Saturday, February 23, 2008

23-02-2008 : Zyrex Anoa

Hari ini saya menyempatkan diri mampir ke Mall Taman Anggrek. Pk 1730 saya sudah sampai sana mengajak keluarga. Tujuan pertama saya dan istri mampir ke toko WOM (World Of Music), dimana biasa istri saya suka membeli lagu-2 mandarin. DIsana saya melihat DVD Original Film WARLORD yang dibintangi oleh 3 bintang gaek, Andy Lau, Jet Lee, dan Takeshi Kaneshiro. Cerita perangnya cukup seru walau saya gak begitu tau apakah mengandung sejarah atau tidak.

Selesai dari WOM kami masih mampir-2 ke Sangaji dan Duta Suara. Di Duta Suara saya membeli kaset Grammy 2008, karena saya sesudah melihat 50th Annual Grammy Award jadi tertarik untuk membeli kasetnya setelah mendengar beberapa lagu di Grammy tersebut. Maklum, sudah tua dan punya anak, gak semua lagu baru bisa saya tahu langsung. Seperti misalnya Amy Winehouse, saya sempat dengar namanya saya tidak tahu top nya dengan lagu apa, belakangan dari Grammy saya tahu dia menyanyikan lagu Rehab. Tapi kalau Rihanna saya tahu sebab pertengahan tahun 2007 saya sering melihat Video Klip Umbrella nya di Channel[V] Parabola China.


Nanti dari kaset saya biasa merekamnya ke PC dan setelah saya edit maka akan saya convert menjadi MP3 untuk didengar via PocketPC atau Notebook. Saya gak gitu suka beli MP3 yang sudah jadi karena kadang2 bikinannya mengecewakan dan terkesan asal-2an. Kalau saya bikin MP3 pasti saya menuliskan ID3 Tag nya dan saya biasa simpan untuk koleksi pribadi, tidak untuk diperjual belikan.

Pk 1900 saya sedang berjalan ke hall tengah,ketika saya lihat banyak orang sedang mengantri, mengingatkan saya kepada antrian EeePC di Kelapa Gading beberapa waktu yang lalu. Maka dari lift pun saya mengabadikannya. Ternyata di sana sedang diadakan acara peluncuran perdana sub-notebook Zyrex Anoa. Maka iseng-2 saya mampir melihat. Bentuknya sih tidak sederhana seperti EeePC, saya lihat cenderung lebih childish, maklum, mini-notebook ini memang diperuntukkan untuk anak-2 kecil.
Jika dilipat maka notebook ini sudah ada jinjingannya. Maka jadi terlihat lebih besar dari EeePC. walaupun layar yang disediakan sama besar yaitu 7” WXGA. Tapi saya punya kesan sih performance nya gak kalah deh sama Asus EeePC. Hanya kelemahannya sekali lagi di storage, dimana Zyrex hanya memberikan 2 GB NandFlash Memory. Saya perhatikan ke My Computer nya, setelah di Install WinXP Home, maka sisa storage nya tinggal 800 mb –an. Wah, mau isi apa lagi yah, kalau kita upgrade dengan IE7 saja mungkin sisa storage nya makin sedikit. Mudah-2an seperti EeePC, Anoa nanti bisa di upgrade untuk HDD 1,8” sehingga kemamapuannya bisa lebih mumpuni.

Menggunakan Intel Mobile Processor ULV 900 Mhz, tapi tidak memiliki L2 Cache, dan FSB 400 Mhz, tampaknya prosesor ini bakal mengalami kesulitan untuk menjalankan software-2 berkekuatan tinggi seperti Adobe family dan Corel. Kalau Autocad jangan dingomongin deh.
Kalau Chipset nya masih dengan Intel 915GMS + ICH6-M, lumayan lah, pasti menghasilkan kecepatan graphic yang cukup. Sayang, seperti EeePC resolusi layarnya masih berkisar di 800 x 600 pixel. Namanya juga laptop untuk anak kecil, mau kayak gimana lagi sih.

Kemampuan Wireless nya juga tanpa Bluetooth, hanya LAN Ethernet 10/100 dan WLAN 802.11 b/g, tapi kalau mau atau suka menggunakan fasilitas free hot spot cukup deh. Hahaha.
Justru saya kagum dari baterenya yaitu menggunakan batere 6 cells. Berarti kemungkinan Zyrex Anoa bisa berjalan lama dengan batere. Saya ingat Kohjinsha saya hanya mampu 2 jam dengan WLAN dan 2,45 jam tanpa WLAN. Itu juga dengan keadaan speaker di non-aktifkan.
Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada Zyrex yang berani memunculkan mini-notebook ke pasaran dimana pemain lain belum berani mencobanya. Semoga berhasil dan bisa berkembang. Kalau saya masih menunggu yang terbaik untuk anak saya, mumpung dia belum dirasa perlu untuk memiliki barang seperti ini.

Wednesday, February 13, 2008

13-02-2008 : Day of Error

Sebetulnya saya gak percaya angka 13 itu bawa sial. Tapi tanggal 13 Februari ini saya bener-2 apes. Saya gak nyangka bisa sekacau itu, sampe-2 saya ga berani datang ke kantor takut di kantor nanti ada masalah.

Aroma apes nya itu sudah terasa dari pagi. Seperti biasa berhubung perut istri sudah makin membesar, maka saya ganti mengantar anak saya dari tempat les ke sekolah.

Saat-2 pertama berjalan dengan lancar. Sampai pada selesai dari sekolah saya mampir ke Hero untuk mengisi ulang pulsa XL saya yang tinggal Rp 25rb. Maka saya datang ke OkeShop.

Malang, begitu buka dompet, uang saya tinggal Rp 20rb, sisanya ketinggalan di rumah. Lha maka saya mampir ke ATM BCA di sebelahnya. Saya ambil Rp 200.000 (pecahan Rp 100.000). Sreet.. Sreet... Sreet, wah nggak keluar uang nya. Tapi dipotong saldo nya.

Waduh gawat. Saya kelabakan. saya segera menelpon via HP 68888 itu. Gawat, ternyata sudah CS nya sibuk melulu, setiap call saya kena potong Rp 5.000,-

Kwek ... Kwek ... Pulsa saya tinggal Rp 15rb -an. Waduh, gimana ini, akhirnya saya ke mobil dimana istri sedang berada di dalam bersama anak saya yang ke dua. saya pinjam darinya 100 ribu. Beruntung ia bawa dompet, padahal biasanya dia lebih parah dari saya, kadang antar anak sekolah hanya bawa Rp 1.000-an. Jadi saya ke Oke Shop lagi untuk isi pulsa.

Dreet... Dreet.... apes lagi, pulsanya gak masuk-2. Ditunggu setengah jam masih gak masuk. SA Okeshop menanggapinya dengan sigap. Nanti sore kalau belum masuk balik lagi aja pak, uangnya dikembalikan, katanya. Wah, kenapa gak sekarang saja, dalem hati mangkel. Sudah hilang 200 ribu di ATM, masih hilang 100 ribu di pulsa. Mana uangnya hutang lagi, malu-maluin.

Habis itu pusing, jadi saya liwat kan urusan ini dulu dan saya meneruskan ke Bank Permata, karena saya sudah titip Deposito Jatuh Tempo.

Nasib Sial pun masih belum menjauh dari saya, begitu masuk Bank Permata, CS nya semua sedang duduk-2 tanpa kerja apa-apa, dan titipan deposito saya belum dicairkan, konyol gak. Begitu saya datang, mereka baru kelabakan urusin deposito saya, sampai-2 begitu saya deposito kan kembali sang CS memasukkan bilyet nya dengan tangan gemetaran. Saya sebetulnya rada kesal juga tapi saya diam-2 saja. Pokoknya kalau belum beres saya gak mau bangun dari bangku si CS itu. Sudah beres, saya pun cek saldo di ATM (iseng), eh, sial lagi, uangnya gak ada di rekening. Apa-apa an ini ? Deposito Cair, di taruh di tabungan, sisanya saya deposito balik. Bilyet sudah di tangan tapi UANG nya GAK ADA !!!!

Maka kembali saya unjuk rasa, duduk di bangku CS gak mau bangun tunggu sampai uang itu ada di rekening saya dan saya lihat buktinya depan mata saya. Langsung sang CS kembali kelabakan, kali ini sampai kepala cabang turun tangan. Karena sang CS gak tau uangnya kemana (!?!?!?). Dulu saya pernah begini dengan BCA, nitip cair deposito lupa dicairkan dan dicairkan pada hari ke 3 jatuh tempo dengan tambahan bunga 3 hari. Yang bikin saya kesal, kejadian apes ini berlangsung bertubi-tubi selama 1 hari.

Akhirnya setelah uangnya nongol di depan mata saya (di layar LCD Komputer), baru saya beranjak dari kursi CS. Saya sih tetap saja masih diam-diam gak banyak kisah sama Personel di bank permata. Karena kebanyakan kekesalan itu bukan saya timpakan kepada mereka, tapi karena saya lagi mikir "gue ini koq kasihan banget hari ini".

Pulang ke rumah, (bayangin dari jam 10.30 sampai 12.30 baru semua kejadian ini selesai). Saya memutuskan ada baiknya tidak ke kantor, nanti kalau saya datang ke kantor , di kantor bisa ada kejadian macam-2 lagi. Saya pulang ke rumah malah urusan nongol di rumah. Nasi dan sayuran belum matang. Waduh, gak tau lagi deh mesti gimana. Mending saya pergi tidur.

Bangun pk 1330, baru hati saya bisa tenang. Maka saya baru mulai telepon HaloBCA lagi untuk meng-klaim uang saya yang tidak di keluarkan oleh ATM BCA itu. Eh, diterima dengan CS hanya sekali tunggu, mungkin karena sudah liwat jam makan. Jadi rada sepi. Saya diminta cek lagi rekening saya 2 minggu dari tanggal 13. Terus jam 1400 saya jemput anak saya pulang sekolah. Tentu saja anak saya girang dijemput papa nya pulang sekolah, sesuatu hal yang gak pernah sebelumnya. Dalam hati l usih girang, belum tahu deh gue hari ini gimana suasana nya hahaha.

Jemput sekolah, saya kembali datang ke Hero untuk ke OkeShop mengabari pulsa yang gak kunjung masuk. Uangnya pun akhirnya dikembalikan, hehehe. kayaknya kesialan saya sudah mulai menghilang seiring waktu.

Nah, akhirnya semua beres juga hari itu. Tapi saya korban gak datang ke kantor. Saya juga gak mau nanti jadi marah-2 dengan karyawan tanpa sebab. Apalagi yang satu lagi hamil juga seperti istri saya. Biarlah cukup saya yang menanggung kesialan hari ini. Yang penting selama dijalani dengan sabar dan arif, pasti nanti semuanya bisa beres, tinggal uang saya 200 ribu rupiah nih bisa dikembalikan gak sama BCA. Saya belum tau.

Wednesday, February 6, 2008

05-02-2008 : Majalah Tempo

Minggu ini Majalah Tempo menyempatkan diri mengeluarkan Edisi Khusus mengenai mantan Presiden RI ke-2 yaitu Alm. H. M. Soeharto.
Konon gambar sampulnya membuat beberapa kalangan dari Agama Katholik protes keras dan membuat Majalah Tempo meminta maaf dan tidak menggunakan gambar cover ini untuk edisi Bahasa Inggris.
Bagi saya pribadi sih, gambar cover ini sangat menarik dan kaya ide alias kreatif. Tapi apa mau dikata kalau masih ada yang protes. Memang keadaan yang makin sulit dalam kehidupan ini membuat banyak pihak yang mudah tersinggung. Sampai-sampai urusan begini saja dimasukkan ke dalam hati.

Sunday, February 3, 2008

03-02-2008 : Bluetooth

Sejak Th 2007 ini saya banyak menggunakan tehnologi bluetooth. Sebelumnya saya tidak begitu interest dengan tehnologi ini mengingat saya pikir kecepatan wieless land lebih baik dari Bluetooth. Ternyata kegunaannya juga cukup berbeda. Tehnologi Bluetooth lebih mengedepankan hubungan antara 2 benda yang spesifik. Jadi misalnya kalau sebuah notebook biasa terhubung dengan HP menggunakan infrared atau kabel, sekarang bisa menggunakan bluetooth sebagai medianya. Keuntungannya isa memiliki jarak lebih jauh dan penempatan benda pasangannya fleksibel. Bisa di sebelah notebook, bisa juga dikantungi di celana, atau dipakai di bagian tubuh (jam tangan, headphone, dll).
Tapi setelah 1 tahun memakai tehnologi ini, maka saya merasakan bahwa ternyata kemampuan jangkauan Bluetooth tidak seindah yang digembar-gemborkan (ada yang 10m, ada juga yg katanya bisa 100m). Pada kenyataannya jarak paling efektif di rumah saya adalah 3-5 meter saja. Mungkin rata-2 terpengaruh oleh gelombang lain, atau halangan tembok. Cuma yah kenyataannya begitu.
Oh Ya, pada saat ini saya suka menghubungkan PDA saya dengan Nokia 2865i dengan koneksi CDMA StarOne untuk ber internet, misalnya surfing Internet Explorer, Inbox E-Mail, dan Chat dengan IM+ (MSN, Yahoo Messenger, dan ICQ), dan saya pikir koneksi ini cukup stabil, hanya sayang kemampuan HP CDMA yang sering mernguras batere menyebabkan kendala waktu dalam melakukan on line. Total waktu maksimal online dengan Nokia 2865 adalah 2 jam-an. Kalau untuk sekedar nge-chat kadang saya hanya menghaiskan Rp 300,- saja. Lumayan daripada on line di warnet, Rp 5.000 per jam plus berisiknya keterlaluan.
Biasa apabila koneksi CDMA StarOne ini tidak stabil, maka saya menggunakan koneksi GSM Pro-XL dengan SonyEricsson K800i saya. Koneksi ini relatif lebih stabil, batere lebih tahan lama (bisa beberapa jam). Tapi biaya lebih mahal. Pemakaian normal 1-2 jam bisa kena Rp 3.000-an. Tapi jangan lupa, kebanding SMS 1 jam-an mungkin bisa habis 30-50 ribuan.
Maka tidak heran saya sekarang sudah bisa lebih sering on line chat, bahkan di mobil. Tapi selama menyetir kendaraan saya tidak akan balas chat tersebut. Paling hanya menampung pesan saja. Anda bisa menghubungi saya di MSN : k200871@hotmail.com Yahoo Messenger : karman_ali@yahoo.com dan ICQ : 97349591.

Semoga ulasan ini berguna bagi anda yang ingin tau lebih banyak mengenai penggunaan Bluetooth. Sehingga dapat mengambil keputusan apakah ingin menggunakan tehnologi ini atau tidak.]

03-02-2008 : Time to Recovery

Bagus..., bagus... setelah 2 hari diberi libur oleh Sang Dewa Banjir, bangun tidur Pk 0700 ketinggian air sudah cukup mengalami penurunan drastis, walau pun tidak bisa dibilang sudah pulih, tapi saya bisa menguras bak penampungan air bersih, dan mengisi nya dengan air bersih baru.
Pk 0825 saya mengerahkan generator untuk mengaktifkan pompa sedot. Masalah muncul dari pompanya yang kelihatannya ada masalah di kabel setrum. Untung saya ada pompa 200w Sanyo cadangan yang bisa dipakai untuk menyedot air juga. Setelah dipancing dengan air se-ember barulah pompa tersebut bisa dinyalakan.
Setiap 30 menit saya melihat perkembangan ketinggian air di dalam rumah, setiap kali pasti ada penurunan debit air. Berarti keadaan akan bisa pulih kemungkinan sore nanti.

Saturday, February 2, 2008

02-02-2008 : Liputan Foto

Di tanggal yang bagus ini maka saya menyempatkan diri ke luar teras rumah untuk mengambil sedikit gambar.

Tidak seperti yang sudah-2, banjir kali ini pemandangannya lebih sepi daripada banjir tahun lalu, mungkin dikarenakan air naik mulai pk 0830 s/d 1100 berarti jam-jam segitu sudah banyak yang keluar untuk melakukan kegiatannya seperti bekerja maupun sekolah, jadi begitu dengar rumah nya banjir maka mereka sudah tidak pulang lagi ke rumahnya karena mau masuk pun tidak gampang. Misalnya orang tua saya yang pk 0700 sudah berangkat, akhirnya sekarang terpaksa menumpang di apartemen kakak saya karena mau kembali untuk ke rumah pun sudah tidak bisa karena banjir yang tinggi.
Gambar pertama adalah gambar klasik.dimana mungkin ingin buru-2 sebuah mobil langsung dijemput oleh mobil derek, tapi tampaknya sudah terlambat karena sudah terjebak banjir. Mobil dereknya jadi mogok sehingga baik mobil maupun dereknya sama-2 mogok.

Seorang bapak sedang kembali dari luar kompleks dengan menggunakan sepeda. Jangan kecele dengan rendahnya air banjir yang hanya setengah ban sepeda karena bapak ini sedang menggiring sepedanya diatas trotoar yang tingginya 30-40 cm dari jalanan.Genangan air yang cukup tinggi bagi anak-anak tanggung tidak disia-siakan yaitu dengan dijadikan areal bermain, misalnya dengan lempar-2an bola, kalau tidak bisa menangkap, silahkan mencari bola nya di kolong banjiran.
Jasa ekspedisi banjir pun mulai bermunculan, bagi yang tidak mau berbasah-basahan di air banjir. Bisa menuumpang di gerobak yang sudah dimodifikasi ini. Entah sekarang tarifnya berapa. Tahun lalu sih pulang pergi Rp 100rb-an.
Genangan air yang setia menutup jalan raya komplek rumah. Hanya kendaraan jenis mobil boks, atau jip yang dimodifikasi yang bisa meliwati jalur sedalam ini.



01-02-2008 : Come Again

Benar-benar mengherankan. Jakarta banjir lagi, rumah saya kebanjiran lagi, tepat satu tahun sesudah banjir besar tahun 2007. Kalau kita ingat-2 banjir besar tahun lalu juga dimulai pada tanggal 01 Februari 2007. Entah banjir kali ini masuk rumah atau tidak. Saya hanya bisa berharap mudah2an saja tidak.

Jam 7 pagi saya bangun, bermaksud memproses tagihan-2 bulan Januari 2008, ketika itu mulai turun hujan. Tapi saya anggap biasa saja sebab kemarin-2 juga hujan dan ok ok saja. Jam 8 saya antar anak saya pergi sekolah dalam keadaan hujan lebat. Tapi saya belum melihat indikasi akan adanya banjir. Saya sempat melongok parit dan hasil nya parit saya masih rendah air nya.
Sampai dirumah, barulah 30 menit kemudian terasa air mulai meninggi di jalanan. dan prosesnya sangat cepat sekali. Sayang disayang kali ini saya kelepasan momen untuk menambah debit air PAM saya di rumah, karena air banjir sudah keburu masuk ke dalam bak penampungan. Kali ini saya betul-2 kecolongan sebab proses naik nya air cepat sekali, sampai akhirnya pk 1130 saya memutuskan untuk menjemput anak saya tapi tidak dengan mobil, tapi berjalan kaki. karena banjir di depan rumah saya sudah parah dan banyak orang-2 terutama anak-2 kecil bermain-main di air banjir. Keputusan nyeleneh ini terpaksa saya ambil dalam keadaan hujan masih sangat lebat.

Dengan perlengkapan yang cukup, mantel hujan, payung besar dan kecil, dan jaket hujan anak saya, saya pun nekad berjalan di air banjir yang tinggi nya sudah sepaha. Ya Ampun.... air nya dingin sekali. Saya punye pengalaman nyemplung banjir, tapi paling sedengkul, kali ini sepaha dan kadang sepinggul. Ini gila, pikir saya, bangaimana dengan anak saya nanti ?? Tapi saya tetap berjalan. Saya pikir kalau anak saya takut paling tidak saya sudah datang menenangkan dan kita bisa menunggu hujan reda. Cuma saya punya feeling banjir akan makin parah dan hujan belum akan berhenti.

Sesampai di sekolah saya langsung masuk ke kelas anak saya. Ternyata kelas sudah bubaran. Saya segera bertemu dengan ibu guru nya dan meminta ijin untuk jalan pulang. Ibu Guru tampaknya juga sudah mulai pusing, tapi saya berpikir, pulang dalam keadaan begini bawa tas anak saya yang cukup besar, akan menjadi beban baru dan perhatian terpencar. Jadi saya mengusulkan kepada ibu guru supaya tas dititipkan tapi buku-2 nya saya bawa pulang karena ada PR. Saya memasukkan buku ke kantong plastik, demikian tidak akan kemasukan air. Sebelumnya saya bertanya kepada anak saya. “Kamu mau pulang sekarang dengan berjalan kaki, atau pulang nanti tunggu hujan berhenti dengan harapan banjir surut ?” Anak saya langsung bilang “berjalan kaki”. Nah, jadi saya langsung menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk ia pulang berjalan kaki dalam keadaan banjir.
Perjalanan pun di mulai. Payung yang saya siapkan untuk anak saya tidak saya suruh pakai, melainkan di pakai untuk menjadi tongkat dalam perjalanan. Sebagaimana kita ketahui, tongkat itu praktis menjadi kaki ke tiga, dimana dapat dipakai sebagai pendeteksi jalanan sebelum kita melangkah, jadi kalau di depan ada lubang, walau tidak terlihat karena tertutup banjir, tapi kita sudah bisa merasakan lewat tongkat itu.

Saya juga baru bisa merasakan pentingnya trotoar di cat belang-belang. Pada keadaan banjir begini saya lebih memilih berjalan di trotoar tengah kebanding di depan rumah orang lain, sebab kalau rumah orang lain ketinggiannya berbeda-beda, sehingga saya akan mengalami kesulitan jika berjalan di tengah genangan air yang tidak kelihatan dasarnya. Sedangkan kalau di trotar tengah maka tingginya pasti merata dan bisa diduga. Nah cat belang-belang (zebra – hitam berselingan dengan putih) ini berguna untuk mendeteksi dan mengira-ngira mana jalanan untuk pejalan kaki dan mana jalanan untuk kendaraan. Untuk diketahui trotoar jalanan pun sudah terendam dengan air.

Untung anak saya memiliki sifat yang tahu kapan waktu bermain-main dan kapan waktu untuk serius. Dia selalu mengikuti instruksi saya pada keadaan genting seperti ini, misalnya jalan berpegangan tangan, jalan di depan lebih dahulu dan melangkah di tempat yang saya tunjuk. Perjalanan pulang malah lebih cepat dibanding dengan perjalanan pergi mengingat saya sudah mengenal medan yang saya lalui. Saya berani ambil langkah demikian sebab Desember lalu kami berdua baru saja berwisata ke Singapura dan sudah ada pengalaman berjalan kaki berdua dalam keadaan hujan, seperti misalnya saya tahu sebaiknya anak saya tidak membuka payungnya sebab kalau ia membuka payungnya sama saja menyusahkan saya untuk memegangi dia karena terhalang oleh payungnya itu.
Halangan terbesar menuju rumah justru berada di depan rumah, yang kedalaman banjirnya sudah mencapai sepaha orang dewasa, sama saja dengan sedada anak saya. Dengan keadaan air yang dingin dan kotor (untung tidak terlalu berbau) maka kami melakukan perjalanan terakhir, menyeberang dari trotoar utama ke depan gerbang rumah. untunglah pembantu sudah menunggu di depan pintu pagar, jadi kami bisa menunggu sampai pintu benar2 terbuka untuk bisa langsung dimasuki. Setelah berhasil masuk rumah kembali maka saya langsung masuk ke kamar mandi untuk membilas kaki saya dengan air bersih. Tidak lupa saya menyikat kaki saya dan anak dengan sabun dan antiseptik. Agar kembali bersih dan tidak gatal-2.

Sebuah pengalaman yang menarik bagi anak saya, dan bukan yang enak untuk saya. Tapi begitulah hidup, harus belajar dari pengalaman, dan pengalaman itu didapat dari keadaan.
Seusai pulang dari menjemput anak maka saya mengambil sesi makan siang, setelah itu pekerjaan ke dua adalah menguras bensin mobil untuk dipakai generator listrik saya kalau-kalau nanti malam listrik padam. Untuk tahap pertama saya menguras 1 jerigen 15 liter. Saya pikir sisanya bisa besok apabila banjir menyurut.

Berikutnya adalah mencopot accu mobil bagian minus nya saja dan membungkus knalpot dengan plastik agar air tidak masuk ke mesin melalui knalpot mobil. Kali ini saya malah tidak mendongkrak mobil seperti tahun lalu, sebab saya pikir hal itu hanya akan membuat mobil menjadi miring dan malah membuat gaya turun air menekan kuat dari lubang knalpot.
Selesai itu semua maka saya ambil sesi istirahat sejenak dengan tidur selama 1 jam, karena saya harus segera memulihkan diri kalau-kalau air semakin meninggi dan masuk ke rumah seperti tahun yang sudah. Berjalan ke sekolah itu tidak terlalu capai. Yang membuat capai adalah jalan sambil mengarungi air banjir. Berjalan di dalam air membuat kita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengangkat kaki, gaya air yang berat ditambah sepatu yang terendam air. Saya memilih tidak memakai sepatu boot saya, karena air sudah terlalu dalam, sehingga sudah tidak ada faedahnya, malah apabila air masuk ke dalam sepatu boot maka sepatu akan menjadi lebih berat. Pada situasi begini sebetulnya menggunakan sandal lebih enak, tapi memakai sepatu olah raga membuat kaki lebih lincah dan tidak seberat memakai yg lainnya.

Bangun tidur istirahat. Saya pun segera bersiap-siap lagi untuk membersihkan ruang bawah agar apabila banjir masuk ke rumah, saya setidak nya sudah sedikit2 mengangkat barang keatas. Heran sesudah itu saya merasa mengantuk lagi. Saya telepon kantor dahulu mendengar laporan karyawan. Setelah itu saya istirahat tidur lagi sebelumnya saya chat dengan beberapa teman yang mau tahu keadaan dan bisa memberi info keadaan. Tak lupa Pk 1700 saya membuka Televisi untuk menonton berita banjir.Pk 1900 saya terbangun. datang laporan bahwa air makin meninggi, 2 jengkal lagi masuk garasi, artinya ketinggian air tinggal 5-8 cm lagi (dua jengkal disini dalam keadaan miring landai).
Maka saya ambil sesi makan malam dulu setelah itu kembali mengatur agar barang-2 yang kira2 bisa terendam air dinaikkan ke atas. Pk 2000 akhirnya listrik padam, prediksi terjadi. Untunglah saya sudah siap dengan bensin saya dan generator yang sudah gampang di start karena sudah saya biasakan seminggu sekali saya start bareng 30 menit untuk pemanasan. Enak nya anak saya masih bisa nonton film dengan notebook saya, saya masih bisa bekerja dan berinternet dengan umpc saya.

Pk 23.40 saya mematikan generator untuk menambah bensinnya agar tidak kehabisan sampai malam. Setelah generator menyala kembali, maka saya kembali menemani anak laki saya yang belum mau tidur karena sedang menonton Barney dan Baby Einstein dari notebook saya. Setelah anak saya tertidur maka saya akan mematikan generator dan juga akan tidur, sebelumnya pasti saya akan memeriksa apakah ketinggian air bertambah atau berkurang, untuk antisipasi.