Thursday, June 19, 2008

19-06-2008 : Platbolic

Semenjak datang ke FKI, sekarang saya menambah lagi senjata untuk berinternet saya. Setelah beberapa waktu sebelum nya saya lebih suka menggunakan CBN-XL 3GZero sebagai senjata utama, sekarang saya mengambil paket ecofit IM2 juga seharga Rp 269.000 sebulan.

Tapi sepulang ke rumah, saya baru sadar, ternyata daerah saya ini tidak begitu ok untuk mengcover gelombang HSDPA nya IM2, kalau di tengah rumah hanya bisa memperoleh GPRS / EDGE saja (sinyal full). Kalaupun sedang beruntung, bisa memperoleh sinyal UMTS 1 bar.

Maka saya pun berpikir untuk mengikuti resep Bang Onno WE. Purbo nya mengenai wajanbolic. Tapi untuk buat begitu rasanya masih ribet koq yah. Saya harus beli macam2 lagipula cari solasiban aluminium pun sulit banget, dimana-mana gak jual.

Akhirnya denger kata aluminium, saya jadi ada ide. Saya punya mobil umurnya 10 tahun, tentu punya plat-plat hitam yg bekasnya (setiap 5 tahun ganti baru sekalian perpanjang STNK). Pelat itu terbuat dari aluminium, kenapa saya gak pakai saja ??

Akhirnya ide gila ini terlaksana juga. Anda bisa lihat fotonya. Saya tekuk pelat hitam itu dengan tangan agar membentuk lingkaran / silinder, lalu saya pakai plat ke dua untuk menjadi seperti wajan.

Alhasil lumayan juga gak sia-sia. Sekarang saya bisa surfing dengan IM2 dengan sinyal UMTS / HSDPA 2-3 bar. Kalau siang malah bisa 4. Terus sinyal stabil lagi gak sering mati sendiri.
Mudah2an ide saya ini berguna juga bari para pemakai koneksi HSDPA di tempat anda. Saya menamakan temuan saya ini adalah PLATBOLIC, heh heh

Oh ya, kecepatan saya lumayan meningkat dengan download 125 kb / detik.

Sunday, June 15, 2008

15-06-2008 : Hutan Kota Srengseng






Pada tanggal 15 Juni 2008, iseng-iseng saya mampir ke kawasan Hutan Srengseng di daerah Srengseng sana milik Departemen Kehutanan. Dengar namanya hutan kan sudah penasaran apakah benar2 seperti hutan atau gimana gitu.

Maka karena istri saya masih belum bisa keluar pasca melahirkan, saya nekad bawa anak saya 2 orang ke hutan itu untuk sekedar jalan-2 mumpung cuaca nya gak panas terik. Kawasan itu tampak nya menjadi kawasan konservasi dan menampung curahan air hujan daerah sana, wajar jika daerah sana gak pernah kebanjiran selama ini.

Begitu masuk kami ditarik ongkos Rp 500/orang. Hmmm…. Dimana lagi di Jakarta ada tempat yang tiket masuk nya hanya Rp 500 / orang, heh heh heh. Penjaganya juga ramah-ramah koq. Parkir mobil nya Rp 1.000 / sepuas nya.

Hanya memang tampaknya tempat nya (mungkin karena kategori hutan) dibiarkan seadanya. Cuma jalan-jalan di pelataran (jalanannya pakai con-blok) ditemani pohon-2 rindang dan tinggi di pinggir jalan memang asyik juga, selain untuk menyegarkan badan dan mata (setelah di kiri-kanan selalu kelihatan mall dan toko). Tempat ini juga santai banget. Tapi…. Yah ini lah. Banyak nyamuk nya. Jadi memang saya juga sudah menyiapkan krim anti nyamuk supaya gak terlalu ganas diserang sama mahluk kecil itu. Kebetulan anak lelaki saya tidak suka pergi ke Mall kecuali kalau diajak makan, dia lebih suka memandang alam sekitar dan pepohonan, beda lah sama anak perempuan saya yg memang sukanya cuci mata di toko (asal jangan cuci dompet aja, sehingga dompet nya tongpes melulu).

Tempat yang santai dan sepi ini tentu saja banyak dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi pacaran, biar sore-sore juga terus aja. Juga akhirnya seperti kebanyakan tempat santai di Jakarta, dipenuhi oleh pedagang asongan. Biar kata Hutan, tapi dalamnya ada tukang siomay, tukang the botol, dan efek nya adalah sampah bertebaran dimana-mana. Memang soal kebersihan dan ketertiban ini rakyat kita harus belajar banyak lah, kalau begini terus susah juga menggaet turis manca negara.

OK dah, sekian dulu laporan saya kali ini, saya meyertakan foto-2 keadaan hutan tsb, semoga anda bisa melihatnya sendiri dan datang kesana selagi ada waktu.