Hari ini suasana sepi, baik di kantor, di toko maupun di tempat lainnya. Saya pun segera menyusun rencana untuk “sejenak” mengambil waktu untuk mampir ke bioskop menonton film yang baru mulai premiere hari ini yaitu “Three Kingdoms”.Kalau kita baca dari judul nya saja, sudah bisa kita tebak, pasti ceritanya diambil dari Kisah Roman 3 negara. Yang dimaksud roman disini bukannya kisah percintaan, tapi kisah drama peperangan dan adu taktik dari 3 negara yang waktu itu sempat benar-benar pernah ada, dimana setelah keruntuhan dinasti Han maka negara terbelah 3 bagian menjadi negara Wu, Chu, dan Shu.
Karena kebetulan kisah 3 negara ini menjadi buku favorit saya sejak dahulu. Apalagi buku ini menjadi buku utama yang banyak dibaca para pemimpin modern, misalnya Pemimpin besar Mao Ze Dong yang suka membawa buku ini kemana-mana, terutama pada waktu jaman revolusi. Juga salah satu tokoh di buku ini menjadi idola saya yaitu Sang Penasehat Kon Ming, alias Zhu Ge Liang. Maka saya juga bela-bela in mampir ke bioskop untuk menyaksikan film ini. Saya sengaja tidak mau membaca sinopsis nya dahulu supaya terasa seru waktu menonton. Tentu nya saya juga menebak-nebak jadi apa Andy Lau disini.
Ternyata sang bintang utama Andy Lau berperan sebagai zhao Zi Long. Mula-mula saya sempat lupa siapa sih Zhao Zi Long ? Rasanya sering denger deh. Ternyata setelah menonton film nya saya sadar juga. Kalau dibuku Zhao Zi Long ini lebih akrab dipanggil Zhao Yun. Salah satu dari 5 jendral macan Negara Shu. Aksi paling heroik yang tak terlupakan ketika dia menyelamatkan anak dari Liu Bei sewaktu di pengungsian, bertempur sendiri melawan ratusan tentara Zhao Cao. Saat itu (menurut Buku The Romance of Three Kingdoms – Luo Guan Zhong), istri Liu Bei (dan istri ke 2 nya) memilih terjun ke sumur bunuh diri dari pada di tangkap oleh Tentara Zhao Cao, dan menitipkan sang putera mahkota kepada Jendral Zhaao Yun untuk diselamatkan segera dengan pertimbangan Jendral Zhao Yun akan lebih leluasa menyelamatkan 1 putera mahkota kabanding menyelamatkan 1 putra mahkota + 2 permaisuri.
Ada 1 bagian yang rasanya hilang dari film ini, yaitu kebiasaan Zhao Xi Long menggunakan pakaian perang berwarna putih. Dia hanya terlihat memakai jubah putih waktu diberi titah oleh Liu Bei menjadi jendral besar ke 5. Mungkin pemakaian baju perang yang “tidak putih” ini sebagai pertanda bahwa sebagian film ini bukan berdasar fakta sejarah, dan memang benar adanya. Film ini hanya mengambil sejumput cerita dari Romance Three Kingdom dan mengembangkannya menjadi cerita yang berdiri sendiri. Juga ada yang aneh dengan penokohan cucu Zhao Cao yaitu Zhao Ying, seperti nya tidak pernah saya mendengar ada jendral wanita di cerita Romance of Three KIngdom.
Saya sempat kagum dengan come back nya bintang-2 Lawas film Hongkong di film ini. Ada si Master Ti Lung yang kebagian peran menjadi Guan Yun Chang (Kwan Kong), terus ada Yuen Piao yang sudah lama sekali tidak terlihat di belantara film Hongkong, berperan menjadi salah satu Jendral Zhao Cao (lupa namanya, baca buku dulu yah nanti). Juga ada Samo Hung, yang menjadi “teman virtual” Zhao Yun. Dan beberap bintang lawas lainnya termasuk ex-F4, Vaness Wu yang kebagian peran 10 menit menjadi Guan Ping, anak Guan Yun Chang.
Bagaimanapun keluarnya fim ini patut kita hargai untuk mengingat kan generasi mendatang pentingnya sejarah masa lalu, agar jangan terulang pada masa kini dan masa mendatang. Tidak penting bagus tidak nya, akurat tidak nya, setidak nya akan membawa perdebatan positif di kalangan generasi muda saat ini.
1 comment:
Yg jadi jendral cao2 itu bukan Yuen Piao (adik seperguruan Samo Hung dan Jacky Chen??), tapi ga tau siapa namanya biarpun sering lihat mukanya.
Post a Comment