang seiring dengan waktu saya sudah jarang menonton televisi, especially TVRI, karena kesibukan dan waktu nya tak tersedia. Kenangan saya terhadap TVRI tetap tidak hilang karena media ini yang membentuk saya. Saya percaya generasi lain juga akan ada kenangan terhadap media dia sendiri nantinya, tapi mungkin mereka akan menggunakan RCTI, SCTV, atau bahkan indovision sebagai media kenangannya.
Pak Harto menjalankan hidupnya dari dulu dengan sederhana, bahkan sampai beliau meninggal. Diangkut ke Astana Giribangun pun hanya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI, bukan dengan Garuda Indonesia atau yang lainnya. Sebetulnya saya lebih cenderung untuk membawa jenazah Pak Harto tetap dengan iring-2an mobil sampai ke Solo supaya rakyat bisa lebih banyak yang melihatnya untuk yang terakhir kali. Tapi mungkin waktu tidak mengijinkan. Terlihat kerabat yang mengantar nya pun hanya menggunakan bus sebanyak 5 buah. Mobil jenazahnya pun mobil biasa saja. Seorang yang sederhana sampai ajalnya pun menjalankannya dengan sederhana.
Yang saya kagumi dengan meninggalnya Pak Harto ini adalah sampai meninggalnya pun Pak Harto diberikan penghormatan dari kawan maupun lawan. Misalnya Xanana Gusmao yang datang melayat, selain dari pemimpin-pemimpin negara regional lainnya.
Saya adalah salah seorang yang merasa beruntung karena saya pernah menjadi salah satu dari bagian generasi nya dimana saya pernah dilahirkan, menjadi siswa sekolah, dan setelah itu bekerja dan sempat dekat dengan birokrasi pada waktu Pak Harto menjadi kepala negara. Saya tahu rasanya menjadi rakyat pada saat itu, dan saya juga pernah tahu rasanya bekerja dekat dengan lingkungan birokrasi pada jaman Pak Harto. Bukan hanya sekedar mendengar teori-teori cerita selama ini. Saya merasakan, bagaimana saya menjadi siswa yang ikut senam kesegaran jasmani, ikut penataran P4, gerakan penembakan misterius, disiplin nasional, dsb. Membuat saya setidaknya memiliki kenangan hidup yang sangat berarti bagi kehidupan saya. Kelihatannya memang mengada-ada gerakan-2 seperti itu, tapi setidaknya membuat saya bisa merasakan kekompakan selama menjalani kehidupan, tidak seperti sekrang yang rasanya sendiri-sendiri. Misalnya penataran P4, walaupun pada masa muda saya terlihat membosankan, tetapi ternyata membuat saya bisa lebih disiplin dan menambah teman. Tidak seperti sekarang untuk menambah teman cukup dengan friendster. Setiap manusia ada jamannya tersendiri.
Sekali lagi saya sangat turut berduka cita atas meninggalnya seorang tokoh besar Republik Indonesia. Pada keluarganya harap diberikan kesabaran dan kekuatan, saya yakin pada suatu masa pasti Pak Harto lebih banyak dikenang kebaikannya daripada keburukannya, sama seperti Sukarno dahulu dan sekarang.
Sekarang seiring dengan waktu saya sudah jarang menonton televisi, especially TVRI, karena kesibukan dan waktu nya tak tersedia. Kenangan saya terhadap TVRI tetap tidak hilang karena media ini yang membentuk saya. Saya percaya generasi lain juga akan ada kenangan terhadap media dia sendiri nantinya, tapi mungkin mereka akan menggunakan RCTI, SCTV, atau bahkan indovision sebagai media kenangannya.
Pak Harto menjalankan hidupnya dari dulu dengan sederhana, bahkan sampai beliau meninggal. Diangkut ke Astana Giribangun pun hanya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI, bukan dengan Garuda Indonesia atau yang lainnya. Sebetulnya saya lebih cenderung untuk membawa jenazah Pak Harto tetap dengan iring-2an mobil sampai ke Solo supaya rakyat bisa lebih banyak yang melihatnya untuk yang terakhir kali. Tapi mungkin waktu tidak mengijinkan. Terlihat kerabat yang mengantar nya pun hanya menggunakan bus sebanyak 5 buah. Mobil jenazahnya pun mobil biasa saja. Seorang yang sederhana sampai ajalnya pun menjalankannya dengan sederhana.
Yang saya kagumi dengan meninggalnya Pak Harto ini adalah sampai meninggalnya pun Pak Harto diberikan penghormatan dari kawan maupun lawan. Misalnya Xanana Gusmao yang datang melayat, selain dari pemimpin-pemimpin negara regional lainnya.
Saya adalah salah seorang yang merasa beruntung karena saya pernah menjadi salah satu dari bagian generasi nya dimana saya pernah dilahirkan, menjadi siswa sekolah, dan setelah itu bekerja dan sempat dekat dengan birokrasi pada waktu Pak Harto menjadi kepala negara. Saya tahu rasanya menjadi rakyat pada saat itu, dan saya juga pernah tahu rasanya bekerja dekat dengan lingkungan birokrasi pada jaman Pak Harto. Bukan hanya sekedar mendengar teori-teori cerita selama ini. Saya merasakan, bagaimana saya menjadi siswa yang ikut senam kesegaran jasmani, ikut penataran P4, gerakan penembakan misterius, disiplin nasional, dsb. Membuat saya setidaknya memiliki kenangan hidup yang sangat berarti bagi kehidupan saya. Kelihatannya memang mengada-ada gerakan-2 seperti itu, tapi setidaknya membuat saya bisa merasakan kekompakan selama menjalani kehidupan, tidak seperti sekrang yang rasanya sendiri-sendiri. Misalnya penataran P4, walaupun pada masa muda saya terlihat membosankan, tetapi ternyata membuat saya bisa lebih disiplin dan menambah teman. Tidak seperti sekarang untuk menambah teman cukup dengan friendster. Setiap manusia ada jamannya tersendiri.
Sekali lagi saya sangat turut berduka cita atas meninggalnya seorang tokoh besar Republik Indonesia. Pada keluarganya harap diberikan kesabaran dan kekuatan, saya yakin pada suatu masa pasti Pak Harto lebih banyak dikenang kebaikannya daripada keburukannya, sama seperti Sukarno dahulu dan sekarang.
27-01-2008 : Pak Harto, Presiden ke-2 RI, Berpulang
Sepulang dari Puri Mall saya segera sampai ke rumah Pk 12.30 dan beristirahat sekaligus makan siang. Pk 1330 saya sudah berangkat kembali besserta istri dan anak-anak ke toko saya di mangga dua. Pk 14.10 saya sedang memarkir mobil di depan toko. Seorang kawan menelepon. Betapa kaget nya saya ketika saya diberitakan mantan presiden Indonesia Bpk. H. M. Soeharto wafat Pk 1310. Saya betul-2 sangat terkejut mengingat sehari sebelumnya saya baca kabar nya di internet maupun di televisi keadaan beliau membaik, bahkan mungkin bisa pulang dari rumah sakit. Rasa nya betul-2 seperti mimpi. Tidak heran saya gak bisa tidur semalaman Sabtu tadi mungkin karena merasa sesuatu yang tidak enak akan terjadi. Malah saya pikir karena keinginan saya untuk membeli UMPC menjadi penyebab saya sukar tidur.Saya sebagai generasi Tahun 80-an tentu mengenal betul sosok Pak Harto ketika menjadi Presiden. Presiden ke 2 Republik Indonesia ini terkenal piawai dalam melakukan sttrategi politik dalam negeri maupun luar negeri nya. Saya tidak pernah memikir kan tuduhan-tuduhan kepada beliau saat ini. Yang saya kenang adalah jasa-jasanya sebagai pemimpin bangsa yang selalu mengupayakan negara ini tetap bersatu dan solid. Salah satu ke piawai an beliau waktu memimpin bangsa adalah (waktu itu saya sering nangkring di Bulog) betapa Pak Harto sangat memperhatikan kebutuhan pokok rakyat nya baik rakyat kecil maupun rakyat biasa. Waktu harga beras sedikit naik atau harga minyak goreng tidak stabil, maka saya dengar Ka Bulog saat itu (Bpk. Bustanil Arifin) sampai bolak-balik setiap hari ke Istana Presiden memberikan laporan yang terinci dan biasanya Pak Harto akan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu. Saya rasa sampai saat ini tidak ada pemimpin yang begitu memperhatikan kebutuhan pokok rakyat kecil se detail itu. Sekarang semua nya di serahkan kepada kebutuhan pasar, supply-demand, dan sistem ekonomi bebas. Yang tentu saja pada saat tertentu bisa menyusahkan rakyat kecil yang kadang tidak mengerti kondisi sesungguh nya dalam ilmu ekonomi. Tapi bagi saya lebih mirip pemimpin sekarang lepas tangan gitu aja terhadap keadaan yang tidak pasti.
Tentu dari kisah ini kita tahu bagaimana kwalitas pemimpin model gini. Seorang pemimpin yang berwibawa sehingga membuat orang tersihir menjadi menurut kepada beliau. Mungkin jaman sekarang diperlukan metode hypnotheraphy untuk bisa melakukan demikian kepada orang lain. Tapi memang begitulah yang namanya pemimpin. Kalau tidak bisa memimpin, berarti hanya bisa bicara tapi tak bisa kerja.
Bagaimana pun, suka atau tidak suka, Pak Harto adalah bagian dari sejarah Republik Indonesia. Dengan Pak Harto sebagai presiden, saya waktu itu benar-2 merasa sebagai warganegara Republik Indonesia, walaupun kadang ada sedikit merasa mendapat tekanan. Dengan keadaan sekarang pasca Pak Harto, saya lebih merasa saya hanya sebagai manusia, yang kebetulan tinggal di sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Mudah-2an anda tahu beda nya apa.
Selamat Jalan Pak Harto, semoga anda diterima di sisi Tuhan YME. Dan dunia tetap mengakui anda sebagai seorang presiden yang pernah berjasa membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ke era modern seperti saat ini.
Friday, January 25, 2008
25-01-2008 : Nasi Goreng di Oh Lala Bistro
Pernah denger tempat nongkrong yang namanya Oh Lala ..?? Mestinya pada tahu lah. Seperti nya dimana-mana ada dan malah saya dengar di Plaza Senayan sangatlah ramai dikunjungi. Apalagi di tempat ini disediakan fasilitas Free Hotspot, bagi yang suka surfing dengan notebooknya.Sekarang Oh Lala ini buka cabang di Mall Mangga Dua Square. Kalau gak salah bukanya mulai tanggal 28 Desember 2007 lalu. Tampaknya berbeda dengan Oh Lala yang umum, disini buka dengan konsep bistro, dan ada menu spesial Nasi Gorengnya. Seumur-umur makan di Oh Lala baru kali ini saya lihat jualan nasi goreng. Harganya gak terlalu mahal dan juga tidak murahan. Sekitar Rp 16.000 dan konon hanya ada di Oh Lala Mangga Dua Square ini.
Setahu saya sampai saat ini Oh Lala dengan konsep Bistro baru buka di 3 lokasi, yaitu di Bintaro, Plaza Semanggi dan Mangga Dua Square, jadi gak ada salahnya kalau lagi sempat mampir ke Mall Mangga Dua Square coba mampir ke tempat nongkrong ini untuk mencoba nasi gorengnya.
Mengenai rasa, saya pikir relatif, mending saya sertakan fotonya agar anda bisa nilai sendiri kualitasnya. Ciaoo...
Sunday, January 20, 2008
20-01-2008 : Foldable Keyboard
Pernah pakai folding Keyboard ? itu tuh keyboard yang bisa dilipat dan digulung, sehingga tidak sulit membawanya. Saya puya satu yang Full 101 keys. Saya suka yang begitu karena sejak SMP sudah terbiasa menggunakan keyboard besar dan panjang, sulit sekali menggunakan keyboard yang kecil atau keyboard notebook. Jadi kalau saya kemana-mana bawa notebook, kadang keyboard gulung ini ikut dibawa kemana-mana juga. Tangan kanan saya sudah sangat terbiasa memegang kursor arah yang berupa numerik.Konon, keyboard gulung ini sering putus. Entah kabelnya, apanya, atau apanya lagi. Itu sih kata yang punya toko komputer. Tapi selama ini (baru 2 bulan sih) untunglah saya pakai masih baik-2 sahaja. mungkin bolak-baik The Man Behind The Gun nya. Saya jadi teringat dulu Notebook Acer dikategorikan sebagai notebook cepat rusak. Tapi kenyataannya saya sudah pakai notebook ini 22 bulan (Acer 3623 Celeron), masih OK OK aja tuh. Malah saya makin sayang dengan notebook ini, sebab sudah saya tambahkan dengan SDRAM 1 GB, dan dengan XP Professional Original, notebook ini bisa berlari dengan kencang, dan malah saya bisa menggunakanny untuk editing Video Rumah, Januari ini saya bahkan berani Install FIFA 2008 di notebook ini, dan memainkannya dengan cukup baik, hanya Ada sedikit Lag di depan kotak penalti.
Akhir kata, menggunakn sesuatu barang menurut saya adalah tergantung dari pemakainya sendiri. Apabila kita memperlakukan barang kita dengan telaten dan dengan hati. Niscaya sesuatu barang akan awet dipakainya dan makin berguna atau bertambah daya gunanya. Sebaliknya sebuah benda tidak diperlakukan dengan hati, maka secanggih apa pun barang itu tak akan pernah berasa berguna di depan mata kita.
Demkian sekilas mutiara dari saya hari ini.
Tuesday, January 15, 2008
Mobil Unik dan Lucu
Tuesday, December 18, 2007
18-12-2007 : Day Trip 1
Tak terasa, setelah beberapa hari berbenah dan berberes. Kini tibalah saat hari-hari saya mengajak anak saya jalan-2 ke Singapura. Sebuah negara yang bersih dan teratur, karena negara ini kecil dengan penduduk yang terbatas sehingga mudah diatur. Tidak seruwet Indonesia dengan beratus-ratus suku bangsa dan adat istiadat yang beragam. Lagi pula Singapura memang diciptakan untuk turisme, Indonesia diciptakan untuk mencari uang dan kesempatan. Maka saya tidak pernah membanding-bandingkan Jakarta dengan Singapura. Karena jelas ke dua kota ini memiliki karakteristik yang berbeda dan memang nasib yang berbeda. Jakarta saya pikir lebih baik dibandingkan dengan India (New Dehli). Yang mungkin lebih punya karakteristik yang sama. Dulu saya suka membandingkan dengan Beijing dan Thailand. Ternyata mereka sekarang sudah berubah banyak, karena membuka pintu amat sangat lebar kepada Investasi Asing. Beda dengan Jakarta yang masih suka nya kerja sendiri. Membangun busway sendiri, ingin membangun MRT sendiri, Monorail juga mau bangun sendiri. Yah gak heran sih kalau hasilnya “sangat sesuai” dengan karakteristik bangsa Indonesia itu sendiri. Dan memang menurut saya segala fasilitas turis di Jakarta / Indonesia memang lebih diperuntukkan kepada turis lokal, dan tidak masuk skala internasional.
Mengapa liburan kali ini saya mengajak anak saya ke Singapura ? Karena saya ingin mengajarkan anak saya lebih mandiri dengan cara hidup yang benar. Selama ini kadang kita selalu beranggapan kalau seseorang itu sudah mandiri kalau penampilannya necis, merokok, dan selalu mengikuti pergaulan. Pada kenyataannya pengertian mandiri bagi saya lebih dititik berat kan kepada kemampan dia untuk melakukan semua nya sendiri tanpa perlu pembantu dan tanpa perlu bantuan orang lain. Kalaupun ada bantuan orang lain diperoleh secara manimal mungkin. Misalnya di perjalanan biasakan rajin bertanya kepada petugas yang berwenang. Penampilan kelihatan mendiri bagi saya gak perlu. Selama kita sudah bisa melakukannya sendiri, kita tidak perlu berpenampilan seperti yang diinginkan atau dipikir orang. Memang manusia itu kadang lucu. Maunya melihat sesuatu dari penampilan. Misalnya untuk orang pintar dan jenius pasti di dandani a’la pakai kacamata tebal, rambut di minyaki, pakai dasi besar, terus cupu jalan menunduk-nunduk dll. Padahal banyak manusia yang saya kenal jenius tapi trendy, bahkan melebihi potongan orang yang kelihatan mandiri (model bawa-bawa rokok kayak yang tadi saya sebutkan). Saya yang punay IQ 128 saja santai-santai hidupnya gak sampe macam-2, walaupun kawan-2 kadang menganggap saya culun. Saya tetap selalu punya perhitungan dan berhati-hati dalam melangkah.
Mandiri dengan cara hidup yang benar disini lebih diartikan bahwa dia (umur6 tahun) sudah bisa mandi sendiri, membawa cucian ke mesin cuci, meneraturkan hidupnya (tidur dan bangun tepat waktu). Belajar sendiri. Berjalan kaki dan menikmati kehidupan sesuai apa yang ada dengan berinteraksi di alam terbuka. Membuang sampah pada tempatnya. Memberikan tempat kepada yang lebih tua tau yang lebih tidak mampu (di bus). Sesuatu yang sangat susah diajarkan di kota Jakarta. Walaupun sebenarnya bisa. Tapi karena kita tidak bisa memperlihatkan contohnya (misalnya kita harus beri dia pandangan bahwa orang lain pun melakukan hal yang sama, misalnya memuang sampah pada tempatnya). Kita lebih sering melihat orang Jakarta membuang sampah semaunya. Bahkan saya pernah melihat orang mengendarai mobil BMW, membuka jendela mobil dan mengeluarkan bungkus makanan dari mobil nya, sangat-sangat memalukan. Tapi yah itu lah dia Jakarta. Tidak ada ruang untuk memberi contoh di tempat ini.
Di Singapura anak saya bisa melihat semua manusia dari berbagai macam ras membuang sampah pada tempatnya. Menyeberang jalan di Zebre Cross. Antri dengan tertib, dan semua pelajaran kehidupan berharga lainnya. Nanti sepulang dari sana dia akan malu untuk menyrobot antrian.
Itu wajar. Sekali lagi saya bukan memuji-muji Singapura. Tapi memang jika dibanding dengan Jakarta, tentu saja kasus nya beda. Jadi anggaplah kita refreshing disana. Jangan dianggap tidak nasionalis atau sebagai nya. Itu hanya pernyataan politik bagi saya. Saya teringat 4 tahun yang lalu ketika di Singapura beserta istri dan anak saya ketemu dengan Surya Paloh yang sedang berjalan-jalan dengan istri nya di City Hall, padahal sehari sebelumnya yang saya tahu dia baru kalah dari pencalonannya sebagai calon presiden Partai Golkar. Nah, refreshing kan ..??? Hehehhe…
Pk 0530 pagi saya sudah dibangunkan istri untuk bersiap-siap. Pk 0700 saya dan anak sudah berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta mampir dulumakan bakmi semangkok untuk menahan lapar.
Sesampai di Bandara Pk 0850, saya pun masuk ke dalam bagian check-in Lion Air yang berada di Terminal 2 E. Wah, fasilitas check-in nya sederhana sekali, bahkan untuk mengetahui berat koper saya sendiri saya yang harus menanyakannya kepada petugas Lion Air. Walaupun sederhana tapi tampak sekali para petugas sangat sigap bekerja. Kalau bukan karena masalah dari penumpang, kerja mereka lancar-lancar saja.
Tahap ke-2 yaitu saya harus mengantri membuat surat permohonan bebas fiskal untuk anak saya yang berusia dibawah 11 tahun. Saya juga salut dengan Direktorat Pajak disana yang menangani masalah permohonan bebas fiskal. Sangat tidak berbelit, cukup dengan mengisi formulir, dan memberikan data passport pemohon. Petugas begitu melihat passport anak saya langsung tanggap dan tidak banyak cingcong. Surat keputusan bebas fiskal langsung keluar, walaupun untuk mendapatkannya saya harus antri kembali.
Selesai dari tahapan-2 itu, kini saatnya saya mengisi form imigrasi. Antri gak lama di imigrasi anak saya bahkan bisa melakukannya sendirian tanpa perlu saya dampingi. Selesai imigrasi saya pun mampir jalan-2 sepanjang koridor sambil berpikir untuk masuk ke dalam lounge. Sayang kartu yang saya bawa tidak ada yang cocok untuk masuk ke dalam lounge, malah kartu yang saya miliki dan bisa masuk ke dalam lounge tidak ada yang saya bawa sama sekali.
Daripada menunggu lama-2 di luar, waktu masuk kapal tinggal 30 menit lagi, jadi kami pun mulai memasuki ruang Boarding Pass. Dasar memang sudah dibilangin sebelumnya bahwa semua barang bawaan (kecuali yang masuk bagasi) tidak boleh mengandung benda cair, saya masih coba-2 bawa aqua botol, masih kena disuruh buang. Saya melihat ada seseorang yang malah bawa minyak wangi dan odol ikut disita semua. Mungkin orangitutidak membawa koper di bagasi. Semua pisau lipat saya, minyak wangi, obat dll dll saya masukkan ke dalam koper dan checkin bagasi. Kasihn juga yahtuh orang, odol Darlie dan Minyak wangi melayang. Sama seperti yang dialami kawan saya yang semua kosmetik St. Michaelnya melyang di Bandara Changi Singapura.
Kali ini saya sangat gembira, sebab ternyata tanggal 18 Desember ini adalah penerbangan perdana Pesawat Boeing 737-900 Lion Air untuk tujuan Jakarta - Singapura. Sayang tidak dirayakan atau diberi peringatan. Kalau di beri piagam saja, rasanya pasti sudah senang sekali dan bangga. Dasar Low Cost Carrier.
Mengapa liburan kali ini saya mengajak anak saya ke Singapura ? Karena saya ingin mengajarkan anak saya lebih mandiri dengan cara hidup yang benar. Selama ini kadang kita selalu beranggapan kalau seseorang itu sudah mandiri kalau penampilannya necis, merokok, dan selalu mengikuti pergaulan. Pada kenyataannya pengertian mandiri bagi saya lebih dititik berat kan kepada kemampan dia untuk melakukan semua nya sendiri tanpa perlu pembantu dan tanpa perlu bantuan orang lain. Kalaupun ada bantuan orang lain diperoleh secara manimal mungkin. Misalnya di perjalanan biasakan rajin bertanya kepada petugas yang berwenang. Penampilan kelihatan mendiri bagi saya gak perlu. Selama kita sudah bisa melakukannya sendiri, kita tidak perlu berpenampilan seperti yang diinginkan atau dipikir orang. Memang manusia itu kadang lucu. Maunya melihat sesuatu dari penampilan. Misalnya untuk orang pintar dan jenius pasti di dandani a’la pakai kacamata tebal, rambut di minyaki, pakai dasi besar, terus cupu jalan menunduk-nunduk dll. Padahal banyak manusia yang saya kenal jenius tapi trendy, bahkan melebihi potongan orang yang kelihatan mandiri (model bawa-bawa rokok kayak yang tadi saya sebutkan). Saya yang punay IQ 128 saja santai-santai hidupnya gak sampe macam-2, walaupun kawan-2 kadang menganggap saya culun. Saya tetap selalu punya perhitungan dan berhati-hati dalam melangkah.
Mandiri dengan cara hidup yang benar disini lebih diartikan bahwa dia (umur6 tahun) sudah bisa mandi sendiri, membawa cucian ke mesin cuci, meneraturkan hidupnya (tidur dan bangun tepat waktu). Belajar sendiri. Berjalan kaki dan menikmati kehidupan sesuai apa yang ada dengan berinteraksi di alam terbuka. Membuang sampah pada tempatnya. Memberikan tempat kepada yang lebih tua tau yang lebih tidak mampu (di bus). Sesuatu yang sangat susah diajarkan di kota Jakarta. Walaupun sebenarnya bisa. Tapi karena kita tidak bisa memperlihatkan contohnya (misalnya kita harus beri dia pandangan bahwa orang lain pun melakukan hal yang sama, misalnya memuang sampah pada tempatnya). Kita lebih sering melihat orang Jakarta membuang sampah semaunya. Bahkan saya pernah melihat orang mengendarai mobil BMW, membuka jendela mobil dan mengeluarkan bungkus makanan dari mobil nya, sangat-sangat memalukan. Tapi yah itu lah dia Jakarta. Tidak ada ruang untuk memberi contoh di tempat ini.
Di Singapura anak saya bisa melihat semua manusia dari berbagai macam ras membuang sampah pada tempatnya. Menyeberang jalan di Zebre Cross. Antri dengan tertib, dan semua pelajaran kehidupan berharga lainnya. Nanti sepulang dari sana dia akan malu untuk menyrobot antrian.
Itu wajar. Sekali lagi saya bukan memuji-muji Singapura. Tapi memang jika dibanding dengan Jakarta, tentu saja kasus nya beda. Jadi anggaplah kita refreshing disana. Jangan dianggap tidak nasionalis atau sebagai nya. Itu hanya pernyataan politik bagi saya. Saya teringat 4 tahun yang lalu ketika di Singapura beserta istri dan anak saya ketemu dengan Surya Paloh yang sedang berjalan-jalan dengan istri nya di City Hall, padahal sehari sebelumnya yang saya tahu dia baru kalah dari pencalonannya sebagai calon presiden Partai Golkar. Nah, refreshing kan ..??? Hehehhe…
Pk 0530 pagi saya sudah dibangunkan istri untuk bersiap-siap. Pk 0700 saya dan anak sudah berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta mampir dulumakan bakmi semangkok untuk menahan lapar.
Sesampai di Bandara Pk 0850, saya pun masuk ke dalam bagian check-in Lion Air yang berada di Terminal 2 E. Wah, fasilitas check-in nya sederhana sekali, bahkan untuk mengetahui berat koper saya sendiri saya yang harus menanyakannya kepada petugas Lion Air. Walaupun sederhana tapi tampak sekali para petugas sangat sigap bekerja. Kalau bukan karena masalah dari penumpang, kerja mereka lancar-lancar saja.
Tahap ke-2 yaitu saya harus mengantri membuat surat permohonan bebas fiskal untuk anak saya yang berusia dibawah 11 tahun. Saya juga salut dengan Direktorat Pajak disana yang menangani masalah permohonan bebas fiskal. Sangat tidak berbelit, cukup dengan mengisi formulir, dan memberikan data passport pemohon. Petugas begitu melihat passport anak saya langsung tanggap dan tidak banyak cingcong. Surat keputusan bebas fiskal langsung keluar, walaupun untuk mendapatkannya saya harus antri kembali.
Selesai dari tahapan-2 itu, kini saatnya saya mengisi form imigrasi. Antri gak lama di imigrasi anak saya bahkan bisa melakukannya sendirian tanpa perlu saya dampingi. Selesai imigrasi saya pun mampir jalan-2 sepanjang koridor sambil berpikir untuk masuk ke dalam lounge. Sayang kartu yang saya bawa tidak ada yang cocok untuk masuk ke dalam lounge, malah kartu yang saya miliki dan bisa masuk ke dalam lounge tidak ada yang saya bawa sama sekali.
Daripada menunggu lama-2 di luar, waktu masuk kapal tinggal 30 menit lagi, jadi kami pun mulai memasuki ruang Boarding Pass. Dasar memang sudah dibilangin sebelumnya bahwa semua barang bawaan (kecuali yang masuk bagasi) tidak boleh mengandung benda cair, saya masih coba-2 bawa aqua botol, masih kena disuruh buang. Saya melihat ada seseorang yang malah bawa minyak wangi dan odol ikut disita semua. Mungkin orangitutidak membawa koper di bagasi. Semua pisau lipat saya, minyak wangi, obat dll dll saya masukkan ke dalam koper dan checkin bagasi. Kasihn juga yahtuh orang, odol Darlie dan Minyak wangi melayang. Sama seperti yang dialami kawan saya yang semua kosmetik St. Michaelnya melyang di Bandara Changi Singapura.
Kali ini saya sangat gembira, sebab ternyata tanggal 18 Desember ini adalah penerbangan perdana Pesawat Boeing 737-900 Lion Air untuk tujuan Jakarta - Singapura. Sayang tidak dirayakan atau diberi peringatan. Kalau di beri piagam saja, rasanya pasti sudah senang sekali dan bangga. Dasar Low Cost Carrier.
Wednesday, December 12, 2007
12-12-2007 : ePro Pendrive TV Tuner USB
Kemarin saya menemani kawan ke Mangga Dua Mall. Di toko langganan saya mata saya terpaku kepada TV Tuner USB merk ePro, sebelumnya saya sudah punya TV Tuner USB Pixelview USB 2, tapi untuk beroperasi di notebook saya yang Cuma Celeron 1,5 GHz sangat lambat, tidak ada sinkronisasi antara suara dan gambar. Tentu saja hal ini cukup mengganggu saya pada waktu menonton. Kalau TV Tuner itu diletakkan di PC desktop saya yang bertenaga 2 GHz (Pentium 4) sih ok ok saja, hanya kelihatan sedikit jitter. Maka saya memberanikan diri untuk mengambil satu TV Tuner ini. Harganya lho yang membuat saya tergoda, yaitu Rp 275.000,-. Saya ingat dahulu waktu mengambil Pixelview USB TV2 sekitar Rp 700rb-an. Malah mungkin lebih murah untuk type PCMCIA nya yang dijual Rp 480.000 kemarin.Memang tadinya saya dihadapkan oleh 2 pilihan, Pixelview PCMCIA TV Tuner atau ePro USB TV Tuner. Tapi saya mengambil ePro karena 2 alasan, harga lebih murah dan tehnologi USB, Tehnologi PCMCIA tak lama lagi akan modar. Saya gak yakin notebook masa depan masih diperkuat dengan jajaran PCMCIA.
Setiba di rumah saya pun mencoba kehandalan TV Tuner ini. Pertama kali install saya menghadapi sedikit kesukaran. Karena tidak disebutkan lebih baik mana, install driver dulu atau colok USB nya dahulu. Kesukaran ke dua adalah, interface software yang juga kurang terbiasa oleh saya. Saya sudah terbiasa dengan WinDVR dan TV Plus, tidak mudah menjalankan software TV Expert yang saya temui, apalagi, kesannya rada kaku, tidak se-enak WinDVR (bawaan dari Pixelview PlayTV MPEG-2 saya).
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya bisa memfungsi-kan TV Tuner ini. Tapi ada kendala lagi, kamar yang saya tempati sukar untuk mendapat sinyal TV. Jadi saya pikir saya mencoba fasilitas Video Capture nya saja dahulu. Saya menyambungkan RCA cable indovision saya ke Audio-Video Input di ePro TV Tuner ini. Kutak-kutik, akhirnya bisa berjalan dengan mulus. Kelemahan kecil nya yaitu, brightness-contrast nya tidak bisa di setel dengan cara di slider. Harus memasukkan angka tertentu. Hasilnya juga belum ketemu tajam nya. Tapi lumayan lah, saya bisa nonton Indovision di notebook sambil mengedit di PC Desktop. Oh ya, selama ini saya nonton indovision di hubungkan ke PC desktop bukan ke TV biasa. Sebab saya jadi bisa langsung rekam siaran kesukaan saya begitu sedang mau di rekam. Saat ini saya sedang gandrung serial Bindi The Jungle Girl di Animal Planet dan The Simpsons di Star World. Setiap hari kalau memungkinkan saya akan merekam acara ini. Saat ini saya juga suka merekam acara Siaran Langsung Sea Games di Thailand. Terima kasih untuk TVRI yang semangat menyiarkan berbagai pertandingan di Sea Games 2007.
Kesimpulan saya :
1 ePro Pendrive TV Tuner ini cukup baik barangnya, walaupun pada tahap awal pengoperasian nya cukup membuat saya kikuk.
2 Daya tangkap sinyal TV nya cukup baik, di tempat yang biasa saya susah mendapat sinyal TV ePro mampu untuk menerima nya walaupun dalam keadaan hitam putih dan suara kurang jelas.
3 Pada waktu pemakaian diatas 5 menit sudah terasa panas nya. Tapi sih tetap stabil dan tidak mengkhawatirkan.
4 Kekurangannya mungkin masih terlalu besar dan software yang digunakan tidak lazim. Mungkin pada suatu saat bisa menggunakan WinDVR versi ke sekian.
Tadi siang selagi saya membeli keperluan listrik di carrefour, saya mendapati sebuah antenna TV 2 batang, yang biasa ditancap ke TV 14” jaman dulu. Harganya Rp 10.500. Wah, saya pikir ini dia antenna yang saya bisa bawa kemana saja untuk menonton TV Tuner ePro. Setelah beli saya coba, ternyata OK juga. Reception lumayan baik, malah bisa mengalahkan PF-20 saya yang biasa saya andalkan untuk menonton indoor. Wah memang barang rancangan kuno tapi manjur juga neh.
Saya pun berniat untuk membawa TV-Tuner ini ke plesiran saya di Singapura nanti, tanggal 18 – 28 Desember 2007 bersama anak saya. Tunggu saja berita-2 menarik dari sana.
Tuesday, November 20, 2007
20-11-2007 : Taxi Komo
Pagi-pagi jam 6 saya sudah bangun sendiri, padahal hari ini saya tidur jam 2 pagi. Cuma memang saya sudah ada janji dengan seorang kawan yang menjadi rekan kerja di Mangga Dua pk 0900 untuk Meeting di Sudirman Pk 1000. Maka Pk 0700 setelah mendusin berkali-kali saya segera menyiapkan keperluan kerja dan bepergian.
Pk 0803 saya pun sudah naik Dian Taxi menuju ke Mangga Dua. Taxi melaju dengan cepat, mengingat pada jam segitu jalanan cenderung sepi. saya pikir, wah, kalau gini terus pasti Pk 0840 juga sudah sampai. Cuma siapa nyana, Pk 0825 tiba-2 mesin mobil taxi mendadak mati. Tidak bisa di starter lagi, walaupun sudah dicoba Pak Supir berulang-ulang.
"Dasar Apes" pikirku, bukan nya naik taxi di tol eh malah jadi dorong taxi di Tol, mana mogoknya pas di atas Tol Jelambar yang menyempit itu. Gimana nih, tadinya saya sudah pesimis, kayaknya bisa batall deh janjiku hari ini. Jadi saya menyiapkan ransel saya untuk menunggu bantuan. Mana Supir taxi nya gak bisa nanganin mesin mobil lagi, padahal taksiran saya sih paling busi basah atau delko gak mercik, harus diamplas dikit. Tapi kan gak enak bongkar mobil orang lain. Selain takut gak bisa pasang lagi, nanti tangn saya kotor, wong mau pergi meeting koq.
Jadi saya cuma bisa nongkrong di pinggir jalan tol sambil makai ransel dan duduk di atas beton pagar tol. Saya sih sebenernya sudah minta Dian Taxi untuk mengirimkan armada pengganti, tapi seperti nya gak ada respon dan bakal makan banyak waktu.
Untunglah, di sela tongkrongan, ajaib bisa ada supir taxi yang liwat di jalan tol dalam keadaan KOSONG !!! Wow, kejutan. Selama ini selain dari bandara mana ada sih Taxi kosong di dalam jalan tol, ada-2 saja. Maka saya langsung menyetop. Saya gak tahu ini taxi apa, sampai belakangan saya tanya kepada Pak Pengemudi Taxi. "Ini Taxi KTI (Koperasi Taxi Indonesia)" kata si bapak. Saya penasaran bertanya kenapa koq bisa-2 nya kosong-2 naik tol. Si Bapak menjawab lagi buru-2 menuju ke Pasar Jatinegara, takut kehilangan kesempatan, karena volume penumpang jam segitu banyak. Wah, Tuhan memang Maha Besar. Bisa menjodohkan orang yang percaya. Saya pikir kalau kedua kali saya begini belum tentu bisa seperti ini kejadiannya.
Maka saya kembali melanjutkan perjalanan ke Mangga Dua untuk menunaikan tugas saya, sehingga saya bisa hadir dalam meeting tepat waktu Pk 1000.
Pk 0803 saya pun sudah naik Dian Taxi menuju ke Mangga Dua. Taxi melaju dengan cepat, mengingat pada jam segitu jalanan cenderung sepi. saya pikir, wah, kalau gini terus pasti Pk 0840 juga sudah sampai. Cuma siapa nyana, Pk 0825 tiba-2 mesin mobil taxi mendadak mati. Tidak bisa di starter lagi, walaupun sudah dicoba Pak Supir berulang-ulang.
"Dasar Apes" pikirku, bukan nya naik taxi di tol eh malah jadi dorong taxi di Tol, mana mogoknya pas di atas Tol Jelambar yang menyempit itu. Gimana nih, tadinya saya sudah pesimis, kayaknya bisa batall deh janjiku hari ini. Jadi saya menyiapkan ransel saya untuk menunggu bantuan. Mana Supir taxi nya gak bisa nanganin mesin mobil lagi, padahal taksiran saya sih paling busi basah atau delko gak mercik, harus diamplas dikit. Tapi kan gak enak bongkar mobil orang lain. Selain takut gak bisa pasang lagi, nanti tangn saya kotor, wong mau pergi meeting koq.
Jadi saya cuma bisa nongkrong di pinggir jalan tol sambil makai ransel dan duduk di atas beton pagar tol. Saya sih sebenernya sudah minta Dian Taxi untuk mengirimkan armada pengganti, tapi seperti nya gak ada respon dan bakal makan banyak waktu.
Untunglah, di sela tongkrongan, ajaib bisa ada supir taxi yang liwat di jalan tol dalam keadaan KOSONG !!! Wow, kejutan. Selama ini selain dari bandara mana ada sih Taxi kosong di dalam jalan tol, ada-2 saja. Maka saya langsung menyetop. Saya gak tahu ini taxi apa, sampai belakangan saya tanya kepada Pak Pengemudi Taxi. "Ini Taxi KTI (Koperasi Taxi Indonesia)" kata si bapak. Saya penasaran bertanya kenapa koq bisa-2 nya kosong-2 naik tol. Si Bapak menjawab lagi buru-2 menuju ke Pasar Jatinegara, takut kehilangan kesempatan, karena volume penumpang jam segitu banyak. Wah, Tuhan memang Maha Besar. Bisa menjodohkan orang yang percaya. Saya pikir kalau kedua kali saya begini belum tentu bisa seperti ini kejadiannya.
Maka saya kembali melanjutkan perjalanan ke Mangga Dua untuk menunaikan tugas saya, sehingga saya bisa hadir dalam meeting tepat waktu Pk 1000.
Subscribe to:
Comments (Atom)
