Sunday, February 4, 2007

Banjir - Day 2 - All The Way

Hari ini lumayan banyak perkembangan, dimulai dari air yang menyurut 5 cm, lalu juga ada penambahan air yang berasal dari galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari, dan pembantu saya bisa keluar ke superindo untuk belanja walaupun harus bayar ongkos pp Rp 100rb. Kami tetap bertahan, tapi memang rada miris mendengar bahwa hari ini banyak kiriman air dari Bogor, rencana penambahan debit air ini memang tidak berefek ke daerah saya, tapi akan berefek pada daerah jakarta pusat dan utara, sebab kalau sudah begini maka jalur perdagangan akan hancur, sehingga makin sulit untuk mendapatkan makanan.


Maka dengan semangat 45 seorang PRT saya maju jadi sukarelawan untuk pp rumah - Superindo - rumah untuk membeli bahan makanan, untuk belanja, saya menyelipkan Rp 400rb, menitip susu dan pampers utk anak (selama banjir saya gak pakai popok, ganti pampers, walau anak protes, karena gak biasa). Pk 14.45 pun ia berangkat dengan dikawal (didorong) 5 orang .


Pk 14.00 saya sempat dibuat repot dengan bergesernya gerbang pagar saya, maka pintu tidak bisa di kunci / digembok. Masih bisa di tutup asal dengan rantai besi, sempat kebingungan karena gak punya rantai besi, saya teringat dengan rantai sepeda yang biasa digunakan untuk mengunci sepeda saya kalau lagi parkiran di perumahan, wuuuiiihhh.... bener-2 mesti kreatif yah berpikirnya, kalau tidak istri saya sudah setengah kalap. Untung dengan ada nya tim pengantar ke Superindo (yg minta 100rb itu), mereka membantu menggotong kembali gerbang saya yang bergeser kembali ke rel nya. Wah, sudah deh, hati tenang lagi. Kalau nggak siapa sih yang tenang pintu gerbang terdepannya hanya ditahan dengan sebuah / 2 buah rantai sepeda !! Hehehe....
Pk 16.00 PRT pulang dengan backpack penuh plus 1 kantong lagi, tadi waktu pergi yg nganter becanda, "dipinjem dulu Embak nya ya paaakk..." Trus saya jawab "Ntar Pulangin yaaa....". Ketika pulang mereka nyahut lagi "Pak Embak nya udah dipulangin nih".
Yah lumayan deh, bisa perpanjang napas, beli susu untuk anak, walau cuma dapat Dancow tapi lumayan banget, Trus Pampers, kalengan sarden, dan barang keperluan lainnya.
Tanpa disadari air menyurut sejak 15.30, tapi sangaaaattt... perlahan sekali, sebab untuk turun 5 cm saja mungkin membutuhkan waktu 2-3 jam. Baru Pk 20.40 an air benar-2 keluar dari rumah, tapi masih menggenangi kebun dan garasi. Untunglah rentang pk 18.00 - 20.30 para PRT sudah beristirahat, bahkan saya sudah atur mereka makan dan mandi dahulu. Masuk pk 21.00 mulai lah kami menyerok air dan kotoran banjir yang tersisa di lantai rumah, setelah "puas" menyerok, lalu mengumpulkan air (tadahan air hujan dan air galon isi ulang), di campur karbol, dan disiramkan ke lantai yang terkena banjir, tujuannya untuk menghilangkan bau dan mengusir kuman. setelah itu baru di pel dengan air biasa sisa nya. Pk 10.30 pekerjaan kilat pun sudah selesai, dan para PRT tidur karena kecapekan. Saya pun menyiapkan rencana untuk esok hari menyambut harapan, baru, bahwa banjir telah surut di daerah saya. Tapi Pk 12.00 anak laki saya yg berumur 1,5 tahun terbangun, jadi saya kebagian jaga dan ajak main ia, genset saya terus nyalakan samapai jam 3 pagi, setelah itu saya matikan. Makin gelap bukan makin tidur, malah dia makin berlari kesana kesini karena senag dengan senter yang melekat di kepala saya, kalau saya jalan senter itu ikut berindah sinarnya, sang anak mengejarnya. pk 04.15 baru anak tertidur setelah saya kipasi dengan kipas tangan, dan pk 04.25 terdengar suara masjid, saya pun tertidur, oooh What a Day....

No comments: