Hari ini mulai lah kotoran-kotoran dibuang, jumlahnya gak tanggung-2, 14 karung gula (biasa untuk isi gula 50 kg), berhasil dikumpulkan, 2 karung sebelumnya saya titipkan ke tukang pulung, sebab berupa barang elektronik rusak yang mungkin mereka bisa pakai lagi. 14 karung sisa saya sewa gerobak dan Pak Sigit "mengirim" ke pembuangan sampah, masalah pertama muncul, pembuangan sampah di perumahan gak mau terima karena keliwat banyak, akhirnya Pak Sigit membawa sampai kurang lebih 10 km untuk mencari pembuangan lain, wah, gak enak nih, bikin repot banget, saya tambahin deh uang hariannya, sekalian say goodbye karena besok Pak Sigit sudah kembali bekerja di bengkel las nya. Saya juga tiak lupa menghadiahkan trolley anak (anak saya udah gak mau di trolley) dan beberapa barang elektronik yang saya ga sempat service, mengingat Pak Sigit ini konon suka ngutak-ngutik barang elektronik.
Tugas berikutnya adalah Perbaikan Pompa, mobil, dan pembersihan tembok rumah, yang sudah sukses menatto rumah saya dengan garis banjirnya yang aduhai.
Sunday, February 11, 2007
Saturday, February 10, 2007
The Gardener
Ini bukan judul film, tapi hari ini memang saya menyempatkan waktu membereskan taman, banyak pohon-2 dan tanaman yang mati karena busuk, terlalu lama terendam air, kalau yang batang dan daunnya masih nongol waktu banjir sih, masih pada bisa hidup, tapi kalau yang kelelep semuanya, seperti pohon sabung nyawa, lidah buaya, dll (saya penggemar nanam tanaman obat, yah, almarhum deh.
Nanti pameran flora dan fauna berikutnya di Lapangan Banteng, saya akan mampir beli lagi untuk meneruskan hobby saya yang satu ini.
Sore nya saya panggil orang las pintu gerbang, bagian-2 yang copot saya tempel kembali, lumayan lah, orangnya minta Rp 200rb. Tapi saya malas cat lagi deh, abisnya lihat keadaan dulu, atau tanya ortu mau ganti cat apa.
Nanti pameran flora dan fauna berikutnya di Lapangan Banteng, saya akan mampir beli lagi untuk meneruskan hobby saya yang satu ini.
Sore nya saya panggil orang las pintu gerbang, bagian-2 yang copot saya tempel kembali, lumayan lah, orangnya minta Rp 200rb. Tapi saya malas cat lagi deh, abisnya lihat keadaan dulu, atau tanya ortu mau ganti cat apa.
Friday, February 9, 2007
Pasca Banjir
Wuiihhh.... akhirnya banjir di depan rumah surut juga, mungkin sekitar pk 01.00. Pk 05.00 PLN kembali mengaktifkan aliran listrik ke rumah. Wah, anak-2 bahagia deh, sudah bisa tidur dengan AC lagi.
Pk 06.30 mulai deh kesibukan dimulai, dengan bangun tidur, lalu siap-2 lari ke Superindo, Pk 06.50 keluar rumah dengan mobil, wah, hujan gede juga, khawatir banjir lagi ..?? Nggak, sebab got depan rumah juga sudah surut banget.
Masalahnya, Pk 07.00 Superindo gak kunjung buka, ditungguin sampai pk 07.30 masih belum buka, gimana sih Supernido, katanya pk 07.00 sudah buka, tanya ke dalam, katanya komputer masih belum terhubung ke pusat. Yah sudah pulang lagi.
Pulang ke rumah di garasi baru sadar, tahunya ban belakang sebelah kanan kempes, wah lupa, setelah terendam 3 hari 3 malam di garasi tentunya ban yang relatif sudah lama bisa saja berkurang tekanannya. Tapi karena tidak ada tukang tambal ban yang buka, maka saya pikir sore saja baru cari.
Pk 09.00 Pak Sigit dan rekannya sudah datang, sesuai dengan rencana, kami angkut-angkut dan geser-2 meja makan, lemari baju, meja rias, ranjang yang terendam banjir. wah, kalau nggak saya lelaki dewasa sendiri dalam rumah gak gampang yah. Hehe. Biar ada PRT, tapi kan karena perempuan badannya kecil-kecil. Kurang powerful.
Pk 10.00 Pak Agus master of Pompa datang ke rumah juga, service pompa yang kerendam air banjir. Tidak lupa Pak Agus minjam hair Dryer istri untuk dipakai mengeringkan sparepart pompa, hebat, 2 jam kemudian, pompa sudah bisa dipakai, setelah ada komponen model packing seal yang diganti.
Pk 12.30 Mekanik datang service mobil, kebetulan tadi pagi mobil yang saya pakai, kalau di rem, gak stabil, seperti ada yang nyangkut, hiii... ada beberapa cacing sepanjang 20 cm, di ban mobil. Ada yang masih hidup, ada juga yang sudah nyampe umurnya. Pk 17.00 Pak Rahmat sang mekanik bersama asistennya selesai membereskan masalah-2 pada mobil saya, wah, "One Day Many Happen"....
Pk 17.30 begitu terlihat mobil sudah siap tempur, saya buru-2 lari ke tukang tambal ban, isi angin, ya ampun, ban kanan belakang bahkan menyusut sampai pada tekanan 14 !! Depan sih 25. Saya kembali ke posisi asal 30-34 (30 depan 34 belakang).
Pk 17.45 saya sudah sampai Superindo lagi, dan berbelanja di sana (makanan dll), Tidak lupa saya mampir ke Hoka-2 Bento membeli kan anak saya makan malam. Supaya mereka senang aja, setelah 1 minggu terkungkung dalam rumah, saya sendiri hanya beli Jelly Konyaku dan minum 1 gelas berdua istri, karena saya gak kuat minum manis banyak-2.
Pk 19.30 setelah kecapaian begini begitu, saya pun tertidur sampai pk 21.00 baru bersama istri saya yang setia menunggui saya bangun makan malam bersama.
Pk 06.30 mulai deh kesibukan dimulai, dengan bangun tidur, lalu siap-2 lari ke Superindo, Pk 06.50 keluar rumah dengan mobil, wah, hujan gede juga, khawatir banjir lagi ..?? Nggak, sebab got depan rumah juga sudah surut banget.
Masalahnya, Pk 07.00 Superindo gak kunjung buka, ditungguin sampai pk 07.30 masih belum buka, gimana sih Supernido, katanya pk 07.00 sudah buka, tanya ke dalam, katanya komputer masih belum terhubung ke pusat. Yah sudah pulang lagi.
Pulang ke rumah di garasi baru sadar, tahunya ban belakang sebelah kanan kempes, wah lupa, setelah terendam 3 hari 3 malam di garasi tentunya ban yang relatif sudah lama bisa saja berkurang tekanannya. Tapi karena tidak ada tukang tambal ban yang buka, maka saya pikir sore saja baru cari.
Pk 09.00 Pak Sigit dan rekannya sudah datang, sesuai dengan rencana, kami angkut-angkut dan geser-2 meja makan, lemari baju, meja rias, ranjang yang terendam banjir. wah, kalau nggak saya lelaki dewasa sendiri dalam rumah gak gampang yah. Hehe. Biar ada PRT, tapi kan karena perempuan badannya kecil-kecil. Kurang powerful.
Pk 10.00 Pak Agus master of Pompa datang ke rumah juga, service pompa yang kerendam air banjir. Tidak lupa Pak Agus minjam hair Dryer istri untuk dipakai mengeringkan sparepart pompa, hebat, 2 jam kemudian, pompa sudah bisa dipakai, setelah ada komponen model packing seal yang diganti.
Pk 12.30 Mekanik datang service mobil, kebetulan tadi pagi mobil yang saya pakai, kalau di rem, gak stabil, seperti ada yang nyangkut, hiii... ada beberapa cacing sepanjang 20 cm, di ban mobil. Ada yang masih hidup, ada juga yang sudah nyampe umurnya. Pk 17.00 Pak Rahmat sang mekanik bersama asistennya selesai membereskan masalah-2 pada mobil saya, wah, "One Day Many Happen"....
Pk 17.30 begitu terlihat mobil sudah siap tempur, saya buru-2 lari ke tukang tambal ban, isi angin, ya ampun, ban kanan belakang bahkan menyusut sampai pada tekanan 14 !! Depan sih 25. Saya kembali ke posisi asal 30-34 (30 depan 34 belakang).
Pk 17.45 saya sudah sampai Superindo lagi, dan berbelanja di sana (makanan dll), Tidak lupa saya mampir ke Hoka-2 Bento membeli kan anak saya makan malam. Supaya mereka senang aja, setelah 1 minggu terkungkung dalam rumah, saya sendiri hanya beli Jelly Konyaku dan minum 1 gelas berdua istri, karena saya gak kuat minum manis banyak-2.
Pk 19.30 setelah kecapaian begini begitu, saya pun tertidur sampai pk 21.00 baru bersama istri saya yang setia menunggui saya bangun makan malam bersama.
Thursday, February 8, 2007
Liputan Foto
Liputan Foto
Air Naik Lagi
Buset...., Pk 03.00 tiba-2 hujan besar, besar sekali, padahal depan rumah saya sudah surut-rut-rut, sebeeelll, deh. Hujan rasanya berhenti pk 06.30, hujan lagi pk 09.00 sampai pk 13.00 ini masih belum selesai, konyol, depan rumah banjir lagi, masih belum bisa keluar, kecuali kalau naik sepeda (kalau tidak hujan). Stupid banget. Kalau yang sudah ga sabar udah pada nerjang banjir, tapi sya ga mau ah, mobil nya ntar kotor, sayang.
Masih beli air 10 galon sehari, tadi bagian bawah pintu gerbang saya dicopot, sebab memang udah otel. Daripada ntar copot sendiri lalu mengambang, mending copot sendiri dan disimpan dalam rumah.
Hari ini saya lebih banyak berkutat pada urusan toko. Karena karyawan sudah buka di toko, tapi memang saya belum bisa kesana, sebab memang tidak memungkinkan, lagipula, keluarga masih membutuhkan saya.
Tapi karena mau irit bensin generator, maka saya tidak sering menyalakan generator, karena hari ini hujan terus sampai pk 14.30 saya menyalakan lilin untuk baca buku, dan kembali nonton film serial Water Margin melalui iPAQ 3715 saya.
Karena kebetulan saya sembahyang tiap hari menggunakan lilin di rumah, tentunya, saya banyak stok lilin-2 yang sudah mau habis, saya dekatkan kembali dengan api, supaya mencair, sesudah itu, saya cor kembali ke lilin yang sudah bolong tengah nya dan tancap sumbu baru, beres deh, jadi 1 lilin seperti baru lagi.
Masih beli air 10 galon sehari, tadi bagian bawah pintu gerbang saya dicopot, sebab memang udah otel. Daripada ntar copot sendiri lalu mengambang, mending copot sendiri dan disimpan dalam rumah.
Hari ini saya lebih banyak berkutat pada urusan toko. Karena karyawan sudah buka di toko, tapi memang saya belum bisa kesana, sebab memang tidak memungkinkan, lagipula, keluarga masih membutuhkan saya.
Tapi karena mau irit bensin generator, maka saya tidak sering menyalakan generator, karena hari ini hujan terus sampai pk 14.30 saya menyalakan lilin untuk baca buku, dan kembali nonton film serial Water Margin melalui iPAQ 3715 saya.
Karena kebetulan saya sembahyang tiap hari menggunakan lilin di rumah, tentunya, saya banyak stok lilin-2 yang sudah mau habis, saya dekatkan kembali dengan api, supaya mencair, sesudah itu, saya cor kembali ke lilin yang sudah bolong tengah nya dan tancap sumbu baru, beres deh, jadi 1 lilin seperti baru lagi.
Wednesday, February 7, 2007
Liputan Foto
Titik Cerah
Bangun tidur Pk 08.30, terlihat air sudah keluar dari garasi. Taman juga tinggal setengah, wah ini benar-2 progress yang mengejutkan. Harapan mudah-2an sore hari nanti. keadaan sudah semakin membaik. Saya pun berencana untuk keluar naik sepeda, mungkin nanti selepas makan siang, istri mau ikut.
Kendala pertama mulai nongol. Hawa bau bangkai mulai menyengat. Kalau kita keluar ke teras aja, langsung terasa seperti bau terasi, ikan asin, campur bangkai, campur aduk. Maka saya langsung mengeluarkan titah untuk segenap penghuni rumah menggunakan penutup hidung dan mulut, yah kain dililit ke muka gitu aja, karena stok masker saya ternyata sudah dibawa ke rumah lama.
Yang menggembirakan adalah air bak sudah tidak kerendam, sehingga bisa dikuran mungkin sore nanti, saya menyarankan agar para PRT makan siang dahulu sebelum "menguras tenaga", ah gak gitu sih, saya kan ada pompa celup.
Sore ini untuk merayakan turunnya air saya bermain games FIFA 2007 2 jam-an, habisnya sudah jenuh ngadapin banjir, diikuti dengan nonton Serial Silat Mandarin Water Margin, maklum, masak sudah 2 minggu baru sampai seri 11. Serial yang berasal dari Roman Klasik ini lumayan bagus, sebab menceritakan perjuangan 108 Pendekar dari gunung Liang Shan Po. Menurut paman saya ada 4 Roman Klasik yang dianggap paling populer jaman dahulu kala, yaitu Romance Of Three Kingdom atau yang biasa kita dengar Sam Kok, Water Margin (Sui Hu Cuan), The Dream Of Red Chamber (Hung Lo Mung) dan Journey To The West (Sun Go Kong - See Yu Ji). yang semua nya saya sudah baca bukunya, Tapi yang ke empat rasanya gak gitu suka, entah kenapa, mungkin keliwat fiktif. Tapi untuk jaman dahulu kalau, mungkin cerita model gini very cool.
Pk 21.00 saya mengecek ke depan dan ternyata depan rumah airnya paling tinggal beberapa cm saja, wah, hal ini sangat menggembirakan, sayang gara-2 pembuatan trotoar yang aneh, tetangga pas depan saya masih kebanjiran sampai sekarang.
Kendala pertama mulai nongol. Hawa bau bangkai mulai menyengat. Kalau kita keluar ke teras aja, langsung terasa seperti bau terasi, ikan asin, campur bangkai, campur aduk. Maka saya langsung mengeluarkan titah untuk segenap penghuni rumah menggunakan penutup hidung dan mulut, yah kain dililit ke muka gitu aja, karena stok masker saya ternyata sudah dibawa ke rumah lama.
Yang menggembirakan adalah air bak sudah tidak kerendam, sehingga bisa dikuran mungkin sore nanti, saya menyarankan agar para PRT makan siang dahulu sebelum "menguras tenaga", ah gak gitu sih, saya kan ada pompa celup.
Sore ini untuk merayakan turunnya air saya bermain games FIFA 2007 2 jam-an, habisnya sudah jenuh ngadapin banjir, diikuti dengan nonton Serial Silat Mandarin Water Margin, maklum, masak sudah 2 minggu baru sampai seri 11. Serial yang berasal dari Roman Klasik ini lumayan bagus, sebab menceritakan perjuangan 108 Pendekar dari gunung Liang Shan Po. Menurut paman saya ada 4 Roman Klasik yang dianggap paling populer jaman dahulu kala, yaitu Romance Of Three Kingdom atau yang biasa kita dengar Sam Kok, Water Margin (Sui Hu Cuan), The Dream Of Red Chamber (Hung Lo Mung) dan Journey To The West (Sun Go Kong - See Yu Ji). yang semua nya saya sudah baca bukunya, Tapi yang ke empat rasanya gak gitu suka, entah kenapa, mungkin keliwat fiktif. Tapi untuk jaman dahulu kalau, mungkin cerita model gini very cool.
Pk 21.00 saya mengecek ke depan dan ternyata depan rumah airnya paling tinggal beberapa cm saja, wah, hal ini sangat menggembirakan, sayang gara-2 pembuatan trotoar yang aneh, tetangga pas depan saya masih kebanjiran sampai sekarang.
Tuesday, February 6, 2007
Hari-hari Menanti Surut
Pk 02.30 tiba-tiba hujan lebat. Saya yg sudah tertidur tidak mengetahui nya dan baru Pk 03.30 terbangun karena bunyi geledek yang seperti bom meledak, saya pikir rumah tetangga ada yg roboh. Begitu saya lihat ke depan wah hujan bukan main deras nya, gak heran pagi hari nya air kembali naik, yang sudah keluar dari garasi, sekarang masuk kembali ke garasi sekitar 10 cm, padahal rencana nya hari ini saya akan mengurusi mobil yg kerendam kemarin (coba 40 cm an sih).
Pk 09.00 saya bangun karena ibu menelpon. Tapi yang menjawabi istri saya, Pk 09.30 baru bener-2 terbangun, maklum, karena kebanjiran dan ga tau mau kerja apa, maka mendingan saya bangun siang sebab bangun pagi hanya membuat kurng tidur dan malam gak kuat jaga rumah lagi.
Pk 11.00 Pak Sigit datang kembali, saya menukar 10 galon air mineral isi ulang, di depan tampak, pintu saya bergeser kembali, dan untung ada Pka Sigit dan team nya yg membantu membetulkan kondisi pintu saya kembali ke rel nya.
Siang ini sebetul nya saya cukup menerima banyak telepon, tapi karena saya lagi banyak di lapangan, ga semua telepon saya bisa jawab. Terutama pk 14.30 saya lagi masukkan air ke bak penampungan, saya perhatikan ada tampungan air bekas air hujan di tutup bak, saya kumpulkan lumayan dapat 1 ember lebih untuk cuci baju.
Siang ini saya kebanyakan menemani anak main selagi istri saya sapu dan pel kamar, sudah 5 hari kamar gak di pel, wah lengket sekali lantai nya. Sementara ini kondisi air saya cukup lah, untuk pel 1 kamar, toh perlu 2 gayung doang.
Hari ini saya gak minat ambil foto, sebab selain yg saya lihat itu-itu lagi, saya juga sudah rada jenuh karena 5 hari gak keluar rumah, maunya sih keluarnaik sepeda, tapi airnya belum turun sayang sepeda nya. Tunggu sampai se lutut, baru saya mau keluar.
Air terus bertahan di garasi sampai malam hari, Di Radio terdengar di sana dan disni sudah surut, maka saya pun berpendapat tidak lama lagi kemungkinan air di daerah saya juga surut.
Pk 09.00 saya bangun karena ibu menelpon. Tapi yang menjawabi istri saya, Pk 09.30 baru bener-2 terbangun, maklum, karena kebanjiran dan ga tau mau kerja apa, maka mendingan saya bangun siang sebab bangun pagi hanya membuat kurng tidur dan malam gak kuat jaga rumah lagi.
Pk 11.00 Pak Sigit datang kembali, saya menukar 10 galon air mineral isi ulang, di depan tampak, pintu saya bergeser kembali, dan untung ada Pka Sigit dan team nya yg membantu membetulkan kondisi pintu saya kembali ke rel nya.
Siang ini sebetul nya saya cukup menerima banyak telepon, tapi karena saya lagi banyak di lapangan, ga semua telepon saya bisa jawab. Terutama pk 14.30 saya lagi masukkan air ke bak penampungan, saya perhatikan ada tampungan air bekas air hujan di tutup bak, saya kumpulkan lumayan dapat 1 ember lebih untuk cuci baju.
Siang ini saya kebanyakan menemani anak main selagi istri saya sapu dan pel kamar, sudah 5 hari kamar gak di pel, wah lengket sekali lantai nya. Sementara ini kondisi air saya cukup lah, untuk pel 1 kamar, toh perlu 2 gayung doang.
Hari ini saya gak minat ambil foto, sebab selain yg saya lihat itu-itu lagi, saya juga sudah rada jenuh karena 5 hari gak keluar rumah, maunya sih keluarnaik sepeda, tapi airnya belum turun sayang sepeda nya. Tunggu sampai se lutut, baru saya mau keluar.
Air terus bertahan di garasi sampai malam hari, Di Radio terdengar di sana dan disni sudah surut, maka saya pun berpendapat tidak lama lagi kemungkinan air di daerah saya juga surut.
Liputan Foto
Liputan Foto
Liputan Foto
Liputan Foto
Gerobak yang di modifikasi alias ditambah bangku agar para penumpang tidak kerendam air banjir, sangat laku digunakan masyarakat sekitar, karena kolongnya bisa dipakai untuk menaruh tempat belanjaan. Konon sekali jalan ke depan kena Rp 75.000. Tampak sang penumpang sedang memperhatikan truk yang sedang melewati banjir.Monday, February 5, 2007
Day 3 - Hope of Deliverance
Pk 09.00 saya terbangun, karena terdengar suara istri saya di lantai bawah, sedang mengobrol dengan PRT, sejak 2 hari terakhir ini, kalau malam, rasanya panas dan lengket, heran kalau pagi itu dingin sekali, mungkin karena bawaan air banjir yang menyurut, waktu air sedang naik, wah itu hawa dingin bukan main, saya yang biasanya kuat hawa dingin aja, terpaksa pakai jaket.
Pk 09.30 saya makan pagi dengan istri, biasa... sayur kemarin plus nasi kemarin, hehe... yang penting sudah dihangatkan. hari ini saya membahas berapa galon air mineral yang akan di tukr dan pengalihan jerigen bensin.
Pk 10.00 saya kebawah, membantu PRT menyerok air pel-an yang tersisa. ada beberapa pintu yang sulit dibuka sejak kerendam air banjir, saya menyerah 1 pintu, karena kelihatannya kunci patah di dalam, nanti saya akan panggil 1 orang bangunan untuk membetulkn pintu tsb. Air turun dari garasi, tapi di taman masih menggenang, sampah mulai terlihat sana sini.
Pk 11.00 Bapak yang suka tukar galon datang, kumpul-2 saya dapat 10 galon kosong, lumayan, saya menitipkan uang Rp 200rb untuk tukar air galon dan beli bensin 1 jerigen.
Pk 12.00 Air Galon sudah datang, tapi bensin masih ngantri, sambil nunggu, saya baru sadar, si Bapak saya belum tanya-in namanya dari kemaren-kemaren. Namanya Pak Sigit, kerja di bengkel. Karena banjir bengkel nya tutup si Bapak ini nyambi. Wah, rajin yaa.., kalau orang-orang mungkin tidur-2an aja di rumahnya. Pak Sigit masih menawarkan bersih-2 rumah, sayasahut nanti pak, kalau air bener-2 sudah surut, trims ya paakkk... Setelah saya urus pembayarannya, saya kembali ke atas untuk makan siang.
Pk. 15.00 saya mengisi bak penampungan air dengan galon isi ulang. Wuiihh... 10 galon = 150 liter kali yah, yah lumayan lah, untuk masak, minum, mencuci dikit. Masak badan gak kunjung dicuci-cuci, main air banjiran ..?? Mmm.. saya sih kecil suka gitu, berkat dulu suka main air banjiran, saya dapat anugerah penyakit Eksim yang cukup lama, sembuhnya setelah bertahun-tahun kemudian, denger-2 ada yang bisa kena sipilis tanpa perlu "nakal" sebab kontaminasi air banjir ini mengandung banyak kuman, virus, bakteri dsb. Enggak lah, ntar anak saya jadi banyak masalah.
Saat ini saya sudah ngantongin premium 40 lt, lumayan stok untuk 3 hari ke depan sudah ada. Trus dari mobil juga sudah bisa dikuras lagi. Karena garasi sudah nggak ada genangan. Nah masalah sekarang di air bersih saja.
Hari ini tadinya saya rencana bersepeda dengan teman keliling sekalian belanja apa ada nya. Tapi batal karena jalan keluar kabarnya masih sepinggang, Saya berpikir kalau besok mungkin sudah bisa keluar jalan kaki bawa ransel untuk belanja apa adanya, misalnya tambah stok telor, supermie, kecap, Setidak nya 3 jenis ini anak saya bisa makan. Saya jarang menggoreng, biasa telor saya rebus saja pakai kecap, dan makan pakai nasi, atau supermie plus telor rebus / kocok. Kalau sudah ukuran sepaha, oke lah, kaki mah kotor pulang tinggal sikat. Kalau atasan lagi susah bersihinnya, hehe..
Pk 09.30 saya makan pagi dengan istri, biasa... sayur kemarin plus nasi kemarin, hehe... yang penting sudah dihangatkan. hari ini saya membahas berapa galon air mineral yang akan di tukr dan pengalihan jerigen bensin.
Pk 10.00 saya kebawah, membantu PRT menyerok air pel-an yang tersisa. ada beberapa pintu yang sulit dibuka sejak kerendam air banjir, saya menyerah 1 pintu, karena kelihatannya kunci patah di dalam, nanti saya akan panggil 1 orang bangunan untuk membetulkn pintu tsb. Air turun dari garasi, tapi di taman masih menggenang, sampah mulai terlihat sana sini.
Pk 11.00 Bapak yang suka tukar galon datang, kumpul-2 saya dapat 10 galon kosong, lumayan, saya menitipkan uang Rp 200rb untuk tukar air galon dan beli bensin 1 jerigen.
Pk 12.00 Air Galon sudah datang, tapi bensin masih ngantri, sambil nunggu, saya baru sadar, si Bapak saya belum tanya-in namanya dari kemaren-kemaren. Namanya Pak Sigit, kerja di bengkel. Karena banjir bengkel nya tutup si Bapak ini nyambi. Wah, rajin yaa.., kalau orang-orang mungkin tidur-2an aja di rumahnya. Pak Sigit masih menawarkan bersih-2 rumah, sayasahut nanti pak, kalau air bener-2 sudah surut, trims ya paakkk... Setelah saya urus pembayarannya, saya kembali ke atas untuk makan siang.
Pk. 15.00 saya mengisi bak penampungan air dengan galon isi ulang. Wuiihh... 10 galon = 150 liter kali yah, yah lumayan lah, untuk masak, minum, mencuci dikit. Masak badan gak kunjung dicuci-cuci, main air banjiran ..?? Mmm.. saya sih kecil suka gitu, berkat dulu suka main air banjiran, saya dapat anugerah penyakit Eksim yang cukup lama, sembuhnya setelah bertahun-tahun kemudian, denger-2 ada yang bisa kena sipilis tanpa perlu "nakal" sebab kontaminasi air banjir ini mengandung banyak kuman, virus, bakteri dsb. Enggak lah, ntar anak saya jadi banyak masalah.
Saat ini saya sudah ngantongin premium 40 lt, lumayan stok untuk 3 hari ke depan sudah ada. Trus dari mobil juga sudah bisa dikuras lagi. Karena garasi sudah nggak ada genangan. Nah masalah sekarang di air bersih saja.
Hari ini tadinya saya rencana bersepeda dengan teman keliling sekalian belanja apa ada nya. Tapi batal karena jalan keluar kabarnya masih sepinggang, Saya berpikir kalau besok mungkin sudah bisa keluar jalan kaki bawa ransel untuk belanja apa adanya, misalnya tambah stok telor, supermie, kecap, Setidak nya 3 jenis ini anak saya bisa makan. Saya jarang menggoreng, biasa telor saya rebus saja pakai kecap, dan makan pakai nasi, atau supermie plus telor rebus / kocok. Kalau sudah ukuran sepaha, oke lah, kaki mah kotor pulang tinggal sikat. Kalau atasan lagi susah bersihinnya, hehe..
Liputan Foto
Sunday, February 4, 2007
Liputan Foto
Liputan Foto
Kalau kemarin 1 truk, hari ini ditambah temannya mobil box. Mobil box ini coba menerobos banjir, didalamnya terdapat banyak orang di evakuasi, mungkin kesalahannya terletak, kayaknya selain orang, mobil box ini juga bawa barang, dan isi nya terlalu berat, jadi sang mobil ketinggiannya berkurang. Akhirnya orang turun dan barang mungkin ditinggal.Liputan Foto
Liputan Foto
Liputan Foto
Sebuah Perahu Evakuasi tampak melintas mengevakuasi warga yang sudah sulit bertahan di perumahan, karena kabarnya blok belakang sudah seleher banjirnya. Tampak salah satu awak mengacungkan jempol pada waktu di foto, mungkin karena senang di foto atau karena saya memberikan penghargaan kepada tim SAR yang sudah berusaha keras mengevakuasi warga.
Subscribe to:
Comments (Atom)






