Saya sebetulnya sudah merasakan adanya tikus semenjak sering mendengar suara krasak-krusuk di belakang kontener buku saya waktu saya membuka laci koleksi donal bebek saya. Hal itu dipertegas dengan 11 Oktober malam istri saya menyaksikan sendiri sang tikus ada diatas meja makan sedang menyantap sisa makanan yang ada. Istri saya sudah baik-2 menyuruh sang tikus keluar rumah dengan menyodok-nyodok, eh malah si tikus sembunyi ke dalam kontener buku saya lagi.
Paginya istri menceritakan kepada saya perihal tamu tersebut. Berhubung istri lagi hamil (lagi) dan tidak ada pembantu maka saya berencana mengeluarkan tikus tsb dari rumah dengan kondisi sbb : 1 Tikus tidak boleh dibunuh dengan racun dsb, karena akan menimbulkan bangkai 2 Tikus tidak boleh pakai lem gajah sebab sulit untuk melepaskan nya kembali ke alam.
Jadi solusi nya sesuai kesepakatan bersama adalah, kami akan membeli perangkap tikus dan apabila sudah ketangkap, maka akan dilepas di luar rumah. Maka langkah pertama adalah ke Jameson’s Meruya untuk membeli perangkap tikus, satunya Rp 23.500 saya beli 2 sebab saya kesulitan melokalisasi tikus itu. Jadi makin banyak perangkap memperbesar kemungkinan tikus tsb terperangkap. Langkah ke dua, adalah menentukan umpan dan lokasi. Umpan pertama adalah tulang opor ayam bekas makan saya, dimana saya pikir sang tikus pasti akan tertarik untuk mencicipinya (berhubung saya juga doyan nih, hahaha). Lokasi pertama saya tempatkan di tempat terakhir saya melihat tikus tb, yaitu di dekat kontener dan ke dua saya taruh dekat dispenser air, sebab analisa menunjukkan harus nya dia lewat daerah situ setelah di belakang kontener.
Tunggu punya tunggu ternyata hari pertama gagal, sama sekali tidak ada hasil, mungkin opor ayam nya keliwat pedas sehingga sang tikus bukan mampir ke perangkap, malah menggaruki pintu kamar tidur saya. Bahkan melubangi kawat nyamuk di ruang tengah. Tentu saja saya bingung, berarti dia jalan jauh juga dari kontener buku ke pintu kamar saya bisa kena 15m-an. Jadi Langkah ke 3 adalah istri saya beli ikan asin di Hero Supermarket (keren amat, tikus dikasih ikan asin supermarket), maklum, menjelang lebaran pasar sudah pada tutup.
Malam nya kami menggoreng ikan asin tsb. Mmmm…. Bau nya (wangi nya) meyebar ke seluruh ruangan tengah, gilee…. Jadi mau ikut makan. Dan umpan pun diganti. Tapi masih gak berhasil. Maka beajar dari kesalahan 2 malam itu saya akhirnya berkesimpulan, mungkin lokasi nya yang salah, malah jam 2 pagi sekali lagi pintu saya digaruk-garuk sama tikus itu sampai takut banget keluar kamar. Maka lokasi nya kali ini saya pindah. Satu perangkap saya taruh di depan pintu kamar saya, perangkap ke dua malah saya taruh di jalan antara kontener dan dispenser, jadi ditaruh di tengah-2 jalan. Saya ingat yang namanya tikus itu senangnya di lapangan terbuka, dia akan lari terus, dia akan mojok, kalau ada manusia atau sedang cari makan.
Ahasil 15 Oktober pk 06.30 istri membangunkan saya. “Tikusnya kena” kata sang istri. Wah kaget campur senang, campur jijik. Tapi saya lihat tikusnya bersih koq. Jadi ingat hamster tukang sepeda di taman kosmos yang saya belai-belai beberapa waktu yang lalu, Cuma bedanya hamster tidak hitam dan buntutnya gak panjang. Lincahnya bukan main, bahkan bisa dalam posisi terbalik berusaha menggigit kawat supaya bisa keluar. Segera saya bawa keluar tikus tsb ke luar rumah, bukan keluar pintu lagi, di depan jalanan saya lepaskan kunci perangkapnya, gak usah tunggu lama-2, 2 detik kemudian sang tikus sudah melmpat keluar perangkap dan berlari langsung ke tengah jalan menuju trotoar, sekali lagi tikus kalau lari pasti cari jalanan terbuka. Saya pun berkata, “Jangan balik lagi yah” hahaha, hebatnya sang tikus seperti mengerti kata-2 saya dan berlari terus tanpa kembali menuju ke rumah saya. Begitu sampai pinggir trotoar sang tikus kebingungan, karena trotoar jalanan depan rumah yang tinggi nya 30cm. dia pun masuk ke dalam kantong plastik isi sampah di jalanan. Malang baginya ketemu orang yang lagi jogging sendirian dan di tendang-tendang lah tuh plastik berisi tikus. Saya dan istri tersenyum melihatnya, tapi setidak nya misi kami berhasil. Berkat kesabaran dan taktik yang cukup baik dan mengena. Demi kebersihan rumah kami.
Di dedikasi kan kepada pencipta perangkap tikus : mengusir tikus tapi tidak membunuh.
No comments:
Post a Comment