Friday, March 14, 2008

14-03-2008 : Foto Kuntilanak


Kemarin malam saya mendapat berita dari seorang teman yang menceritakan bahwa seorang rekannya ketika sedang mengambil foto dengan ponsel nya (handphone) di sebuah hotel di daerah Pecenongan, ternyata di fotonya terselip gambar Kuntilanak (Istiah Malay nya Pontianak) sedang lewat.

Foto ini diambil tanggal 14-02-2008, dan karena orang kantoran maka hebohnya di sekitar kantornya saja. Mungkin sang kuntilanak sedang pulang sehabis ikut pesta Valentine. Foto ini bukan ditakuti malah menjadi bahan olok-olok di kantor.


Jaman sekarang yang namanya setan sudah tidak bisa hidup tenang di Jakarta. Sudah diuber-2 liwat beberapa acara tayangan televisi, masih kehidupannya difilmkan terus. Sekarang sedang lewat saja kena foto.

Wednesday, March 12, 2008

12-03-2008 : Mega Bazaar Computer

Pada hari ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi pameran komputer terbesar di awal tahun 2008, yaitu Mega Bazaar Computer. Janjian dengan 2 teman, membuat saya mendisiplinkan diri dalam waktu. Pk 0900 saya menelepon Blue Bird Group untuk pesan taxi Pk 1100.

Setelah dari Pk 0700 saya mondar mandir menyetir mobil, maka untuk ke JHCC saya menyempatkan diri naik taxi. Sebab kepala saya sudah cuup penat untuk menyetir di kemacetan. Belum lagi sampai JHCC saya harus mencari parkir dan berjalan kaki cukup jauh, membuat saya mengambil taxi sebagai alternatif.

Hebat juga, begitu saya pulang Pk 1030, sebuah taxi sudah menunggu di depan rumah saya. Wah, 30 menit lebih pagi, manajemen Blue Bird Group ini lumayan juga, tapi karena saya memang janjinya pk 1100 maka saya belum sempat untuk membereskan tas pergi saya.
Pk 1055 baru saya sempat turun ke bawah untuk naik taxi. Saya hanya membawa sebuah ransel berisi pekerjaan kantor, kalau-kalau setelah pameran mungkin saya bisa mampir ke kantor, dan sebuah kantong plastik isi roti dan botol air mineral berjaga-jaga kalau di pameran saya kelaparan ataupun kehausan, tidak perlu keluar dari kompleks pameran.

Pk 1140 baru saya bisa mencapai JHCC. Turun dari taxi maka saya segera menelepon kawan-2 dan saya cukup terkejut, karena sekarang untuk nonton Mega Bazaar Computer harus bayar Rp 5000 / orang. JAdi mumpung sepi saya segera ke ticket booth untuk membeli tiket masuk.
Di dalam pameran perhatian saya pertama tertuju kepada stand HP yang memamerkan 2 produk terbarunya berupa iPAQ 112 dan 212. Keduanya bermuatan OS WindowsMobile 6.0, terbaru di kelasnya (konon Win 6.1 sudah muncul). iPAQ 112 ini berlayar 3,5” dengan resolusi 240x320 sedangkan type 212 walaupun lebih besar (LCD 4”) tapi beresolusi lebih tajam yaitu 480x640. Kelebihan 212 adalah tersedianya slot compact flash sedangkan untuk type 112 hanya miniSD. Kebetulan pameran yang kali ini disupport oleh http://www.tokopda.com/ ini saya bisa melakukan sedikit demo kedua PocketPC ini. Untuk Type 212 nya karena beresolusi tinggi tapi terlihat kecepatan graphic accelerator nya masih terasa kaku. Tapi ada semacam brightness sensor, dimana terang-gelapnya bisa diatur otomatis sesuai keadaan. Terlihat layar juga lebih soft, dan besar huruf nya bisa diatur. Tampilan keyboard juga lebih OK, tapi penggunaan Office Excel nya harus sedikit latihan, karena berbeda jauh sekali dengan WindowsMobile 2003 saya. Type 112 yang beresolusi lebih rendah tentu menghasilkan kecepatan di layar lebih baik dan lebih smooth. Kali ini setting memory tidak bisa dirubah antara memory system dan memory storage, sekali lagi berbeda dengan WM2003 saya (iPAQ hx4150). Tampaknya saya sudah jauh ketinggalan :-(

Dari sana, saya menyusuri areal depan pameran, tampak tidak ada yang benar-2 menarik, sampai di stand Triyaso, saya berkesempatan mencoba sebuah UMPC merk Wibrain dari Korea. Saya sudah sering dengar nama UMPC ini dari berbagai portal internet mengenai UMPC, juga sudah pernah lihat iklannya di koran awal Februari 2008 lalu. Tapi baru kali ini benar-2 memegang barangnya di depan mata saya.

Dengan resolusi 4,8” dan berkekuatan MS WIndowsXP Home UMPC ini terlihat menarik, karena dengan layar mode wide, mampu menampilkan resolusi 1024x600 dengan baik dan tajam. Diperkuat dengan prosesor VIA 1,2 Ghz dan memory 512 mb atau 1 GB, Wibrain sanggup untuk dihubungkan dengan internet via USB (modem), Bluetooth, maupun WiFi. Tentunya dengan sistem Operasi XP Home, aplikasi office model Outlook, Excel apalagi Word, bisa berjalan dengan baik. Mungkin kekurangannya yangbisa dicatat disini adalah tongkrongannya yang harus dipegang dengan tangan, jadi tak mudah untuk ditaruh begitu saja di meja, karena bagian bawahnya berupa speaker dan lubang untuk mengeluarkan panas. MEngetiknya dengan tombol QWERTY kecil-2 disisi kiri dan kanan layar. Saya salut dengan Wibrain, berani melakukan terobosan dengan design yang cukup baik, semoga sukses yah WIbrain.

Tak jauh dari sana ada stand Zyrex yang memajang Zyrex Anoa dan Zyrex Ubud. Karena saya sudah pernah membahas zyrex Anoa, maka kali ini saya membahas Zyrex Ubud. Saya sih tadinya memiliki kesan yang rada meremehkan Ubud, karena saya melihat hanya menyediakan keyboard saja. Ternyata tidak juga. Dengan HDD 30 GB, terrnyata Zyrex Ubud memiliki Touchpad dekat sebelah kanan LCD, anehnya klik touchpad nya ada disebelah kiri LCD, sehingga seorang bapak yang naksir dengan UMPC ini rada pangling. Walaupun menyatakan ketertarikannya dengan UMPC ini, beliau rada bingung karena tak terbiasa menggunakan touchpad di kanan dan mouse klik di kiri. Saya pun bercanda mengatakan bahwa untuk hal yang baru memang harus sedikit membiasakan diri. Dengan posisi LCD agak cenderung ke kiri, Zyrex Ubud tampil cukup garang dengan warna hitam. Sayang pihak penjual tampaknya tidak mau memberitahukan lebih detail apakah diberikan driver untuk XP dan Vista, sebab menurutnya asal diinstall dengan XP SP2 maka semua hardware akan terdeteksi dengan baik. Dengan OS MS Windows Vista Starter Edition dan dengan koneksi BT (Bluetooth) dan Wifi maka saya sangat apresiasi Zyrex Ubud ini. Kalau tidak karena merk maka dia bisa berfungsi sebagai EeePC Killer mengingat harganya yang Rp 4,99 juta, kita bandingkan dengan Asus EeePC yang ada di pameran yang ber SSD 4 GB dibandrol dengan harga Rp 4,4 juta.

Saya juga sempat mampir ke stan Kohjinsha, dimana mereka mengutamakan produk seri SH nya di pameran. Karena mereka juga mengageni Archos, maka produk Archos juga banyak di stan tersebut. Saya rada kecewa karena mereka memang memamerkan Koleksi Kohjinsha nya, dengan brosur yang sedemikian lengkap. Tapi sama sekali tidak memamerkan Aksesoris nya. Padahal saya pikir kalau ada batere high capacity nya saja yang 5200 mAH, mungkin saya mempertimbangkan membawa pulang 1 unit untuk menggantikan batere saya yang 2600 mAH ini. Mereka hanya merujuk Cutting Edge (http://www.cuttingedge-id.com/) sebagai tempat untuk membeli Aksesoris. Ini pameran yang bersifat nasional, sebetulnya semua aksesories harus dipajang juga selayaknya HP, Acer, Axioo dan lain-lain.

Kalau kita cermat membaca brosur dari Cryptonix, maka kita juga akan melihat bahwa mereka juga akan meluncurkan UMPC nya minggu depan, walaupun spek pastinya tidak detail, saya bisa melihat mereka akan mengeluarkan dengan layar 4” dan OS WindowsCE. Tidak dijelaskan secara detail WindowsCE apa yang dimaksud. Tapi tampaknya era UMPC memang akan benar-2 tiba di tahun 2008 ini.

Apa sih yang saya beli kali ini di pameran..?? Saya ga beli banyak koq, saya hanya beli PCMCIA untuk notebook Acer saya, yaitu untuk menambah USB port sebanyak 2 buah dan Firewire besar x1 kecil x1. Sebab takutnya sewaktu-2 saya membutuhkannya di kemudian hari. Saya juga membeli V-Gen SDHC 4 GB untuk menambah memory di Kohjinsha saya atau sewaktu-waktu bisa saya pakai untuk shooting handycam Panasonic saya, mengingat Handycam saya bisa menggunakan media SD Card sebagai alat rekamnya.

Untuk perangkat lain, saya lihat tidak ada perkembangan yang berarti, hanya saya mengamati, Axioo sedikit menurunkan harga di notebook type TVS nya, untuk warna tertentu harganya sudah dibawah 6 juta. Not bad untuk notebook dual core berlayar 12,1” WXGA dan 1 GB RAM. Tak lupa Fujitsu kali ini memamerkan juga UMPC nya yang bertype u810 dengan harga US$ 1.250. Layarnya 5,8” dengan berat 650gr dan keyboard yang sesuai dengan besar jari anda, kalau dilipat hanya sebesar dompet, sayang masih terasa tebal. Tapi layarnya memang benar-2 jernih. Maklum Fujitsu.

Tampaknya kali ini apa yang saya bayangkan bisa jadi kenyataan, dimana nanti dimana-mana orang membawa PC nya masing-2, yang besar, yang kecil, yang PocketPC, apapun modelnya. Masalahnya apakah masyarakat kita sudah bisa menerima begini ? Mengingat pada beberapa kalangan The Haves, mereka lebih suka membawa PSP (Playstation Portable) atau Nintendo DS kemana-mana kebanding sebuah PC mini. Yang tua lebih suka bermain games dengan HP nya kebanding mencari informasi di PC. Manusia Indonesia masih lebih suka mencari informasi lewat rumpi daripada mencari informasi akurat, maklum, informasi rumpi bisa dilebih-lebihkan dan bisa diselipi gosip.

Untuk perangkat lain, tampak USB Flash Memory sekarang sudah lebih beragam. Anda bisa menemukan USB Memory 1 GB Disney yang bisa berubah-rubah skinnya dengan karakter Mickey, Minnie, Donald, dan Goofy keluaran Ax dengan Rp 110.000. Maxtor dan Western Digital juga tak mau kalah memamerkan produk HDD External nya dengan penawaran harga yang sangat menarik. Harga mouse juga sudah mulai menurun diikuti dengan harga-2 Memory, baik DDR2, SO-DIMM, maupun SD Card, miniSD, dan microSD. Mengenai tehnologi printer saya tidak begitu memperhatikan, karena saya sedang tidak ada kebutuhan ke arah sana. XL, IM2 dan TelkomFlash juga ikut ajang menawarkan Internet 3G dan HDSPA dengan paket menarik. Herannya kali ini banyak media ikut pameran, seperti Femina Group yang memberika Reader’s Digest Gratis edisi Januari 2008, Harian Kompas yang bergabung dengan Kontan plus National Geographics, bahkan sampe Warta Kota pun ikut pameran. Rasanya padahal ini adalah pameran komputer, bukan pameran penerbit, rada aneh memang.

Pameran di Indonesia memang menjadi ajang belanja, bukan ajang pamer tehnologi bagi sebagian masyarakat kita.

Pk 1500 hari sudah mulai gelap karena mendung, saya sudah mulai khawatir mengingat saya tidak membawa kendaraan sendiri. Pk 1545 pun saya keluar dari pameran setelah berpisah dengan kawan-2 saya. Untung baru keluar gak sampai 2 menit sebuah Taxi Bluebird datang mengantar penumpang, saya langsung menghampiri taxi tersebut dan pulang tanpa ke kantor, karena cuaca sangat mengkhawatirkan. Demikian perjalanan saya menyaksikan Megabazaar Computer 2008.

NB : Saya tidak menyempatkan diri ke pameran FOCUS (Kamera) dan pameran alat musik, sebab saya sudah tidak ada waktu lagi, kalau besok-2 saya ada waktu dan ada yang ngajak lagi, mungkin saya akan mampir lagi kesana. Toh sampai tanggal 16 Maret 2008.

Sunday, March 2, 2008

02-03-2008 : Bukit Golf














Hari Minggu kai ini tidak hujan. Tiba-2 ada rasa jenuh pada diri saya, karena selama ini setiap hari minggu biasa saya datang menengok toko bersama keluarga. Saya pikir hari ini saya tidak meniatkan diri pergi kesana atau saya akan menjadi jenuh Hari Seninnya. Maka saya pun mengusulkan kepada istri, bagaimana kalau hari ini kita ke daerah Pluit – Muara Karang – PIK ? Istri langsung mengangguk setuju.

Setelah berbenah dan berberesan rumah. Maka Pk 1330 barulah kami pergi berangkat ke daerah Pluit. Tampak jalan menuju kesana sudah rada rusak pasca banjir Bulan Februari 2008. Entah kapan diperbaiki, apalagi ada hal menarik, hampir semua lampu lalu lintas tidak menyala. Kalau tidak hari Minggu bisa dibayangkan macetnya seperti apa, maklum saya pernah kerja di daerah sana.
Meliwati Jalur Busway daerah Megamall Pluit, istri saya rada terperangah melihat beberapa tempat makan di daerah sana yang ttergolong baru. Misalnya Pandan Bistro, Suan Thai dll. Maklum, mungkin sudah sekitar 2 tahun saya sekeluarga tidak mampir ke daerah sana. Karena kesibukan pekerjaan dan mengurus anak-2. Kalau jalan-2 saya lebih suka ke daerah Sudirman – Thamrin atau ke pinggiran jakarta sekalian.
Lalu saya ada ide, bagaimana kalau kita jalan-2 ke daerah Bukit Golf. Saya ingat 4 tahun yang lalu saya datang kesana daerah itu elum dibangun dan masih berupa Lautan dan Hutan Bakau. Lumayan kaget juga saya begitu sampai sana, ternyata daerah itu sudah menjadi kawasan perumahan yang cukup apik dan luas sekali.
Setelah berputar-putar dan meliwati WaterBoom nya dan gedung pemasarannya yang megah itu, maka saya berniat mampir ke KFC Pantai Indah Kapuk yang lumayan keren, karena ada fasilitas Drive Thru’ dan cafe taman. Setelah itu kami masuk ke satu daerah baru di Pantai Indah Kapuk, seberang Lotus Palace, saya lupa namanya, tapi bersebelahan dengan daerah konservasi hutan lindung.

Alangkah kagetnya saya sedang jalan menuju gerbang keluar, di daerah tamannya ternyata ada beberapa ekor monyet, tampaknya ternyata monyet-monyet itu keluar dari kawasan konserasi mereka ke taman perumahan untuk mencari makan. Karena anak-2 gembira melihatnya (mengingatkan kepada Taman Safari), maka saya pun memberhentikan mobil di pinggir jalan, dan mengambil gambar sejenak.

Ternyata sekitar 5-10 menit kemudian datang beberapa mobil berisi sekeluarga datang ke taman yang sama dan memberi makan pisang kepada para monyet itu. Kelihatannya mungkin dilakukan secara berkala sehingga para monyet sudah menunggu nya. Wah keluar banyak juga, mungkin sekitar 25-30 ekor monyet, dari yang tua sampai yang masih kecil. Saya berpikir kasihan juga monyet-2 itu, dulu mereka yang menghuni kawasan itu, sekarang mereka terpaksa mengemis makanan kepada penghuni baru dan tempat mereka sendiri semakin terbatas.
Sekitar 20 menit kemudian kami dihampiri seorang Satpam, dan kami diberi tahu kan bahwa tidak boleh berhenti di jalan tersebut. Yah habis itu saya menjalankan mobil kembali pulang ke rumah. Saya mengambil beberapa gambar yang cukup cantik dengan SE K800i saya sebagai kenang-2an.