Monday, January 28, 2008

27-01-2008 : Pak Harto, Presiden ke-2 RI, Berpulang

Sepulang dari Puri Mall saya segera sampai ke rumah Pk 12.30 dan beristirahat sekaligus makan siang. Pk 1330 saya sudah berangkat kembali besserta istri dan anak-anak ke toko saya di mangga dua. Pk 14.10 saya sedang memarkir mobil di depan toko. Seorang kawan menelepon. Betapa kaget nya saya ketika saya diberitakan mantan presiden Indonesia Bpk. H. M. Soeharto wafat Pk 1310. Saya betul-2 sangat terkejut mengingat sehari sebelumnya saya baca kabar nya di internet maupun di televisi keadaan beliau membaik, bahkan mungkin bisa pulang dari rumah sakit. Rasa nya betul-2 seperti mimpi. Tidak heran saya gak bisa tidur semalaman Sabtu tadi mungkin karena merasa sesuatu yang tidak enak akan terjadi. Malah saya pikir karena keinginan saya untuk membeli UMPC menjadi penyebab saya sukar tidur.

Saya sebagai generasi Tahun 80-an tentu mengenal betul sosok Pak Harto ketika menjadi Presiden. Presiden ke 2 Republik Indonesia ini terkenal piawai dalam melakukan sttrategi politik dalam negeri maupun luar negeri nya. Saya tidak pernah memikir kan tuduhan-tuduhan kepada beliau saat ini. Yang saya kenang adalah jasa-jasanya sebagai pemimpin bangsa yang selalu mengupayakan negara ini tetap bersatu dan solid. Salah satu ke piawai an beliau waktu memimpin bangsa adalah (waktu itu saya sering nangkring di Bulog) betapa Pak Harto sangat memperhatikan kebutuhan pokok rakyat nya baik rakyat kecil maupun rakyat biasa. Waktu harga beras sedikit naik atau harga minyak goreng tidak stabil, maka saya dengar Ka Bulog saat itu (Bpk. Bustanil Arifin) sampai bolak-balik setiap hari ke Istana Presiden memberikan laporan yang terinci dan biasanya Pak Harto akan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu. Saya rasa sampai saat ini tidak ada pemimpin yang begitu memperhatikan kebutuhan pokok rakyat kecil se detail itu. Sekarang semua nya di serahkan kepada kebutuhan pasar, supply-demand, dan sistem ekonomi bebas. Yang tentu saja pada saat tertentu bisa menyusahkan rakyat kecil yang kadang tidak mengerti kondisi sesungguh nya dalam ilmu ekonomi. Tapi bagi saya lebih mirip pemimpin sekarang lepas tangan gitu aja terhadap keadaan yang tidak pasti.

Tentu dari kisah ini kita tahu bagaimana kwalitas pemimpin model gini. Seorang pemimpin yang berwibawa sehingga membuat orang tersihir menjadi menurut kepada beliau. Mungkin jaman sekarang diperlukan metode hypnotheraphy untuk bisa melakukan demikian kepada orang lain. Tapi memang begitulah yang namanya pemimpin. Kalau tidak bisa memimpin, berarti hanya bisa bicara tapi tak bisa kerja.

Bagaimana pun, suka atau tidak suka, Pak Harto adalah bagian dari sejarah Republik Indonesia. Dengan Pak Harto sebagai presiden, saya waktu itu benar-2 merasa sebagai warganegara Republik Indonesia, walaupun kadang ada sedikit merasa mendapat tekanan. Dengan keadaan sekarang pasca Pak Harto, saya lebih merasa saya hanya sebagai manusia, yang kebetulan tinggal di sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Mudah-2an anda tahu beda nya apa.

Selamat Jalan Pak Harto, semoga anda diterima di sisi Tuhan YME. Dan dunia tetap mengakui anda sebagai seorang presiden yang pernah berjasa membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ke era modern seperti saat ini.

No comments: