Saturday, August 15, 2009

14-08-2009 : Saltwater Wells in My Eyes ....

Seminggu yang lalu saya amat senang karena di Internet saya memperoleh 20 CD lagu Love Songs yang dijuduli Moments of Love oleh pengirimnya. Tiap CD berisi sekitar 16 lagu Love Songs dari jaman tahun 50-an sampai tahun 90-an. Total berarti ada 320 lagu Love Songs dari 4 generasi, wah senang nya hati ini, hahaha...

Karena dirip dengan format 256 kbps, maka bagi saya besar file nya teralu boros, maka untuk saya masukkan ke iPOD saya saya recompress menjadi 128 kbps, supaya ukurannya normal untuk MP3 umum nya. Jadilah lagu-lagu itu menjadi teman hidup saya selama saya berkendaraan kemana saja. Karena iPOD sifatnya cukup portable jadi saya bawa-2 iPOD nya, colok via cassette adapter ke tape mobil dan voila, saya memperoleh ratusan lagu love songs di mobil saya.

Hari ini sangatlah panas, ketika saya menyetir di kemacetan siang hari, dari iPOD saya mengalun lagu Julian Lennon berjudul Saltwater. Saya ingat lagu ini pernah populer di Inggris pada sekitar tahun 90 awal, tapi memang kurang populer di Jakarta, karena album nya tidak beredar di Indonesia. Saya hanya mendengar sekali-sekali di radio. Waktu itu saya mendengar irama nya saja, tidak begitu memperhatikan lyric nya. Ternyata lagi macet, iseng2 saya dengar dan mendalami lyric nya. Tiba2 keluarlah air mata saya mendengar sajak lagu tsb. Benar2 saltwater wells in my eyes, heh heh.... Ternyata Julian Lennon sudah dewasa dalam membuat lagu dan sudah mirip bapak nya (John Lennon) dalam mendalami sebuah lagu. Saya harap semoga Julian Lennon bisa mengarang lagu yang lumayan mirip tema nya seperti lagu Saltwater. Lagu yang tergabung di dalam album Julian Lennon yang berjudul "Help Yourself" ini berhasil menempati urutan ke 6 Tangga Lagu UK dan urutan 1 tangga lagu Australia Tahun 1991. Yang membanggakan saya adalah tanggal rilis album tersebut bersamaan dengan ulang tahun saya yang ke 20.

Bagi anda yang sudah pernah mendengar dan mengetahui isi lyric lagu ini, anda adalah manusia yang beruntung, tapi bagi yang belum pernah mendengar atau mengetahui lyric nya, maka saya akan memuatnya disini, semoga anda bisa membaca dan mencamkan nya baik-baik


SALTWATER

We are a rock revolving
Around a golden sun
We are a billion children rolled into one
So when I hear about the hole in the sky
Saltwater wells in my eyes

We climb the highest mountain
We'll make the desert bloom
We're so ingenious we can walk to the moon
But when I hear of how the forrest have died
Saltwater wells in my eyes

I have lived for love
But now that's not enough
For the world I love is dying (And now I'm crying)
And time is not a friend (no friend of mine)
As friends we're out of time
And it's slowly passing by ....
right before our eyes

We light the deepest ocean
Send photographs of Mars
We're so enchanted my how clever we are
Why should one baby feel so hungry she cries
Saltwater wells in my eyes

I have lived for love
But now thats not enough
For the world I love is dying (and now Im crying)
And time is not a friend (no friend of mine)
As friends were out of time
And its slowly passing by...
Right before our eyes

We are a rock revolving
Around a golden sun
We are a billion children
Rolled into one
What will I think of me
The day that I die
Saltwater wells in my eyes....

Sunday, June 28, 2009

26-06-2009 : The Dead of The Legend

Seperti biasa sejak memasuki liburan sekolah saya memasukkan anak pertama saya kursus renang intensif 10x datang selama sebulan. Nah, karena waktu kursusnya juga antara pk 0900 – 1100 maka saya menyempatkan diri menunggui nya sambil melakukan beberapa pekerjaan di notebook saya. Kebetulan hari itu istri saya juga ikut menemani beserta anak ke 2 dan ke 3 yang belum saya masukkan kursus karena belum cukup umur.

Sedang asik2 nya surfing internet sambil kerja, tiba2 mata saya tertumbuk kepada berita mengenai meninggal nya King Of Pop Michael Jackson, kontan saya berseru kaget kepada istri saya “Eh, si Michael Jackson mati…” Istri saya juga langsung kaget sekali mendengar nya. Maklum lah, saya dan istri kan juga angkatannya si Michael Jackson ini waktu tahun 80-an. Langsung saya send message kepada seorang teman yang bermukin di USA, dan ia pun mengkonfirmasi meninggal nya bintang pop ini, malah sebelum nya ada 1 bintang film lagi yang meninggal yaitu Farrah Fawcett, ex bintang serial CHARLIE’S ANGELS tahun 70-an. Wah, sedih juga mendengar berita ini. 2 bintang sekaligus dalam 1 hari.

Untuk mengenang Michael Jackson maka saya akan mengulas dikit apa yang saya tau mengenai nya waktu jaman saya sekolah dulu. Saya mengenal Michael Jackson dari album Off The Wall nya karena kakak saya sering banget putar itu kaset di rumah. Setau saya album itu terbit di akhir 70-an atau awal 80-an. Tapi kesan saya paling mendalam kepada king of pop ini adalah ketika dia mengisi lagu Soundtrack film ET tahun 1982 yang berjudul “Somewhere in The Dark” saya ingat pada waktu itu Film ET tidak masuk ke Indonesia (entah kenapa) tapi berita nya menggaung kemana-mana, karena film ini berhasil menggusur Star Wars sebagai box office (sebelum abis itu dikalahkan Titanic). Nah, waktu itu saya ingat banget saya mencari kaset Soundtrack nya dan boneka ET nya kemana-mana, dan saya mendapatkan boneka ET nya (dengan ujung jari nya yang bisa menyala karena ditaruh lampu led merah, heh heh) di Chandra Building (maklum masih Glodog Minded). Soundtrack nya saya dapat di Gunung Agung. Waktu itu Toko Buku Gunung agung masih jualan kaset dan kasetnya masih bajakan.

Oh ya, Michael Jackson ini juga pernah menggaet Paul McCartney dengan 2 lagu terkenal nya yaitu The Girl is Mine dan Say,Say,Say yang waktu itu juga selalu diputar di rumah waktu saya SD mungkin sekitar th 1981 – 1983. Dia juga kadang tampil sebagai pengiring suara dalam beberapa lagu diantaranya di lagu Rockwell – Somebody Watching Me, itu lah hebatnya dia, walau dia sendiri sudah terkenal tapi kadang MJ bersedia mengisi sebagai pengiring lagu orang lain. Benar-2 penyanyi yang rendah hati.

Cengkeraman pengaruh Michael Jackson makin terasa di Album Thiller nya yang terbit sekitar th 1982 – 1983, waktu itu melejitkan lagu Thiller, Beat It, dan Billie Jean. Pada tahun2 itu saya juga sudah mulai beli kaset sendiri di pasar baru. Lagu Beat It benar-2 meresap di hati saya yg waktu itu masih ajdi ABG. Lalu gebrakan berikut nya dilakukan ketika si MJ ini bergabung dalam USA For Africa ikut mencipta dan menyanyikan bersama2 lagu We Are The World (April 1985) dengan penyanyi-2 USA yang terkenal-terkenal. Setelah terinspirasi dari Do They Know It’s Christmas nya kumpulan penyanyi Inggris yang dibuat desember 1984. Waktu itu saya ingat kaset ini ditujukan kepada anak2 kelaparan di Ethiopia, sampai kalau kita dulu berani makan gak dihabiskan, bakal diancam dikirim ke Ethiopia sama orang tua saya., hahaha…. Waktu itu saya gegap gempita sekali mencari video klip nya, gak kayak jaman sekarang tinggal ke youtube doang. Membeli kaset nya (masih bajakan), tapi di kaset tersebut sih tertera bahwa hasil penjualan nya juga akan dikirim ke USA for Africa (hmm.. harga kaset nya jadi mahalan dikit deh).

Sampai pada album-2 berikut nya yang menjadi fenomena. Si MJ ini selalu merebut perhatian dunia entertainment pada saat itu, misalnya Lagu Bad yang video klip nya cukup fenomenal, tapi lebih menjadi legenda adalah video Klip Lagu Black and White, yang sekarang idenya dipakai menjadi iklan salah satu bank di Indonesia (you know who…)

Bagaimana pun, Michael Jackson sudah banyak sekali menyumbang dunia seni terutama seni tarik suara dan seni lainnya. Dia akan menjadi salah satu artist yang selalu diingat seperti halnya Elvis Presley, John Lennon dll, terlebih lagi dia suka bergerak di dunia sosial. Selamat jalan Michael Jackson, semoga dunia selalu mengingat anda….

Friday, February 27, 2009

27-02-2009 : Mega Bazaar Computer dibuka, Trans Jakarta di coba

Pada suatu hari anak saya bertanya kepada saya. “Papa, kalau di toko lagi sepi, papa ngapain aja ? … “ Sebuah pertanyaan dari seorang anak SD yang cukup dalam. Saya tidak tau apakah ini pertanyaan titipan dari mama nya. Tapi saya sudah punya jawabannya, “Papa pergi nonton pameran untuk cari ide baru …”

Jadi lah saya hari Jum’at kemaren tgl 27 Februari 2009 nonton pameran Komputer Mega Bazaar dan FOCUS di JHCC Senayan. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk nonton pameran sendirian, tidak dengan kawan-kawan atau famili. Biasanya setiap orang ke pameran tujuannya beda-beda. Ada yang mau belanja, ada yang mau lihat-2 SPG nya dan kalau bisa kenalan dan tukeran nomor HP. Kalau saya sendiri hanya mau lihat2 perkembangan yang ada sekaligus melihat tata letak / interior pameran mereka yang kadang unik dan menarik. Siapa tau saya juga bisa dapat kolega baru yang menjanjikan. Oh ya, biasa saya juga gak lupa mampir makan di resto Nasi Goreng / Nasi Rames dalam gedung JHCC. Cukup mahal memang tapi gak tiap hari tidak mengapa.

Untuk ke JHCC Senayan saya sudah membiasakan diri tidak datang dengan mobil pribadi, maklum, kadang pergi nya gampang (karena pagi) tapi pulang nya macet. Maka saya biasa naik kendaraan umum terutama taxi yang saya call dari rumah. Tapi karena belakangan tarif taxi yang melambung, saya mulai mengurangi pemakaian taxi dan mengalihkan anggaran nya ke pos lain.

Jalur Transjakarta dekat rumah saya sudah dibuka minggu lalu. Kemacetan terjadi di mana-mana di jalanan yang di lintasi jalur Transjakarta. Saya yang sering liwat sana hanya berusaha menahan kesabaran yang terjadi di jalanan, bagi saya yang penting selamat sampai tujuan. Nah, pada kesempatan ini saya ingin juga menyicipi jalur transjakarta dengan maksud mengirit ongkos ke JHCC. Bagaimana caranya ?

Start dari rumah naik ojek langganan, saya minta diantar ke Halte Busway terdekat di rumah. Sudah lama saya gak naik ojek langganan saya ini padahal tiap hari dia setia berjaga di depan rumah saya. Maklum musim hujan, tentu saja saya juga gak mau sudah bayar kehujanan, pilihan konyol.

Sampai di halte Busway saya segera berjalan melaju ke dalam halte tersebut. Berbeda dengan halte di daerah Sudirman yang ber AC, halte Busway baru di tempat saya cukup dipersenjatai dengan kipas angin yang di gantung tinggi di pinggiran atas tembok, mungkin supaya terhindar dari pencurian. Ada satu hal lain juga yang terasa kurang, yaitu tidak ada nya alat pemadam kebakaran yang biasa tergantung di setiap halte busway. Hmm.. mungkin pada masa prihatin ini setiap penumpang diharap membawa alat pemadam masing-masing. Lama2 bawaan saya semakin banyak karena setiap masyarakat di Indonesia di harus kan swadaya dalam hidup nya.


Saya tadi nya lemes juga melihat sebuah busway baru saja melaju dari halte saya pas saya datang naik ojek. “Gila, gue mesti nunggu berapa lama lagi nih… L” , pikir saya. Ternyata gak terlalu lama sekitar 10 menit, bus Transjakarta berikut datang untuk menyambut saya. Wah, untunglah pikir saya. Di halte saya hanya sendirian, baru belakangan 3 menit terakhir ada seorang bapak-2 ikutan nimbrung dengan saya menunggu bus. Penjaga karcisnya pun terlihat putus asa melihat sepinya halte. Bisa dilihat dari gerakan bahasa tubuhnya yang terkesan sedikit depresi…, kadang nunggu sobek karcis sambil jongkok dan menunduk-nunduk….. saya pikir hanya di Jakarta saya bisa melihat petugas masuarakat bergaya begini, hah hah hah…. Maka saya ambil foto nya dari bangku tempat saya duduk di dalem halte busway (yang hanya tersedia untuk 4 pantat).

Begitu busway datang, pintu pun terbuka, lumayan, masih otomatis, yang jurusan ancol, sudah harus manual, bahkan saya pernah lihat ada yang pintu nya tidak bisa tertutup sama sekali. Maklum yang ini masih baru, coba nanti saya tinjau 3 bulan lagi, hhh…. Di dalam sudah cukup penuh, tapi yang berdiri masih sedikit. Maka sesuai peraturan tidak resmi, masuk bus / tempat umum, pakai ransel di balik ke depan. Maka saya pun memasang ransel saya di depan, seperti orang hamil. Tampak beberapa ibu-2 tersenyum lihat gaya saya (atau lihat saya yaa… mmmm…). Jadi saya berdiri saya di tempat favourite yaitu sebelah tiang Busway sambil berdiri, maklum, gengsi dong lelaki masih muda koq masak cari kursi, kalau ada yang kosong banyak sih boleh, Cuma mengikuti peraturan standar, dahulukan orang tua, wanita, dan anak-anak.

Busway melaju selama 20 menit ke ITC Permata Hijau, lumayan, kalau saya naik taxi Bluebird ke ITC Permata Hijau saya bisa kena 30 ribuan, dan sekarang saya tempuh hanya dengan rp 3.500 an. Turun di Permata Hijau, saya meneruskan ke JHCC dengan Taxi Jakarta Metro (yang memang taksi resmi ITC Permata Hijau) yang mash mengenakan tarif bawah. Sampai di JHCC rp 12.400, hhh…. Kalau saya naik taxi BB call dari rumah ke JHCC, saya bisa habis rp 55.000. Penghematan yang lumayan, cuma jadi rada menguras tenaga dan keringat. Biarlah, siapa tahu bisa jadi makin sehat, heh heh….

Masuk Mega Bazaar seperti biasa kita harus membayar HTM rp 5.000 / orang. Karena saya datang Hari Jum’at jam 11-an. Tentu saja keadaan pameran masih sangat sepi. Saking sepinya saya perhatikan para SPG sampai lupa untuk memberikan brosur ke saya, mungkin mereka pikir saya salah satu peserta pameran juga, mengingat saya datang dengan jaket hitam (jaket hujan) dan ransel besar (untuk di kantor). Walaupun kumis sudah tercukur rapih, tetap saja potongan saya mirip kurir Pizza Hut. Yah jelas bukan target SPG kali hhh….
Kali pameran Mega Bazaar terasa sepi pengunjung dan sepi peserta. Dilihat dari layout nya pun tidak seperti biasa nya. Banyak ruang kosong dan jadi tempat pengunjung dan peserta duduk-2 di lantai untuk ngobrol bahkan makan siang dengan besek nya. Saya kesana juga tumben, hanya 2 jam. Saya mencari beberapa produk apakah masih di ada stock nya di Jakarta, misalnya miniSDHC 4 GB, lalu melihat USB Flash titipan kawan, dan membeli beberapa majalah (edisi lama).

Belanjaan pertama saya justru di konter XL. Ternyata sekarang XL sudah menyediakan XL Prabayar dengan Internet Unlimited. Masalahnya fasilitas ini harus membeli nomor baru dan tidak bisa di bebankan ke nomor lama. Hmm.. Jadi terpaksa saya membeli nomor baru lagi dan akan mengorbankan nomor telkomsel saya, untuk dipasang di Smartphone saya. Harga nomor baru tersebut adalah rp 100.000 sudah termasuk pulsa. Jadi begitu mengaktifkan otomatis, sudah ada pulsa internet sepuas nya untuk 1 bulan dan rp 1000 pulsa bicara / sms. Uniknya nomor yang dijual ada lah nomor 10 digit. Tentu saja bikin beberapa HP lovers tertarik untuk mengkoleksi nya.

Belanjaan kedua saya adalah counter majalah HWM (HardWare Magazine). Majalah bulanan kelas Rp 34.500 an ini. Membandrol edisi-edisi lalu senilai rp 10.000 / edisi. Yah tentu saja saya mau, lumayan untuk baca2 di kantor dan mengikuti perkembangan tehnologi, saya beli edisi 2-3 bulan yang lalu toh, barangnya juga belum beredar di pasaran Indonesia. Jadi masih belum merasa ketinggalan dan mendapat harga murah adalah idaman setiap pencinta buku.

Setelah keliling ke berbagai tempat yang biasa saya kelilingi, saya pun akhirnya membelikan titipan seorang kawan yang menitip USB Flash 4 GB di sebuah Counter Kingston. Sudah selayaknya nanti Kingston memperoleh julukan raja memory, sebab dia selalu berani untuk menjadi pioneer bagi perkembangan memory. Bayangkan saya USB Flash memory 32 GB sudah muncul. Saya ingat jaman dahulu Hard Disk Computer pertama saya yang 5,25” sangat berat dan hanya berisi 30 Megabyte !!!, dan saya harus menabung gila-gilaan untuk memperoleh nya dengan harga Rp 500ribu .

Nah, selesai pameran, saat nya saya segera ke kantor untuk melaksanakan beberapa tugas saya diantaranya menggaji para pegawai saya yang selama ini saya anggap bekerja dengan baik.

Akhir kata, selamat menikmati pengalaman saya ini apa ada, semoga anda ter inspirasi sesuatu dan sudah ada jawaban apabila ditanya anak anda apa yang anda lakukan di waktu senggang….


Monday, January 5, 2009

05-01-2009 : Bluebird Woman ...

Mengawali jam kerja resmi tanggal 05 Januari 2009. Saya dari pagi sudah kecapaian mondar-mandir di daerah kompleks sendiri, ke kantor justru saya malah naik taxi, karena saya harus pulang pagian ke rumah dan saya gak siap nyetir siang-2.
Pk 1430 pun saya segera keluar kantor untuk pulang mencari taxi. Di deket kantor tuh paling jalan 100 meter sudah ada pangkalan Bluebird Taxi. Kalau jam segitu sih jangan dikata, ada kali 20 taxi berbaris di pinggiran.
Nah, saya sih gak milih2, ikut urutan aja taxi yang paling depan. Ternyata pengemudinya adalah perempuan, saya sih gak nanya siapa karena memang gak habit nanya2 privacy orang. Tapi saya pernah dengar bahwa supir taxi Bluebird yang perempuan biasa adalah ex pengemudi Transjakarta.
Nah, kelihatan dari potongannya, pengemudinya berusia sekitar 28 – 36 tahun. Dia bercerita bahwa di Transjakarta dia dapet bus yang automatic, jadi gak terasa berat. Pendapatannya bisa 2,4 juta. Tapi dibanding Bluebird masih besar di Bluebird, trus seperti kebiasaan bluebird maka ada sistem 2+1= 2 hari kerja + 1 hari libur, jadi tidak terasa berat. Terus ada sistem bonus di tiap tanggal 5, 15, dan 25.
Enak nya kalau yg setir perempuan, mobilnya banyak wangi-wangian, dan kesannya rapih. Dia cukup bawel juga tapi diam gitu melihat saya ketiduran di taxi. Gak tau apa in bawaan dari kecil saya suka ketiduran kalau di setirin mobil, kebiasaan itu tampaknya di turunkan ke anak pertama. Untung kalau nyetir gak pernah ketiduran, h h h .
Kekurangan dari Bluebird perempuan ini, dia rada gak tau jalan, maklum taunya Cuma jalur busway kelapa gading – senen, h h h …, jadi terpaksa saya bantu-bantu nunjukin jalan, sambil kalau di lurusan macet saya sempetin merem dan nikmatin di setirin, h h h ...