Hari ini anak laki-2 badannya rada panas, panas dari kemarin malam tampaknya. Saya juga bingung ada apa gerangan padahal siang dan sampai malam dalam keadaan baik-2 saja. Mungkin sedang masa pertumbuhan jadi keluar panas. Kadang anak Batita begitu. Mau tumbuh gigi, rada panas, mau tumbuh badan, rada panas, mulai bisa bicara, rada panas, dll, dll.
Jadi, rencana keluarga mau ke Plaza Senayan pun bubar, jadi saya hanya mau ke Mangga Dua saja untuk ke Carrefour belanja RT. Itu pun cuma saya dan anak perempuan yg pergi. Mama jaga si dede.
Eh, tahunya tiba-2 pk 1000 panasnya hilang, seger-2 lagi, sambil ketawa-ketiwi. Jadi ahasil, si adik pun dibawa serta ke Mangga Dua. Malah dia yang paling dulu turun ke garasi. Saya pun segera menyiapkan segala sesuatu nya.
Sesampai di mangga dua pk 1300, kamipun makan siang dan mampir ke Tehe Mangga Dua Square. Resto Vegetarian yang satu ini memang diolah rada beda. Sehingga orang yang tadinya kurang suka vegetarian pun jadi bisa terima perutnya. Si kakak biasa sukanya makan nasi ayam kremes (ayam bo'ongan). Istri saya memesan Nasi Bebek (sesuai rekomendasi saya - bebek bo'ongan), dan saya yang menyusul (dari WC), pesan bubur Hongkong (bubur beneran). Setelah kami makan maka saya ke lantai dua melihat 1st Computer Square untuk melihat-2 harga HDD 320 Gb, disana adanya merk Samsung dan Western Digital, saya sih cocoknya pakai Maxtor. List Price nya Rp 865rb. Saya pun telepon ke toko langganan tanya harga HDD Maxtor 320 Gb, EIDE, RP 795rb. Yah saya booking aja deh HDD nya, besok hari Senin saya ambil. Lagipula kalau ambil hari ini saya masih gak ada Case nya. HDD ini akan saya pergunakan untuk membackup film sambunga silat yang didapat dari teman saya. Lumayan, 1 seri 800mb, saya lihat 1 judul ada 40 seri = 32 GB kira-2 (format SVCD). 3 judul aja bisa 96 Gb. Belum lagi Handycam saya sudah lumayan penuh, mungkin perlu 15 Gb untuk Backup. Sudah 110 Gb yah. Terus saya mau backup film-2 perang saya yang legendaris ke HDD karena saya sudah gak percaya lagi sama yang namanya CD (bisa jamuran, melengkung, error, dsb), kayaknya 320 GB bisa langsung penuh deh.
Cita-2 saya sendiri nanti kalau saya mau nonton film, nanti tinggal mencari di server, lalu akan diputar, bisa melalui HDD, atau bahkan WiFi Networking, wah keren kan, nontonnya ?? Yah dari mana lagi kalau bukan dari notebook, atau dari PC desktop. Jadi nanti mah udah gak ada kalau mau nonton sesuatu ubek-ubek koleksi CD dahulu. Sudah ketinggalan jaman lah. Sekarang kan dunianya digital.
Sesudah itu saya ke Carrefour bersama si kakak. Kakak bilang kalau dia mau cari ring basket untuk si adik. Saya sih OK saja. Masalahnya mau di gantung dimana ?? Tiangnya ga ada. Kalau mau paku tembok, kalau adik tambah tinggi, masak maku tembok lagi ?? Mmm, saya pikir, cari yang plastik aja, nanti telpel saja pakai plug ban. Biar beres dan gak pusing.
Eh, tiba-2 pk 1530 si adik badannya panas lagi, untung mamanya bawa tempra. Pk 1700 kami pun buru-2 pulang ke rumah. Acara pun berakhir.
Sunday, September 16, 2007
Saturday, September 15, 2007
Liburan Awal Puasa di Ancol
Tanggal 14 September saya dan keluarga beserta seluruh pembantu menyempatkan diri untuk mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol. Seperti biasa setiap kali awal puasa dan Masuk Lebaran saya memberikan waktu untuk entertaintment pembantu, sudah 1 tahun kerja masak gak di kasih senang, sesuai dengan tradisi dari keluarga saya sejak kecil, kalau dulu ibu saya selalu ajak pembantu dan saya untuk pergi nonton ke bioskop, saya ingat waktu tahun 70an, kalau ga di Lokasari, Orient (mangga besar), terakhir di Kartini. Film nya biasa yang lucu-2 mdoel Doyok, Bagio, Ateng, dll. Pernah saya diajak nonton film Guna-Guna Istri Muda, wah takut juga, maklum saat itu saya masih umur 7 tahun.
15 September 2007
Sesuai rencana saya hari ini gak niat pergi jauh-2. Kami hanya menyempatkan diri makan di nasi ayam Apollo, lalu sewaktu membayar kami ngobrol cukup lama dengan pemilik resto Apollo tsb yang mungkin kebetulan lagi bete.
Sepulang dari Apollo, saya isi bensin mobil istri. Heran, sudah 10 tahun lebih bisa nyetir, tapi gak bisa isi bensin sendiri. Saya mesti 2 minggu sekali ke pom bensin, isi bensin, gak banyak sih, biasa paling 100rb (22,22 ltr).
Dari Isi bensin kami mampir ke ATM BCA yang besar, saya mau setor tunai (melalui mesin BCA), dan istri mau transfer. Si kakak seperti anak kecil lainnya menunggu di depan mesin mau bantu cabut-cabut struk ATM.
Eh keluar dari ATM si dede tertidur. Saya pun mampir ke Hero Supermarket untuk beli majalah. Saya suka beli majalah di Hero sebab kalau beli banyak bisa bayar pakai kartu kredit, walau pada akhir nya jarang saya lakukan, karena sekarang saya sudah banyak sekali potong anggaran untuk belanja majalah karena harga majalah yang semakin memberatkan kantong. Jaman dahulu dengan 100rb kita bisa beli majalah 1 tas, sekarang kadang hanya 2-3 majalah saja. Majalah-2 gak penting model donal bebek juga sudah lama saya lupakan. Saya tinggal membeli majalah Gatra / Tempo (setiap minggu) dan Intisari, CHIP / PC Media, Tabloid Kontan, dan Tabloid PC-Mild / PC Plus. Kadang saya membeli tabloid HP model SMS, Pulsa dsb, untuk taruh di kantor.
Selesai dari Hero, kami pun sekeluarga pulang ke rumah, saya gak ke kantor hari ini karena mau ngaso, wah males yah, jarang ke kantor terus, hahaha. Tenang deh, hari minggu saya datang koq.
Sepulang dari Apollo, saya isi bensin mobil istri. Heran, sudah 10 tahun lebih bisa nyetir, tapi gak bisa isi bensin sendiri. Saya mesti 2 minggu sekali ke pom bensin, isi bensin, gak banyak sih, biasa paling 100rb (22,22 ltr).
Dari Isi bensin kami mampir ke ATM BCA yang besar, saya mau setor tunai (melalui mesin BCA), dan istri mau transfer. Si kakak seperti anak kecil lainnya menunggu di depan mesin mau bantu cabut-cabut struk ATM.
Eh keluar dari ATM si dede tertidur. Saya pun mampir ke Hero Supermarket untuk beli majalah. Saya suka beli majalah di Hero sebab kalau beli banyak bisa bayar pakai kartu kredit, walau pada akhir nya jarang saya lakukan, karena sekarang saya sudah banyak sekali potong anggaran untuk belanja majalah karena harga majalah yang semakin memberatkan kantong. Jaman dahulu dengan 100rb kita bisa beli majalah 1 tas, sekarang kadang hanya 2-3 majalah saja. Majalah-2 gak penting model donal bebek juga sudah lama saya lupakan. Saya tinggal membeli majalah Gatra / Tempo (setiap minggu) dan Intisari, CHIP / PC Media, Tabloid Kontan, dan Tabloid PC-Mild / PC Plus. Kadang saya membeli tabloid HP model SMS, Pulsa dsb, untuk taruh di kantor.
Selesai dari Hero, kami pun sekeluarga pulang ke rumah, saya gak ke kantor hari ini karena mau ngaso, wah males yah, jarang ke kantor terus, hahaha. Tenang deh, hari minggu saya datang koq.
Thursday, September 6, 2007
Mad about Cow
Pk 0500 saya sdh dibangunin istri, kebetulan memang tadi malam saya tidur rada "pagi" pk 0115, biasa sih jam 2-an. Jadi begitu jam 5 sdh langsung bisa bangun. Jam 0650 kami pun berangkat ke sekolah, sempainya di sekolah saya masih hrs menunggu anak saya di briefing di kelas.
Dasar anak kecil. Sudah diberi tau nomor bus nya msh saja tdk menyimak. Akhirnya di depan bus saya dan anak gelagapan. Bus nya ada 4. Yg mana ? Saya perhatikan pelan-2. Saya lihat teman-2 Anak saya pada naik bus A, yah saya tarik anak saya kesana saja. Ternyata betul, teman2 sekelasnya sudah berkumpul disana.
Pk 0730 Bus sudah mulai berjalan, dan setelah mendapat lembaran acara, saya baru tahu bahwa kami akan dibawa ke Cimory, kalau gak salah adalah Cisarua Mounting Diary, dimana sebetulnya adalah kegiatan outbound yang diselipi "Iklan Terselubung" mengenai susu Cimory ini (yang sudah mulai kelihatan di supermarket-supermarket, dari Hero s/d Carrefour).
Jam 10 pagi setelah meliwati jalanan yang cukup panjang dan macet, sampailah kami di peternakan Cimory, dimana kabarnya terdapat 150-an ekor sapi perahan. Melalui jalan yang berliku-liku dan rada menurun, saya sambil memegangi tangan anak saya sampai ke peternakan sapi nya dimana anak saya diberi kesempatan untuk memberi rumput langsung ke mulut sapi. Anak saya juga memperoleh kesempatan untuk memerah susu sapi langsung dari sapinya, diikuti oleh kawan-kawannya yg sangat ramai.
Berikutnya, setelah diberi kesempatan bermain di taman bermain nya (sambil mendengar keterangan mengenai pengolahan susu dan melihat anak sapi yang masih kecil), kami kembali naik bus dan dibawa ke Restaurant Cimory untuk makan siang, yang terdiri dari nasi, sosis (sapi), egg roll (sapi), sup (daging sapi) dan tentunya susu (sapi) rasa coklat atau strawberry. Sekali lagi disana ada taman bermain yang lebih mendingan daripada di kandang sapim sana. Sebelumnya kami juga diterangkan mengenai proses pengolahan susu Cimory sampai masuk ke dalam botol, dan sesudah makan kami disuguhi film mengenai Susu Cimory ini (yaa, kayak iklan lagi deh).
Jam 2 siang lewat, setelah naik bus lagi kami dibawa ke Puncak Resort, dimana disana anak-2 boleh memetik strawberry sepuasnya dan sekuat kantongnya, karena sekilo dihargai Rp 50rb, yg menurut saya cukup mahal sebab di pasar rumah saya, sekantong (250 gr) paling juga Rp 8.500. Cuma yah supaya anak saya senang maka saya mengajak anak saya memetik beberapa buah, yah dapat lah sebesek plastik, senilai Rp 16.000, berarti 300 gr lah kali yah. Jadi sehabis memetik strawberry ditimbang dan dikemas.
Saya sempat melihat beberapa orang tua murid dengan serakahnya megambil strawberry dalam jumlah banyak (sampai kardusan), ada beberapa murid juga gak kebagian. Saya cuma berpikir, jujur aja, kalau mau strawberry bagus mah beli saja di pasar. Ngapain metik disini, kelihatannya strawberry nya belum matang betul. Cuma itulah manusia. Selalu mau menang sendiri gak pikir sekelilingnya, padahal harusnya mereka sadar, besok-2 juga ketemu lagi di sekolahan.
Bagi saya dan anak saya memetik strawberry disini hanya rekreasi, besoknya anak saya membagikan straberry nya (yg jumlahnya gak sampai 30 butir) ke kawan-2 dan guru les nya.
Bagi saya memiliki teman lebih penting dari sekadar mempunyai banyak strawberry di rumah. Lagipula strawberry mah kalau sudah dipetik hanya segar selama 3 hari saja. Untungnya sekali lagi seserakahnya seseorang, dia hanya melihat luarnya. Mereka hanya memetik bagian luar pohon yang menjuntai, mereka lupa mencari bagian dalam nya. Saya pun bercanda dengan anak saya (sambil sedikit menghibur). "Rupanya Strawberry ini ngumpet di dalam pohon cuma supaya bisa dipetik sama kamu", saya berucap kepada anak saya. Anak saya yang tadinya sudah merasa kecewa pun tersenyum (terhibur). Seperti biasa, bagi manusia yang sudah biasa dalam hidupnya selalu bersyukur, selalu merasa Tuhan pasti menyisihkan rezeki untuk semua umatNya walau tidak sebesar yang didapat orang lain yang mampu memperolehnya lebih banyak.
Saya bukan Islam, bukan Kristen, bahkan mungkin banyak umat Budha yang tidak mengakui saya beragama Budha, tapi saya adalah orang yang sudah terbiasa bersyukur kepada yang diatas atas apa yang saya sudah bisa peroleh, siapapun Dia. Yang penting anak saya masih bisa memetik strawberry, kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan.
Intinya bukan terletak pada jumlah strawberry yang didapat, tapi moment nya bisa bersama saya bersama-sama bisa di kebun strawbery dan bisa punya kesempatan memetiknya.
Selesai bayar, saya merasa ada yg ga beres. Padahal saat itu cuaca masih terang. Tapi dasar sudah biasa menjadi alarm untuk keluarga. Saya segera mengajak anak saya untuk buru-2 kembali ke bus, padahal tadinya anak saya masih mau bermain di taman. Betul juga, 100m-an lagi dari bus tiba-2 gerimis dan turun hujan. Untnglah saya sampai ke bus, walau sempat kena guyuran gerimis sedikit, yang lain malah ada yang kena guyuran hujan. Maka Pk 1630 bus pun berangkat pulang kembali ke Jakarta.
Pk 1930 bus kembali ke arah sekolah, tapi kebetulan rumah saya diliwati, jadinya saya minta ijin ibu guru dan pak pengemudi bus untuk berhenti di depan rumah saya, sehingga istri saya gak perlu repot-2 lagi jemput kami di sekolah (karena sudah malam, dan istri gak bisa setir mobil malam hari). Jadi hari in9i berakhirnya petualangan kami, ayah dan anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun ikut darmawisata bersama sekolahnya Tahun 2007.
Dasar anak kecil. Sudah diberi tau nomor bus nya msh saja tdk menyimak. Akhirnya di depan bus saya dan anak gelagapan. Bus nya ada 4. Yg mana ? Saya perhatikan pelan-2. Saya lihat teman-2 Anak saya pada naik bus A, yah saya tarik anak saya kesana saja. Ternyata betul, teman2 sekelasnya sudah berkumpul disana.
Pk 0730 Bus sudah mulai berjalan, dan setelah mendapat lembaran acara, saya baru tahu bahwa kami akan dibawa ke Cimory, kalau gak salah adalah Cisarua Mounting Diary, dimana sebetulnya adalah kegiatan outbound yang diselipi "Iklan Terselubung" mengenai susu Cimory ini (yang sudah mulai kelihatan di supermarket-supermarket, dari Hero s/d Carrefour).
Jam 10 pagi setelah meliwati jalanan yang cukup panjang dan macet, sampailah kami di peternakan Cimory, dimana kabarnya terdapat 150-an ekor sapi perahan. Melalui jalan yang berliku-liku dan rada menurun, saya sambil memegangi tangan anak saya sampai ke peternakan sapi nya dimana anak saya diberi kesempatan untuk memberi rumput langsung ke mulut sapi. Anak saya juga memperoleh kesempatan untuk memerah susu sapi langsung dari sapinya, diikuti oleh kawan-kawannya yg sangat ramai.
Berikutnya, setelah diberi kesempatan bermain di taman bermain nya (sambil mendengar keterangan mengenai pengolahan susu dan melihat anak sapi yang masih kecil), kami kembali naik bus dan dibawa ke Restaurant Cimory untuk makan siang, yang terdiri dari nasi, sosis (sapi), egg roll (sapi), sup (daging sapi) dan tentunya susu (sapi) rasa coklat atau strawberry. Sekali lagi disana ada taman bermain yang lebih mendingan daripada di kandang sapim sana. Sebelumnya kami juga diterangkan mengenai proses pengolahan susu Cimory sampai masuk ke dalam botol, dan sesudah makan kami disuguhi film mengenai Susu Cimory ini (yaa, kayak iklan lagi deh).
Jam 2 siang lewat, setelah naik bus lagi kami dibawa ke Puncak Resort, dimana disana anak-2 boleh memetik strawberry sepuasnya dan sekuat kantongnya, karena sekilo dihargai Rp 50rb, yg menurut saya cukup mahal sebab di pasar rumah saya, sekantong (250 gr) paling juga Rp 8.500. Cuma yah supaya anak saya senang maka saya mengajak anak saya memetik beberapa buah, yah dapat lah sebesek plastik, senilai Rp 16.000, berarti 300 gr lah kali yah. Jadi sehabis memetik strawberry ditimbang dan dikemas.
Saya sempat melihat beberapa orang tua murid dengan serakahnya megambil strawberry dalam jumlah banyak (sampai kardusan), ada beberapa murid juga gak kebagian. Saya cuma berpikir, jujur aja, kalau mau strawberry bagus mah beli saja di pasar. Ngapain metik disini, kelihatannya strawberry nya belum matang betul. Cuma itulah manusia. Selalu mau menang sendiri gak pikir sekelilingnya, padahal harusnya mereka sadar, besok-2 juga ketemu lagi di sekolahan.
Bagi saya dan anak saya memetik strawberry disini hanya rekreasi, besoknya anak saya membagikan straberry nya (yg jumlahnya gak sampai 30 butir) ke kawan-2 dan guru les nya.
Bagi saya memiliki teman lebih penting dari sekadar mempunyai banyak strawberry di rumah. Lagipula strawberry mah kalau sudah dipetik hanya segar selama 3 hari saja. Untungnya sekali lagi seserakahnya seseorang, dia hanya melihat luarnya. Mereka hanya memetik bagian luar pohon yang menjuntai, mereka lupa mencari bagian dalam nya. Saya pun bercanda dengan anak saya (sambil sedikit menghibur). "Rupanya Strawberry ini ngumpet di dalam pohon cuma supaya bisa dipetik sama kamu", saya berucap kepada anak saya. Anak saya yang tadinya sudah merasa kecewa pun tersenyum (terhibur). Seperti biasa, bagi manusia yang sudah biasa dalam hidupnya selalu bersyukur, selalu merasa Tuhan pasti menyisihkan rezeki untuk semua umatNya walau tidak sebesar yang didapat orang lain yang mampu memperolehnya lebih banyak.
Saya bukan Islam, bukan Kristen, bahkan mungkin banyak umat Budha yang tidak mengakui saya beragama Budha, tapi saya adalah orang yang sudah terbiasa bersyukur kepada yang diatas atas apa yang saya sudah bisa peroleh, siapapun Dia. Yang penting anak saya masih bisa memetik strawberry, kebahagiaan yang tidak mudah dilupakan.
Intinya bukan terletak pada jumlah strawberry yang didapat, tapi moment nya bisa bersama saya bersama-sama bisa di kebun strawbery dan bisa punya kesempatan memetiknya.
Selesai bayar, saya merasa ada yg ga beres. Padahal saat itu cuaca masih terang. Tapi dasar sudah biasa menjadi alarm untuk keluarga. Saya segera mengajak anak saya untuk buru-2 kembali ke bus, padahal tadinya anak saya masih mau bermain di taman. Betul juga, 100m-an lagi dari bus tiba-2 gerimis dan turun hujan. Untnglah saya sampai ke bus, walau sempat kena guyuran gerimis sedikit, yang lain malah ada yang kena guyuran hujan. Maka Pk 1630 bus pun berangkat pulang kembali ke Jakarta.
Pk 1930 bus kembali ke arah sekolah, tapi kebetulan rumah saya diliwati, jadinya saya minta ijin ibu guru dan pak pengemudi bus untuk berhenti di depan rumah saya, sehingga istri saya gak perlu repot-2 lagi jemput kami di sekolah (karena sudah malam, dan istri gak bisa setir mobil malam hari). Jadi hari in9i berakhirnya petualangan kami, ayah dan anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun ikut darmawisata bersama sekolahnya Tahun 2007.
Wednesday, September 5, 2007
04 September 2007
Pusing yah, kalau lagi kerja, tapi pusing nya asyik juga, karena calon uang masuk kantong. Tapi uang belum masuk udah pusing baru deh namanya pusing duluan.
Contohnya hari ini, boleh dibilang kerjaan udah di depan mata, saya sudah pusing duluan, karena belum ada keputusan apa bisa jalan atau tidak. Mesti tunggu keputusan dari tempat tujuan. Yah akhirnya nunggu.... Nunggu..... Dan pulang, mudah-2an proyek bisa gool dan saya bisa pulang dengan tersenyum.
Oh ya, hari ini saya nyoba-in Nasi Campur Sedap Wangi, tapi saya coba Nasi Ayam Hainamnya, mumpung masih diskon 10%. Rasanya ? Mmmm, biasa aja sih, cuma memang karena dia taburin bawang putih goreng jadinya wangi nya kemana-mana.
Siang tadi sebelumnya saya coba Nasi Soto Pasar Baru, Buka di Mangga Dua tapi Merknya Pasar Baru, Ngga Tau ah, gelap. Yang penting makan saja. Toh rasanya lumayan enak, walau saya gak bisa bilang dua-duanya tadi sangat enak, sebab baik nasi hainam maupun soto istri saya juga sudah bisa buat sendiri, rasanya lumayan enak dan yang saya suka saya bisa makan tomat dan ketimun sepuasnya tanpa dijatah. Coba kalau makan di luar, ketimun cuma dikasih 2 potong, kalau minta lagi, paling dikasih 1 potong tambahan, Kalau dirumah bisa lah saya makan 1 batang ketimun sendirian, toh saya gak bakalan keputihan karena kebanyakan makan ketimun, itu mah urusan perempuan. Saya masih ingat waktu SD sayad engan polosnya berkata kepada kakak saya, "Pantesan orang Barat putih-putih abisnya banyak makan ketimun" Mereka mendengar itu tertawa terbahak-bahak, pasalnya barusa saya dengar kakak perempuan bilang jangan banyak makan ketimun nanti bisa keputihan. Polos..? Tolol ..?? Gak tau deh, makanya saya sekarang banyak menjaga kata-kata di depan anak saya, pernah saya kelepasan mengumpat "anjing Luh" Anak saya gak ngerti "Kenapa Pah ?" Tanyanya. Untung kebetulan di depan jalanan ada anjing liar lagi nyeberang, jadi saya langsung bilang, "Itu papa lihat anjing lagi nyeberang" hahahaha.
Pulang dari Kantor Jam 1830, ditelepon dengan kawan -2 untuk dijemput ngobrol dan pulang-2 jam 2245 membuat hari ini menjadi hari yang cukup melelahkan. Jadi demikian cerita untuk hari ini.
Contohnya hari ini, boleh dibilang kerjaan udah di depan mata, saya sudah pusing duluan, karena belum ada keputusan apa bisa jalan atau tidak. Mesti tunggu keputusan dari tempat tujuan. Yah akhirnya nunggu.... Nunggu..... Dan pulang, mudah-2an proyek bisa gool dan saya bisa pulang dengan tersenyum.
Oh ya, hari ini saya nyoba-in Nasi Campur Sedap Wangi, tapi saya coba Nasi Ayam Hainamnya, mumpung masih diskon 10%. Rasanya ? Mmmm, biasa aja sih, cuma memang karena dia taburin bawang putih goreng jadinya wangi nya kemana-mana.
Siang tadi sebelumnya saya coba Nasi Soto Pasar Baru, Buka di Mangga Dua tapi Merknya Pasar Baru, Ngga Tau ah, gelap. Yang penting makan saja. Toh rasanya lumayan enak, walau saya gak bisa bilang dua-duanya tadi sangat enak, sebab baik nasi hainam maupun soto istri saya juga sudah bisa buat sendiri, rasanya lumayan enak dan yang saya suka saya bisa makan tomat dan ketimun sepuasnya tanpa dijatah. Coba kalau makan di luar, ketimun cuma dikasih 2 potong, kalau minta lagi, paling dikasih 1 potong tambahan, Kalau dirumah bisa lah saya makan 1 batang ketimun sendirian, toh saya gak bakalan keputihan karena kebanyakan makan ketimun, itu mah urusan perempuan. Saya masih ingat waktu SD sayad engan polosnya berkata kepada kakak saya, "Pantesan orang Barat putih-putih abisnya banyak makan ketimun" Mereka mendengar itu tertawa terbahak-bahak, pasalnya barusa saya dengar kakak perempuan bilang jangan banyak makan ketimun nanti bisa keputihan. Polos..? Tolol ..?? Gak tau deh, makanya saya sekarang banyak menjaga kata-kata di depan anak saya, pernah saya kelepasan mengumpat "anjing Luh" Anak saya gak ngerti "Kenapa Pah ?" Tanyanya. Untung kebetulan di depan jalanan ada anjing liar lagi nyeberang, jadi saya langsung bilang, "Itu papa lihat anjing lagi nyeberang" hahahaha.
Pulang dari Kantor Jam 1830, ditelepon dengan kawan -2 untuk dijemput ngobrol dan pulang-2 jam 2245 membuat hari ini menjadi hari yang cukup melelahkan. Jadi demikian cerita untuk hari ini.
Monday, September 3, 2007
03 September 2007
Hari ini pagi-2 saya sudah bangun dan bersiap untuk naik taxi ke kantor sebab karyawan saya yg lagi hamil mau memeriksakan diri ke dokter. Yah saya sih sepanjang dikabari dulu sehari sebelumnya saya bisa siap-siap jangan saya tahu-2 diberitahu tidak masuk, nah kalau urusan lagi banyak bisa kelabakan juga.
Kenyataannya hari ini walaupun saya sudah datang yah lumayan lah, orang bilang yang namanya rejeki susah dikata, kadang ada kadang kagak. Saya menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit lagi, gak tau yah seneng banget koq kesana. Mungkin karena gampangnya cari aksesories komputer. Saya membeli Bluetooth Dongle Merk e-Pro dimana bluetooth ini menyenangkan sebab auto detect dengan WinXP SP2. Oh ya, untuk memperkuat benteng kantor saya, saya juga membeli MS WinXP Home Edition SP2 OEM. Saya beli karena saya juga ngeri lah kalau kapan-2 ternyata di periksa Windowsnya gak asli. Di Kantor sih komputer saya sudah pakai satu yang WinXP Professional Ori, yang satu lagi nih sudah saya beli WinXP Home saja.
Kenyataannya hari ini walaupun saya sudah datang yah lumayan lah, orang bilang yang namanya rejeki susah dikata, kadang ada kadang kagak. Saya menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit lagi, gak tau yah seneng banget koq kesana. Mungkin karena gampangnya cari aksesories komputer. Saya membeli Bluetooth Dongle Merk e-Pro dimana bluetooth ini menyenangkan sebab auto detect dengan WinXP SP2. Oh ya, untuk memperkuat benteng kantor saya, saya juga membeli MS WinXP Home Edition SP2 OEM. Saya beli karena saya juga ngeri lah kalau kapan-2 ternyata di periksa Windowsnya gak asli. Di Kantor sih komputer saya sudah pakai satu yang WinXP Professional Ori, yang satu lagi nih sudah saya beli WinXP Home saja.

Toh harga lebih murah dan saya gak pakai yang berat-2 urusannya. Kalau Word Processing saya mempercayakan kepada OpenOffice 2.1 sebab cukup lumayan lah dan gratisan. MS Office bagi saya terlalu mahal lagipula saya hanya perlu MS Word dan MS Excel nya. Sisanya tidak pakai. Kalau Microsoft mau jual 2 software itu saja dengan harga sama dengan MS WinXP Home, saya akan pikir-2 untuk beli deh.
Oh ya, hari ini saya akan menampilkan foto Bluetooth e-Pro yang saya dapatkan dengan harga Rp 60.000,-. Bentuknya keren sih mengingatkan saya pada Billionton.
Oh ya, hari ini saya akan menampilkan foto Bluetooth e-Pro yang saya dapatkan dengan harga Rp 60.000,-. Bentuknya keren sih mengingatkan saya pada Billionton.
02 September 2007
Hari ini adalah hari Minggu, semestinya menjadi hari yang menyenangkan, tapi kenyataannya saya kena sakit pilek, badan nya sangat dingin, anak perempuan dan anak lelaki saya kena batuk, tentu saja saya jadi sedih, rencana mau makan Ice Cream ke Outback malah jadi batal, sebel yah, hehehe. Terpaksa acara di tunda minggu depan. Semoga minggu depan semua sudah fit dan bisa makan ice cream favorit saya disana. Walaupun ice cream yang dipesan berupa ice cream ukuran anak kecil, cuma ukurannya sangat besar, kami makan berempat untuk menghabiskannya. Coba deh sekali-sekali, rasanya 1 porsi sekitar 30rb termasuk pajak lah. Sekalian sebetulnya saya tertarik untuk membeli PDA Keyboard Bluetooth. Sekarang saya menggunakan PDA Keyboard dengan menggunakan Infrared. Lumayan sih cukup sebetulnya, cuma posisi nya gak bisa fleksibel. Tadi sore saya tanya ke studioHP lagi ga ada stok (mereka ada nya merk OMIZ). Saya telepon ke C-Palm, eh, mereka ada merk Adapt. Jual Rp 800rb. Wuih, mahal juga yah. Dulu waktu beli keyboard Infrared ini harganya Rp 200rb saja koq. Jadi mikir-2 nih sekarang. Coba deh seminggu lagi pikir baik-2, jangan belanja terus lah ya. Nanti gak bisa bayar uang sekolah lagi.
Oh ya, tadi saya juga menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit dan Mangga Dua Mall. Jalan-2 doang sih cuci mata, gak belanja, cuma naik Mikrolet dengan Hanny dan pulang naik ojek sendirian. Keluar uang total Rp 10.000 saja, hahaha. Memang kalau awal bulan sebenernya saya paling malas belanja, sebab biasa sampai tanggal 10 pusat pertokoan pasti ramai dengan pengunjung, gak tau deh kalau masuk Bulan Puasa nanti.
Hari ini juga menjadi hari nya bakmi bagi saya. Sebab siang ini saya dibeliin istri bakmi Gajah Mada, malamnya sekali lagi dikasih makan Bakmi Gajah Mada. Wah, bisa sakit perut kalau seharian begini. Mungkin istri lagi malas masak kali, yah sudah lah. Amin saja. Cuma memang sudah lama sih saya gak makan Bakmi GM, belakangan 15 tahun terakhir kalau saya di Bakmi GM pesannya nasi sapi cah cabe. Saya ingat dulu waktu jaman SD Th 80-an Bakmi GM masih sedia nasi dan sayur a'la carte, seperti favorit saya kodok goreng, mun tahu dsb, entah mungkin karena selera pasar yang berkurang jadi Bakmi GM menghilangkan layanan tsb.
Dari kemarin sampai hari ini saya lagi getol latih anak saya mengoperasikan komputer. Di sekolahnya nanti akan dilatih Print Shop, cuma saya pikir rasanya itu guru terlalu serius. Saya mulai mengajarinya bukan dengan PrintShop tapi dengan Disney Print Studio, dalam hanya 1 jam anak saya sudah gak bisa lepas dari komputer karena sudah sibuk mencetak bermacam-2 motif, misalnya coloring book, calendar, dan Greetings Card. Kalau dia langsung dikasih PrintShop kasihan, terlalu formal. Sekarang sudah mulai belajar mengetik dengan MS Word di sekolahnya. Saya pikir untuk apa anak SD kelas 1 diajarin begituan...? Mau jadi sekretaris..? Kayknya belum pada tempatnya deh, apa jangan-2 nanti kelas 2 SD sudah disuruh bikin tesis lagi. Konyol yah. Jaman dulu waktu SD rasanya saya damai deh, memang kelas 1 SD sudah diajari Bahasa Inggris tapi tidak sekonyol sekarang yang sudah ada IPs dan IPA, what for..?? Bagi saya yang penting SD kelas 1 sudah bisa membaca dan menulis lancar. Matematika sudah bisa tambah dan kurang, SD kelas 1 akhir baru mulai diajari perkalian sederhana. Kelihatannya sekarang semua sekolah maunya instan, sampai guru kelas 1 SD pun kasih materi sekolah dalam bentuk fotocopy !! Mmm Interesting.
Guru sekarang juga sudah beda. Gak banyak ngajar, jadi masuk sekolah banyakin latihan saja. Kayaknya anak-2 sekarang disuruh belajar sendiri di rumah atau les deh. Sebab saya dengar ada beberapa orang tua mengeluh, jawabannya hanya 1 yaitu di les kan saja !!!
Tidak heran guru les anak saya juga mengakui mutu pendidikan dari tahun ke tahun makin jelek saja. Apalagi sekarang ada mata pelajaran Bahasa Mandarin, wah menurut saya sih anak kecil gak perlu lah belajar begitu-begitu. Kalau perlu belajar, gak perlu gak belajar. Yang penting Bahasa Inggris, kenapa ? Karena bahasa Inggris merupakan bahasa yang dipakai dimana-mana. Buku pun lebih banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris bukan bahasa lain. Buku adalah sumber minat dan ilmu. Saya kasihan melihat anak saya baru masuk sekolah sudah langsung stress dan sekarang lebih banyak mukanya kecut kebanding gembira. Maka saya memaksakan diri meluangkan sisa waktu saya untuk bermain bersama anak-2. Walau hanya sejam tapi sangat berharga sekali. Kalau tidak kerjaannya belajar terus, belajar lagi, dan istirahat. Mereka lupa akan namanya layang-layang, mereka juga lupa akan kebersamaan, merujak bersama, bahkan makan 1 meja dengan keluarga. Malah saya lihat sehari-hari lebih sibuk dari saya yang kerja nya rada santai (karena sudah saya atur sedemikian rupa). Kasihan, kasihan, generasi ke belakang adalah generasi stress.......
Malam ini setelah menemani main anak lelaki saya yang kecil (lagi suka-suka nya main dengan saya, sebab bisa dibawa badung gak kayak mamanya yang kaku, hahaha) saya bersiap-siap untuk menonton terusan film yang berjudul "Nomad". Sebuah film yang menceritakan keadaan di Khazakstan beberapa abad yang lalu dengan salah satu pemerannya adalah Jason Scott Lee. Saya belum tahu banyak sejarah Khazakstan sepanjang yang saya tau mereka mempunya seorang pahlawan yang bernama Atilla, disebut-sebut sebagai Atilla The Hunt, dan konon sangat ditakuti oleh Pasukan Romawi, mungkin karena keganasannya berperang.
Sebetulnya cita-2 saya masih ada satu lag, yaitu ingin mendokumentasikan semua film perang yang saya miliki, dari jaman dahulu kala misalnya jaman Alexander The Great sampai jaman perang Irak. Masuk ke dalam 1 Hard Disk ukuran besar, taruhlah sekitar 500 GB, jadi kalau mau nonton lagi tinggal putar saja HDD tersebut. HDD kekeran saya adalah Mybook by Western Digital. Cuma mau belinya belum sempat, wong dokumentasi filmnya juga belum sempat. Yang sudah kesampaian baru dokumentasi kumpulan VCD Education model Discovery Channel dan National Geographics, lalu ada lagi beberapa cuplikan dari MetroTV misalnya War and Civilizaton, Biography dll. Cita-2 kedua yang sudah kesampaian adalah mendokumentasi kumpulan MP3 saya walaupun masih jauh dari sempurna, karena ada beberapa MP3 yang masih belum terkumpul dalam satu kelompok. Misalnya kumpulan Paul McCartney yang masih terpisah di beberapa directory. Kalau sudah kekumpul semuanya pasti cantik deh, mau denger lagu apa tinggal searching and copy ke memory SD Card untuk didengar dengan iPAQ saya. Sorry, I have no iPOD, I don't like it because it doesn't flexible.
Oh ya, mau lihat standing HP saya yg terakhir ? Kebetulan saya pencinta The Simpsons sebelum The Simpsons Movie datang. Saya penikmat The Simpsons semenjak dia main di RCTI belasan tahun yg silam. Setelah itu saya mengkoleksi DVD Originalnya untuk Season 1 dan 2, tapi sisanya saya beli bajakn deh, kantongnya gak kuat juga lama-2 kalau beli originalnya terus. Saya juga pencinta Futurama (juga karya Matt Groening), dengan karakter konyolnya si Bender, yang suka nyopet itu. Sayang sampai sekarang saya belum peroleh season 5 nya.
Kalau The Simpsons saya sukanya gaya sindirannya yang typical banget sama kehidupan sehari-hari, misal dalam The Simpsons Movie tampak masyarakat sangat masa bodo dengan isyu lingkungan, kasihan Green Day sampai kecebur di sungai waktu konser, karena disambiti penonton waktu ingin menyinggung soal Lingkungan, irosnisnya dalam masyarakat yang menyambit itu banyak guru-2nya Bart dan Lisa, misalnya sang kepala sekolah yang veteran Perang Vietnam itu dan Mrs. Krappabel.
Serial The Simpsons yang cocok ditonton anak-2 (juga anak-2 saya) hanya season 1-3, sisanya sebaiknya ditonton oleh orang dewasa atau minimal oleh anak diatas 13 tahun, sebab sudah menjurus ke masalah sosial kebanding masalah keluarga. Homer digambarkan makin hari makin dungu dan Bart yang semakin parah kelakuannya, apalagi semenjak Bart kenalan dengan 3 anak jalanan (sorry ya, saya rada lupa nama-namanya), yang kadang ngajak Bart nyopet di mini market nya Apu. Bahkan saya memperoleh serial The Simpsons (Never Seen On TV) dimana Homer dan Marge bugil berdua bahkan ML di taman ria !!!
Saya dan anak mempunyai kegemaran sama dalam menonton serial The Simpsons ini, yaitu selalu menunggu apa yang terjadi di setiap pembuka The Simpsons dimana mereka mulai berkumpul di Sofa untuk menonton TV, ada saja kejutan di dalamnya, misalnya Tiba-2 mereka menjadi monster atau kepala nya tertukar, atau lagi duduknya terbalik, kreatifitas yang cukup jenius. Belum lagi tulisan Bart di papan tulis pada awal pembukaan nya. Tulisannya konyol-2. Saya jadi ingat dulu waktu SD sering dihukum tulis di papan tulis seperti itu.
Oh ya, tadi saya juga menyempatkan diri ke Mangga Dua Dusit dan Mangga Dua Mall. Jalan-2 doang sih cuci mata, gak belanja, cuma naik Mikrolet dengan Hanny dan pulang naik ojek sendirian. Keluar uang total Rp 10.000 saja, hahaha. Memang kalau awal bulan sebenernya saya paling malas belanja, sebab biasa sampai tanggal 10 pusat pertokoan pasti ramai dengan pengunjung, gak tau deh kalau masuk Bulan Puasa nanti.
Hari ini juga menjadi hari nya bakmi bagi saya. Sebab siang ini saya dibeliin istri bakmi Gajah Mada, malamnya sekali lagi dikasih makan Bakmi Gajah Mada. Wah, bisa sakit perut kalau seharian begini. Mungkin istri lagi malas masak kali, yah sudah lah. Amin saja. Cuma memang sudah lama sih saya gak makan Bakmi GM, belakangan 15 tahun terakhir kalau saya di Bakmi GM pesannya nasi sapi cah cabe. Saya ingat dulu waktu jaman SD Th 80-an Bakmi GM masih sedia nasi dan sayur a'la carte, seperti favorit saya kodok goreng, mun tahu dsb, entah mungkin karena selera pasar yang berkurang jadi Bakmi GM menghilangkan layanan tsb.
Dari kemarin sampai hari ini saya lagi getol latih anak saya mengoperasikan komputer. Di sekolahnya nanti akan dilatih Print Shop, cuma saya pikir rasanya itu guru terlalu serius. Saya mulai mengajarinya bukan dengan PrintShop tapi dengan Disney Print Studio, dalam hanya 1 jam anak saya sudah gak bisa lepas dari komputer karena sudah sibuk mencetak bermacam-2 motif, misalnya coloring book, calendar, dan Greetings Card. Kalau dia langsung dikasih PrintShop kasihan, terlalu formal. Sekarang sudah mulai belajar mengetik dengan MS Word di sekolahnya. Saya pikir untuk apa anak SD kelas 1 diajarin begituan...? Mau jadi sekretaris..? Kayknya belum pada tempatnya deh, apa jangan-2 nanti kelas 2 SD sudah disuruh bikin tesis lagi. Konyol yah. Jaman dulu waktu SD rasanya saya damai deh, memang kelas 1 SD sudah diajari Bahasa Inggris tapi tidak sekonyol sekarang yang sudah ada IPs dan IPA, what for..?? Bagi saya yang penting SD kelas 1 sudah bisa membaca dan menulis lancar. Matematika sudah bisa tambah dan kurang, SD kelas 1 akhir baru mulai diajari perkalian sederhana. Kelihatannya sekarang semua sekolah maunya instan, sampai guru kelas 1 SD pun kasih materi sekolah dalam bentuk fotocopy !! Mmm Interesting.
Guru sekarang juga sudah beda. Gak banyak ngajar, jadi masuk sekolah banyakin latihan saja. Kayaknya anak-2 sekarang disuruh belajar sendiri di rumah atau les deh. Sebab saya dengar ada beberapa orang tua mengeluh, jawabannya hanya 1 yaitu di les kan saja !!!
Tidak heran guru les anak saya juga mengakui mutu pendidikan dari tahun ke tahun makin jelek saja. Apalagi sekarang ada mata pelajaran Bahasa Mandarin, wah menurut saya sih anak kecil gak perlu lah belajar begitu-begitu. Kalau perlu belajar, gak perlu gak belajar. Yang penting Bahasa Inggris, kenapa ? Karena bahasa Inggris merupakan bahasa yang dipakai dimana-mana. Buku pun lebih banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris bukan bahasa lain. Buku adalah sumber minat dan ilmu. Saya kasihan melihat anak saya baru masuk sekolah sudah langsung stress dan sekarang lebih banyak mukanya kecut kebanding gembira. Maka saya memaksakan diri meluangkan sisa waktu saya untuk bermain bersama anak-2. Walau hanya sejam tapi sangat berharga sekali. Kalau tidak kerjaannya belajar terus, belajar lagi, dan istirahat. Mereka lupa akan namanya layang-layang, mereka juga lupa akan kebersamaan, merujak bersama, bahkan makan 1 meja dengan keluarga. Malah saya lihat sehari-hari lebih sibuk dari saya yang kerja nya rada santai (karena sudah saya atur sedemikian rupa). Kasihan, kasihan, generasi ke belakang adalah generasi stress.......
Malam ini setelah menemani main anak lelaki saya yang kecil (lagi suka-suka nya main dengan saya, sebab bisa dibawa badung gak kayak mamanya yang kaku, hahaha) saya bersiap-siap untuk menonton terusan film yang berjudul "Nomad". Sebuah film yang menceritakan keadaan di Khazakstan beberapa abad yang lalu dengan salah satu pemerannya adalah Jason Scott Lee. Saya belum tahu banyak sejarah Khazakstan sepanjang yang saya tau mereka mempunya seorang pahlawan yang bernama Atilla, disebut-sebut sebagai Atilla The Hunt, dan konon sangat ditakuti oleh Pasukan Romawi, mungkin karena keganasannya berperang.
Sebetulnya cita-2 saya masih ada satu lag, yaitu ingin mendokumentasikan semua film perang yang saya miliki, dari jaman dahulu kala misalnya jaman Alexander The Great sampai jaman perang Irak. Masuk ke dalam 1 Hard Disk ukuran besar, taruhlah sekitar 500 GB, jadi kalau mau nonton lagi tinggal putar saja HDD tersebut. HDD kekeran saya adalah Mybook by Western Digital. Cuma mau belinya belum sempat, wong dokumentasi filmnya juga belum sempat. Yang sudah kesampaian baru dokumentasi kumpulan VCD Education model Discovery Channel dan National Geographics, lalu ada lagi beberapa cuplikan dari MetroTV misalnya War and Civilizaton, Biography dll. Cita-2 kedua yang sudah kesampaian adalah mendokumentasi kumpulan MP3 saya walaupun masih jauh dari sempurna, karena ada beberapa MP3 yang masih belum terkumpul dalam satu kelompok. Misalnya kumpulan Paul McCartney yang masih terpisah di beberapa directory. Kalau sudah kekumpul semuanya pasti cantik deh, mau denger lagu apa tinggal searching and copy ke memory SD Card untuk didengar dengan iPAQ saya. Sorry, I have no iPOD, I don't like it because it doesn't flexible.
Oh ya, mau lihat standing HP saya yg terakhir ? Kebetulan saya pencinta The Simpsons sebelum The Simpsons Movie datang. Saya penikmat The Simpsons semenjak dia main di RCTI belasan tahun yg silam. Setelah itu saya mengkoleksi DVD Originalnya untuk Season 1 dan 2, tapi sisanya saya beli bajakn deh, kantongnya gak kuat juga lama-2 kalau beli originalnya terus. Saya juga pencinta Futurama (juga karya Matt Groening), dengan karakter konyolnya si Bender, yang suka nyopet itu. Sayang sampai sekarang saya belum peroleh season 5 nya.
Kalau The Simpsons saya sukanya gaya sindirannya yang typical banget sama kehidupan sehari-hari, misal dalam The Simpsons Movie tampak masyarakat sangat masa bodo dengan isyu lingkungan, kasihan Green Day sampai kecebur di sungai waktu konser, karena disambiti penonton waktu ingin menyinggung soal Lingkungan, irosnisnya dalam masyarakat yang menyambit itu banyak guru-2nya Bart dan Lisa, misalnya sang kepala sekolah yang veteran Perang Vietnam itu dan Mrs. Krappabel.
Serial The Simpsons yang cocok ditonton anak-2 (juga anak-2 saya) hanya season 1-3, sisanya sebaiknya ditonton oleh orang dewasa atau minimal oleh anak diatas 13 tahun, sebab sudah menjurus ke masalah sosial kebanding masalah keluarga. Homer digambarkan makin hari makin dungu dan Bart yang semakin parah kelakuannya, apalagi semenjak Bart kenalan dengan 3 anak jalanan (sorry ya, saya rada lupa nama-namanya), yang kadang ngajak Bart nyopet di mini market nya Apu. Bahkan saya memperoleh serial The Simpsons (Never Seen On TV) dimana Homer dan Marge bugil berdua bahkan ML di taman ria !!!
Saya dan anak mempunyai kegemaran sama dalam menonton serial The Simpsons ini, yaitu selalu menunggu apa yang terjadi di setiap pembuka The Simpsons dimana mereka mulai berkumpul di Sofa untuk menonton TV, ada saja kejutan di dalamnya, misalnya Tiba-2 mereka menjadi monster atau kepala nya tertukar, atau lagi duduknya terbalik, kreatifitas yang cukup jenius. Belum lagi tulisan Bart di papan tulis pada awal pembukaan nya. Tulisannya konyol-2. Saya jadi ingat dulu waktu SD sering dihukum tulis di papan tulis seperti itu.
01 September 2007
Bulan Baru…..
Saya baru tidur Jam 04 pagi !!! Karena ada kesalahan dalam menginstall driver Monitor baru, sebenernya bukan driver nya yang salah, tapi mata saya yang salah tidak menyadari bahwa contoh movie yang saya pasang setelah mengupdate driver baru adalah menggunakan file format WMV untuk PocketPC. Tentu saja saya panik koq hasil nonton Movie nya jelek banget. Biasanya saya mengcapture movie dengan format MPEG-2 SuperVCD. Ahasil, sampai jam 4 pagi saya tidur capek bener kutak-katik mana kesalahannya.
Pk 10.00 dibangunin istri, “Gimana nih, katanya mo ajak ke Citraland” hahaha…. Anak-2 sudah pada bangun, malah pada ikut bangunin saya. Kepala masih pusing. Tapi toh janji harus ditepati lah, anak perempuan saya sudah pengen banget jalan-2 sebab mungkin stress belajar terus sepanjang hari sekolah. Jam 13.00 pun saya bersiap berangkat rame-2 makan siang dulu. Kami berlabuh di Ayam Goreng Tulang Lunak Hayam Wuruk, sungguhan lho, saya belum pernah mampir sebelumnya, baru kali ini. Saya pun pesan hanya ayam goreng 2 potong, dan Bandeng Bungkus Sarang dan sayur asam 1 mangkok berdua dengan istri. Wah, bandeng nya aja gak habis sampai akhirnya setengah saya bungkus bawa pulang. Ayam Gorengnya sih lumayan, tulangnya bisa dimakan semua, tapi koq gak ada rasa yah..?? Mmmm makannya mesti pakai sambal dan kecap, istri saya juga pakai kecap manis untuk ada raanya. Sayur Asam hanya saya pakai untuk siram nasi saja, karena memang kalau makan gorengan saya suka nasi yang rada basah.
Selesai dari Ayam Bakar Tulang Lunak, kami pun berangkat ke Citraland. Bodo amat namanya sekarang diganti jadi apa, pokok nya saya dari dulu ngomongnya citraland. Sampai di sana kami parkir di Lantai 3, dan tujuan pertama adalah ke WATSONS. Wah saya suka kesana sebab banyak barang yang lucu-2 untuk dilihat, tapi saya bukan orang yang maniak belanja koq, Cuma lihat-2 saja. Cuma nemenin istri dan anak beli body wash dll.
Dari Watsons, anak perempuan saya mau makan es krim katanya, kami pun berjalan ke Popeye. Disana anak perempuan pesan es krim, anak laki menyusu, dan saya malah pergi keluyuran sendiri ke gramedia dan sekitar nya. Saya masuk ke gramedia, koq depannya lapang yah, rasanya dulu banyak yang jualan, seperti pulpen, tas dan lain-2. Saya lihat ke seberangnya Starbook Reading juga sudah tidak ada, entah pindah atau tutup. Lalu saya HT istri saya, bahwa saya langsung ke Toko Buku Gunung Agung.
Di Gunung Agung malah saya ketemu buku (lagi), waduh, ada buku bagus tapi kalau yang kemaren beli aja belum dibaca habis, gimana nih, yah udah deh beli aja dulu, baca kan bisa kapan aja. Jadi saya beli Buku Band Of Brothers by Stephen Ambrose. Buku ini sudah di film kan oleh HBO dan di produseri oleh Tom Hanks. Dan kalau gak salah jadi salah satu mini seri di HBO yang paling populer. Sebetulnya saya pengen deh beli DVD Ori nya, Cuma koq gak sempat-2 yah, lagipula mahal buanget, Rp 600rb. Mending beli buku nya saja. Sebelumnya saya juga sudah membeli tulisan Stephen Ambrose lainnya yaitu Citizen Soldier, kedua-dua buku ini diterbitkan oleh Yayasan Obor (http://www.obor.or.id/) Wah terima kasih Yayasan Obor yang mau menterjemahkan ke-2 buku terkenal ini, semoga buk-2 Stephen Ambrose yang lain juga di buatkan versi Indonesianya. Versi Inggrisnya sih sudah banyak disini, Cuma harga nya ……
Buku ke-2 yang saya lirik adalah “Neraka di Stalingrad”, kisah pasukan Jerman yang menyerang Rusia di tahun 1941, di dalam buku ini banyak berisi surat-2 pasukan Jerman yang menceritakan keadaan di sekitar penyerangan Stalingrad. Buku ini di susun oleh Franz Schneider dan Charles Gullans. Ini mah cepat, 30 menit baca juga habis.
Dari Gunung Agung, peta berpindah ke World Of Music, di toko ini kadang memang kita menemukan musik atau film yang kita tidak sadari ada di toko-2 lain. Alangkah senangnya saya karena saya ketemu dengan film “The US vs John Lennon”
Selama ini yang saya lihat hanya soundtrack nya saja, film nya tidak main di bioskop, malah kayaknya tidak ada yang mau bajak. Ga papa sih, sudah dapet ori-nya gak pusing lah, toh VCD gak terlalu mahal. Kalau beli yg Original sih biasa saya beli VCD atau kaset saja, trus kalau mau di bikin jadi CD Audio atau DVD yah bikin sendiri lah. Hasil memang gak sebagus DVD Original / Bajakan, tapi toh saya gak nonton dekat-2 TV, kalau dari jauh sih hasilnya menurut saya biasa-biasa saja. Cukup lah, yang penting inti cerita nya bukan mutu gambar yang saya tekankan.
Saya baru tidur Jam 04 pagi !!! Karena ada kesalahan dalam menginstall driver Monitor baru, sebenernya bukan driver nya yang salah, tapi mata saya yang salah tidak menyadari bahwa contoh movie yang saya pasang setelah mengupdate driver baru adalah menggunakan file format WMV untuk PocketPC. Tentu saja saya panik koq hasil nonton Movie nya jelek banget. Biasanya saya mengcapture movie dengan format MPEG-2 SuperVCD. Ahasil, sampai jam 4 pagi saya tidur capek bener kutak-katik mana kesalahannya.
Pk 10.00 dibangunin istri, “Gimana nih, katanya mo ajak ke Citraland” hahaha…. Anak-2 sudah pada bangun, malah pada ikut bangunin saya. Kepala masih pusing. Tapi toh janji harus ditepati lah, anak perempuan saya sudah pengen banget jalan-2 sebab mungkin stress belajar terus sepanjang hari sekolah. Jam 13.00 pun saya bersiap berangkat rame-2 makan siang dulu. Kami berlabuh di Ayam Goreng Tulang Lunak Hayam Wuruk, sungguhan lho, saya belum pernah mampir sebelumnya, baru kali ini. Saya pun pesan hanya ayam goreng 2 potong, dan Bandeng Bungkus Sarang dan sayur asam 1 mangkok berdua dengan istri. Wah, bandeng nya aja gak habis sampai akhirnya setengah saya bungkus bawa pulang. Ayam Gorengnya sih lumayan, tulangnya bisa dimakan semua, tapi koq gak ada rasa yah..?? Mmmm makannya mesti pakai sambal dan kecap, istri saya juga pakai kecap manis untuk ada raanya. Sayur Asam hanya saya pakai untuk siram nasi saja, karena memang kalau makan gorengan saya suka nasi yang rada basah.
Selesai dari Ayam Bakar Tulang Lunak, kami pun berangkat ke Citraland. Bodo amat namanya sekarang diganti jadi apa, pokok nya saya dari dulu ngomongnya citraland. Sampai di sana kami parkir di Lantai 3, dan tujuan pertama adalah ke WATSONS. Wah saya suka kesana sebab banyak barang yang lucu-2 untuk dilihat, tapi saya bukan orang yang maniak belanja koq, Cuma lihat-2 saja. Cuma nemenin istri dan anak beli body wash dll.
Dari Watsons, anak perempuan saya mau makan es krim katanya, kami pun berjalan ke Popeye. Disana anak perempuan pesan es krim, anak laki menyusu, dan saya malah pergi keluyuran sendiri ke gramedia dan sekitar nya. Saya masuk ke gramedia, koq depannya lapang yah, rasanya dulu banyak yang jualan, seperti pulpen, tas dan lain-2. Saya lihat ke seberangnya Starbook Reading juga sudah tidak ada, entah pindah atau tutup. Lalu saya HT istri saya, bahwa saya langsung ke Toko Buku Gunung Agung.
Di Gunung Agung malah saya ketemu buku (lagi), waduh, ada buku bagus tapi kalau yang kemaren beli aja belum dibaca habis, gimana nih, yah udah deh beli aja dulu, baca kan bisa kapan aja. Jadi saya beli Buku Band Of Brothers by Stephen Ambrose. Buku ini sudah di film kan oleh HBO dan di produseri oleh Tom Hanks. Dan kalau gak salah jadi salah satu mini seri di HBO yang paling populer. Sebetulnya saya pengen deh beli DVD Ori nya, Cuma koq gak sempat-2 yah, lagipula mahal buanget, Rp 600rb. Mending beli buku nya saja. Sebelumnya saya juga sudah membeli tulisan Stephen Ambrose lainnya yaitu Citizen Soldier, kedua-dua buku ini diterbitkan oleh Yayasan Obor (http://www.obor.or.id/) Wah terima kasih Yayasan Obor yang mau menterjemahkan ke-2 buku terkenal ini, semoga buk-2 Stephen Ambrose yang lain juga di buatkan versi Indonesianya. Versi Inggrisnya sih sudah banyak disini, Cuma harga nya ……
Buku ke-2 yang saya lirik adalah “Neraka di Stalingrad”, kisah pasukan Jerman yang menyerang Rusia di tahun 1941, di dalam buku ini banyak berisi surat-2 pasukan Jerman yang menceritakan keadaan di sekitar penyerangan Stalingrad. Buku ini di susun oleh Franz Schneider dan Charles Gullans. Ini mah cepat, 30 menit baca juga habis.Dari Gunung Agung, peta berpindah ke World Of Music, di toko ini kadang memang kita menemukan musik atau film yang kita tidak sadari ada di toko-2 lain. Alangkah senangnya saya karena saya ketemu dengan film “The US vs John Lennon”
Selama ini yang saya lihat hanya soundtrack nya saja, film nya tidak main di bioskop, malah kayaknya tidak ada yang mau bajak. Ga papa sih, sudah dapet ori-nya gak pusing lah, toh VCD gak terlalu mahal. Kalau beli yg Original sih biasa saya beli VCD atau kaset saja, trus kalau mau di bikin jadi CD Audio atau DVD yah bikin sendiri lah. Hasil memang gak sebagus DVD Original / Bajakan, tapi toh saya gak nonton dekat-2 TV, kalau dari jauh sih hasilnya menurut saya biasa-biasa saja. Cukup lah, yang penting inti cerita nya bukan mutu gambar yang saya tekankan.30 Agustus 2007
Tanggal 30 Agt 2007 kemaren saya menyempatkan diri mencoba AYOLA Café Internet di Mangga Dua Square Lt. 2 Blok B. Tarifnya Rp 4.000 / jam untuk LCD 17" dan Rp 10.000 / jam untuk LCD 32", gak mahal yah ?? Menurut saya ok sekali, coba bandingkan dengan apabila kita menggunakan Internet Mobile, taruhlah Wimode saya Rp 125,00 + PPN 10% per menit = Rp 137,5 /menit. Bila 1 jam = 60 menit terhitung Rp 8.250 /jam. Dua kali lipat men... Bedanya dengan Wimode data-2 yg saya surfing lebih bisa bersifat privacy. Kebanding kalau di tempat umum yah.
Cara pembayarannya cukup menarik, yaitu kita harus membayar dimuka dahulu untuk berapa lama misalnya, jadi kemarin saya coba 1 jam, maka saya bayar Rp 4.000 dan mendapat struk semacam voucher dimana kita nanti mengisi user name dan password. Setelah itu nanti timer berjalan. Kemarin siang sih jam 12-an saya cuma ber empat dengan pengunjung lain. Koneksi nya lumayan cepat lah. Entah yah kalau semua komputer terisi. Lihatnya sih ada 150-an PC tersedia.
Lalu saya mau bahas mengenai tabung gas LPG dari pemerintah (yg diberikan gratis untuk rumah sederhana). Istri saya tertarik untuk mendapatkan 1 buah. Sebab di ruma lama kompor saya jarang dipakai. Untuk stand by LPG yang 12 kg kan sayang, bisa-2 1 tahun baru habis. Jadi di daerah dekat rumah saya cari-2 info mengenai keberadaan tabung. Ternyata bagi yg gak biasa pakai gas banyak yang menjual tabung tsb ke agen-agen. Jadi saya ditawari orang sekitar Rp 125.000. Lumayan jadi duit, katanya. Saya tadinya tertarik mau bayarin satu untuk tau kwalitasnya dan mau pake, cuma saya harus mencari tau dulu dimana tempat menukar / mengisi ulang gas LPG tsb.
Cara pembayarannya cukup menarik, yaitu kita harus membayar dimuka dahulu untuk berapa lama misalnya, jadi kemarin saya coba 1 jam, maka saya bayar Rp 4.000 dan mendapat struk semacam voucher dimana kita nanti mengisi user name dan password. Setelah itu nanti timer berjalan. Kemarin siang sih jam 12-an saya cuma ber empat dengan pengunjung lain. Koneksi nya lumayan cepat lah. Entah yah kalau semua komputer terisi. Lihatnya sih ada 150-an PC tersedia.
Lalu saya mau bahas mengenai tabung gas LPG dari pemerintah (yg diberikan gratis untuk rumah sederhana). Istri saya tertarik untuk mendapatkan 1 buah. Sebab di ruma lama kompor saya jarang dipakai. Untuk stand by LPG yang 12 kg kan sayang, bisa-2 1 tahun baru habis. Jadi di daerah dekat rumah saya cari-2 info mengenai keberadaan tabung. Ternyata bagi yg gak biasa pakai gas banyak yang menjual tabung tsb ke agen-agen. Jadi saya ditawari orang sekitar Rp 125.000. Lumayan jadi duit, katanya. Saya tadinya tertarik mau bayarin satu untuk tau kwalitasnya dan mau pake, cuma saya harus mencari tau dulu dimana tempat menukar / mengisi ulang gas LPG tsb.
Subscribe to:
Comments (Atom)