Pagi hari, air sudah masuk ke dalam rumah setinggi 25 cm, kalau garasi sudah 1 ban mobil, untung saya sudah mendongkrak mobil saya supaya knalpotnya tidak masuk air, entah, gimana keadaannya sekarang. Cuma saya lupa untuk mengambil barang-2 dalam mobil seperti jaket, karcis tol dsb, untunglah, siang hari PRT berhasil masuk dan menguras isi mobil sedemikian rupa sehingga semua barang selamat.
Pk 10.00 Kakak Ipar menelepon saya dan menanyakan apakah saya sekeluarga ingin ngungsi ke Hotel Mega Anggrek karena masih ada 1 kamar sisa, dan mereka akan mendaftarkannya atas nama saya.
Jam 10.15 saya mulai berembuk dengan istri apa perlu untuk melakukan evakuasi. akhirnya keluar keputusan bahwa evakuasi akan dilakukan justru setelah air turun, karena sebetulnya penyakit bermunculan justru setelah banjir menyurut, bukan pada waktu banjir. Pada waktu banjir surut, kotoran dan debu yang tersisa akan terbang kesana kesini tertiup angin. Pergi ke Hotel sebetulnya baik saja bagi yang sudah dewasa tetapi akan menambah masalah bagi si kecil, masalahnya di rumah saya masih bisa masak dan bikin makanan / susu untuk anak saya yg berumur 1,5 tahun, hal yg saya tidak bisa lakukan di Hotel. Bagi saya saat ini kesolid-an keluarga lebih dibutuhkan dari pada evakuasi. Di rumah saya selama ada PRT, saya masih bisa berpikir dan membuat keputusan untuk melakukan ini dan itu, di Hotel saya tidak bisa berbuat apa-2 selain tidur-2an saja, dan saya malah seperti nya menyerahkan keadaan rumah begitu saja kepada nasib. Walau bagaimana pun ini adalah rumah orang tua saya yang mesti saya penuhi tanggung jawab nya selain tanggung jawab saya terhadap keluarga.
Siang hari sambil membaca majalah CHIP 01/2006 saya tertidur, jam 1 siang saya dibangunkan istri untuk makan siang. Jam 13.30 siang teman-teman menelpon saya, Aji sudah mengungsi di Hotel Red Top, Axel menelpon walaupun rumahnya tidak kebanjiran tapi cukup kebingungan karena tidak ada akomodasi dalam rumah dan dalam keadaan terjebak banjir, Welly menelpon, menanyakan keadaan saya, dan kelihatannya cukup terperanjat, air sudah masuk ke dalam rumah. Tetangga seberang saya juga sudah pindah ke Hotel Peninsula Jam 4 pagi. Di sela-sela telepon akhir nya pk 14.00 saya menjumpai 2 orang yang baik hati yang bersedia membelikan saya galon air mineral dan bensin Premium, segera saya menyiapkan tangga 4m saya untuk meminta PRT turun dan memroses pertukaran galon air mineral tsb, dan menitipkan Galon isi bensin premium, saya juga tidak lupa menitipkan uang Rp 150rb, sambil berterima kasih dan mengingatkan nanti ongkos jasanya saya bayar kemudian setelah orang itu kembali membawa galon air mineral isi baru dan bensin Premium.
Pk 15.15 orang tsb datang dengan barang pesanan saya, wah girang lah hati saya, setidak-tidaknya saya masih bisa memperpanjang survive di tempat ini. Kalau tidak persediaan Premium saya untuk Genset 2200w tinggal 1 hari ke depan. Air Mineral 3 hari ke depan, setidaknya diperpanjang 2 hari lagi. Terima Kasih kepada Tuhan dan semua yg pihak yang ingin membantu.
Pk 16.30 hari mulai gelap, sepertinya mendung lagi, sehingga saya kembali mengkoordinir agar menyiapkan ember untuk ditampung di waktu hujan. Saya juga bersiap untuk “Mandi 2 Gayung”. Ide dari film serial Korea, maka saya instruksi kan anak istri dan PRT untuk pipis di ember kecil yg kosong dan langsung dibuang aja di kolam banjir, percuma pakai jamban segala, perlu buang air untuk siram nya, hehehe... Kejam neh..??? This is Emergency. Saya sendiri sudah ada pispot koq, hehehe...
Maka saat itu juga saya mulai menggerakkan Generator, mumpung sudah ada tambahan bensin, bisa leha-2 untuk 3 hari ke depan, maka segera diatur makan malam, dan setelah itu saya masih menunggu kabar kiriman air yang katanya akan datang lewat jam 6 sore.
Sampai Pk 21.00 terdengar kabar bahwa air kiriman sudah sampai di Rawajati Jakarta Selatan, setahu saya kalau rumah saya berhubungan dengan Sungai Cisadane, bukan Sungai Ciliwung, Ciliwung biasa interkoneksi nya Jak-Sel, Jak-Pus, lalu ke Jak-Ut, daerah mangga dua pademangan. Hampir dipastikan rumah lama saya di Gunung Sahari bakalan berjumpa dengan air lagi setelah banjir terakhir Tahun 2002.
No comments:
Post a Comment