Thursday, September 6, 2007

Mad about Cow

Pk 0500 saya sdh dibangunin istri, kebetulan memang tadi malam saya tidur rada "pagi" pk 0115, biasa sih jam 2-an. Jadi begitu jam 5 sdh langsung bisa bangun. Jam 0650 kami pun berangkat ke sekolah, sempainya di sekolah saya masih hrs menunggu anak saya di briefing di kelas.

Dasar anak kecil. Sudah diberi tau nomor bus nya msh saja tdk menyimak. Akhirnya di depan bus saya dan anak gelagapan. Bus nya ada 4. Yg mana ? Saya perhatikan pelan-2. Saya lihat teman-2 Anak saya pada naik bus A, yah saya tarik anak saya kesana saja. Ternyata betul, teman2 sekelasnya sudah berkumpul disana.

Pk 0730 Bus sudah mulai berjalan, dan setelah mendapat lembaran acara, saya baru tahu bahwa kami akan dibawa ke Cimory, kalau gak salah adalah Cisarua Mounting Diary, dimana sebetulnya adalah kegiatan outbound yang diselipi "Iklan Terselubung" mengenai susu Cimory ini (yang sudah mulai kelihatan di supermarket-supermarket, dari Hero s/d Carrefour).

Jam 10 pagi setelah meliwati jalanan yang cukup panjang dan macet, sampailah kami di peternakan Cimory, dimana kabarnya terdapat 150-an ekor sapi perahan. Melalui jalan yang berliku-liku dan rada menurun, saya sambil memegangi tangan anak saya sampai ke peternakan sapi nya dimana anak saya diberi kesempatan untuk memberi rumput langsung ke mulut sapi. Anak saya juga memperoleh kesempatan untuk memerah susu sapi langsung dari sapinya, diikuti oleh kawan-kawannya yg sangat ramai.

Berikutnya, setelah diberi kesempatan bermain di taman bermain nya (sambil mendengar keterangan mengenai pengolahan susu dan melihat anak sapi yang masih kecil), kami kembali naik bus dan dibawa ke Restaurant Cimory untuk makan siang, yang terdiri dari nasi, sosis (sapi), egg roll (sapi), sup (daging sapi) dan tentunya susu (sapi) rasa coklat atau strawberry. Sekali lagi disana ada taman bermain yang lebih mendingan daripada di kandang sapim sana. Sebelumnya kami juga diterangkan mengenai proses pengolahan susu Cimory sampai masuk ke dalam botol, dan sesudah makan kami disuguhi film mengenai Susu Cimory ini (yaa, kayak iklan lagi deh).

Jam 2 siang lewat, setelah naik bus lagi kami dibawa ke Puncak Resort, dimana disana anak-2 boleh memetik strawberry sepuasnya dan sekuat kantongnya, karena sekilo dihargai Rp 50rb, yg menurut saya cukup mahal sebab di pasar rumah saya, sekantong (250 gr) paling juga Rp 8.500. Cuma yah supaya anak saya senang maka saya mengajak anak saya memetik beberapa buah, yah dapat lah sebesek plastik, senilai Rp 16.000, berarti 300 gr lah kali yah. Jadi sehabis memetik strawberry ditimbang dan dikemas.

Saya sempat melihat beberapa orang tua murid dengan serakahnya megambil strawberry dalam jumlah banyak (sampai kardusan), ada beberapa murid juga gak kebagian. Saya cuma berpikir, jujur aja, kalau mau strawberry bagus mah beli saja di pasar. Ngapain metik disini, kelihatannya strawberry nya belum matang betul. Cuma itulah manusia. Selalu mau menang sendiri gak pikir sekelilingnya, padahal harusnya mereka sadar, besok-2 juga ketemu lagi di sekolahan.

Bagi saya dan anak saya memetik strawberry disini hanya rekreasi, besoknya anak saya membagikan straberry nya (yg jumlahnya gak sampai 30 butir) ke kawan-2 dan guru les nya.

Bagi saya memiliki teman lebih penting dari sekadar mempunyai banyak strawberry di rumah. Lagipula strawberry mah kalau sudah dipetik hanya segar selama 3 hari saja. Untungnya sekali lagi seserakahnya seseorang, dia hanya melihat luarnya. Mereka hanya memetik bagian luar pohon yang menjuntai, mereka lupa mencari bagian dalam nya. Saya pun bercanda dengan anak saya (sambil sedikit menghibur). "Rupanya Strawberry ini ngumpet di dalam pohon cuma supaya bisa dipetik sama kamu", saya berucap kepada anak saya. Anak saya yang tadinya sudah merasa kecewa pun tersenyum (terhibur). Seperti biasa, bagi manusia yang sudah biasa dalam hidupnya selalu bersyukur, selalu merasa Tuhan pasti menyisihkan rezeki untuk semua umatNya walau tidak sebesar yang didapat orang lain yang mampu memperolehnya lebih banyak.

Saya bukan Islam, bukan Kristen, bahkan mungkin banyak umat Budha yang tidak mengakui saya beragama Budha, tapi saya adalah orang yang sudah terbiasa bersyukur kepada yang diatas atas apa yang saya sudah bisa peroleh, siapapun Dia. Yang penting anak saya masih bisa memetik strawberry, kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan.
Intinya bukan terletak pada jumlah strawberry yang didapat, tapi moment nya bisa bersama saya bersama-sama bisa di kebun strawbery dan bisa punya kesempatan memetiknya.

Selesai bayar, saya merasa ada yg ga beres. Padahal saat itu cuaca masih terang. Tapi dasar sudah biasa menjadi alarm untuk keluarga. Saya segera mengajak anak saya untuk buru-2 kembali ke bus, padahal tadinya anak saya masih mau bermain di taman. Betul juga, 100m-an lagi dari bus tiba-2 gerimis dan turun hujan. Untnglah saya sampai ke bus, walau sempat kena guyuran gerimis sedikit, yang lain malah ada yang kena guyuran hujan. Maka Pk 1630 bus pun berangkat pulang kembali ke Jakarta.

Pk 1930 bus kembali ke arah sekolah, tapi kebetulan rumah saya diliwati, jadinya saya minta ijin ibu guru dan pak pengemudi bus untuk berhenti di depan rumah saya, sehingga istri saya gak perlu repot-2 lagi jemput kami di sekolah (karena sudah malam, dan istri gak bisa setir mobil malam hari). Jadi hari in9i berakhirnya petualangan kami, ayah dan anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun ikut darmawisata bersama sekolahnya Tahun 2007.

No comments: