
Hmmm... rasanya semenjak punya anak 3 saya gak punya waktu deh untuk memperhatikan diri saya sendiri. Sampai-sampai tak terasa uban numbuh di rambut sedikit demi sedikit bertambah. Itu saja yang memperhatikan dan nervous adalah istri saya, bukan saya sendiri. Padahal saya belum 40 sudah beruban. Banyak masalah ? Nggak juga, tapi mungkin kecintaan saya akan keluarga membuat saya melupakan kesenangan saya sendiri. Setiap hari yang saya hanya pikirkan ada lah pekerjaan dan kebutuhan keluarga. Bahkan untuk helo - helo dengan teman-teman pun rasanya sudah terbatas waktu nya. Sekarang kebanyakan teman2 lah yang mencari saya sedangkan saya sudah tidak ada waktu untuk mencari mereka.
Puncaknya pada hari ini istri saya tiba2 mengomel pagi-pagi, saya tidak tau mengapa, maka saya datang, saya lihat dia sambil sikat gigi komat-kamit gak keruan. Pikiran saya mungkin dia tertelan sesuatu, ternyata ada uban selembar di kepala nya, hahaha.... Saya saja ubannya mungkin sudah 100 - 200 lembar, sampai bulu hidung pun rasanya ada uban 2 lembar. Tapi mungkin bagi wanita adalah sebuah ancaman besar.
Mungkin karena selama ini kami berdua commit untuk mengurus 3 anak tanpa pengasuh. Jadi gak heran uban kami tumbuh dengan subur di kepala. Tapi kami puas karena bisa memperhatikan perkembangan anak sendiri dengan maksimal. Demikian juga pekerjaan, saya mengusahakan agar full mandiri tanpa terikat dengan keluarga, atau pun orang lain, supaya keturunan saya gak perlu berhutang budi dengan siapapun.
Tanggal 20-09-2008 lalu saya iseng mengajak istri saya bermain bulutangkis di Galaxy Sports Ancol. Sekalian memberikan pelatihan bulutangkis kepada anak saya yang masuk umur 7 tahun. Istri saya dulu pernah masuk (aku nya) klub bulutangkis di perusahaan ayahnya. Saya sendiri hanya senang main tepok sana sini saja, bahkan kadang dalam pikiran saya alangkah asyiknya kalau cock itu tidak jatuh ke lantai karena saya capek mungut nya. Ternyata setelah 11 tahun menikah dengan 3 anak kecil-kecil, kami melupakan kesenangan sendiri. Disini kami bisa mendapatkan kesenangan bersama, tertawa lepas sambil berolah raga. Sebelum nya pagi-pagi saya bersepeda bersama istri keliling kompleks perumahan setelah saya membonceng anak saya dengan sepeda ke tempat les nya dan ke dokter gigi langganan. Memang kadang rekreasi tidak perlu tempat yang mahal dan alat yg mahal. Sebab yang kita ambil adalah inti dari rekreasi itu sendiri yaitu kesenangan hati, bukan apa yang kita gunakan.
Sebelumnya lagi saya baru saja memperoleh Nintendo Wii dari kawan saya, yang saya bayari dengan harga yang reasonable, heh heh. Nintendo Wii Japan version itu saya upgrade menjadi US Version agar bisa membaca lebih banyak lagi macam games (bajakan). Mainnya pun santai, hanya saya gabungkan dengan PC di rumah yang sudah punya TV Tuner. Maklum di rumah saya TV kebanyakan dipakai untuk anak2 nonton film. Lagipula sengaja saya bikin untuk susah di nyalakan agar anak2 gak sebarang buka sendiri Wii tsb, karena hari biasa mereka harus belajar urusan sekolahan.
Setelah bermain bulutangkis saya ke kantor dan memburu games Wii agar saya bisa bermain bersama keluarga sekaligus menambah piranti rekreasi saya, yang selama ini sudah lama sekali saya lupakan.
Semoga jangan ada tambahan uban lagi di kepala saya, atau saya akan merasa makin bertambah tua, heh heh.....
No comments:
Post a Comment