Monday, October 22, 2007

22-10-2007 : Busway Make The Way

Hari Pertama Masuk Kerja setelah masa cuti bersama. Tentu saja jalanan jadi macet total, karena ada acara sidak mendadak di kantor-kantor. Wah hari ini tadinya saya udah gak berencana ke kantor, sebab yah ngeri sama macetnya itu lho. Cuma akhirnya jadi pergi juga, cuma siang sekitar jam 1500 baru sampai.

Gini cerita awalnya. Belum ada pembantu lho. Jadi saya bangun pagi-pagi pk 0530 untuk menyiapkan diri mengantar anak saya sekolah. Setelah mata nya byar-pret berkali-kali barulah pk 0630 saya bener-2 ready untuk mengantar anak sekolah. Gak papa..., deket. 5 menit juga sampai. Karena masih rada ngantuk maka saya mengantar dengan mobil. Pk 0700 sudah sampai rumah lagi. Saya pun beres-2 meja kerja. Dan menyiapkan bahan kerja, beres-2 rumah juga. Sampai Pk 0945 saya naik sepeda ke kantor pos untuk beli meterai. Wah, baru ingat tgl 22 ini sudah dekat dengan dateline bayar PAM. Tentu saja ramai. Sudah deh, saya mau jemput anak saya yang bubaran pk 1030, jadi saya buru-2 mengayuh sadel sepeda saya ke sekolah anak saya. Pk 1020 saya sudah sampai sekolah anak saya, dan 10 menit kemudian saya sudah membonceng anak saya ke tempat les nya. Pulang dari tempat les saya pun beres-2 lagi dan pk 1115 saya memutuskan mencoba untuk ke kantor pos lagi untuk membeli meterai karena tadi belum dapat. Sedangkan saya harus mendapatkan meterai hari ini juga sebab mau dipakai untuk dikirim ke Singapura. Tapi karena anak ke-2 sudah bangun jadi saya ajak naik mobil bersama mamanya. Tak lupa sekalian saya isi bensin mobil yang biasa dipakai istri antar-jemput anak sekolah. Setelah itu saya ke Titipan Kilat untuk mengirim surat ke Singapura.

Baru pulang jam 1205, saya buru-2 makan siang di rumah. Belum ada rencana untuk ke luar lagi menunggu anak saya selesai les. Sampai tiba-2 pk 1300 anak saya menelepon minta dijemput dari tempat les. Langsung saya ambil sepeda saya dan saya kayuh menuju tempat les. "Kring, Kring....." saya bel sepeda saya, dan anak saya yg sudah mengenal bunyi bel itu segera keluar tempat les dan melompat-lompat kegirangan.

Sudah beres semua urusan rumah, baru terasa pk 1330, saya rasa bisa nih ke Kantor. Segera saya packing barang-2 saya di Ransel. Pk 1400 saya sudah di luar pitu rumah dan saya mencari ojek langganan saya.

"Ke Stasiun Busway Pak..." Dengan ongkos 10 ribu saya langsung dibonceng ke stasiun Busway terdekat. Waktu menunjukkan Pk 1408 ketika saya selesai membayar tiket Busway dan menunggu bus Transjakarta yang datang.

Gak lama juga sih Pk 1410 yang ditunggu-tunggu sudah datang, segera saya naik. Mmm.. Ga dapet bangku sih, tapi saya berdiri cukup leluasa koq. Ada kursi pun saya sediakan untuk penumpang wanita yang masuk bersama saya tadi. Saya lebih suka berdiri di Bus, karena lebih bebas.

Pk 1435 Bus Transjakarta yang saya tumpangi sudah berhenti di Harmoni. Saya pun keluar untukm pindah bus menuju ke Halte Kota. Kali ini lumayan lama, sekitar 10 menitan. Terlihat ada orang yang sok sibuk menerobos antrean alias nyelak, tidak ada yang peduli. Saya juga gak ambil hati. Di Indonesia urusan gini mah biasa. Melanggar tidak akan dihukum, yang hukum nanti akhirat kali. Pk 1445 saya sudah naik Bus lagi menuju Halte Kota. Pk 1450 Saya sudah sampai halte kota. Terlihat sepanjang perjalanan saya kali in9i mulai dari depan Gajah Mada Plaza Bus sudah tidak melalui Busway lagi, tapi sudah berbaur dengan kendaraan lainnya. Jalanannya masih pada rusak. Bahkan cepatnya saya ke Halte Kota karena melompati 2 halte yaitu depan Mandala dan Olimo. Semua jalanan Busway sepanjang jalur itu luluh lantak, dan rasanya menurut saya perbaikannya sangat lamban, sebab saya sudah melihat perbaikan jalur Busway ini sejak beberapa bulan yang lalu.

Setelah Naik Bus TransJakarta, saya meneruskannya dari Beos ke Mangga Dua via Mikrolet, dan Pk 1505 saya sudah sampai di kantor saya dengan selamat. Memang kelihatannya ringkas, tapi kenyataannya perjalanan ini juga memakan waktu 1 jam. Ini sama saja dengan saya naik mobil dari rumah saya ke Kantor. Jadi apanya yang cepat ?? Bedanya saya menempuh perjalanan dengan biaya yang cukup murah : Rp 10.000 (ojek) + Rp 3.500 (Busway) + Rp 2.000 (Mikrolet) = Rp 15.500. Tapi ini sebenarnya sama dengan biaya bensin saya yaitu sekitar 3-4 liter.

Sayang yah, datang siang-2. Enggak juga. Saya kan perlu monitor kantor untuk kelancaran kerja saya. Saya juga langsung datang melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Setelah bekerja sedikit-sedikit Pk 1810 saya berkeputusan pulang tapi kali ini gak naik Transjakarta tapi naik taxi Bluebird. Capai lah naik Transjakarta terus. Apalagi malam, suasananya pasti ngeri kalau turun di daerah saya di Indosiar.

Sayang dengan taxi saya kembali bertemu dengan kemacetan. Akhirnya saya harus membuang lagi waktu 1 jam untuk pulang. Pk 1920 baru saya sampai ke rumah lagi dengan selamat. Kembali ke pekerjaan rumah saya.

Wow, capek yah hari ini, cuma rasanya seger-seger aja tuh, mungkin memang semangat saya lagi tinggi belakangan ini. Karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus saya lakukan.

Sunday, October 21, 2007

21-10-2007 : Lomie Fever

Hari ini saya dapat kejutan, bangun tidur mata gatal-2 dan merah, kiri dan kanan. Wah, gawat, saya pikir mungkin ketularan karyawan di kantor, yg kebetulan lagi menderita sakit mata. Bukan penyakitnya yang saya takutkan, tapi khawatir menular ke istri dan anak-2. Buru-2 pk 8 pagi saya memakai Y-Rins (seperti Optrex) dan setelah itu diteteskan Visine. Habis itu karena masih susah buka mata yah saya tidur lagi deh, sampai jam 11. Beruntung, begitu bangun tidur mata saya sudah sembuh sama sekali ! Mengejutkan. Wah senang nya saya. Jadi mugnkin saya bisa jalan-2 mengisi liburan lebaran terakhir Th 2007 ini.

Ternyata gak semudah itu. Karena bangun kesiangan otomatis kerjaan rumah saya juga banyak yang molor. Akhirnya baru kami siap pk 1500 untuk keluar. Mana hari ini mendung lagi. Mau Kemana ?? Jam nya sudah tanggung. Akhirnya saya pikir baiknya pergi ke tempat yang dekat-dekat saja.

Begitu mobil keluar, anak ke-2 sudah tertidur di mobil, biasa deh. Anak kecil kalau sudah ketemu mobil pasti tertidur, mungkin getaran halusnya bikin syaraf jadi santai. Saya memutuskan pergi ke daerah Greenville ke tempat makan Lomie Ta Thao. Tempatnya lumayan, walaupun ga bisa dibilang OK. Lomie Kuahnya juga enak, campuran daging babi dan ikan, tentu saja jadi wangi. Coba bakmi masaknya juga lumayan, tapi karena bakminya yang biasa dipakai untuk lomie (rada tebal), jadi dibuat bakmi masak bukan enak-2 banget.

Pesan 2 porsi itu sudah kenyang ampun, makan bertiga, karena si kecil masih tertidur. Harganya juga OK lah, ga sampe 50 ribu.

Selesai Makan di Ta Thao kami mampir ke Eaton yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan Ta Thao. Belanja roti dikit-dikit. Saya cuma hobby dengan Roti Palopi nya, paling murah dan paling sederhana serta enak.

Pulang dari Eaton, saya kasihan karena anak ke-2 belum merasakan jalan-2 waktu pergi keluar, jadi pulang ke rumah sebelumnya saya belok dulu ke Hero supermarket. Istri saya gak gitu suka ke Hero. "Mahal" katanya. Tapi bagi saya, bukan mahalnya yang saya pikirkan, tapi kenyataannya Hero adalah tempat belanja luas yang terdekat dengan rumah. Anak-2 saya suka kesana, walau datang paling hanya belanja kripik, tapi disanalah tempat saya mendidik mereka untuk memilih makanan, dan membayarnya terlebih dahulu. Lagipula semua karyawannya sudah kenal dengan kami sekeluarga. Jadi saya kadang selalu berdoa agar Hero dekat rumah saya jangan sampai tutup.

Biasa paling anak ke-2 saya ambil 1 bungkus kripik Lay's rasa rumput laut yang kecil, lalu dia berputar-putar keliling dengan riangnya di supermarket itu. Saya hanya mengawasi dari belakang saja. Anak ke-1 biasa ambil es sebatang untuk dirinya sendiri. Saya jadi teringat dahulu saktu saya seumur anak saya, selalu dibawa mama saya ke TOKO MINI, disana berupa toko makanan kecil (kalau gak mau dibilang warung), dimana kalau mama saya beli barang-2 makanan untuk tamu, saya ikut menemani dan belanja beli permen kecil-2an. Sekarang TOKO MINI tsb sudah berubah menjadi Warung MINI, dimana menjual makanan Warteg untuk orang kantor, yang jual, yah dia-dia juga, cuma saja mungkin sudah gak kuat bersaing dengan Supermarket Hero yang waktu itu buka gak jauh dari tempatnya. Sekarang saya lihat gantian Supermarket Hero itu yang tutup. Yah, setiap sesuatu ada masa nya. Ada masanya dia lagi jaya, lalu digantikan oleh yang lain yang bisa lebih baik lagi.

Kalau papa saya borong makanan, saya dibawanya ke Yap Eng Lai di Gloria sana. Entah apa enaknya belanja disana. Saya ga gitu suka ke Glodok, karena semerawut. Dan kebanyakan orang nongkrong-2 gak jelas kerjaannya. Saya dari dulu ga suka melihat orang yang nongkrong gak tau mau kerja apa. Akhirnya ngomong yang ga jelas dan cenderung punya sifat iseng. Bagi saya orang-2 seperti itu punya 2 kondisi, salah didik orang tua nya dan memang malas secara individual. Kalau dia mau, dia bisa saja bekerja macam-2, misalnya menyapu halaman depan rumahnya (ini contoh yang paling sederhana), atau belajar sesuatu (dgn baca buku dan praktek). Tapi masalahnya orang-2 seperti ini terlalu banyak perhitungannya, misalnya kalau menyapu, maka dia akan berpikir, "emang mau dibayar berapa", atau kalau disuruh baca buku pasti jawabannya "gak ada waktu", padahal waktunya paling dipakai untuk bengong dan berpangku tangan.

Dari kecil saya sudah membiasakan anak saya untuk mengisi hari-2nya yang kosong, misalnya dengan membaca, atau eakt lebaran seperti ini saya paksa untuk menemani saya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Misalnya mengganti air galon, kemarin kami membetulkan kawat nyamuk yang rusak. Tidak saya beri tugas-2 yang berat, paling bantu megangin kawatnya, atau me-lap galon air mineral sebelum saya gotong ke dispenser. Tapi intinya daripada bengong. Kadang malam saya ajak nonton film, habis itu saya isi dengan kegiatan belajar sederhana, atau main ular tangga sekaligus belajar berhitung.

Friday, October 19, 2007

19-10-2007

Hari Jum'at ini merupakan hari terakhir cuti bersama. Terlihat kendaraan sudah mulai ramai lalu lalang. Kecuali mobil truk/kontainer yang masih jarang. Suasana lalu lintas sudah ramai tapi tidak macet. Yah aktifitas kendaraan umum tampak memang belum pulih benar.

Saya bangun kesiangan, maunya sih bangun pk 0700, tahunya 0900 baru tersadar. Padahal setiap hari pasang alarm pk 0700, 0730, 0800. Kenyataannya masih ga kuat bangun. Mungkin kemarin memang capeks ekali tuntunin anak jalan-2. Akhirnya pun saya maklum kenapa orang sekarang lebih suka berkarir daripada urus anak, karena memang urus anak itu capek banget, untuk sebagian orang malah terkesan buang waktu dan tenaga. Maka untuk yang gak suka urus anak saya gak maksain orang untuk punya anak. Tapi emang bagi saya dekat dengan anak sendiri merupakan suatu kesenangan tersendiri. Karena anak adalah bagian mahluk yang paling kita percayai selain diri sendiri. Mungkin orang lain kita bisa tak percaya. Asal tau saja kalau sama anak orang lain mah saya gak peduli banget, dengan keponakan sendiri saja gitu-gitu doang. Lain dong dengan anak sendiri, yang bisa kita program dan bentuk sesuai yang kita mau.

Langsung bangun tidur saya tancap gas. Acara hari ini memang cukup padat, yaitu acara keliling Bank. Biasa bukan kelilingnya yang repot, tapi antri nya yang buang waktu banget.

Bayangin jam 1000 saya sudah sampai bank pertama, jam 1230 baru selesai semua. Anak ke-1 yang ceweq menemani saya dengan setia. Saya senang karena ada yang menemani, asyik kan punya anak.

Wednesday, October 17, 2007

17-10-2007 : Penang Restaurant

Hari ini adalah hari pertama buka toko. Saya bangun pagi-2 pk 0730 lalu bersiap-siap untuk membereskan tas kerja saya.

Pk 0900 saya berangkat keluar pergi mencari tukang tambal ban dulu. Melihat ban saya yang kempes kemarin apakah masih bisa "diselamatkan". Ternyata ban dalam robek habis. Wah, parah. Harus beli ban dalam baru. Mana tukang tambal ban nya gak punya ban dalam baru lagi, ada yang bekas mau dilepas Rp 30rb. Saya ga mau orang sudah ditambal sekali koq, ketawan ada melendungnya di di luar 1 titik.
Jadi saya pikir tunggu besok deh untuk beli ban dalam baru, mudah-2n besok sudah banyak toko ban yang buka. Dari tukang tambal ban langganan saya pergi ke toko. Buka toko. Seusai acara buka toko, saya langsung keliling ke dalam setengah memberitahukan kepada langganan bahwa toko saya sudah dibuka kembali. Kalau tidak siapa yang tau sudah buka, untuk membuat orang tau kan lama sekali prosesnya.

Jam 1300 saya sudah jalan pulang kembali ke rumah, toh ada karyawan 1 orang yang sudah jaga, saya mau bawa keluarga pergi makan siang dulu.

Sampai di rumah cuma tunggu di luar, anak istri sudah siap masuk mobil, kami pun langsung segera berangkat ke Penang Restaurant. Memang rumah makan yang satu ini menyediakan hidangan unik khas Malaysia dimana makanan ini banyak kami santap di Singapura. Hidangan utama kami biasanya Roti Tissue, Roti Canne dengan Kari Ayam, dan biasanya sisanya kami pesan berubah-berubah. Hari ini kami memesan Nasi Hainam Ayam Panggang, lumayan, tapi gak seenak di negeri asalnya. Lain kali saya akan coba Nasi Lemak nya. Roti Tissue ini kesukaan anak-2 saya, dan roti canne kesukaan saya dan istri.

Oh ya, sebelum sampai Penang Restaurant kami meliwati kebakaran di Kompleks Ruko Greenville, tepatnya di Alfa Minimarket ruko lantai 4 (paling atas), tepat bersebelahan dengan Soto Kudus Blok M. Karena terburu-2 saya foto seadanya tapi api dan asap gak gitu jelas. Karena suasana ramai sekali. Istri saya sangat takut melihatnya karena trauma atas kebakaran lalu. Wah, saya pikir kalau suasana lebaran gini ada kebakaran kasihan yah, sebab kan sepi, yang ruko sebelahnya mungkin lagi pergi berlibur, wah serem banget deh.

Usai dari Penang Restaurant, istri saya mau beli roti, wah dimana yah, masak tiap hari ke Holland Bakery..?? Bosen dong. Saya usul gimana kalau ke Imperial Bakery di Puri Mall, kan ga jauh-2 banget dari Tanjung Duren. Jadi kami langsung tarik ke sana. Saya pikir pasti ramai, ternyata sepi-sepi saja, malah kesannya lebih sepi dari Hari Minggu. Disana saya bener-2 cuma beli roti, tapi di Cutting Edge mata saya tertuju kepada sebuah Mini Notebook Kohjinsa. Wah keren juga yah, cuma 990gr !! Resolusi 800 x 480 dpi. Cuma sayangnya prosesor AMD (gak jelas AMD jenis apa) dan DDRAM 512 Mb only !!. Wah, ini mah cuma bisa ngetik dan internet, Mendingan pakai PocketPC juga masih ok lah. Saat ini untuk bisa mengetik dimana-mana saya masih bermodal PocketPC dengan Folding Keyboard.

Waktu menunjukkan Pk 1730. Sudah waktunya pulang dan istirahat, dan beres-beres rumah lagi, ginilah kalau sudah berkeluarga. Ada yang harus di tanggung dan ada yang harus dijawab kalau sewaktu-waktu ditanya.

Tuesday, October 16, 2007

16-10-2007 : Under Preassure

Hari Selasa ini benar-2 melelahkan. Setelah dari perjalanan yg cukup panjang kemaren. Hari ini saya masih jadi pengangguran. Nggak tau mau kemana. Maka bangun tidur saya mengerjakan urusan rumah diantaranya membereskan barang-2 yg berserakan di lantai, terutama mainan-mainan anak yang tak terbereskan. Mengganti air di bak kura-2 dan mengisi air minum serta mengganti galon dispenser yang habis. Saya salut juga dengan istri saya yang walaupun lagi hamil muda tapi dia masih sempat-2 nya menyiram kebun (sebagian), mencuci dan menjemur baju, menyetrika dan malah menyiapkan makan pagi. Kalau siang biasa saya ajak makan luar karena kasihan harus cuci piring lagi. Malam biasanya kami baru makan di rumah lagi. Sebab malam kita semua ada waktu untuk mencuci piring dan menjemur handuk dll.

Jam 1 siang semua sudah beres, anak bangun kesiangan sehingga jam 1 siang baru pada selesai mandi. Kami akhirnya sepakat ke Pondok Indah Mall, karena saya sudah 1 tahun lebih gak kesana, lagian saya pengen makan ke Kenny Rogers karena sudah 3 tahun kali gak makan disana. Eh ternyata belakangan saya baru tau kalau sudah tutup.

Pk 1400 kami masuk ke pelataran parkir PI Mall I, "Valet saja" kata istri saya (keren juga mobil Kijang koq valet). Habisnya parkirannya sudah rame banget. Baru nyari-2 valet parking di Pintu Timur, tiba-2 bag security Pi Mall memberitahu saya kalau ban kiri belakang kempes. Waduh, untung oleh pak security saya boleh parkir dahulu di parkiran bongkar muat barang.

Saya mohon kepada Pak Security (sorry gak nanya namanya) untuk bantu saya mengganti ban mobil, sebenernya semuanya saya kerjakan sendiri sih, Pak Security cuma bantu menjaga dan memegangi ban waktu dipasang ke body mobil. Kebetulan beliau juga pernah membantu mengganti ban mobil kijang milik seorang ibu disana. Tampaknya daerah parkiran sana rawan kempes. Sebab ternyata yang bikin kempes ban saya adalah sebuah obeng yang cukup panjang, yang berhasil merobek-robek ban dalam saya. Untunglah peraltan saya lengkap dan ban serep dalam keadaan baik. Hanya kurang angin. Untuk itu saya selalu sedia pompa accu di setiap mobil saya. Selesai ganti ban serep, saya mengisi angin ban. Tekanan saya atur sementara di 28, sebab khawatir kalau terlalu lama nanti pompa accu saya rusak (sudah 2 kali kejadian nih pemakaian diatas 20 menit jebol karena gesekan udara yg terlalu panas).

Sementara saya ganti ban dan parkir. Istri dan anak-2 saya minta masuk ke dalam mall dulu. Cari makan siang. Wah tangan saya hitam-hitam gak keruan. Untung masuk mall dekat toilet jadi saya bisa cuci tangan disana.

Dari PI Mall I kami menyebrang ke PI Mall II dan mampir ke Watson. Setelah itu jam 1730 kami pun jalan pulang kembali ke rumah dan mungkin untuk ke PI Mall lagi kami akan kembali tahun depan mengingat jalanan yang macet kalau pergi pada waktu normal.

Duh, Ada-ada aja yah kayaknya hidup saya akhir-2 ini, gak heran saya gampang kurus dari 78,5 kg sekarang menjadi 75 kg saja.

Monday, October 15, 2007

15-10-2007 : Cibubur Junction

Gara-gara tikus pagi-2 sudah bangun, tadinya niat mau ke toko aja, buka toko sendirian, gak nyangka anak ke-2 juga sudah bangun, wah. Hebat betul, biasa jam 10-an baru bangun. Jadi rencana berbelok, anak ke-1 jam 8 dibangunin. Setelah siap jam 1100 kami sudah berangkat ke Cibubur.

Masuk Tol Pk 11.19, jalan santai 80 km/hr jam 11.58 sudah sampai Cibubur Junction, wah taunya tempatnya ok juga tuh, bersih dan terawat. Dan gak gede-2 amat, cocok untuk jalan-jalan lah. Cuma 3 lantai koq plus 1 lantai LG untuk Hypermart. Jadi gak capek-2 bener.

Baru datang pertama-2 kami cuma makan di Steak21. Gak ada di sekitar Jakarta, adanya di Bekasi dan Cibubur seta Bogor doang, makanya penasaran lah dicoba. Eh ternyata lumayan juga. Karena wangi nya terasa (mungkin di grill dengan arang, bukan kompor). Juga taruhnya di hotplate panas, jadi bener-2 resap rasanya. Steak jaman sekarang bikinnya kayak asal-2an, di taruh di piring saja. Modal sih memang lebih murah, tapi gak kerasa steak nya.

Setelah makan, kami pun putar-2, gak beli apa-2 cuma ke Guardian beli plester halus untuk balut bagian tangan yg kena terbakar. Setelah itu foto-2 dengan anak di taman, dan ke bawah lihat-2 SuperHome dan di Depan Hypermart ajak anak jalan-2 mondar mandir, setelah itu pk 1400 kami sudah cabut dari Cibubur Junction. Anak ke-2 senang sekali sampai-2 selama berjalan tangan ku diciumi terus, biasanya kalau senang memang ia begini.

Cabut dari Cibubur Junction tadinya kami berencana ke Citos atau PI Mall, tapi denger-2 TB Simatupang macetnya minta ampun, sampe akhirnya saya meneruskan perjalanan ke semanggi dan cabut ke dharmawangsa square saja. Saya pikir anak-2 akan gembira diajak kesana, kenyataannya mereka malah kurang interest, baru ingat dharmawangsa square itu gelap, anak-2 kurang interest jalan kesana, apalagi satpamnya lebih banyak daripada pengunjungnya. Jadi kami hanya putar-2 sebentar (apalagi Toys R’Us udah ga ada). Lalu ke Ranch Market, setelah itu tarik pulang pk 15.35

Seperti biasa pk 1600 saya mesti ngisi perut sebentar supaya makan malam bisa diundur ke jam 2000. Jadi saya mampir ke Ayam Goreng Jakarta Tanjung Duren. Disana anak ke-2 sudah tidur, kami taruh di trolley. Si Kakak makan nasi uduk plus ayam goreng dan ikan bakar. Wah sebetulnya jujur aja sih rasanya biasa-2 aja, apalagi sambal cobeknya mesti bayar lagi. Berhubung yg doyan sambal Cuma saya maka saya gak pesan lah sambalnya, biarin aja makan pakai cabe seadanya dan kecap manis pun ok.

Setelah itu kami pun pulang kerumah dalam keadaan masih terang. Perjalanan hari ini selesai.

15-10-2007 : Mouse Hunt

Sudah beberapa hari ini pikiran saya diganggu oleh sesuatu, yaitu tikus di ruang tengah saya. Sejak kebakaran di kamar pembantu lalu rumah saya kedatanagan tamu yang sedikit mengganggu, yaitu seekor tikus kecil yang gesit.

Saya sebetulnya sudah merasakan adanya tikus semenjak sering mendengar suara krasak-krusuk di belakang kontener buku saya waktu saya membuka laci koleksi donal bebek saya. Hal itu dipertegas dengan 11 Oktober malam istri saya menyaksikan sendiri sang tikus ada diatas meja makan sedang menyantap sisa makanan yang ada. Istri saya sudah baik-2 menyuruh sang tikus keluar rumah dengan menyodok-nyodok, eh malah si tikus sembunyi ke dalam kontener buku saya lagi.

Paginya istri menceritakan kepada saya perihal tamu tersebut. Berhubung istri lagi hamil (lagi) dan tidak ada pembantu maka saya berencana mengeluarkan tikus tsb dari rumah dengan kondisi sbb : 1 Tikus tidak boleh dibunuh dengan racun dsb, karena akan menimbulkan bangkai 2 Tikus tidak boleh pakai lem gajah sebab sulit untuk melepaskan nya kembali ke alam.

Jadi solusi nya sesuai kesepakatan bersama adalah, kami akan membeli perangkap tikus dan apabila sudah ketangkap, maka akan dilepas di luar rumah. Maka langkah pertama adalah ke Jameson’s Meruya untuk membeli perangkap tikus, satunya Rp 23.500 saya beli 2 sebab saya kesulitan melokalisasi tikus itu. Jadi makin banyak perangkap memperbesar kemungkinan tikus tsb terperangkap. Langkah ke dua, adalah menentukan umpan dan lokasi. Umpan pertama adalah tulang opor ayam bekas makan saya, dimana saya pikir sang tikus pasti akan tertarik untuk mencicipinya (berhubung saya juga doyan nih, hahaha). Lokasi pertama saya tempatkan di tempat terakhir saya melihat tikus tb, yaitu di dekat kontener dan ke dua saya taruh dekat dispenser air, sebab analisa menunjukkan harus nya dia lewat daerah situ setelah di belakang kontener.

Tunggu punya tunggu ternyata hari pertama gagal, sama sekali tidak ada hasil, mungkin opor ayam nya keliwat pedas sehingga sang tikus bukan mampir ke perangkap, malah menggaruki pintu kamar tidur saya. Bahkan melubangi kawat nyamuk di ruang tengah. Tentu saja saya bingung, berarti dia jalan jauh juga dari kontener buku ke pintu kamar saya bisa kena 15m-an. Jadi Langkah ke 3 adalah istri saya beli ikan asin di Hero Supermarket (keren amat, tikus dikasih ikan asin supermarket), maklum, menjelang lebaran pasar sudah pada tutup.

Malam nya kami menggoreng ikan asin tsb. Mmmm…. Bau nya (wangi nya) meyebar ke seluruh ruangan tengah, gilee…. Jadi mau ikut makan. Dan umpan pun diganti. Tapi masih gak berhasil. Maka beajar dari kesalahan 2 malam itu saya akhirnya berkesimpulan, mungkin lokasi nya yang salah, malah jam 2 pagi sekali lagi pintu saya digaruk-garuk sama tikus itu sampai takut banget keluar kamar. Maka lokasi nya kali ini saya pindah. Satu perangkap saya taruh di depan pintu kamar saya, perangkap ke dua malah saya taruh di jalan antara kontener dan dispenser, jadi ditaruh di tengah-2 jalan. Saya ingat yang namanya tikus itu senangnya di lapangan terbuka, dia akan lari terus, dia akan mojok, kalau ada manusia atau sedang cari makan.

Ahasil 15 Oktober pk 06.30 istri membangunkan saya. “Tikusnya kena” kata sang istri. Wah kaget campur senang, campur jijik. Tapi saya lihat tikusnya bersih koq. Jadi ingat hamster tukang sepeda di taman kosmos yang saya belai-belai beberapa waktu yang lalu, Cuma bedanya hamster tidak hitam dan buntutnya gak panjang. Lincahnya bukan main, bahkan bisa dalam posisi terbalik berusaha menggigit kawat supaya bisa keluar. Segera saya bawa keluar tikus tsb ke luar rumah, bukan keluar pintu lagi, di depan jalanan saya lepaskan kunci perangkapnya, gak usah tunggu lama-2, 2 detik kemudian sang tikus sudah melmpat keluar perangkap dan berlari langsung ke tengah jalan menuju trotoar, sekali lagi tikus kalau lari pasti cari jalanan terbuka. Saya pun berkata, “Jangan balik lagi yah” hahaha, hebatnya sang tikus seperti mengerti kata-2 saya dan berlari terus tanpa kembali menuju ke rumah saya. Begitu sampai pinggir trotoar sang tikus kebingungan, karena trotoar jalanan depan rumah yang tinggi nya 30cm. dia pun masuk ke dalam kantong plastik isi sampah di jalanan. Malang baginya ketemu orang yang lagi jogging sendirian dan di tendang-tendang lah tuh plastik berisi tikus. Saya dan istri tersenyum melihatnya, tapi setidak nya misi kami berhasil. Berkat kesabaran dan taktik yang cukup baik dan mengena. Demi kebersihan rumah kami.

Di dedikasi kan kepada pencipta perangkap tikus : mengusir tikus tapi tidak membunuh.

Wednesday, October 10, 2007

09-10-2007 : Room-ing Inferno

Mungkin anda akan terperangah membaca kisah ini.

Hari Senin 08-10-2007, pembantu infal yang di kirim mertua untuk membantu istri saya, pk 1000 meminta kembali ke tempat mertua saya dengan alasan tidak betah, sebetulnya saya sudah menganjurkan supaya hari itu juga dikirim balik ke rumah mertua, Cuma mertua mau jemput esok hari tgl 09-10-2007.

Hari Selasa, 09-10-2007, Pk 0415, tiba-2 istri saya membangunkan saya “Man, cepetan kata pembantu di bawah kamarnya ada api !!!” Segera tanpa tanya lagi, saya turun kebawah dan sudah melihat kasur tidur nya di bagian tengah sudah ada api menyala. Sial nya kacamata ketinggalan, padahal ada di sebelah saya waktu saya tidur. Untungnya kamar pembantu posisi nya rada terpisah dengan rumah saya. Segera saya perintah istri saya untuk mematikan aliran listrik karena khawatir kosleting, kalau koslet, maka kebakaran kemungkinan meluas dan bisa memadamkan PLN sekitar kompleks saya.

Sial nya karena kasur, dalam waktu 5 menit, api segera menyebar ke seluruh bagian kasur. Kebetulan pembantu saya saya berikan ranjang spring bed bekas kakak saya yang kena banjir lalu. Dalam 5 menit itu sudah banyak yg saya kerjakan, diantaranya saya minta karung disiram air, ember serta ambil pemadam kebakaran simpenan saya, tapi kelihatannya sudah terlambat, api cepat sekali menyebar. Yang penting tidak menimbulkan tekanan ke luar dan menjalar kemana-mana, maka saya segera menendang pintu agar terbuka lebar-lebar dan membuka jendela kamar, agar asap bisa keluar, begitu buka jendela segera asap membumbung tinggi ke luar sehingga menyulitkan saya untuk memadamkan api yang ada. Sial nya tabung pemadam kebakaran macet (gugup gak bisa di pencet keluar belakangan setelah selesai malah bisa keluar dengan baik). Maka senjata saya tinggal kain-2 basah dan air yang ada. Beruntung kamar pembantu saya depannya ada kran air, dan saya selalu menampung air malam hari, jadi pagi bisa dipakai untuk mencuci. Jadi saya lebih konsentrasi memadamkan bagian kanan dari kebakaran tsb. Cuma karena asap yang semakin banyak dan timbul ledakan-ledakan kecil dari busa kasur yang terbakar, maka saya dengan sisa suara yang ada (karena sudah kering terkena panas api yang membara) berteriak kepada istri saya untuk meminta bantuan hansip. Sial lagi repot-2 isi air di kran baru inget belum pipis bangun tidur, ngompolin aja di celana toh gak ada yg lihat lah, hahaha.

Kebetulan tgl 6-7 Oktober lalu saya baru saja memberikan THR kepada hansip-hansip di RW saya (rutin setiap tahun), sehingga mereka kenal saya dengan baik. Begitu mendengar rumah saya yang terbakar mereka segera datang pk 04.35 dan membantu sebisanya, jumlahnya sekitar 10 orang saya hitung.

Sambil menunggu hansip datang karena saya sudah gak mampu untuk memadamkan api sebelah kiri (karena tertutup pintu), maka saya hanya bisa menyiram pintu supaya basah terus dan api tidak membakar pintu (supaya tidak menjalar). Hal ini biasa pada peristiwa kebakaran dimana yang disiram itu sebetul nya bukan apinya tapi daerah sekitar nya supaya menjadi lembab dan tidak menjalar. Gawat nya justru di balik pintu itu ada kontener plastik tempat biasa pembantu-pembantu lama saya menaruh baju-baju nya, Kipas angin dan alat-2 dapur, tentu saja api menjadi terkonsentrasi disana dan asap menjadi hitam karena kali ini yang terbakar adalah plastik kontener. Sekarang harapan satu-2 nya adalah api tidak menjalar dan mati sendiri.

Begitu pasukan hansip datang maka pekerjaan menjadi lebih cepat, karena mereka yang sudah terlatih untuk memadamkan api, beberapa menggunakan air got untuk menyiram ke arah api, disini api tertimbun lumpur got, jadi tidak menyala lagi. Nah sisanya sebelah kiri di pamungkasi dengan tabung pemadam kebakaran milik RW. Wah akhirnya pk 05.05 kebakaran sudah selesai di padamkan. Tapi kerusakan yang terjadi cukup parah. Atap Gypsum saya rubuh dan melumatkan pipa-pipa pralon air saya yang menghubungkan WC saya di lantai 2. Ironis nya WC itu adalah WC kamar yang saya tiduri hari itu (saya tidur pisah dari istri dan anak, lebih banyak tidur dengan komputer disamping dan notebook serta berkas-berkas kantor). Sampai cerita ini saya ketik WC nya belum bisa dipakai dan saya terpaksa menaruh pispot utk sewaktu-2 kalau kebelet. Apes deh.

Nah selesai kebakaran hebatnya saya bisa nyalain lagi listrik saya, oh ya, di rumah pakai 3 fase, jadi 2 fase ternyata bisa nyala lagi tapi 1 fase gak bisa, berarti ada koslet di fase itu, gak heran sebab kabel nya aja gak tersisa barang 1. Jadi pk 0630 buru-2 saya telepon Pak Bambang, langganan tukang listrik saya menceritakan keadaan demikian, dan pk 0830 Pak Bambang dengan anak buahnya sudah datang untuk membereskan listrik bagian situ. Karena mau masuk masa lebaran maka saya berkeputusan untuk tidak melakukan perbaikan, paling saya memutuskan aliran-2 kabel yang terbakar. Jadi setelah di putus, fase ke-3 sudah bisa menyala kembali. Rumah saya sekarang listrik nya 95 pct sudah pulih, hanya 4 titik lampu yang tidak berfungsi. Nanti akan diperbaiki setelah masa lebaran lewat.

Nah kembali pada waktu kebakaran. Pada waktu hansip-2 sedang bantuin kebakaran, tiba-2 disebelah saya sudah berdiri seorang polisi yang tanya ini itu, misalnya apa penyebab kebakaran, siapa penyebab nya dan apakah asalnya dari kosleting listrik. Saya menjawab seadanya, yaitu penyebab kebakaran ada pembantu saya, buktinya ini yang terbakar sekarang adalah kamar tidur pembantu saya, penyebabnya sesuai keterangan pembantu adalah karena menyalakan obat nyamuk bakar. Dan bukan karena kosleting, karena kalau penyebabnya karena kosleting pasti lampu 1 kompleks padam, buktinya hanya lampu saya yang padam (karena dari awal aliran listrik PLN sudah saya putus). Untuk verifikasi, sekali lagi polisi menanyai istri saya yg hari itu menjaga di pintu luar supaya tidak ada orang lain yg masuk selain hansip. Jawaban nya sama, karena tidak ada yg berbohong untu kasus ini, lagian orang lagi sibuk madami api koq masih sempetnya nanya-nanya, bukan bantuin sekalian. Hasilnya begitu denger penyebabnya pembantu, tuh polisi ngeloyor pergi gitu aja, Heran juga logika nya mestinya tuh pembantu ditangkap yah, hehehe. Dia ogah kali karena pembantu ga ada duitnya.

Selesai Memadamkan api akhirnya kami pun beres-2 bersama hansip sampai pk 05.30 Diantaranya sisa ranjang yang berupa spiral-2 besi dikeluarkan dari kamar, hebatnya tidak terasa panas sama sekali. Jadi saya minta aja sekalian kepada para hansip untuk dikeluarkan semua barang-2 yang sudah terbakar. Habis itu saya kasih mereka uang terima kasih. Mereka juga bilang “beginilah pak kalau ingat-2 kepada kami yg mau lagi lebaran”, hehehe…Jadi mereka ingat saya dan mau bantuin maksudnya. Yah sudah lah, yang penting urusan sudah selesai, kebakaran tidak menjalar, dan hebatnya lagi kedua anak saya masih dalam posisi tidur nyenyak !!! Saya tidak mau membangunkan anak saya kalau kebakaran tidak menjalar, buat apa, malah tambah merepotkan, kecuali kebakaran merambat dan potensial bahaya, maka saya akan menyuruh mereka keluar rumah. Begini saja saya sudah kehilangan tabung gas LPG 1 buah. Padahal seingat saya semua tabung saya yang pindahin ke taman tengah, tapi ada aja yg embat, karena gelap kali. Seorang hansip mengaku sepatu nya rusak karena membantu memadamkan api, segera saya berikan sepatu kerja saya yang biasa saya pakai, toh sepatu tsb beli di Carrefour harganya Rp 59.900. Bisa saya beli lagi besok-besok. Cuma ada beberapa orang lari pagi aja yg nontonin koq, Pemadam kebakaran jangan kisah deh, diteleponin pun gak mau datang. Hebat kan Indonesia, hehehe. Semua harus diurus sendiri. Gak bisa andalkan orang lain.

Yah gitu deh kira-kira cerita dan perjuangan saya melawan api sendirian yang akhirnya dibantu hansip. Pk 05.45 saya baru sadar bahwa ternyata saya menderita luka-2 karena kebakaran tersebut, tangan kiri saya ada 2 baret bakar seperti tertimpa besi panas panjangnya 12cm. Mata saya kalau gak dilindungi Tuhan mungkin sudah buta karena kena bara api, 0,5 mm di bawah kelopak mata. Tangan Kanan kulitnya sedikit perih. Kaki kanan dan kiri kejatuhan bara api dan keinjak beling (kaca jendela pada pecah dan menimpa saya waktu saya sibuk memadamkan api sendirian). Tapi setidak-tidaknya semua selamat, baik jiwa dan rumah. Saya menggunakan Bio Placenton untuk penyembuhan luka bakar yang saya alami. 3 hari pertama saya jalan harus menyeret-nyeret kaki karena luka bakar yang saya alami lumayan bikin perih, apalagi kalau habis mandi. Mata saya susah melek 2 hari, tapi sudah mendingan sih, hanya jadi banyak kotoran di kelopak mata. Bibir saya hitam seharian dan kalau makan seperti sekalian makan norit (arang).

Beberapa hansip cukup salut dengan saya, karena berani berjuang melawan api sendirian dan dengan taktik yang baik, diantaranya menyirami pintu kayu terus menerus supaya pintu tidak terbakar, pintu nya sih tetap saja rusak. Panel copot, tapi beneran gak terbakar lho. Saya juga gak nyangka seberani itu. Mungkin pepatah ada benarnya yaitu DARI KETAKUTAN YANG SANGAT AKAN KELUAR KEBERANIAN YANG LUAR BIASA. Saya berani melakukan hal ini, karena rasa tanggung jawab saya yang besar terhadap rumah orang tua saya sendiri, dan kecintaan akan keluarga, dimana saya gak bisa bayangin kalau anak istri saya sedih karena tempat tinggal nya habis terbakar. Bahkan pada saat itu saya sempat berpikir kalau rumah terbakar habis saya rela menjadi martir ikut terbakar dengan rumah itu. Daripada saya harus mempertanggung jawabkan semuanya. Semua nya bisa terjadi, tetapi dengan dekat Tuhan kita pasti diberi kekuatan dan kesempatan untuk memperbaiki semua nya, termasuk tidak mendapat cobaan yang lebih berat lagi.

Saya sengaja tidak menempatkan foto kebakaran atau ruangan yang bekas terbakar agar tidak selalu mengingatnya. Hal-hal buruk tidak baik diingat terus menerus, karena apabila kita selalu mengingatnya maka berarti pikiran kita mundur, dan saya gak rela punya pikiran mundur hanya gara-2 seorang pembantu infal yang mungkin sakit jiwa. Bagi saya hanya menyia-nyiakan waktu dan tenaga.

Akhir Cerita : Belakangan kabar dari pembantu lama saya (di-hp oleh istri saya, karena mereka sudah pada mudik) tidak ada obat nyamuk bakar dalam kamar tsb Jadi apakah pembantu infal itu sengaja membakar kamar ? Wallahualam. Sekarang pembantu tsb hari itu juga sudah saya kembalikan ke mertua saya. Tuhan yang tau, Tuhan yang menghukumnya nanti. Bukan saya yang hanya manusia biasa……

Sunday, September 16, 2007

16 September 2007

Hari ini anak laki-2 badannya rada panas, panas dari kemarin malam tampaknya. Saya juga bingung ada apa gerangan padahal siang dan sampai malam dalam keadaan baik-2 saja. Mungkin sedang masa pertumbuhan jadi keluar panas. Kadang anak Batita begitu. Mau tumbuh gigi, rada panas, mau tumbuh badan, rada panas, mulai bisa bicara, rada panas, dll, dll.

Jadi, rencana keluarga mau ke Plaza Senayan pun bubar, jadi saya hanya mau ke Mangga Dua saja untuk ke Carrefour belanja RT. Itu pun cuma saya dan anak perempuan yg pergi. Mama jaga si dede.

Eh, tahunya tiba-2 pk 1000 panasnya hilang, seger-2 lagi, sambil ketawa-ketiwi. Jadi ahasil, si adik pun dibawa serta ke Mangga Dua. Malah dia yang paling dulu turun ke garasi. Saya pun segera menyiapkan segala sesuatu nya.

Sesampai di mangga dua pk 1300, kamipun makan siang dan mampir ke Tehe Mangga Dua Square. Resto Vegetarian yang satu ini memang diolah rada beda. Sehingga orang yang tadinya kurang suka vegetarian pun jadi bisa terima perutnya. Si kakak biasa sukanya makan nasi ayam kremes (ayam bo'ongan). Istri saya memesan Nasi Bebek (sesuai rekomendasi saya - bebek bo'ongan), dan saya yang menyusul (dari WC), pesan bubur Hongkong (bubur beneran). Setelah kami makan maka saya ke lantai dua melihat 1st Computer Square untuk melihat-2 harga HDD 320 Gb, disana adanya merk Samsung dan Western Digital, saya sih cocoknya pakai Maxtor. List Price nya Rp 865rb. Saya pun telepon ke toko langganan tanya harga HDD Maxtor 320 Gb, EIDE, RP 795rb. Yah saya booking aja deh HDD nya, besok hari Senin saya ambil. Lagipula kalau ambil hari ini saya masih gak ada Case nya. HDD ini akan saya pergunakan untuk membackup film sambunga silat yang didapat dari teman saya. Lumayan, 1 seri 800mb, saya lihat 1 judul ada 40 seri = 32 GB kira-2 (format SVCD). 3 judul aja bisa 96 Gb. Belum lagi Handycam saya sudah lumayan penuh, mungkin perlu 15 Gb untuk Backup. Sudah 110 Gb yah. Terus saya mau backup film-2 perang saya yang legendaris ke HDD karena saya sudah gak percaya lagi sama yang namanya CD (bisa jamuran, melengkung, error, dsb), kayaknya 320 GB bisa langsung penuh deh.

Cita-2 saya sendiri nanti kalau saya mau nonton film, nanti tinggal mencari di server, lalu akan diputar, bisa melalui HDD, atau bahkan WiFi Networking, wah keren kan, nontonnya ?? Yah dari mana lagi kalau bukan dari notebook, atau dari PC desktop. Jadi nanti mah udah gak ada kalau mau nonton sesuatu ubek-ubek koleksi CD dahulu. Sudah ketinggalan jaman lah. Sekarang kan dunianya digital.

Sesudah itu saya ke Carrefour bersama si kakak. Kakak bilang kalau dia mau cari ring basket untuk si adik. Saya sih OK saja. Masalahnya mau di gantung dimana ?? Tiangnya ga ada. Kalau mau paku tembok, kalau adik tambah tinggi, masak maku tembok lagi ?? Mmm, saya pikir, cari yang plastik aja, nanti telpel saja pakai plug ban. Biar beres dan gak pusing.

Eh, tiba-2 pk 1530 si adik badannya panas lagi, untung mamanya bawa tempra. Pk 1700 kami pun buru-2 pulang ke rumah. Acara pun berakhir.

Saturday, September 15, 2007

Liburan Awal Puasa di Ancol

Tanggal 14 September saya dan keluarga beserta seluruh pembantu menyempatkan diri untuk mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol. Seperti biasa setiap kali awal puasa dan Masuk Lebaran saya memberikan waktu untuk entertaintment pembantu, sudah 1 tahun kerja masak gak di kasih senang, sesuai dengan tradisi dari keluarga saya sejak kecil, kalau dulu ibu saya selalu ajak pembantu dan saya untuk pergi nonton ke bioskop, saya ingat waktu tahun 70an, kalau ga di Lokasari, Orient (mangga besar), terakhir di Kartini. Film nya biasa yang lucu-2 mdoel Doyok, Bagio, Ateng, dll. Pernah saya diajak nonton film Guna-Guna Istri Muda, wah takut juga, maklum saat itu saya masih umur 7 tahun.

15 September 2007

Sesuai rencana saya hari ini gak niat pergi jauh-2. Kami hanya menyempatkan diri makan di nasi ayam Apollo, lalu sewaktu membayar kami ngobrol cukup lama dengan pemilik resto Apollo tsb yang mungkin kebetulan lagi bete.

Sepulang dari Apollo, saya isi bensin mobil istri. Heran, sudah 10 tahun lebih bisa nyetir, tapi gak bisa isi bensin sendiri. Saya mesti 2 minggu sekali ke pom bensin, isi bensin, gak banyak sih, biasa paling 100rb (22,22 ltr).

Dari Isi bensin kami mampir ke ATM BCA yang besar, saya mau setor tunai (melalui mesin BCA), dan istri mau transfer. Si kakak seperti anak kecil lainnya menunggu di depan mesin mau bantu cabut-cabut struk ATM.

Eh keluar dari ATM si dede tertidur. Saya pun mampir ke Hero Supermarket untuk beli majalah. Saya suka beli majalah di Hero sebab kalau beli banyak bisa bayar pakai kartu kredit, walau pada akhir nya jarang saya lakukan, karena sekarang saya sudah banyak sekali potong anggaran untuk belanja majalah karena harga majalah yang semakin memberatkan kantong. Jaman dahulu dengan 100rb kita bisa beli majalah 1 tas, sekarang kadang hanya 2-3 majalah saja. Majalah-2 gak penting model donal bebek juga sudah lama saya lupakan. Saya tinggal membeli majalah Gatra / Tempo (setiap minggu) dan Intisari, CHIP / PC Media, Tabloid Kontan, dan Tabloid PC-Mild / PC Plus. Kadang saya membeli tabloid HP model SMS, Pulsa dsb, untuk taruh di kantor.

Selesai dari Hero, kami pun sekeluarga pulang ke rumah, saya gak ke kantor hari ini karena mau ngaso, wah males yah, jarang ke kantor terus, hahaha. Tenang deh, hari minggu saya datang koq.

Thursday, September 6, 2007

Mad about Cow

Pk 0500 saya sdh dibangunin istri, kebetulan memang tadi malam saya tidur rada "pagi" pk 0115, biasa sih jam 2-an. Jadi begitu jam 5 sdh langsung bisa bangun. Jam 0650 kami pun berangkat ke sekolah, sempainya di sekolah saya masih hrs menunggu anak saya di briefing di kelas.

Dasar anak kecil. Sudah diberi tau nomor bus nya msh saja tdk menyimak. Akhirnya di depan bus saya dan anak gelagapan. Bus nya ada 4. Yg mana ? Saya perhatikan pelan-2. Saya lihat teman-2 Anak saya pada naik bus A, yah saya tarik anak saya kesana saja. Ternyata betul, teman2 sekelasnya sudah berkumpul disana.

Pk 0730 Bus sudah mulai berjalan, dan setelah mendapat lembaran acara, saya baru tahu bahwa kami akan dibawa ke Cimory, kalau gak salah adalah Cisarua Mounting Diary, dimana sebetulnya adalah kegiatan outbound yang diselipi "Iklan Terselubung" mengenai susu Cimory ini (yang sudah mulai kelihatan di supermarket-supermarket, dari Hero s/d Carrefour).

Jam 10 pagi setelah meliwati jalanan yang cukup panjang dan macet, sampailah kami di peternakan Cimory, dimana kabarnya terdapat 150-an ekor sapi perahan. Melalui jalan yang berliku-liku dan rada menurun, saya sambil memegangi tangan anak saya sampai ke peternakan sapi nya dimana anak saya diberi kesempatan untuk memberi rumput langsung ke mulut sapi. Anak saya juga memperoleh kesempatan untuk memerah susu sapi langsung dari sapinya, diikuti oleh kawan-kawannya yg sangat ramai.

Berikutnya, setelah diberi kesempatan bermain di taman bermain nya (sambil mendengar keterangan mengenai pengolahan susu dan melihat anak sapi yang masih kecil), kami kembali naik bus dan dibawa ke Restaurant Cimory untuk makan siang, yang terdiri dari nasi, sosis (sapi), egg roll (sapi), sup (daging sapi) dan tentunya susu (sapi) rasa coklat atau strawberry. Sekali lagi disana ada taman bermain yang lebih mendingan daripada di kandang sapim sana. Sebelumnya kami juga diterangkan mengenai proses pengolahan susu Cimory sampai masuk ke dalam botol, dan sesudah makan kami disuguhi film mengenai Susu Cimory ini (yaa, kayak iklan lagi deh).

Jam 2 siang lewat, setelah naik bus lagi kami dibawa ke Puncak Resort, dimana disana anak-2 boleh memetik strawberry sepuasnya dan sekuat kantongnya, karena sekilo dihargai Rp 50rb, yg menurut saya cukup mahal sebab di pasar rumah saya, sekantong (250 gr) paling juga Rp 8.500. Cuma yah supaya anak saya senang maka saya mengajak anak saya memetik beberapa buah, yah dapat lah sebesek plastik, senilai Rp 16.000, berarti 300 gr lah kali yah. Jadi sehabis memetik strawberry ditimbang dan dikemas.

Saya sempat melihat beberapa orang tua murid dengan serakahnya megambil strawberry dalam jumlah banyak (sampai kardusan), ada beberapa murid juga gak kebagian. Saya cuma berpikir, jujur aja, kalau mau strawberry bagus mah beli saja di pasar. Ngapain metik disini, kelihatannya strawberry nya belum matang betul. Cuma itulah manusia. Selalu mau menang sendiri gak pikir sekelilingnya, padahal harusnya mereka sadar, besok-2 juga ketemu lagi di sekolahan.

Bagi saya dan anak saya memetik strawberry disini hanya rekreasi, besoknya anak saya membagikan straberry nya (yg jumlahnya gak sampai 30 butir) ke kawan-2 dan guru les nya.

Bagi saya memiliki teman lebih penting dari sekadar mempunyai banyak strawberry di rumah. Lagipula strawberry mah kalau sudah dipetik hanya segar selama 3 hari saja. Untungnya sekali lagi seserakahnya seseorang, dia hanya melihat luarnya. Mereka hanya memetik bagian luar pohon yang menjuntai, mereka lupa mencari bagian dalam nya. Saya pun bercanda dengan anak saya (sambil sedikit menghibur). "Rupanya Strawberry ini ngumpet di dalam pohon cuma supaya bisa dipetik sama kamu", saya berucap kepada anak saya. Anak saya yang tadinya sudah merasa kecewa pun tersenyum (terhibur). Seperti biasa, bagi manusia yang sudah biasa dalam hidupnya selalu bersyukur, selalu merasa Tuhan pasti menyisihkan rezeki untuk semua umatNya walau tidak sebesar yang didapat orang lain yang mampu memperolehnya lebih banyak.

Saya bukan Islam, bukan Kristen, bahkan mungkin banyak umat Budha yang tidak mengakui saya beragama Budha, tapi saya adalah orang yang sudah terbiasa bersyukur kepada yang diatas atas apa yang saya sudah bisa peroleh, siapapun Dia. Yang penting anak saya masih bisa memetik strawberry, kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan.
Intinya bukan terletak pada jumlah strawberry yang didapat, tapi moment nya bisa bersama saya bersama-sama bisa di kebun strawbery dan bisa punya kesempatan memetiknya.

Selesai bayar, saya merasa ada yg ga beres. Padahal saat itu cuaca masih terang. Tapi dasar sudah biasa menjadi alarm untuk keluarga. Saya segera mengajak anak saya untuk buru-2 kembali ke bus, padahal tadinya anak saya masih mau bermain di taman. Betul juga, 100m-an lagi dari bus tiba-2 gerimis dan turun hujan. Untnglah saya sampai ke bus, walau sempat kena guyuran gerimis sedikit, yang lain malah ada yang kena guyuran hujan. Maka Pk 1630 bus pun berangkat pulang kembali ke Jakarta.

Pk 1930 bus kembali ke arah sekolah, tapi kebetulan rumah saya diliwati, jadinya saya minta ijin ibu guru dan pak pengemudi bus untuk berhenti di depan rumah saya, sehingga istri saya gak perlu repot-2 lagi jemput kami di sekolah (karena sudah malam, dan istri gak bisa setir mobil malam hari). Jadi hari in9i berakhirnya petualangan kami, ayah dan anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun ikut darmawisata bersama sekolahnya Tahun 2007.

Wednesday, September 5, 2007

04 September 2007

Pusing yah, kalau lagi kerja, tapi pusing nya asyik juga, karena calon uang masuk kantong. Tapi uang belum masuk udah pusing baru deh namanya pusing duluan.

Contohnya hari ini, boleh dibilang kerjaan udah di depan mata, saya sudah pusing duluan, karena belum ada keputusan apa bisa jalan atau tidak. Mesti tunggu keputusan dari tempat tujuan. Yah akhirnya nunggu.... Nunggu..... Dan pulang, mudah-2an proyek bisa gool dan saya bisa pulang dengan tersenyum.

Oh ya, hari ini saya nyoba-in Nasi Campur Sedap Wangi, tapi saya coba Nasi Ayam Hainamnya, mumpung masih diskon 10%. Rasanya ? Mmmm, biasa aja sih, cuma memang karena dia taburin bawang putih goreng jadinya wangi nya kemana-mana.

Siang tadi sebelumnya saya coba Nasi Soto Pasar Baru, Buka di Mangga Dua tapi Merknya Pasar Baru, Ngga Tau ah, gelap. Yang penting makan saja. Toh rasanya lumayan enak, walau saya gak bisa bilang dua-duanya tadi sangat enak, sebab baik nasi hainam maupun soto istri saya juga sudah bisa buat sendiri, rasanya lumayan enak dan yang saya suka saya bisa makan tomat dan ketimun sepuasnya tanpa dijatah. Coba kalau makan di luar, ketimun cuma dikasih 2 potong, kalau minta lagi, paling dikasih 1 potong tambahan, Kalau dirumah bisa lah saya makan 1 batang ketimun sendirian, toh saya gak bakalan keputihan karena kebanyakan makan ketimun, itu mah urusan perempuan. Saya masih ingat waktu SD sayad engan polosnya berkata kepada kakak saya, "Pantesan orang Barat putih-putih abisnya banyak makan ketimun" Mereka mendengar itu tertawa terbahak-bahak, pasalnya barusa saya dengar kakak perempuan bilang jangan banyak makan ketimun nanti bisa keputihan. Polos..? Tolol ..?? Gak tau deh, makanya saya sekarang banyak menjaga kata-kata di depan anak saya, pernah saya kelepasan mengumpat "anjing Luh" Anak saya gak ngerti "Kenapa Pah ?" Tanyanya. Untung kebetulan di depan jalanan ada anjing liar lagi nyeberang, jadi saya langsung bilang, "Itu papa lihat anjing lagi nyeberang" hahahaha.

Pulang dari Kantor Jam 1830, ditelepon dengan kawan -2 untuk dijemput ngobrol dan pulang-2 jam 2245 membuat hari ini menjadi hari yang cukup melelahkan. Jadi demikian cerita untuk hari ini.

Monday, September 3, 2007

03 September 2007

Hari ini pagi-2 saya sudah bangun dan bersiap untuk naik taxi ke kantor sebab karyawan saya yg lagi hamil mau memeriksakan diri ke dokter. Yah saya sih sepanjang dikabari dulu sehari sebelumnya saya bisa siap-siap jangan saya tahu-2 diberitahu tidak masuk, nah kalau urusan lagi banyak bisa kelabakan juga.

Kenyataannya hari ini walaupun saya sudah datang yah lumayan lah, orang bilang yang namanya rejeki susah dikata, kadang ada kadang kagak. Saya menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit lagi, gak tau yah seneng banget koq kesana. Mungkin karena gampangnya cari aksesories komputer. Saya membeli Bluetooth Dongle Merk e-Pro dimana bluetooth ini menyenangkan sebab auto detect dengan WinXP SP2. Oh ya, untuk memperkuat benteng kantor saya, saya juga membeli MS WinXP Home Edition SP2 OEM. Saya beli karena saya juga ngeri lah kalau kapan-2 ternyata di periksa Windowsnya gak asli. Di Kantor sih komputer saya sudah pakai satu yang WinXP Professional Ori, yang satu lagi nih sudah saya beli WinXP Home saja.
Toh harga lebih murah dan saya gak pakai yang berat-2 urusannya. Kalau Word Processing saya mempercayakan kepada OpenOffice 2.1 sebab cukup lumayan lah dan gratisan. MS Office bagi saya terlalu mahal lagipula saya hanya perlu MS Word dan MS Excel nya. Sisanya tidak pakai. Kalau Microsoft mau jual 2 software itu saja dengan harga sama dengan MS WinXP Home, saya akan pikir-2 untuk beli deh.

Oh ya, hari ini saya akan menampilkan foto Bluetooth e-Pro yang saya dapatkan dengan harga Rp 60.000,-. Bentuknya keren sih mengingatkan saya pada Billionton.

02 September 2007

Hari ini adalah hari Minggu, semestinya menjadi hari yang menyenangkan, tapi kenyataannya saya kena sakit pilek, badan nya sangat dingin, anak perempuan dan anak lelaki saya kena batuk, tentu saja saya jadi sedih, rencana mau makan Ice Cream ke Outback malah jadi batal, sebel yah, hehehe. Terpaksa acara di tunda minggu depan. Semoga minggu depan semua sudah fit dan bisa makan ice cream favorit saya disana. Walaupun ice cream yang dipesan berupa ice cream ukuran anak kecil, cuma ukurannya sangat besar, kami makan berempat untuk menghabiskannya. Coba deh sekali-sekali, rasanya 1 porsi sekitar 30rb termasuk pajak lah. Sekalian sebetulnya saya tertarik untuk membeli PDA Keyboard Bluetooth. Sekarang saya menggunakan PDA Keyboard dengan menggunakan Infrared. Lumayan sih cukup sebetulnya, cuma posisi nya gak bisa fleksibel. Tadi sore saya tanya ke studioHP lagi ga ada stok (mereka ada nya merk OMIZ). Saya telepon ke C-Palm, eh, mereka ada merk Adapt. Jual Rp 800rb. Wuih, mahal juga yah. Dulu waktu beli keyboard Infrared ini harganya Rp 200rb saja koq. Jadi mikir-2 nih sekarang. Coba deh seminggu lagi pikir baik-2, jangan belanja terus lah ya. Nanti gak bisa bayar uang sekolah lagi.

Oh ya, tadi saya juga menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit dan Mangga Dua Mall. Jalan-2 doang sih cuci mata, gak belanja, cuma naik Mikrolet dengan Hanny dan pulang naik ojek sendirian. Keluar uang total Rp 10.000 saja, hahaha. Memang kalau awal bulan sebenernya saya paling malas belanja, sebab biasa sampai tanggal 10 pusat pertokoan pasti ramai dengan pengunjung, gak tau deh kalau masuk Bulan Puasa nanti.

Hari ini juga menjadi hari nya bakmi bagi saya. Sebab siang ini saya dibeliin istri bakmi Gajah Mada, malamnya sekali lagi dikasih makan Bakmi Gajah Mada. Wah, bisa sakit perut kalau seharian begini. Mungkin istri lagi malas masak kali, yah sudah lah. Amin saja. Cuma memang sudah lama sih saya gak makan Bakmi GM, belakangan 15 tahun terakhir kalau saya di Bakmi GM pesannya nasi sapi cah cabe. Saya ingat dulu waktu jaman SD Th 80-an Bakmi GM masih sedia nasi dan sayur a'la carte, seperti favorit saya kodok goreng, mun tahu dsb, entah mungkin karena selera pasar yang berkurang jadi Bakmi GM menghilangkan layanan tsb.

Dari kemarin sampai hari ini saya lagi getol latih anak saya mengoperasikan komputer. Di sekolahnya nanti akan dilatih Print Shop, cuma saya pikir rasanya itu guru terlalu serius. Saya mulai mengajarinya bukan dengan PrintShop tapi dengan Disney Print Studio, dalam hanya 1 jam anak saya sudah gak bisa lepas dari komputer karena sudah sibuk mencetak bermacam-2 motif, misalnya coloring book, calendar, dan Greetings Card. Kalau dia langsung dikasih PrintShop kasihan, terlalu formal. Sekarang sudah mulai belajar mengetik dengan MS Word di sekolahnya. Saya pikir untuk apa anak SD kelas 1 diajarin begituan...? Mau jadi sekretaris..? Kayknya belum pada tempatnya deh, apa jangan-2 nanti kelas 2 SD sudah disuruh bikin tesis lagi. Konyol yah. Jaman dulu waktu SD rasanya saya damai deh, memang kelas 1 SD sudah diajari Bahasa Inggris tapi tidak sekonyol sekarang yang sudah ada IPs dan IPA, what for..?? Bagi saya yang penting SD kelas 1 sudah bisa membaca dan menulis lancar. Matematika sudah bisa tambah dan kurang, SD kelas 1 akhir baru mulai diajari perkalian sederhana. Kelihatannya sekarang semua sekolah maunya instan, sampai guru kelas 1 SD pun kasih materi sekolah dalam bentuk fotocopy !! Mmm Interesting.

Guru sekarang juga sudah beda. Gak banyak ngajar, jadi masuk sekolah banyakin latihan saja. Kayaknya anak-2 sekarang disuruh belajar sendiri di rumah atau les deh. Sebab saya dengar ada beberapa orang tua mengeluh, jawabannya hanya 1 yaitu di les kan saja !!!

Tidak heran guru les anak saya juga mengakui mutu pendidikan dari tahun ke tahun makin jelek saja. Apalagi sekarang ada mata pelajaran Bahasa Mandarin, wah menurut saya sih anak kecil gak perlu lah belajar begitu-begitu. Kalau perlu belajar, gak perlu gak belajar. Yang penting Bahasa Inggris, kenapa ? Karena bahasa Inggris merupakan bahasa yang dipakai dimana-mana. Buku pun lebih banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris bukan bahasa lain. Buku adalah sumber minat dan ilmu. Saya kasihan melihat anak saya baru masuk sekolah sudah langsung stress dan sekarang lebih banyak mukanya kecut kebanding gembira. Maka saya memaksakan diri meluangkan sisa waktu saya untuk bermain bersama anak-2. Walau hanya sejam tapi sangat berharga sekali. Kalau tidak kerjaannya belajar terus, belajar lagi, dan istirahat. Mereka lupa akan namanya layang-layang, mereka juga lupa akan kebersamaan, merujak bersama, bahkan makan 1 meja dengan keluarga. Malah saya lihat sehari-hari lebih sibuk dari saya yang kerja nya rada santai (karena sudah saya atur sedemikian rupa). Kasihan, kasihan, generasi ke belakang adalah generasi stress.......

Malam ini setelah menemani main anak lelaki saya yang kecil (lagi suka-suka nya main dengan saya, sebab bisa dibawa badung gak kayak mamanya yang kaku, hahaha) saya bersiap-siap untuk menonton terusan film yang berjudul "Nomad". Sebuah film yang menceritakan keadaan di Khazakstan beberapa abad yang lalu dengan salah satu pemerannya adalah Jason Scott Lee. Saya belum tahu banyak sejarah Khazakstan sepanjang yang saya tau mereka mempunya seorang pahlawan yang bernama Atilla, disebut-sebut sebagai Atilla The Hunt, dan konon sangat ditakuti oleh Pasukan Romawi, mungkin karena keganasannya berperang.

Sebetulnya cita-2 saya masih ada satu lag, yaitu ingin mendokumentasikan semua film perang yang saya miliki, dari jaman dahulu kala misalnya jaman Alexander The Great sampai jaman perang Irak. Masuk ke dalam 1 Hard Disk ukuran besar, taruhlah sekitar 500 GB, jadi kalau mau nonton lagi tinggal putar saja HDD tersebut. HDD kekeran saya adalah Mybook by Western Digital. Cuma mau belinya belum sempat, wong dokumentasi filmnya juga belum sempat. Yang sudah kesampaian baru dokumentasi kumpulan VCD Education model Discovery Channel dan National Geographics, lalu ada lagi beberapa cuplikan dari MetroTV misalnya War and Civilizaton, Biography dll. Cita-2 kedua yang sudah kesampaian adalah mendokumentasi kumpulan MP3 saya walaupun masih jauh dari sempurna, karena ada beberapa MP3 yang masih belum terkumpul dalam satu kelompok. Misalnya kumpulan Paul McCartney yang masih terpisah di beberapa directory. Kalau sudah kekumpul semuanya pasti cantik deh, mau denger lagu apa tinggal searching and copy ke memory SD Card untuk didengar dengan iPAQ saya. Sorry, I have no iPOD, I don't like it because it doesn't flexible.
Oh ya, mau lihat standing HP saya yg terakhir ? Kebetulan saya pencinta The Simpsons sebelum The Simpsons Movie datang. Saya penikmat The Simpsons semenjak dia main di RCTI belasan tahun yg silam. Setelah itu saya mengkoleksi DVD Originalnya untuk Season 1 dan 2, tapi sisanya saya beli bajakn deh, kantongnya gak kuat juga lama-2 kalau beli originalnya terus. Saya juga pencinta Futurama (juga karya Matt Groening), dengan karakter konyolnya si Bender, yang suka nyopet itu. Sayang sampai sekarang saya belum peroleh season 5 nya.

Kalau The Simpsons saya sukanya gaya sindirannya yang typical banget sama kehidupan sehari-hari, misal dalam The Simpsons Movie tampak masyarakat sangat masa bodo dengan isyu lingkungan, kasihan Green Day sampai kecebur di sungai waktu konser, karena disambiti penonton waktu ingin menyinggung soal Lingkungan, irosnisnya dalam masyarakat yang menyambit itu banyak guru-2nya Bart dan Lisa, misalnya sang kepala sekolah yang veteran Perang Vietnam itu dan Mrs. Krappabel.

Serial The Simpsons yang cocok ditonton anak-2 (juga anak-2 saya) hanya season 1-3, sisanya sebaiknya ditonton oleh orang dewasa atau minimal oleh anak diatas 13 tahun, sebab sudah menjurus ke masalah sosial kebanding masalah keluarga. Homer digambarkan makin hari makin dungu dan Bart yang semakin parah kelakuannya, apalagi semenjak Bart kenalan dengan 3 anak jalanan (sorry ya, saya rada lupa nama-namanya), yang kadang ngajak Bart nyopet di mini market nya Apu. Bahkan saya memperoleh serial The Simpsons (Never Seen On TV) dimana Homer dan Marge bugil berdua bahkan ML di taman ria !!!

Saya dan anak mempunyai kegemaran sama dalam menonton serial The Simpsons ini, yaitu selalu menunggu apa yang terjadi di setiap pembuka The Simpsons dimana mereka mulai berkumpul di Sofa untuk menonton TV, ada saja kejutan di dalamnya, misalnya Tiba-2 mereka menjadi monster atau kepala nya tertukar, atau lagi duduknya terbalik, kreatifitas yang cukup jenius. Belum lagi tulisan Bart di papan tulis pada awal pembukaan nya. Tulisannya konyol-2. Saya jadi ingat dulu waktu SD sering dihukum tulis di papan tulis seperti itu.

01 September 2007

Bulan Baru…..
Saya baru tidur Jam 04 pagi !!! Karena ada kesalahan dalam menginstall driver Monitor baru, sebenernya bukan driver nya yang salah, tapi mata saya yang salah tidak menyadari bahwa contoh movie yang saya pasang setelah mengupdate driver baru adalah menggunakan file format WMV untuk PocketPC. Tentu saja saya panik koq hasil nonton Movie nya jelek banget. Biasanya saya mengcapture movie dengan format MPEG-2 SuperVCD. Ahasil, sampai jam 4 pagi saya tidur capek bener kutak-katik mana kesalahannya.

Pk 10.00 dibangunin istri, “Gimana nih, katanya mo ajak ke Citraland” hahaha…. Anak-2 sudah pada bangun, malah pada ikut bangunin saya. Kepala masih pusing. Tapi toh janji harus ditepati lah, anak perempuan saya sudah pengen banget jalan-2 sebab mungkin stress belajar terus sepanjang hari sekolah. Jam 13.00 pun saya bersiap berangkat rame-2 makan siang dulu. Kami berlabuh di Ayam Goreng Tulang Lunak Hayam Wuruk, sungguhan lho, saya belum pernah mampir sebelumnya, baru kali ini. Saya pun pesan hanya ayam goreng 2 potong, dan Bandeng Bungkus Sarang dan sayur asam 1 mangkok berdua dengan istri. Wah, bandeng nya aja gak habis sampai akhirnya setengah saya bungkus bawa pulang. Ayam Gorengnya sih lumayan, tulangnya bisa dimakan semua, tapi koq gak ada rasa yah..?? Mmmm makannya mesti pakai sambal dan kecap, istri saya juga pakai kecap manis untuk ada raanya. Sayur Asam hanya saya pakai untuk siram nasi saja, karena memang kalau makan gorengan saya suka nasi yang rada basah.

Selesai dari Ayam Bakar Tulang Lunak, kami pun berangkat ke Citraland. Bodo amat namanya sekarang diganti jadi apa, pokok nya saya dari dulu ngomongnya citraland. Sampai di sana kami parkir di Lantai 3, dan tujuan pertama adalah ke WATSONS. Wah saya suka kesana sebab banyak barang yang lucu-2 untuk dilihat, tapi saya bukan orang yang maniak belanja koq, Cuma lihat-2 saja. Cuma nemenin istri dan anak beli body wash dll.

Dari Watsons, anak perempuan saya mau makan es krim katanya, kami pun berjalan ke Popeye. Disana anak perempuan pesan es krim, anak laki menyusu, dan saya malah pergi keluyuran sendiri ke gramedia dan sekitar nya. Saya masuk ke gramedia, koq depannya lapang yah, rasanya dulu banyak yang jualan, seperti pulpen, tas dan lain-2. Saya lihat ke seberangnya Starbook Reading juga sudah tidak ada, entah pindah atau tutup. Lalu saya HT istri saya, bahwa saya langsung ke Toko Buku Gunung Agung.

Di Gunung Agung malah saya ketemu buku (lagi), waduh, ada buku bagus tapi kalau yang kemaren beli aja belum dibaca habis, gimana nih, yah udah deh beli aja dulu, baca kan bisa kapan aja. Jadi saya beli Buku Band Of Brothers by Stephen Ambrose. Buku ini sudah di film kan oleh HBO dan di produseri oleh Tom Hanks. Dan kalau gak salah jadi salah satu mini seri di HBO yang paling populer. Sebetulnya saya pengen deh beli DVD Ori nya, Cuma koq gak sempat-2 yah, lagipula mahal buanget, Rp 600rb. Mending beli buku nya saja. Sebelumnya saya juga sudah membeli tulisan Stephen Ambrose lainnya yaitu Citizen Soldier, kedua-dua buku ini diterbitkan oleh Yayasan Obor (http://www.obor.or.id/) Wah terima kasih Yayasan Obor yang mau menterjemahkan ke-2 buku terkenal ini, semoga buk-2 Stephen Ambrose yang lain juga di buatkan versi Indonesianya. Versi Inggrisnya sih sudah banyak disini, Cuma harga nya ……

Buku ke-2 yang saya lirik adalah “Neraka di Stalingrad”, kisah pasukan Jerman yang menyerang Rusia di tahun 1941, di dalam buku ini banyak berisi surat-2 pasukan Jerman yang menceritakan keadaan di sekitar penyerangan Stalingrad. Buku ini di susun oleh Franz Schneider dan Charles Gullans. Ini mah cepat, 30 menit baca juga habis.

Dari Gunung Agung, peta berpindah ke World Of Music, di toko ini kadang memang kita menemukan musik atau film yang kita tidak sadari ada di toko-2 lain. Alangkah senangnya saya karena saya ketemu dengan film “The US vs John Lennon” Selama ini yang saya lihat hanya soundtrack nya saja, film nya tidak main di bioskop, malah kayaknya tidak ada yang mau bajak. Ga papa sih, sudah dapet ori-nya gak pusing lah, toh VCD gak terlalu mahal. Kalau beli yg Original sih biasa saya beli VCD atau kaset saja, trus kalau mau di bikin jadi CD Audio atau DVD yah bikin sendiri lah. Hasil memang gak sebagus DVD Original / Bajakan, tapi toh saya gak nonton dekat-2 TV, kalau dari jauh sih hasilnya menurut saya biasa-biasa saja. Cukup lah, yang penting inti cerita nya bukan mutu gambar yang saya tekankan.

30 Agustus 2007

Tanggal 30 Agt 2007 kemaren saya menyempatkan diri mencoba AYOLA Café Internet di Mangga Dua Square Lt. 2 Blok B. Tarifnya Rp 4.000 / jam untuk LCD 17" dan Rp 10.000 / jam untuk LCD 32", gak mahal yah ?? Menurut saya ok sekali, coba bandingkan dengan apabila kita menggunakan Internet Mobile, taruhlah Wimode saya Rp 125,00 + PPN 10% per menit = Rp 137,5 /menit. Bila 1 jam = 60 menit terhitung Rp 8.250 /jam. Dua kali lipat men... Bedanya dengan Wimode data-2 yg saya surfing lebih bisa bersifat privacy. Kebanding kalau di tempat umum yah.

Cara pembayarannya cukup menarik, yaitu kita harus membayar dimuka dahulu untuk berapa lama misalnya, jadi kemarin saya coba 1 jam, maka saya bayar Rp 4.000 dan mendapat struk semacam voucher dimana kita nanti mengisi user name dan password. Setelah itu nanti timer berjalan. Kemarin siang sih jam 12-an saya cuma ber empat dengan pengunjung lain. Koneksi nya lumayan cepat lah. Entah yah kalau semua komputer terisi. Lihatnya sih ada 150-an PC tersedia.

Lalu saya mau bahas mengenai tabung gas LPG dari pemerintah (yg diberikan gratis untuk rumah sederhana). Istri saya tertarik untuk mendapatkan 1 buah. Sebab di ruma lama kompor saya jarang dipakai. Untuk stand by LPG yang 12 kg kan sayang, bisa-2 1 tahun baru habis. Jadi di daerah dekat rumah saya cari-2 info mengenai keberadaan tabung. Ternyata bagi yg gak biasa pakai gas banyak yang menjual tabung tsb ke agen-agen. Jadi saya ditawari orang sekitar Rp 125.000. Lumayan jadi duit, katanya. Saya tadinya tertarik mau bayarin satu untuk tau kwalitasnya dan mau pake, cuma saya harus mencari tau dulu dimana tempat menukar / mengisi ulang gas LPG tsb.

Thursday, August 30, 2007

Jip Bobrok Siapa Punya ?

Ini jip koq kasihan banget, udah bobrok, kuno, ditinggal gitu aja kali sama pemiliknya, lihat deh ban nya itu lho sampe kempes. Kalau yang punya tega, beresin dikit-2 lah, minimal rodanya gak gepeng, lalu rapihin dikit, saya yakin biaya nya gak mahal-2 banget, atau jangan-2 pemiliknya malah sudah almarhum ?

29 Agustus 2007

Udah deket gajian nih, maksudnya waktunya menggaji karyawan, bukannya waktunya terima gaji. Paling pusing kalau punya usaha sendiri, mau punya karyawan banyak-2, belum tentu kuat gajinya. Kalau untungnya lagi cukup untuk bayar gaji, lha kalau usaha lagi sepi malah akhirnya tekor, makanya kalau lagi untung lumayan mesti disimpan, jangan dibelanjain macam-2 nanti kalau lagi usaha sepi jadi ada dana untuk gaji karyawan. Pelajaran dari Sun Tzu, sebelum kita berangkat perang prajurit harus kenyang dahulu. Kita tidak bakalan bisa berperang dengan prajurit yang kelaparan. Kira-2 gitulah menurut si Oom Sun Tzu ini (Bacanya Sun Ce). Saya paling anti sama yang namanya bayar gaji telat, malah pernah saya mau pergi keluar kota, gaji nya saya bayar di muka (biasa tgl 30-31 saya sudah bayar tgl 26), karena waktu itu perkiraan saya pulang lagi tanggal 4-an. Untung lah selamanya saya selalu memperoleh karyawan yang baik dan jujur. Mereka bahkan selalu berusaha untuk mendapatkan omzet sebanyak-banyaknya. Cuma yang susah itu proses seleksi karyawan. Dalam proses seleksi karyawan ini saya tidak mengenal KKN, biar kenal kalau tampang dan potongannya meragukan, pasti tidak akan saya pakai. Sebaliknya kalau saya tidak kenal tapi saya lihat potongannya rajin dan giat bekerja, akan saya hire hari itu juga. Mungkin negara ini kebanyakan KKN maka banyak urusan yang gak beres. Memang kadang KKN itu berbahaya, tapi kadang KKN itu perlu juga sebagai ongkos politik.Seperti misalnya ada sepupu yang mau kerja, kita terima dengan pertimbangan supaya mamanya (bu'de) gak gak marah sama mama saya. Untung lah saudara-2 dan handai taulan saya kelihatannya hidup lebih subur dari saya, jadi saya gak merasa kebebanan model begituan, hihi

Nah, gimana yah kegiatan istimewa hari ini ?? Mmm, kayaknya ga ada tuh, sebab memang kondisi usahanya lagi sepi, malah mungkin disebabkan karena hari ini Jasa Marga secara mendadak menaikkan tarif Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang konon tarifnya gila-2an. Saya sih gak tau persisnya berapa, tapi baca di koran sih katanya ada yang sampai 3 kali lipat. Ahasil pintu tol jadi macet karena pengemudi menyiapkan uang kurang dari semestinya, jadi di tempat saya terasa sepi..??? Mmmm gak tau juga yah, abisnya setahu saya sih jauh. Cuma memang 2-3 bulan terakhir ini boleh dibilang masalah nya cukup banyak, dari minyak goreng, minyak tanah, kolong jembatan Tol
Terbakar, dan terakhir yang ini. Belum lagi US Dollar yang tiba-2 dari Rp 9.000-an menjadi Rp 9.450, gak heran kondisinya jadi sepi dah. Pengalaman saya sih biasa kalau US Dollar gak stabil (naik atau turun), usaha saya jadi sepi. Cuma bagi saya kalau usaha sepi bukan bencana, malah mungkin ini rencana dari Tuhan bahwa ini waktunya untuk refreshing dan mwnyisihkan lebih banyak waktu dengan keluarga (istri dan anak). Atau malah mungkin pertanda untuk saya ambil rehat untuk rekreasi sebentar, hihi. Karyawan yang lagi bengong saya kasih kerjaan-2 ringan supaya otaknya gak karatan, seperti yang laki (biasa memang tugas lapangan) saya beri titah untuk menyebar brosur ke kantor-2 sekitar (radisu 2-5 km). Yang perempuan saya cetakin kartu nama (kartu nama saya bikinnya masih pakai printer nih) dan saya titah kan untuk memotong dengan alat pemotong kertas. Yang satu lagi saya titah kan untuk menghitung kembali buku kas. Saya sendiri..?? Menyiapkan bahan-2 untuk di titah, plus menyiapkan tagihan ke langganan yang biasanya ditagih akhir bulan ini atau awal bulan depan. Jadi tidak ada kata nganggur. Jam 3.30 siang saya lihat masih gitu-2 aja, ya udah deh saya minta karyawan yang punya motor untuk boncengin saya pulang ke rumah, nanti ongkosnya saya ganti, lumayan kan tambahan buat ybs. Sorry Ojek man, today is not your day.

Tapi saya belum ketemu anak, jam 10 malam baru saya sampai rumah bertemu anak-2. Anak perempuan saya tidurnya sekarang jam 11 malam sejak sekolah SD, kasihan, hanya ketemu dengan saya 1 jam. Begitu waktunya tidur, dia minta saya menggosokan giginya, saya tau bukannya dia malas, tapi hanya manja saja kalau ketemu saya, malah masih merayu saya untuk main games NEMO di PC. Tentu saja mamanya ga setuju tuh, hahaha. Yang kecil..?? Wah sampai jam 1 pagi saja masih belum tidur, lagi suka nonton Barney yang kalau nyanyi, "If You Happy then you know clap your hands..." Wow, saya disuruh nyanyi dan tepuk tangan, stand my feet, and shout huraayy... Sampe capek rasanya, kalau berhenti pasti disuruh lagi. Bahkan lagi mau sikat gigi, baru juga taruh odol, tangan saya sudah ditarik keluar lagi dan disuruh nyanyi sambil bertepuk tangan. Waduh. Jam 1 sih tuh anak belum tidur, saya buru-2 kabur ke ruang pribadi saya untuk beristirahat dan merekam kembali serial Rome 2nd Season part 7-8. Ceritanya masih seputar Octavianus yang masih bersekutu dengan Mark Anthony, berarti kayaknya nanti cerita Mark Anthony kalah di Season 3. Sebab penggarapannya lambat, eh koq film miniseri sekarang gawat-2 yah ? Kadang ada porno nya lho... Dasar sukanya sejarah yah nontonnya ginian, gak cocok deh sama model Desperate Housewives, hehehe, denger aja dari istri ceritanya.

Tuesday, August 28, 2007

28 Agustus 2007

Malam ga bisa tidur, maklum blm menyesuaikan diri dengan tempat baru, lagipula karena datang pk 10 malam, pasang ac masih panas. Jadilah saya nonton Serial Rome 2nd Season Seri 1-3 sambil defrag hdd notebook saya sampai pk 2 pagi barulah saya tertidur, pagi-2 jam 7 pembantu saya sudah mengetuk pintu kamar, menanyakan makan pagi. Saya pun pesan nasi tim Rp 7.000 plus ketan kuning 2 buah @ Rp 1.000.

Pk 08.00 saya surfing sebentar dgn wimode, wah kali ini koneksi bagus, 15 menit saya bisa raup 3 mb. Kira2 setara dengan cbn dial-up di hari minggu. Selesai surfing sayapun beres-2 mandi dan berpakaian bersiap menuju kantor. Pk 10.00 saya berjalan kaki keluar rumah langsung ketemu bajaj liwat, udah deh daripada pusing-2 langsung saja kutawar tuh bajaj, 8ribu katanya, 6ribu deh kataku, ya udah, 7ribu kata si abang, udah deh kasihan aku sama si abang, pikir-2 dia pasti juga ada anak istri lah yg mesti dia tanggung. Kaget ??? Jangan kaget, semenjak rumahku ada busway (bikin jalanan macet) dan depannya pasar, saya lebih suka ke kantor naik bajaj atau ojek, dengan alasan :
1 Supaya mobil saya jangan ditambah lagi lecetnya,
2 Irit BBM, sebab dgn mobil sendiri saya harus macet2an di jalan dan kemungkinan habis 1-2 liter BBM.
3 Mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, kalau 100 orang seperti saya berarti di jalanan berkurang 100 mobil, jadi kemungkinan padat bisa dihindari.
4 Dengan bajaj / ojek saya jalan bisa lawan arah, jadi perjalanan bisa lebih cepat, dgn mobil sendiri 15 menit, dgn bajaj/ojek cuma 5 menit, asyik kadang2 bisa sikat jalur busway, coba kalau mobil saya sendiri yg sikat jalur busway, pasti udah kena "tilang" polisi, kalau bajaj/ojek, mana mau sih polisi urusan sama yg gituan.
5 Hitung-2 bantu ekonomi rakyat lah, daripada mereka jadi kriminil, mending jadi ojek langganan saya, hehe.

Toh saya sudah cukup mendapat 4 (1-4 alasan diatas) manfaat dgn menggunakan ojek/bajaj, berarti sudah cukup adil dong. Cuma terus terang, saya lebih suka naik bajaj sih kebanding ojek, sebab kalau lagi apes ketemu sama sopir ojek yang mirip Valentino Rossi kalau lagi mengoperasikan motornya, sampe dalam hati saya mengucapkan banyak-2 doa selama dibonceng, lumayan, ada waktu untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, hi hi hi.

Udah deh, sekian dulu cerita saya sampe disini, sampai ketemu di artikel berikut.

Blog ini saya tik dengan menggunakan Toshiba PocketPC E-800 setelah itu saya upload ke notebook baru ke blogger.