Bangun tidur Pk 08.30, terlihat air sudah keluar dari garasi. Taman juga tinggal setengah, wah ini benar-2 progress yang mengejutkan. Harapan mudah-2an sore hari nanti. keadaan sudah semakin membaik. Saya pun berencana untuk keluar naik sepeda, mungkin nanti selepas makan siang, istri mau ikut.
Kendala pertama mulai nongol. Hawa bau bangkai mulai menyengat. Kalau kita keluar ke teras aja, langsung terasa seperti bau terasi, ikan asin, campur bangkai, campur aduk. Maka saya langsung mengeluarkan titah untuk segenap penghuni rumah menggunakan penutup hidung dan mulut, yah kain dililit ke muka gitu aja, karena stok masker saya ternyata sudah dibawa ke rumah lama.
Yang menggembirakan adalah air bak sudah tidak kerendam, sehingga bisa dikuran mungkin sore nanti, saya menyarankan agar para PRT makan siang dahulu sebelum "menguras tenaga", ah gak gitu sih, saya kan ada pompa celup.
Sore ini untuk merayakan turunnya air saya bermain games FIFA 2007 2 jam-an, habisnya sudah jenuh ngadapin banjir, diikuti dengan nonton Serial Silat Mandarin Water Margin, maklum, masak sudah 2 minggu baru sampai seri 11. Serial yang berasal dari Roman Klasik ini lumayan bagus, sebab menceritakan perjuangan 108 Pendekar dari gunung Liang Shan Po. Menurut paman saya ada 4 Roman Klasik yang dianggap paling populer jaman dahulu kala, yaitu Romance Of Three Kingdom atau yang biasa kita dengar Sam Kok, Water Margin (Sui Hu Cuan), The Dream Of Red Chamber (Hung Lo Mung) dan Journey To The West (Sun Go Kong - See Yu Ji). yang semua nya saya sudah baca bukunya, Tapi yang ke empat rasanya gak gitu suka, entah kenapa, mungkin keliwat fiktif. Tapi untuk jaman dahulu kalau, mungkin cerita model gini very cool.
Pk 21.00 saya mengecek ke depan dan ternyata depan rumah airnya paling tinggal beberapa cm saja, wah, hal ini sangat menggembirakan, sayang gara-2 pembuatan trotoar yang aneh, tetangga pas depan saya masih kebanjiran sampai sekarang.
Wednesday, February 7, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment