Monday, October 22, 2007

22-10-2007 : Busway Make The Way

Hari Pertama Masuk Kerja setelah masa cuti bersama. Tentu saja jalanan jadi macet total, karena ada acara sidak mendadak di kantor-kantor. Wah hari ini tadinya saya udah gak berencana ke kantor, sebab yah ngeri sama macetnya itu lho. Cuma akhirnya jadi pergi juga, cuma siang sekitar jam 1500 baru sampai.

Gini cerita awalnya. Belum ada pembantu lho. Jadi saya bangun pagi-pagi pk 0530 untuk menyiapkan diri mengantar anak saya sekolah. Setelah mata nya byar-pret berkali-kali barulah pk 0630 saya bener-2 ready untuk mengantar anak sekolah. Gak papa..., deket. 5 menit juga sampai. Karena masih rada ngantuk maka saya mengantar dengan mobil. Pk 0700 sudah sampai rumah lagi. Saya pun beres-2 meja kerja. Dan menyiapkan bahan kerja, beres-2 rumah juga. Sampai Pk 0945 saya naik sepeda ke kantor pos untuk beli meterai. Wah, baru ingat tgl 22 ini sudah dekat dengan dateline bayar PAM. Tentu saja ramai. Sudah deh, saya mau jemput anak saya yang bubaran pk 1030, jadi saya buru-2 mengayuh sadel sepeda saya ke sekolah anak saya. Pk 1020 saya sudah sampai sekolah anak saya, dan 10 menit kemudian saya sudah membonceng anak saya ke tempat les nya. Pulang dari tempat les saya pun beres-2 lagi dan pk 1115 saya memutuskan mencoba untuk ke kantor pos lagi untuk membeli meterai karena tadi belum dapat. Sedangkan saya harus mendapatkan meterai hari ini juga sebab mau dipakai untuk dikirim ke Singapura. Tapi karena anak ke-2 sudah bangun jadi saya ajak naik mobil bersama mamanya. Tak lupa sekalian saya isi bensin mobil yang biasa dipakai istri antar-jemput anak sekolah. Setelah itu saya ke Titipan Kilat untuk mengirim surat ke Singapura.

Baru pulang jam 1205, saya buru-2 makan siang di rumah. Belum ada rencana untuk ke luar lagi menunggu anak saya selesai les. Sampai tiba-2 pk 1300 anak saya menelepon minta dijemput dari tempat les. Langsung saya ambil sepeda saya dan saya kayuh menuju tempat les. "Kring, Kring....." saya bel sepeda saya, dan anak saya yg sudah mengenal bunyi bel itu segera keluar tempat les dan melompat-lompat kegirangan.

Sudah beres semua urusan rumah, baru terasa pk 1330, saya rasa bisa nih ke Kantor. Segera saya packing barang-2 saya di Ransel. Pk 1400 saya sudah di luar pitu rumah dan saya mencari ojek langganan saya.

"Ke Stasiun Busway Pak..." Dengan ongkos 10 ribu saya langsung dibonceng ke stasiun Busway terdekat. Waktu menunjukkan Pk 1408 ketika saya selesai membayar tiket Busway dan menunggu bus Transjakarta yang datang.

Gak lama juga sih Pk 1410 yang ditunggu-tunggu sudah datang, segera saya naik. Mmm.. Ga dapet bangku sih, tapi saya berdiri cukup leluasa koq. Ada kursi pun saya sediakan untuk penumpang wanita yang masuk bersama saya tadi. Saya lebih suka berdiri di Bus, karena lebih bebas.

Pk 1435 Bus Transjakarta yang saya tumpangi sudah berhenti di Harmoni. Saya pun keluar untukm pindah bus menuju ke Halte Kota. Kali ini lumayan lama, sekitar 10 menitan. Terlihat ada orang yang sok sibuk menerobos antrean alias nyelak, tidak ada yang peduli. Saya juga gak ambil hati. Di Indonesia urusan gini mah biasa. Melanggar tidak akan dihukum, yang hukum nanti akhirat kali. Pk 1445 saya sudah naik Bus lagi menuju Halte Kota. Pk 1450 Saya sudah sampai halte kota. Terlihat sepanjang perjalanan saya kali in9i mulai dari depan Gajah Mada Plaza Bus sudah tidak melalui Busway lagi, tapi sudah berbaur dengan kendaraan lainnya. Jalanannya masih pada rusak. Bahkan cepatnya saya ke Halte Kota karena melompati 2 halte yaitu depan Mandala dan Olimo. Semua jalanan Busway sepanjang jalur itu luluh lantak, dan rasanya menurut saya perbaikannya sangat lamban, sebab saya sudah melihat perbaikan jalur Busway ini sejak beberapa bulan yang lalu.

Setelah Naik Bus TransJakarta, saya meneruskannya dari Beos ke Mangga Dua via Mikrolet, dan Pk 1505 saya sudah sampai di kantor saya dengan selamat. Memang kelihatannya ringkas, tapi kenyataannya perjalanan ini juga memakan waktu 1 jam. Ini sama saja dengan saya naik mobil dari rumah saya ke Kantor. Jadi apanya yang cepat ?? Bedanya saya menempuh perjalanan dengan biaya yang cukup murah : Rp 10.000 (ojek) + Rp 3.500 (Busway) + Rp 2.000 (Mikrolet) = Rp 15.500. Tapi ini sebenarnya sama dengan biaya bensin saya yaitu sekitar 3-4 liter.

Sayang yah, datang siang-2. Enggak juga. Saya kan perlu monitor kantor untuk kelancaran kerja saya. Saya juga langsung datang melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Setelah bekerja sedikit-sedikit Pk 1810 saya berkeputusan pulang tapi kali ini gak naik Transjakarta tapi naik taxi Bluebird. Capai lah naik Transjakarta terus. Apalagi malam, suasananya pasti ngeri kalau turun di daerah saya di Indosiar.

Sayang dengan taxi saya kembali bertemu dengan kemacetan. Akhirnya saya harus membuang lagi waktu 1 jam untuk pulang. Pk 1920 baru saya sampai ke rumah lagi dengan selamat. Kembali ke pekerjaan rumah saya.

Wow, capek yah hari ini, cuma rasanya seger-seger aja tuh, mungkin memang semangat saya lagi tinggi belakangan ini. Karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus saya lakukan.

Sunday, October 21, 2007

21-10-2007 : Lomie Fever

Hari ini saya dapat kejutan, bangun tidur mata gatal-2 dan merah, kiri dan kanan. Wah, gawat, saya pikir mungkin ketularan karyawan di kantor, yg kebetulan lagi menderita sakit mata. Bukan penyakitnya yang saya takutkan, tapi khawatir menular ke istri dan anak-2. Buru-2 pk 8 pagi saya memakai Y-Rins (seperti Optrex) dan setelah itu diteteskan Visine. Habis itu karena masih susah buka mata yah saya tidur lagi deh, sampai jam 11. Beruntung, begitu bangun tidur mata saya sudah sembuh sama sekali ! Mengejutkan. Wah senang nya saya. Jadi mugnkin saya bisa jalan-2 mengisi liburan lebaran terakhir Th 2007 ini.

Ternyata gak semudah itu. Karena bangun kesiangan otomatis kerjaan rumah saya juga banyak yang molor. Akhirnya baru kami siap pk 1500 untuk keluar. Mana hari ini mendung lagi. Mau Kemana ?? Jam nya sudah tanggung. Akhirnya saya pikir baiknya pergi ke tempat yang dekat-dekat saja.

Begitu mobil keluar, anak ke-2 sudah tertidur di mobil, biasa deh. Anak kecil kalau sudah ketemu mobil pasti tertidur, mungkin getaran halusnya bikin syaraf jadi santai. Saya memutuskan pergi ke daerah Greenville ke tempat makan Lomie Ta Thao. Tempatnya lumayan, walaupun ga bisa dibilang OK. Lomie Kuahnya juga enak, campuran daging babi dan ikan, tentu saja jadi wangi. Coba bakmi masaknya juga lumayan, tapi karena bakminya yang biasa dipakai untuk lomie (rada tebal), jadi dibuat bakmi masak bukan enak-2 banget.

Pesan 2 porsi itu sudah kenyang ampun, makan bertiga, karena si kecil masih tertidur. Harganya juga OK lah, ga sampe 50 ribu.

Selesai Makan di Ta Thao kami mampir ke Eaton yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan Ta Thao. Belanja roti dikit-dikit. Saya cuma hobby dengan Roti Palopi nya, paling murah dan paling sederhana serta enak.

Pulang dari Eaton, saya kasihan karena anak ke-2 belum merasakan jalan-2 waktu pergi keluar, jadi pulang ke rumah sebelumnya saya belok dulu ke Hero supermarket. Istri saya gak gitu suka ke Hero. "Mahal" katanya. Tapi bagi saya, bukan mahalnya yang saya pikirkan, tapi kenyataannya Hero adalah tempat belanja luas yang terdekat dengan rumah. Anak-2 saya suka kesana, walau datang paling hanya belanja kripik, tapi disanalah tempat saya mendidik mereka untuk memilih makanan, dan membayarnya terlebih dahulu. Lagipula semua karyawannya sudah kenal dengan kami sekeluarga. Jadi saya kadang selalu berdoa agar Hero dekat rumah saya jangan sampai tutup.

Biasa paling anak ke-2 saya ambil 1 bungkus kripik Lay's rasa rumput laut yang kecil, lalu dia berputar-putar keliling dengan riangnya di supermarket itu. Saya hanya mengawasi dari belakang saja. Anak ke-1 biasa ambil es sebatang untuk dirinya sendiri. Saya jadi teringat dahulu saktu saya seumur anak saya, selalu dibawa mama saya ke TOKO MINI, disana berupa toko makanan kecil (kalau gak mau dibilang warung), dimana kalau mama saya beli barang-2 makanan untuk tamu, saya ikut menemani dan belanja beli permen kecil-2an. Sekarang TOKO MINI tsb sudah berubah menjadi Warung MINI, dimana menjual makanan Warteg untuk orang kantor, yang jual, yah dia-dia juga, cuma saja mungkin sudah gak kuat bersaing dengan Supermarket Hero yang waktu itu buka gak jauh dari tempatnya. Sekarang saya lihat gantian Supermarket Hero itu yang tutup. Yah, setiap sesuatu ada masa nya. Ada masanya dia lagi jaya, lalu digantikan oleh yang lain yang bisa lebih baik lagi.

Kalau papa saya borong makanan, saya dibawanya ke Yap Eng Lai di Gloria sana. Entah apa enaknya belanja disana. Saya ga gitu suka ke Glodok, karena semerawut. Dan kebanyakan orang nongkrong-2 gak jelas kerjaannya. Saya dari dulu ga suka melihat orang yang nongkrong gak tau mau kerja apa. Akhirnya ngomong yang ga jelas dan cenderung punya sifat iseng. Bagi saya orang-2 seperti itu punya 2 kondisi, salah didik orang tua nya dan memang malas secara individual. Kalau dia mau, dia bisa saja bekerja macam-2, misalnya menyapu halaman depan rumahnya (ini contoh yang paling sederhana), atau belajar sesuatu (dgn baca buku dan praktek). Tapi masalahnya orang-2 seperti ini terlalu banyak perhitungannya, misalnya kalau menyapu, maka dia akan berpikir, "emang mau dibayar berapa", atau kalau disuruh baca buku pasti jawabannya "gak ada waktu", padahal waktunya paling dipakai untuk bengong dan berpangku tangan.

Dari kecil saya sudah membiasakan anak saya untuk mengisi hari-2nya yang kosong, misalnya dengan membaca, atau eakt lebaran seperti ini saya paksa untuk menemani saya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Misalnya mengganti air galon, kemarin kami membetulkan kawat nyamuk yang rusak. Tidak saya beri tugas-2 yang berat, paling bantu megangin kawatnya, atau me-lap galon air mineral sebelum saya gotong ke dispenser. Tapi intinya daripada bengong. Kadang malam saya ajak nonton film, habis itu saya isi dengan kegiatan belajar sederhana, atau main ular tangga sekaligus belajar berhitung.

Friday, October 19, 2007

19-10-2007

Hari Jum'at ini merupakan hari terakhir cuti bersama. Terlihat kendaraan sudah mulai ramai lalu lalang. Kecuali mobil truk/kontainer yang masih jarang. Suasana lalu lintas sudah ramai tapi tidak macet. Yah aktifitas kendaraan umum tampak memang belum pulih benar.

Saya bangun kesiangan, maunya sih bangun pk 0700, tahunya 0900 baru tersadar. Padahal setiap hari pasang alarm pk 0700, 0730, 0800. Kenyataannya masih ga kuat bangun. Mungkin kemarin memang capeks ekali tuntunin anak jalan-2. Akhirnya pun saya maklum kenapa orang sekarang lebih suka berkarir daripada urus anak, karena memang urus anak itu capek banget, untuk sebagian orang malah terkesan buang waktu dan tenaga. Maka untuk yang gak suka urus anak saya gak maksain orang untuk punya anak. Tapi emang bagi saya dekat dengan anak sendiri merupakan suatu kesenangan tersendiri. Karena anak adalah bagian mahluk yang paling kita percayai selain diri sendiri. Mungkin orang lain kita bisa tak percaya. Asal tau saja kalau sama anak orang lain mah saya gak peduli banget, dengan keponakan sendiri saja gitu-gitu doang. Lain dong dengan anak sendiri, yang bisa kita program dan bentuk sesuai yang kita mau.

Langsung bangun tidur saya tancap gas. Acara hari ini memang cukup padat, yaitu acara keliling Bank. Biasa bukan kelilingnya yang repot, tapi antri nya yang buang waktu banget.

Bayangin jam 1000 saya sudah sampai bank pertama, jam 1230 baru selesai semua. Anak ke-1 yang ceweq menemani saya dengan setia. Saya senang karena ada yang menemani, asyik kan punya anak.

Wednesday, October 17, 2007

17-10-2007 : Penang Restaurant

Hari ini adalah hari pertama buka toko. Saya bangun pagi-2 pk 0730 lalu bersiap-siap untuk membereskan tas kerja saya.

Pk 0900 saya berangkat keluar pergi mencari tukang tambal ban dulu. Melihat ban saya yang kempes kemarin apakah masih bisa "diselamatkan". Ternyata ban dalam robek habis. Wah, parah. Harus beli ban dalam baru. Mana tukang tambal ban nya gak punya ban dalam baru lagi, ada yang bekas mau dilepas Rp 30rb. Saya ga mau orang sudah ditambal sekali koq, ketawan ada melendungnya di di luar 1 titik.
Jadi saya pikir tunggu besok deh untuk beli ban dalam baru, mudah-2n besok sudah banyak toko ban yang buka. Dari tukang tambal ban langganan saya pergi ke toko. Buka toko. Seusai acara buka toko, saya langsung keliling ke dalam setengah memberitahukan kepada langganan bahwa toko saya sudah dibuka kembali. Kalau tidak siapa yang tau sudah buka, untuk membuat orang tau kan lama sekali prosesnya.

Jam 1300 saya sudah jalan pulang kembali ke rumah, toh ada karyawan 1 orang yang sudah jaga, saya mau bawa keluarga pergi makan siang dulu.

Sampai di rumah cuma tunggu di luar, anak istri sudah siap masuk mobil, kami pun langsung segera berangkat ke Penang Restaurant. Memang rumah makan yang satu ini menyediakan hidangan unik khas Malaysia dimana makanan ini banyak kami santap di Singapura. Hidangan utama kami biasanya Roti Tissue, Roti Canne dengan Kari Ayam, dan biasanya sisanya kami pesan berubah-berubah. Hari ini kami memesan Nasi Hainam Ayam Panggang, lumayan, tapi gak seenak di negeri asalnya. Lain kali saya akan coba Nasi Lemak nya. Roti Tissue ini kesukaan anak-2 saya, dan roti canne kesukaan saya dan istri.

Oh ya, sebelum sampai Penang Restaurant kami meliwati kebakaran di Kompleks Ruko Greenville, tepatnya di Alfa Minimarket ruko lantai 4 (paling atas), tepat bersebelahan dengan Soto Kudus Blok M. Karena terburu-2 saya foto seadanya tapi api dan asap gak gitu jelas. Karena suasana ramai sekali. Istri saya sangat takut melihatnya karena trauma atas kebakaran lalu. Wah, saya pikir kalau suasana lebaran gini ada kebakaran kasihan yah, sebab kan sepi, yang ruko sebelahnya mungkin lagi pergi berlibur, wah serem banget deh.

Usai dari Penang Restaurant, istri saya mau beli roti, wah dimana yah, masak tiap hari ke Holland Bakery..?? Bosen dong. Saya usul gimana kalau ke Imperial Bakery di Puri Mall, kan ga jauh-2 banget dari Tanjung Duren. Jadi kami langsung tarik ke sana. Saya pikir pasti ramai, ternyata sepi-sepi saja, malah kesannya lebih sepi dari Hari Minggu. Disana saya bener-2 cuma beli roti, tapi di Cutting Edge mata saya tertuju kepada sebuah Mini Notebook Kohjinsa. Wah keren juga yah, cuma 990gr !! Resolusi 800 x 480 dpi. Cuma sayangnya prosesor AMD (gak jelas AMD jenis apa) dan DDRAM 512 Mb only !!. Wah, ini mah cuma bisa ngetik dan internet, Mendingan pakai PocketPC juga masih ok lah. Saat ini untuk bisa mengetik dimana-mana saya masih bermodal PocketPC dengan Folding Keyboard.

Waktu menunjukkan Pk 1730. Sudah waktunya pulang dan istirahat, dan beres-beres rumah lagi, ginilah kalau sudah berkeluarga. Ada yang harus di tanggung dan ada yang harus dijawab kalau sewaktu-waktu ditanya.

Tuesday, October 16, 2007

16-10-2007 : Under Preassure

Hari Selasa ini benar-2 melelahkan. Setelah dari perjalanan yg cukup panjang kemaren. Hari ini saya masih jadi pengangguran. Nggak tau mau kemana. Maka bangun tidur saya mengerjakan urusan rumah diantaranya membereskan barang-2 yg berserakan di lantai, terutama mainan-mainan anak yang tak terbereskan. Mengganti air di bak kura-2 dan mengisi air minum serta mengganti galon dispenser yang habis. Saya salut juga dengan istri saya yang walaupun lagi hamil muda tapi dia masih sempat-2 nya menyiram kebun (sebagian), mencuci dan menjemur baju, menyetrika dan malah menyiapkan makan pagi. Kalau siang biasa saya ajak makan luar karena kasihan harus cuci piring lagi. Malam biasanya kami baru makan di rumah lagi. Sebab malam kita semua ada waktu untuk mencuci piring dan menjemur handuk dll.

Jam 1 siang semua sudah beres, anak bangun kesiangan sehingga jam 1 siang baru pada selesai mandi. Kami akhirnya sepakat ke Pondok Indah Mall, karena saya sudah 1 tahun lebih gak kesana, lagian saya pengen makan ke Kenny Rogers karena sudah 3 tahun kali gak makan disana. Eh ternyata belakangan saya baru tau kalau sudah tutup.

Pk 1400 kami masuk ke pelataran parkir PI Mall I, "Valet saja" kata istri saya (keren juga mobil Kijang koq valet). Habisnya parkirannya sudah rame banget. Baru nyari-2 valet parking di Pintu Timur, tiba-2 bag security Pi Mall memberitahu saya kalau ban kiri belakang kempes. Waduh, untung oleh pak security saya boleh parkir dahulu di parkiran bongkar muat barang.

Saya mohon kepada Pak Security (sorry gak nanya namanya) untuk bantu saya mengganti ban mobil, sebenernya semuanya saya kerjakan sendiri sih, Pak Security cuma bantu menjaga dan memegangi ban waktu dipasang ke body mobil. Kebetulan beliau juga pernah membantu mengganti ban mobil kijang milik seorang ibu disana. Tampaknya daerah parkiran sana rawan kempes. Sebab ternyata yang bikin kempes ban saya adalah sebuah obeng yang cukup panjang, yang berhasil merobek-robek ban dalam saya. Untunglah peraltan saya lengkap dan ban serep dalam keadaan baik. Hanya kurang angin. Untuk itu saya selalu sedia pompa accu di setiap mobil saya. Selesai ganti ban serep, saya mengisi angin ban. Tekanan saya atur sementara di 28, sebab khawatir kalau terlalu lama nanti pompa accu saya rusak (sudah 2 kali kejadian nih pemakaian diatas 20 menit jebol karena gesekan udara yg terlalu panas).

Sementara saya ganti ban dan parkir. Istri dan anak-2 saya minta masuk ke dalam mall dulu. Cari makan siang. Wah tangan saya hitam-hitam gak keruan. Untung masuk mall dekat toilet jadi saya bisa cuci tangan disana.

Dari PI Mall I kami menyebrang ke PI Mall II dan mampir ke Watson. Setelah itu jam 1730 kami pun jalan pulang kembali ke rumah dan mungkin untuk ke PI Mall lagi kami akan kembali tahun depan mengingat jalanan yang macet kalau pergi pada waktu normal.

Duh, Ada-ada aja yah kayaknya hidup saya akhir-2 ini, gak heran saya gampang kurus dari 78,5 kg sekarang menjadi 75 kg saja.

Monday, October 15, 2007

15-10-2007 : Cibubur Junction

Gara-gara tikus pagi-2 sudah bangun, tadinya niat mau ke toko aja, buka toko sendirian, gak nyangka anak ke-2 juga sudah bangun, wah. Hebat betul, biasa jam 10-an baru bangun. Jadi rencana berbelok, anak ke-1 jam 8 dibangunin. Setelah siap jam 1100 kami sudah berangkat ke Cibubur.

Masuk Tol Pk 11.19, jalan santai 80 km/hr jam 11.58 sudah sampai Cibubur Junction, wah taunya tempatnya ok juga tuh, bersih dan terawat. Dan gak gede-2 amat, cocok untuk jalan-jalan lah. Cuma 3 lantai koq plus 1 lantai LG untuk Hypermart. Jadi gak capek-2 bener.

Baru datang pertama-2 kami cuma makan di Steak21. Gak ada di sekitar Jakarta, adanya di Bekasi dan Cibubur seta Bogor doang, makanya penasaran lah dicoba. Eh ternyata lumayan juga. Karena wangi nya terasa (mungkin di grill dengan arang, bukan kompor). Juga taruhnya di hotplate panas, jadi bener-2 resap rasanya. Steak jaman sekarang bikinnya kayak asal-2an, di taruh di piring saja. Modal sih memang lebih murah, tapi gak kerasa steak nya.

Setelah makan, kami pun putar-2, gak beli apa-2 cuma ke Guardian beli plester halus untuk balut bagian tangan yg kena terbakar. Setelah itu foto-2 dengan anak di taman, dan ke bawah lihat-2 SuperHome dan di Depan Hypermart ajak anak jalan-2 mondar mandir, setelah itu pk 1400 kami sudah cabut dari Cibubur Junction. Anak ke-2 senang sekali sampai-2 selama berjalan tangan ku diciumi terus, biasanya kalau senang memang ia begini.

Cabut dari Cibubur Junction tadinya kami berencana ke Citos atau PI Mall, tapi denger-2 TB Simatupang macetnya minta ampun, sampe akhirnya saya meneruskan perjalanan ke semanggi dan cabut ke dharmawangsa square saja. Saya pikir anak-2 akan gembira diajak kesana, kenyataannya mereka malah kurang interest, baru ingat dharmawangsa square itu gelap, anak-2 kurang interest jalan kesana, apalagi satpamnya lebih banyak daripada pengunjungnya. Jadi kami hanya putar-2 sebentar (apalagi Toys R’Us udah ga ada). Lalu ke Ranch Market, setelah itu tarik pulang pk 15.35

Seperti biasa pk 1600 saya mesti ngisi perut sebentar supaya makan malam bisa diundur ke jam 2000. Jadi saya mampir ke Ayam Goreng Jakarta Tanjung Duren. Disana anak ke-2 sudah tidur, kami taruh di trolley. Si Kakak makan nasi uduk plus ayam goreng dan ikan bakar. Wah sebetulnya jujur aja sih rasanya biasa-2 aja, apalagi sambal cobeknya mesti bayar lagi. Berhubung yg doyan sambal Cuma saya maka saya gak pesan lah sambalnya, biarin aja makan pakai cabe seadanya dan kecap manis pun ok.

Setelah itu kami pun pulang kerumah dalam keadaan masih terang. Perjalanan hari ini selesai.

15-10-2007 : Mouse Hunt

Sudah beberapa hari ini pikiran saya diganggu oleh sesuatu, yaitu tikus di ruang tengah saya. Sejak kebakaran di kamar pembantu lalu rumah saya kedatanagan tamu yang sedikit mengganggu, yaitu seekor tikus kecil yang gesit.

Saya sebetulnya sudah merasakan adanya tikus semenjak sering mendengar suara krasak-krusuk di belakang kontener buku saya waktu saya membuka laci koleksi donal bebek saya. Hal itu dipertegas dengan 11 Oktober malam istri saya menyaksikan sendiri sang tikus ada diatas meja makan sedang menyantap sisa makanan yang ada. Istri saya sudah baik-2 menyuruh sang tikus keluar rumah dengan menyodok-nyodok, eh malah si tikus sembunyi ke dalam kontener buku saya lagi.

Paginya istri menceritakan kepada saya perihal tamu tersebut. Berhubung istri lagi hamil (lagi) dan tidak ada pembantu maka saya berencana mengeluarkan tikus tsb dari rumah dengan kondisi sbb : 1 Tikus tidak boleh dibunuh dengan racun dsb, karena akan menimbulkan bangkai 2 Tikus tidak boleh pakai lem gajah sebab sulit untuk melepaskan nya kembali ke alam.

Jadi solusi nya sesuai kesepakatan bersama adalah, kami akan membeli perangkap tikus dan apabila sudah ketangkap, maka akan dilepas di luar rumah. Maka langkah pertama adalah ke Jameson’s Meruya untuk membeli perangkap tikus, satunya Rp 23.500 saya beli 2 sebab saya kesulitan melokalisasi tikus itu. Jadi makin banyak perangkap memperbesar kemungkinan tikus tsb terperangkap. Langkah ke dua, adalah menentukan umpan dan lokasi. Umpan pertama adalah tulang opor ayam bekas makan saya, dimana saya pikir sang tikus pasti akan tertarik untuk mencicipinya (berhubung saya juga doyan nih, hahaha). Lokasi pertama saya tempatkan di tempat terakhir saya melihat tikus tb, yaitu di dekat kontener dan ke dua saya taruh dekat dispenser air, sebab analisa menunjukkan harus nya dia lewat daerah situ setelah di belakang kontener.

Tunggu punya tunggu ternyata hari pertama gagal, sama sekali tidak ada hasil, mungkin opor ayam nya keliwat pedas sehingga sang tikus bukan mampir ke perangkap, malah menggaruki pintu kamar tidur saya. Bahkan melubangi kawat nyamuk di ruang tengah. Tentu saja saya bingung, berarti dia jalan jauh juga dari kontener buku ke pintu kamar saya bisa kena 15m-an. Jadi Langkah ke 3 adalah istri saya beli ikan asin di Hero Supermarket (keren amat, tikus dikasih ikan asin supermarket), maklum, menjelang lebaran pasar sudah pada tutup.

Malam nya kami menggoreng ikan asin tsb. Mmmm…. Bau nya (wangi nya) meyebar ke seluruh ruangan tengah, gilee…. Jadi mau ikut makan. Dan umpan pun diganti. Tapi masih gak berhasil. Maka beajar dari kesalahan 2 malam itu saya akhirnya berkesimpulan, mungkin lokasi nya yang salah, malah jam 2 pagi sekali lagi pintu saya digaruk-garuk sama tikus itu sampai takut banget keluar kamar. Maka lokasi nya kali ini saya pindah. Satu perangkap saya taruh di depan pintu kamar saya, perangkap ke dua malah saya taruh di jalan antara kontener dan dispenser, jadi ditaruh di tengah-2 jalan. Saya ingat yang namanya tikus itu senangnya di lapangan terbuka, dia akan lari terus, dia akan mojok, kalau ada manusia atau sedang cari makan.

Ahasil 15 Oktober pk 06.30 istri membangunkan saya. “Tikusnya kena” kata sang istri. Wah kaget campur senang, campur jijik. Tapi saya lihat tikusnya bersih koq. Jadi ingat hamster tukang sepeda di taman kosmos yang saya belai-belai beberapa waktu yang lalu, Cuma bedanya hamster tidak hitam dan buntutnya gak panjang. Lincahnya bukan main, bahkan bisa dalam posisi terbalik berusaha menggigit kawat supaya bisa keluar. Segera saya bawa keluar tikus tsb ke luar rumah, bukan keluar pintu lagi, di depan jalanan saya lepaskan kunci perangkapnya, gak usah tunggu lama-2, 2 detik kemudian sang tikus sudah melmpat keluar perangkap dan berlari langsung ke tengah jalan menuju trotoar, sekali lagi tikus kalau lari pasti cari jalanan terbuka. Saya pun berkata, “Jangan balik lagi yah” hahaha, hebatnya sang tikus seperti mengerti kata-2 saya dan berlari terus tanpa kembali menuju ke rumah saya. Begitu sampai pinggir trotoar sang tikus kebingungan, karena trotoar jalanan depan rumah yang tinggi nya 30cm. dia pun masuk ke dalam kantong plastik isi sampah di jalanan. Malang baginya ketemu orang yang lagi jogging sendirian dan di tendang-tendang lah tuh plastik berisi tikus. Saya dan istri tersenyum melihatnya, tapi setidak nya misi kami berhasil. Berkat kesabaran dan taktik yang cukup baik dan mengena. Demi kebersihan rumah kami.

Di dedikasi kan kepada pencipta perangkap tikus : mengusir tikus tapi tidak membunuh.

Wednesday, October 10, 2007

09-10-2007 : Room-ing Inferno

Mungkin anda akan terperangah membaca kisah ini.

Hari Senin 08-10-2007, pembantu infal yang di kirim mertua untuk membantu istri saya, pk 1000 meminta kembali ke tempat mertua saya dengan alasan tidak betah, sebetulnya saya sudah menganjurkan supaya hari itu juga dikirim balik ke rumah mertua, Cuma mertua mau jemput esok hari tgl 09-10-2007.

Hari Selasa, 09-10-2007, Pk 0415, tiba-2 istri saya membangunkan saya “Man, cepetan kata pembantu di bawah kamarnya ada api !!!” Segera tanpa tanya lagi, saya turun kebawah dan sudah melihat kasur tidur nya di bagian tengah sudah ada api menyala. Sial nya kacamata ketinggalan, padahal ada di sebelah saya waktu saya tidur. Untungnya kamar pembantu posisi nya rada terpisah dengan rumah saya. Segera saya perintah istri saya untuk mematikan aliran listrik karena khawatir kosleting, kalau koslet, maka kebakaran kemungkinan meluas dan bisa memadamkan PLN sekitar kompleks saya.

Sial nya karena kasur, dalam waktu 5 menit, api segera menyebar ke seluruh bagian kasur. Kebetulan pembantu saya saya berikan ranjang spring bed bekas kakak saya yang kena banjir lalu. Dalam 5 menit itu sudah banyak yg saya kerjakan, diantaranya saya minta karung disiram air, ember serta ambil pemadam kebakaran simpenan saya, tapi kelihatannya sudah terlambat, api cepat sekali menyebar. Yang penting tidak menimbulkan tekanan ke luar dan menjalar kemana-mana, maka saya segera menendang pintu agar terbuka lebar-lebar dan membuka jendela kamar, agar asap bisa keluar, begitu buka jendela segera asap membumbung tinggi ke luar sehingga menyulitkan saya untuk memadamkan api yang ada. Sial nya tabung pemadam kebakaran macet (gugup gak bisa di pencet keluar belakangan setelah selesai malah bisa keluar dengan baik). Maka senjata saya tinggal kain-2 basah dan air yang ada. Beruntung kamar pembantu saya depannya ada kran air, dan saya selalu menampung air malam hari, jadi pagi bisa dipakai untuk mencuci. Jadi saya lebih konsentrasi memadamkan bagian kanan dari kebakaran tsb. Cuma karena asap yang semakin banyak dan timbul ledakan-ledakan kecil dari busa kasur yang terbakar, maka saya dengan sisa suara yang ada (karena sudah kering terkena panas api yang membara) berteriak kepada istri saya untuk meminta bantuan hansip. Sial lagi repot-2 isi air di kran baru inget belum pipis bangun tidur, ngompolin aja di celana toh gak ada yg lihat lah, hahaha.

Kebetulan tgl 6-7 Oktober lalu saya baru saja memberikan THR kepada hansip-hansip di RW saya (rutin setiap tahun), sehingga mereka kenal saya dengan baik. Begitu mendengar rumah saya yang terbakar mereka segera datang pk 04.35 dan membantu sebisanya, jumlahnya sekitar 10 orang saya hitung.

Sambil menunggu hansip datang karena saya sudah gak mampu untuk memadamkan api sebelah kiri (karena tertutup pintu), maka saya hanya bisa menyiram pintu supaya basah terus dan api tidak membakar pintu (supaya tidak menjalar). Hal ini biasa pada peristiwa kebakaran dimana yang disiram itu sebetul nya bukan apinya tapi daerah sekitar nya supaya menjadi lembab dan tidak menjalar. Gawat nya justru di balik pintu itu ada kontener plastik tempat biasa pembantu-pembantu lama saya menaruh baju-baju nya, Kipas angin dan alat-2 dapur, tentu saja api menjadi terkonsentrasi disana dan asap menjadi hitam karena kali ini yang terbakar adalah plastik kontener. Sekarang harapan satu-2 nya adalah api tidak menjalar dan mati sendiri.

Begitu pasukan hansip datang maka pekerjaan menjadi lebih cepat, karena mereka yang sudah terlatih untuk memadamkan api, beberapa menggunakan air got untuk menyiram ke arah api, disini api tertimbun lumpur got, jadi tidak menyala lagi. Nah sisanya sebelah kiri di pamungkasi dengan tabung pemadam kebakaran milik RW. Wah akhirnya pk 05.05 kebakaran sudah selesai di padamkan. Tapi kerusakan yang terjadi cukup parah. Atap Gypsum saya rubuh dan melumatkan pipa-pipa pralon air saya yang menghubungkan WC saya di lantai 2. Ironis nya WC itu adalah WC kamar yang saya tiduri hari itu (saya tidur pisah dari istri dan anak, lebih banyak tidur dengan komputer disamping dan notebook serta berkas-berkas kantor). Sampai cerita ini saya ketik WC nya belum bisa dipakai dan saya terpaksa menaruh pispot utk sewaktu-2 kalau kebelet. Apes deh.

Nah selesai kebakaran hebatnya saya bisa nyalain lagi listrik saya, oh ya, di rumah pakai 3 fase, jadi 2 fase ternyata bisa nyala lagi tapi 1 fase gak bisa, berarti ada koslet di fase itu, gak heran sebab kabel nya aja gak tersisa barang 1. Jadi pk 0630 buru-2 saya telepon Pak Bambang, langganan tukang listrik saya menceritakan keadaan demikian, dan pk 0830 Pak Bambang dengan anak buahnya sudah datang untuk membereskan listrik bagian situ. Karena mau masuk masa lebaran maka saya berkeputusan untuk tidak melakukan perbaikan, paling saya memutuskan aliran-2 kabel yang terbakar. Jadi setelah di putus, fase ke-3 sudah bisa menyala kembali. Rumah saya sekarang listrik nya 95 pct sudah pulih, hanya 4 titik lampu yang tidak berfungsi. Nanti akan diperbaiki setelah masa lebaran lewat.

Nah kembali pada waktu kebakaran. Pada waktu hansip-2 sedang bantuin kebakaran, tiba-2 disebelah saya sudah berdiri seorang polisi yang tanya ini itu, misalnya apa penyebab kebakaran, siapa penyebab nya dan apakah asalnya dari kosleting listrik. Saya menjawab seadanya, yaitu penyebab kebakaran ada pembantu saya, buktinya ini yang terbakar sekarang adalah kamar tidur pembantu saya, penyebabnya sesuai keterangan pembantu adalah karena menyalakan obat nyamuk bakar. Dan bukan karena kosleting, karena kalau penyebabnya karena kosleting pasti lampu 1 kompleks padam, buktinya hanya lampu saya yang padam (karena dari awal aliran listrik PLN sudah saya putus). Untuk verifikasi, sekali lagi polisi menanyai istri saya yg hari itu menjaga di pintu luar supaya tidak ada orang lain yg masuk selain hansip. Jawaban nya sama, karena tidak ada yg berbohong untu kasus ini, lagian orang lagi sibuk madami api koq masih sempetnya nanya-nanya, bukan bantuin sekalian. Hasilnya begitu denger penyebabnya pembantu, tuh polisi ngeloyor pergi gitu aja, Heran juga logika nya mestinya tuh pembantu ditangkap yah, hehehe. Dia ogah kali karena pembantu ga ada duitnya.

Selesai Memadamkan api akhirnya kami pun beres-2 bersama hansip sampai pk 05.30 Diantaranya sisa ranjang yang berupa spiral-2 besi dikeluarkan dari kamar, hebatnya tidak terasa panas sama sekali. Jadi saya minta aja sekalian kepada para hansip untuk dikeluarkan semua barang-2 yang sudah terbakar. Habis itu saya kasih mereka uang terima kasih. Mereka juga bilang “beginilah pak kalau ingat-2 kepada kami yg mau lagi lebaran”, hehehe…Jadi mereka ingat saya dan mau bantuin maksudnya. Yah sudah lah, yang penting urusan sudah selesai, kebakaran tidak menjalar, dan hebatnya lagi kedua anak saya masih dalam posisi tidur nyenyak !!! Saya tidak mau membangunkan anak saya kalau kebakaran tidak menjalar, buat apa, malah tambah merepotkan, kecuali kebakaran merambat dan potensial bahaya, maka saya akan menyuruh mereka keluar rumah. Begini saja saya sudah kehilangan tabung gas LPG 1 buah. Padahal seingat saya semua tabung saya yang pindahin ke taman tengah, tapi ada aja yg embat, karena gelap kali. Seorang hansip mengaku sepatu nya rusak karena membantu memadamkan api, segera saya berikan sepatu kerja saya yang biasa saya pakai, toh sepatu tsb beli di Carrefour harganya Rp 59.900. Bisa saya beli lagi besok-besok. Cuma ada beberapa orang lari pagi aja yg nontonin koq, Pemadam kebakaran jangan kisah deh, diteleponin pun gak mau datang. Hebat kan Indonesia, hehehe. Semua harus diurus sendiri. Gak bisa andalkan orang lain.

Yah gitu deh kira-kira cerita dan perjuangan saya melawan api sendirian yang akhirnya dibantu hansip. Pk 05.45 saya baru sadar bahwa ternyata saya menderita luka-2 karena kebakaran tersebut, tangan kiri saya ada 2 baret bakar seperti tertimpa besi panas panjangnya 12cm. Mata saya kalau gak dilindungi Tuhan mungkin sudah buta karena kena bara api, 0,5 mm di bawah kelopak mata. Tangan Kanan kulitnya sedikit perih. Kaki kanan dan kiri kejatuhan bara api dan keinjak beling (kaca jendela pada pecah dan menimpa saya waktu saya sibuk memadamkan api sendirian). Tapi setidak-tidaknya semua selamat, baik jiwa dan rumah. Saya menggunakan Bio Placenton untuk penyembuhan luka bakar yang saya alami. 3 hari pertama saya jalan harus menyeret-nyeret kaki karena luka bakar yang saya alami lumayan bikin perih, apalagi kalau habis mandi. Mata saya susah melek 2 hari, tapi sudah mendingan sih, hanya jadi banyak kotoran di kelopak mata. Bibir saya hitam seharian dan kalau makan seperti sekalian makan norit (arang).

Beberapa hansip cukup salut dengan saya, karena berani berjuang melawan api sendirian dan dengan taktik yang baik, diantaranya menyirami pintu kayu terus menerus supaya pintu tidak terbakar, pintu nya sih tetap saja rusak. Panel copot, tapi beneran gak terbakar lho. Saya juga gak nyangka seberani itu. Mungkin pepatah ada benarnya yaitu DARI KETAKUTAN YANG SANGAT AKAN KELUAR KEBERANIAN YANG LUAR BIASA. Saya berani melakukan hal ini, karena rasa tanggung jawab saya yang besar terhadap rumah orang tua saya sendiri, dan kecintaan akan keluarga, dimana saya gak bisa bayangin kalau anak istri saya sedih karena tempat tinggal nya habis terbakar. Bahkan pada saat itu saya sempat berpikir kalau rumah terbakar habis saya rela menjadi martir ikut terbakar dengan rumah itu. Daripada saya harus mempertanggung jawabkan semuanya. Semua nya bisa terjadi, tetapi dengan dekat Tuhan kita pasti diberi kekuatan dan kesempatan untuk memperbaiki semua nya, termasuk tidak mendapat cobaan yang lebih berat lagi.

Saya sengaja tidak menempatkan foto kebakaran atau ruangan yang bekas terbakar agar tidak selalu mengingatnya. Hal-hal buruk tidak baik diingat terus menerus, karena apabila kita selalu mengingatnya maka berarti pikiran kita mundur, dan saya gak rela punya pikiran mundur hanya gara-2 seorang pembantu infal yang mungkin sakit jiwa. Bagi saya hanya menyia-nyiakan waktu dan tenaga.

Akhir Cerita : Belakangan kabar dari pembantu lama saya (di-hp oleh istri saya, karena mereka sudah pada mudik) tidak ada obat nyamuk bakar dalam kamar tsb Jadi apakah pembantu infal itu sengaja membakar kamar ? Wallahualam. Sekarang pembantu tsb hari itu juga sudah saya kembalikan ke mertua saya. Tuhan yang tau, Tuhan yang menghukumnya nanti. Bukan saya yang hanya manusia biasa……