Monday, January 28, 2008

28-01-2008 : Pak Harto dimakamkan

Pagi Pk 0730 – Tiba-tiba saya bangun, saya teringat saya ingin menyaksikan acara TV mengenai pelepasan jenazah Pak Harto. Untuk menghindari iklan maupun selingan tetek bengek lainnya maka saya memilih TVRI sebagai media. Tiba-tiba saya menjadi terenyuh dan mengingat masa lalu, ketika TVRI sebagai satu-satunya media televisi di Indonesia. Ketika itu seperti nya saya menjadikan TVRI sebagai satu-2 nya media hiburan visual di kediaman saya. Setiap hari jam 5 sore saya sudah menunggui sang TV dimana walau baru berupa gambar waktu yang biasa nya bundar-bundar itu. Lalu tepat jam 5 sore lagu kebangsaan Indonesia Raya mengumandang, diikuti jadwal acara TV dan setelah itu beberapa iklan (waktu masih ada th 70-an) seperti iklan Fanta yang ada gambar kartun anak-2 main perosotan, iklan Coca Cola yang menggambarkan Cliff Richard bernyanyi di atas gunung (sampai kakak saya membeli kaset nya), sampai iklan semen kujang dengan seorang kakek yang membawa sebilah keris dan berucap “untuk anak cucuku”, iklan Toyota Kijang dengna Koes Plus nya yang menyanyikan lagu Pelangi, Iklan kamera Sakura dengan kata-2 “Rancak Bana” yang sangat terngiang di kuping saya karena nyentrik kedengarannya, Fuji Color Film yang jingle nya sangat menarik (Fuji Color Film…, Indah…., Seindah Warna Aseli nya). Setelah itu yang saya tunggu-2 tiba, Flim Kum Kum, Scooby Doo, dan lain-lain.

Sekarang seiring dengan waktu saya sudah jarang menonton televisi, especially TVRI, karena kesibukan dan waktu nya tak tersedia. Kenangan saya terhadap TVRI tetap tidak hilang karena media ini yang membentuk saya. Saya percaya generasi lain juga akan ada kenangan terhadap media dia sendiri nantinya, tapi mungkin mereka akan menggunakan RCTI, SCTV, atau bahkan indovision sebagai media kenangannya.

Pak Harto menjalankan hidupnya dari dulu dengan sederhana, bahkan sampai beliau meninggal. Diangkut ke Astana Giribangun pun hanya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI, bukan dengan Garuda Indonesia atau yang lainnya. Sebetulnya saya lebih cenderung untuk membawa jenazah Pak Harto tetap dengan iring-2an mobil sampai ke Solo supaya rakyat bisa lebih banyak yang melihatnya untuk yang terakhir kali. Tapi mungkin waktu tidak mengijinkan. Terlihat kerabat yang mengantar nya pun hanya menggunakan bus sebanyak 5 buah. Mobil jenazahnya pun mobil biasa saja. Seorang yang sederhana sampai ajalnya pun menjalankannya dengan sederhana.

Yang saya kagumi dengan meninggalnya Pak Harto ini adalah sampai meninggalnya pun Pak Harto diberikan penghormatan dari kawan maupun lawan. Misalnya Xanana Gusmao yang datang melayat, selain dari pemimpin-pemimpin negara regional lainnya.

Saya adalah salah seorang yang merasa beruntung karena saya pernah menjadi salah satu dari bagian generasi nya dimana saya pernah dilahirkan, menjadi siswa sekolah, dan setelah itu bekerja dan sempat dekat dengan birokrasi pada waktu Pak Harto menjadi kepala negara. Saya tahu rasanya menjadi rakyat pada saat itu, dan saya juga pernah tahu rasanya bekerja dekat dengan lingkungan birokrasi pada jaman Pak Harto. Bukan hanya sekedar mendengar teori-teori cerita selama ini. Saya merasakan, bagaimana saya menjadi siswa yang ikut senam kesegaran jasmani, ikut penataran P4, gerakan penembakan misterius, disiplin nasional, dsb. Membuat saya setidaknya memiliki kenangan hidup yang sangat berarti bagi kehidupan saya. Kelihatannya memang mengada-ada gerakan-2 seperti itu, tapi setidaknya membuat saya bisa merasakan kekompakan selama menjalani kehidupan, tidak seperti sekrang yang rasanya sendiri-sendiri. Misalnya penataran P4, walaupun pada masa muda saya terlihat membosankan, tetapi ternyata membuat saya bisa lebih disiplin dan menambah teman. Tidak seperti sekarang untuk menambah teman cukup dengan friendster. Setiap manusia ada jamannya tersendiri.

Sekali lagi saya sangat turut berduka cita atas meninggalnya seorang tokoh besar Republik Indonesia. Pada keluarganya harap diberikan kesabaran dan kekuatan, saya yakin pada suatu masa pasti Pak Harto lebih banyak dikenang kebaikannya daripada keburukannya, sama seperti Sukarno dahulu dan sekarang.

27-01-2008 : Pak Harto, Presiden ke-2 RI, Berpulang

Sepulang dari Puri Mall saya segera sampai ke rumah Pk 12.30 dan beristirahat sekaligus makan siang. Pk 1330 saya sudah berangkat kembali besserta istri dan anak-anak ke toko saya di mangga dua. Pk 14.10 saya sedang memarkir mobil di depan toko. Seorang kawan menelepon. Betapa kaget nya saya ketika saya diberitakan mantan presiden Indonesia Bpk. H. M. Soeharto wafat Pk 1310. Saya betul-2 sangat terkejut mengingat sehari sebelumnya saya baca kabar nya di internet maupun di televisi keadaan beliau membaik, bahkan mungkin bisa pulang dari rumah sakit. Rasa nya betul-2 seperti mimpi. Tidak heran saya gak bisa tidur semalaman Sabtu tadi mungkin karena merasa sesuatu yang tidak enak akan terjadi. Malah saya pikir karena keinginan saya untuk membeli UMPC menjadi penyebab saya sukar tidur.

Saya sebagai generasi Tahun 80-an tentu mengenal betul sosok Pak Harto ketika menjadi Presiden. Presiden ke 2 Republik Indonesia ini terkenal piawai dalam melakukan sttrategi politik dalam negeri maupun luar negeri nya. Saya tidak pernah memikir kan tuduhan-tuduhan kepada beliau saat ini. Yang saya kenang adalah jasa-jasanya sebagai pemimpin bangsa yang selalu mengupayakan negara ini tetap bersatu dan solid. Salah satu ke piawai an beliau waktu memimpin bangsa adalah (waktu itu saya sering nangkring di Bulog) betapa Pak Harto sangat memperhatikan kebutuhan pokok rakyat nya baik rakyat kecil maupun rakyat biasa. Waktu harga beras sedikit naik atau harga minyak goreng tidak stabil, maka saya dengar Ka Bulog saat itu (Bpk. Bustanil Arifin) sampai bolak-balik setiap hari ke Istana Presiden memberikan laporan yang terinci dan biasanya Pak Harto akan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu. Saya rasa sampai saat ini tidak ada pemimpin yang begitu memperhatikan kebutuhan pokok rakyat kecil se detail itu. Sekarang semua nya di serahkan kepada kebutuhan pasar, supply-demand, dan sistem ekonomi bebas. Yang tentu saja pada saat tertentu bisa menyusahkan rakyat kecil yang kadang tidak mengerti kondisi sesungguh nya dalam ilmu ekonomi. Tapi bagi saya lebih mirip pemimpin sekarang lepas tangan gitu aja terhadap keadaan yang tidak pasti.

Tentu dari kisah ini kita tahu bagaimana kwalitas pemimpin model gini. Seorang pemimpin yang berwibawa sehingga membuat orang tersihir menjadi menurut kepada beliau. Mungkin jaman sekarang diperlukan metode hypnotheraphy untuk bisa melakukan demikian kepada orang lain. Tapi memang begitulah yang namanya pemimpin. Kalau tidak bisa memimpin, berarti hanya bisa bicara tapi tak bisa kerja.

Bagaimana pun, suka atau tidak suka, Pak Harto adalah bagian dari sejarah Republik Indonesia. Dengan Pak Harto sebagai presiden, saya waktu itu benar-2 merasa sebagai warganegara Republik Indonesia, walaupun kadang ada sedikit merasa mendapat tekanan. Dengan keadaan sekarang pasca Pak Harto, saya lebih merasa saya hanya sebagai manusia, yang kebetulan tinggal di sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Mudah-2an anda tahu beda nya apa.

Selamat Jalan Pak Harto, semoga anda diterima di sisi Tuhan YME. Dan dunia tetap mengakui anda sebagai seorang presiden yang pernah berjasa membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ke era modern seperti saat ini.

Friday, January 25, 2008

25-01-2008 : Nasi Goreng di Oh Lala Bistro

Pernah denger tempat nongkrong yang namanya Oh Lala ..?? Mestinya pada tahu lah. Seperti nya dimana-mana ada dan malah saya dengar di Plaza Senayan sangatlah ramai dikunjungi. Apalagi di tempat ini disediakan fasilitas Free Hotspot, bagi yang suka surfing dengan notebooknya.
Sekarang Oh Lala ini buka cabang di Mall Mangga Dua Square. Kalau gak salah bukanya mulai tanggal 28 Desember 2007 lalu. Tampaknya berbeda dengan Oh Lala yang umum, disini buka dengan konsep bistro, dan ada menu spesial Nasi Gorengnya. Seumur-umur makan di Oh Lala baru kali ini saya lihat jualan nasi goreng. Harganya gak terlalu mahal dan juga tidak murahan. Sekitar Rp 16.000 dan konon hanya ada di Oh Lala Mangga Dua Square ini.
Setahu saya sampai saat ini Oh Lala dengan konsep Bistro baru buka di 3 lokasi, yaitu di Bintaro, Plaza Semanggi dan Mangga Dua Square, jadi gak ada salahnya kalau lagi sempat mampir ke Mall Mangga Dua Square coba mampir ke tempat nongkrong ini untuk mencoba nasi gorengnya.
Mengenai rasa, saya pikir relatif, mending saya sertakan fotonya agar anda bisa nilai sendiri kualitasnya. Ciaoo...

Sunday, January 20, 2008

20-01-2008 : Foldable Keyboard

Pernah pakai folding Keyboard ? itu tuh keyboard yang bisa dilipat dan digulung, sehingga tidak sulit membawanya. Saya puya satu yang Full 101 keys. Saya suka yang begitu karena sejak SMP sudah terbiasa menggunakan keyboard besar dan panjang, sulit sekali menggunakan keyboard yang kecil atau keyboard notebook. Jadi kalau saya kemana-mana bawa notebook, kadang keyboard gulung ini ikut dibawa kemana-mana juga. Tangan kanan saya sudah sangat terbiasa memegang kursor arah yang berupa numerik.

Konon, keyboard gulung ini sering putus. Entah kabelnya, apanya, atau apanya lagi. Itu sih kata yang punya toko komputer. Tapi selama ini (baru 2 bulan sih) untunglah saya pakai masih baik-2 sahaja. mungkin bolak-baik The Man Behind The Gun nya. Saya jadi teringat dulu Notebook Acer dikategorikan sebagai notebook cepat rusak. Tapi kenyataannya saya sudah pakai notebook ini 22 bulan (Acer 3623 Celeron), masih OK OK aja tuh. Malah saya makin sayang dengan notebook ini, sebab sudah saya tambahkan dengan SDRAM 1 GB, dan dengan XP Professional Original, notebook ini bisa berlari dengan kencang, dan malah saya bisa menggunakanny untuk editing Video Rumah, Januari ini saya bahkan berani Install FIFA 2008 di notebook ini, dan memainkannya dengan cukup baik, hanya Ada sedikit Lag di depan kotak penalti.

Akhir kata, menggunakn sesuatu barang menurut saya adalah tergantung dari pemakainya sendiri. Apabila kita memperlakukan barang kita dengan telaten dan dengan hati. Niscaya sesuatu barang akan awet dipakainya dan makin berguna atau bertambah daya gunanya. Sebaliknya sebuah benda tidak diperlakukan dengan hati, maka secanggih apa pun barang itu tak akan pernah berasa berguna di depan mata kita.

Demkian sekilas mutiara dari saya hari ini.

Tuesday, January 15, 2008

Mobil Unik dan Lucu

Hari Senin Siang, depan toko saya ada mobil unik dan lucu parkir, entah yah merk apa ini mobil. Kalau dilihat dari lambang di depan kap mobil nya sih kayak lambang LEXUS, masak Lexus ada bikin mobil kayak gini sih, baru tahu nih.